Sabtu, 23 Mei 2009

Iwan Fals: Cukup Musik Saya yang Berpolitik


Belakangan ini, banyak artis menekuni politik. Tidak demikian dengan Iwan Fals. Dia ogah berpolitik karena musiknya sudah berpolitik.

"Saya nggak tertarik masuk partai atau berpolitik. Cukup musik saya yang berpolitik. Saya nggak punya pikiran menekuni dunia politik," jelas Iwan di kediamannya, kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (27/4/2008).

Iwan enggan menjelaskan apakah antipatinya terhadap politik itu dilatarbelakangi tidak ada partai yang berminat menggandengnya atau karena sebab lain.

"Pokoknya, saya sudah pernah bilang nggak tertarik berpolitik. Mungkin orang juga sudah tahu. Sejauh ini, saya enjoy dengan kegiatan sekarang," tutur pelantun Bento itu.

Rupanya, penyanyi bersuara khas ini menyadari kemampuan diri yang minim ilmu politik dan pemerintahan.

"Saya nggak mengerti bidang politik dan ilmu pemerintahan. Selain itu, memang nggak ada keinginan menjadi orang yang berkecimpung di dunia politik. Menjadi musisi lebih enak. Saya lebih enak menjadi saya seperti sekarang ini," tegasnya.

Selanjutnya......

Iwan Fals Anti Terseret Kampanye Politik


Belakangan ini, ramai disebutkan Iwan Fals dan sejumlah artis akan meramaikan kampanye pasangan calon Gubernur Jawa Barat Agum Gumelar-Nu'man Abdul Hakim. Iwan membantah. Dia anti terseret kampanye politik.

"Iwan Fals merupakan salah satu musisi legendaris Indonesia yang tetap konsisten dari masa ke masa untuk menjaga netralitas terhadap setiap kepentingan kelompok politik praktis mana pun di Indonesia. Iwan memilih berpihak kepada nilai-nilai keadilan dan kebenaran yang tumbuh hidup di tengah masyarakat melalui apresiasi seni musik, serta berdiri di atas semua kelompok, baik suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA)," jelas Manajer Iwan Fals Manajemen Rosana Listanto, dalam siaran persnya yang tiba di Redaksi Okezone, Selasa (1/4/2008).

Terkait kampanye Pilgub tersebut, nama Iwan disebut-sebut sebagai artis pendukung. Padahal, Iwan tidak pernah dikonfirmasi untuk ikut serta terlibat.

"Iwan Fals tidak pernah dikonfirmasi ikut serta memeriahkan kampanye Agum- Nu'man. Iwan juga tidak pernah menyatakan kesediaan kepada siapa pun untuk terlibat memeriahkan kampanye pasangan Agum-Nu'man atau kepada calon pasangan Gubernur Jawa Barat lain," tegasnya.

Materi yang mengaitkan Iwan dengan kampanye pasangan Agum-Nu'man telah menimbulkan kerugian nama baik Iwan secara pribadi. Kerugian tersebut telah menimbulkan efek domino kerugian secara tidak langsung berupa pencitraan negatif terhadap ormas Oi yang didirikan Iwan.

"Muncul kesan di tengah masyarakat, seolah-olah Iwan dan Oi turut terlibat dalam politik praktis dukung mendukung Pilgub pasangan Cagub-wagub Jawa Barat. Dan hal ini sangat menggangu sikap netralitas Iwan, Oi, serta para penggemar Iwan dalam menghadapi proses pelaksanaan Pilgub tersebut," lanjutnya.

Penyanyi dengan nama asli Virgiawan Listianto itu juga mengimbau agar kampanye Pilgub Jawa Barat dilakukan tanpa membawa simbol-simbol ormas Oi dan gambar-gambar Iwan Fals.

Selanjutnya......

Konser bulanan 2009 Iwan Fals & Band


Tema: "PANJI-PANJI DEMOKRASI"

Hari: Sabtu; Tanggal: 30 Mei 2009; Jam:15.30 wib;
Tempat: Panggung Kita Leuwinanggung No. 19 Cimanggis/Depok (rumah Iwan Fals)

HTM: Rp. 40.000,- *tiket terbatas
(dengan membeli tiket, berarti Anda menyumbang 10% untuk kegiatan sosial)

info: Nenk (0813 9943 9950 / 845 5329-30)

Disarankan membawa jas hujan atau payung.
AKAN DILAKUKAN SCREENING - dilarang membawa senjata tajam, miras, narkoba, handycam, kamera foto, tape recorder, dan alat rekam yang sejenis.
source: iwanfals.co.id

Selanjutnya......

Nonton Konser Iwan Fals


Baru kali pertamanya gw nonton konser bang Iwan secara live bareng ‘Oi’ julukan buat penggemar bang Iwan. Seru dan keren banget!! Acara dimulai jam 9 malem. Diawali dengan pemutaran film Dokumenter tentang Kemerdekaan Indonesia.

Baru deh sekitar jam 10, bang Iwan mulai naik ke panggung nyanyiin beberapa lagu hitsnya. Sejam kemudian muncul temen-temennya yang tergabung dalam Kantata Takwa, Kantata Samsara dan Swami. Ada Setiawan Djody, Si burung merak, WS Rendra yang tampil membacakan puisi dan pantun politiknya, Toto Tewel, serta Jocky suryoprayogo. Sementara Sawung Jabo absen lantaran lagi nggak ada di Indonesia.

Salut buat bang Iwan yang tampil sangat memukau. Kurang lebih seribu orang penggemarnya merasa puas menikmati penampilan idolanya itu. Serunya, mereka tuh pada tertib, nggak bikin rusuh. Dua jempol buat ‘Oi’.

Ngga terasa, tau-tau udah jam 12 malem aja. Konser distop dulu karena dilakukan acara renungan. Puas gw lihat konser bang Iwan. Di mata gw, bang Iwan adalah sosok penyanyi yang legenda. Bang Iwan tuh mampu membina hubungan dengan jutaan penggemarnya. Dia dan mba Yos (istrinya), bisa jadi contoh buat artis yang lain, karena sepi dari gosip.

Seandainya Presiden Indonesia nanti kayak bang Iwan, Indonesia mungkin bisa lebih baik. Karena bang Iwan nggak cuma pandai berkomunikasi dengan penggemarnya tapi juga mampu membinanya. Tahun depan kita emang butuh Presiden yang dekat dengan rakyatnya dan mampu membina rakyatnya. Semoga… dan MERDEKA…

Selanjutnya......

Harapan Iwan Fals: "Pemilu 2014, Lima Partai Saja"


Oleh: Teguh Siswoharsono

Pemilu legislatif yang baru saja digelar 9 April lalu menyisakan beberapa catatan penting. Di lapangan, misalnya, masyarakat mengalami kesulitan lantaran terlalu besarnya ukuran kertas pilihan, sementara ruang tempat mencontreng terlalu sempit. Kesulitan itu bukan saja dialami pihak pemilih tapi juga panitia pemilihan umum dalam hal ini KPU (Komisi Pemilihan Umum -red). KPU mengalami kesulitan secara teknis dalam pelaksanaannya. Biaya pelaksanaan juga jadi membengkak. Hal ini jelas akan membebani negara untuk menggelar Pemilu.

Setelah terjadi Pemilu, realitasnya pun hanya lima partai saja yang mendapat pemilih cukup besar. Berdasarkan kenyataan ini, untuk Pemilu 2014 sebaiknya partai-partai itu disederhanakan menjadi lima partai saja. Yaitu, Partai Ketuhanan, Partai Kemanusiaan, Partai Persatuan, Partai Kerakyatan dan Partai Keadilan. Partai-partai itu dipetik dari Pancasila. Nama sistem demokrasinya menganut demokrasi Pancasila. Itulah buah pikiran Iwan Fals yang diungkapkan kepada wartawan iwanfals.co.id.

Selanjutnya......

Sabtu, 16 Mei 2009

Iwan Fals Bebaskan OI Memilih di Pilpres 2009


Artis dan penggemar memang dianggap sebagai suatu kesatuan. Jika artis melakukan apa yang dianggap baik, tentunya penggemar pun tak segan-segan untuk menirunya. Namun hal itu ingin dihilangkan oleh Iwan Fals. Musisi yang karya musiknya kerap bernafaskan masalah politik ini menyatakan akan memberi kebebasan kepada para fansnya yang tergabung organisasi, OI, dalam Pilpres akan datang.

"Anggota OI tersebar di seluruh Indonesia, kami beri kebebasan untuk memilih siapa saja calon 'penggede' yang mereka sukai dalam Pilpres Juli mendatang," kata Iwan saat mengisi program rangkaian kunjungannya ke dealer motor TVS, Jl. HZ Mustofa, Tasikmalaya, Jumat (15/05) sore.

Namun sebenarnya, kata Iwan, penggemar yang tergabung dalam OI tidak ada kaitannya dengan pemilihan presiden mendatang, sehingga dan semua penggemar bebas memilih Capres/Cawapres yang mereka percayai. "Nggak ada hubungan sama itu, nggak ada arahan, mereka bebas memilih," katanya singkat.

Sementara itu menurut Ketua OI Jawa Barat, Asman alias Acong yang hadir dalam acara tersebut, menerangkan jumlah masyarakat yang tergabung dalam organisasi OI yang tersebar di Jawa Barat lebih dari satu juta orang. Dalam Pilpres nanti, kata Acong, seluruh anggota diimbau tetap independen dan tidak melibatkan diri dalam dunia politik praktis.

"Capres atau Cawapres manapun boleh mereka pilih, namun dalam hal keorganisasian kita tetap memberikan pengarahan dalam masalah pendidikan politik," katanya.

Dijelaskannya, selama ini OI selalu mengadakan pertemuan dalam menyikapi sebuah politik yang bersih, termasuk sistem politik Indonesia, dan tentunya mendukung demokrasi. "Secara individu saya sendiri lebih cenderung tidak memihak," katanya.

Acong menyebutkan, selama ini Iwan mengharapkan kepada seluruh masyarakat yang tergabung dalam OI agar selalu menciptakan suasana kondusif di lingkungan masyarakat termasuk dalam Pilpres 2009 mendatang.

"Iwan lebih cenderung menciptakan suasana yang kondusif kepada anak-anak OI, dan dalam pemilihan nanti, dia mempersilahkan anggota organisasi ini untuk memilih siapa saja," ungkapnya.
(Sumber: kapanlagi.com)

Selanjutnya......