Sabtu, 04 Juli 2009

Semua Ada Solusinya


Oleh: Teguh Siswoharsono

SEMUA ada solusinya. Semua ada jalan keluarnya. Itulah kalimat yang diucapkan Iwan Fals (47) kepada tim redaksi iwanfals.co.id pada Rabu (17/6) lalu di acara Ngopi Bareng Iwan Fals di kediamannya di desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok.

Iwan lebih lanjut juga mencontohkan bahwa setiap orang punya solusi sendiri setiap menghadapi masalah. “Saya kalau lagi suntuk lagi sumpek biasanya tarik nafas panjang, berbaring rileks sebentar. Setelah itu, hilang rasa sumpek dan pusingnya,” ungkap pria kelahiran 3 September 1961 ini.

Masih menurut Iwan, jika setiap individu di negeri ini punya solusinya, maka Bangsa Indonesia yang sedang menghadapi multi-krisis pun harusnya punya solusi juga. Karena bangsa itu terdiri dari orang-orang. Kumpulan dari orang-orang. “Jika setiap orang punya solusi, maka bangsa pun juga punya solusi,” cetusnya.

Disadari bersama, negeri ini yang sedang menghadapi hajatan besar Pilpres, butuh dana besar. Sementara di satu sisi, persoalan yang menggerogoti bangsa juga terus berlangsung. Nyaris tak ada yang mulus di setiap departemen.

Macam-macam persoalannya. Di dunia kesehatan, banyak penyakit. Di bidang olahraga juga kurang sehat. Di bidang keuangan, malah sering tekor. Di jalur hukum, tak jarang menyimpang. Soal kedaulatan negara, banyak ulat. Banyak ulat yang mencoba menggerogoti eksistensi NKRI. “Jadi jangan khawatir, pasti ada jalan keluarnya,” ujar Iwan menenangkan.

Yang membuat si legenda musik Indonesia ini tenang, adalah karena bangsa Indonesia hanya mengalami dua musim. Tidak seperti di negara lain yang punya 4 musim. Untuk hidup tidak harus berjuang terlalu keras. Berbeda dengan penduduk Eskimo yang harus berburu beruang untuk dijadikan baju. Setiap kali membuat makanan atau minuman harus segara disantap soalnya bisa cepat dingin dan berjamur.

Di Indonesia lebih santai, bisa hidup. “Sedangkan di sini, kita buka baju saja masih bisa hidup. Tak usah jauh-jauh, padi bisa ditanam sendiri. Sayuran tinggal petik. Musim cuma dua. Matahari berlimpah, air berlimpah. Sesungguhnya, kita tak harus menggali seluruh sumber daya alam kita, itu pun masih bisa hidup. Untuk apa emas diambil? Boleh diambil tapi secukupnya saja. Yang penting untuk kebutuhan saja. Jangan memenuhi keserakahan. Kalau semua isi bumi, dan kekayaan alam yang lain di ambil, bumi bisa mati. Contoh saja, kalau manusia kumisnya dicukur, jenggot di cukur, alis dicukur, semua rambut yang tumbuh dicukur. Usus diambil, hati diambil, paru-paru diambil, gimana jadinya. Bumi pun seperti itu,” ungkap Iwan Fals.
(iwanfals.co.id)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar