<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707</id><updated>2012-02-16T20:24:38.399-08:00</updated><title type='text'>BADAN PENGURUS WILAYAH SULAWESI SELATAN</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>216</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-4329606784924536886</id><published>2011-12-20T23:03:00.000-08:00</published><updated>2011-12-20T23:07:36.116-08:00</updated><title type='text'>POHON JADIKAN TEMAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-MiIYGH3lVvM/TvGFoxTelZI/AAAAAAAAA8c/3aCoEqgaBJg/s1600/WQ.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-MiIYGH3lVvM/TvGFoxTelZI/AAAAAAAAA8c/3aCoEqgaBJg/s320/WQ.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688474739821942162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salam Oi !!!&lt;br /&gt;DUKUNG &amp; SUKSESKAN !!!&lt;br /&gt;PENCANANGAN "KAMPUNG HIJAU ORANG INDONESIA"&lt;br /&gt;24-26 DESEMBER 2011 di DUSUN PANDALA DESA LAIKANG&lt;br /&gt;KEC. MANGARABOMBANG KAB. TAKALAR&lt;br /&gt;SEMOGA KEGIATAN INI MENJADI TITIK AWAL&lt;br /&gt;BERDIRIx "KAMPUNG HIJAU ORANG INDONESIA" DI TIAP BPK Oi di SULSEL,&lt;br /&gt;&amp; BPK Oi DI NUSANTARA PD UMUMx.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita jadikan budaya untuk menanam pohon disekitar kita . Hal ini akan memperbanyak  jumlah pohon yang ada di bumi dan sebagi media untuk memperbaiki kualitas udara bumi&lt;br /&gt;Jika engkau berpikir untuk satu tahun ke depan, semailah sebiji benih. &lt;br /&gt;Jika engkau berpikir untuk sepuluh tahun ke depan, tanamlah sebatang pohon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat bijak di atas adalah pepatah Cina yang sudah ada sejak 500 tahun sebelum Masehi. Di masa yang amat lalu itu ternyata orang sudah menyadari arti penting pohon. Hal ini bisa dibilang ironis, karena pada masa itu, jumlah pohon yang menutupi permukaan bumi relatif lebih banyak dari sekarang. Pun, tingkat pembangunan yang menyebabkan polusi masih belum setinggi saat ini. Namun demikian, keberadaan sebatang pohon sudah disadari betul manfaatnya, tercermin dari kata-kata bijak di atas tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sebatang pohon begitu penting artinya, sampai-sampai dipandang sebagai “bekal yang cukup” untuk hidup sepuluh tahun ke depan? Jawabannya tak lain dan tak bukan adalah karena sebatang pohon mampu memberikan banyak manfaat. Di masa lalu, pohon adalah penyedia naungan, makanan, dan kayu bakar bagi manusia. Kini, di masa yang bentuk kehidupannya lebih kompleks, peran pohon pun juga bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Menanam&lt;br /&gt;1.keindahan &lt;br /&gt;Pohon memiliki beberapa bentuk tajuk yang khas, sehingga menciptakan keindahan tersendiri. Struktur bangunan tanpa di imbangi dengan pohon, akan terasa gersang, sebaliknya apa bila di sekitarnya di tanami pohon serta di tata dengan baik akan nampak hijau dan asri serta nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Mencegah pengikisan&lt;br /&gt;Akar pohon dan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat, sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Persediaan air&lt;br /&gt;Tanaman pada dasarnya akan menyerap air hujan. Dengan demikian, banyaknya kelompok pohon-pohon akan menjadikan daerah sebagai daerah persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Udara menjadi sejuk&lt;br /&gt;Dengan banyaknya pohon, akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara sekitarnya akan menjadi sejuk dan nyaman. Maka, kehadiran kelompok pohon-pohon pelindung sangat besar artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-4329606784924536886?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/4329606784924536886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/12/pohon-jadikan-teman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4329606784924536886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4329606784924536886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/12/pohon-jadikan-teman.html' title='POHON JADIKAN TEMAN'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-MiIYGH3lVvM/TvGFoxTelZI/AAAAAAAAA8c/3aCoEqgaBJg/s72-c/WQ.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-2979089780280583763</id><published>2011-11-26T23:59:00.000-08:00</published><updated>2011-11-27T00:11:05.194-08:00</updated><title type='text'>Kampoeng Hijau Orang Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-w0U3WxI7gaU/TtHwkd4dANI/AAAAAAAAA8Q/dxQjZOxCbL0/s1600/sapanduk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 230px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-w0U3WxI7gaU/TtHwkd4dANI/AAAAAAAAA8Q/dxQjZOxCbL0/s320/sapanduk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679585114378272978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan agenda kegiatan Badan Pengurus Wilayah Oi Sulsel dalam waktu dekat ini BPW Oi Sulsel akan mengadakan Penghijauan, bagi para BPK Oi &amp; Kelompok Oi Se Sulsel dapat mengikuti kegiatan tersebut. &lt;br /&gt;adapun Tujuan Badan Pengurus Wilayah mengadakan penghijaun &lt;br /&gt;- Menghijaukan Indonesia&lt;br /&gt;- Menyebarluaskan masalah pemanasan global ke seluruh Indonesia&lt;br /&gt;- Meningkatkan antusias masyarakat Indonesia tentang isu pemanasan global&lt;br /&gt;- Mengajak semua masyarakat Indonesia untuk hidup lebih hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, Go Green Indonesia belum memiliki acara yang diselenggarakan secara indie dikarenakan satu dan lain hal. Tahun ini kami hanya memfokuskan dalam kegiatan Penghijaun dan penyebaran  kepada masyarakat Indonesia. Semoga di tahun berikutnya kami bisa lagi mengadakan acara yang bertema ’Kampoeng "hijau" orang Indonesia’ sehingga masyarakat yang sadar akan bahaya Global Warming akan semakin banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KBRI: BPW Oi Sulsel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-2979089780280583763?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/2979089780280583763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/kampoeng-hijau-orang-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2979089780280583763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2979089780280583763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/kampoeng-hijau-orang-indonesia.html' title='Kampoeng Hijau Orang Indonesia'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-w0U3WxI7gaU/TtHwkd4dANI/AAAAAAAAA8Q/dxQjZOxCbL0/s72-c/sapanduk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-7547081825355517006</id><published>2011-11-03T22:27:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T22:30:54.620-07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals Konser Go Green di Makassar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-LJo9yvVJpKI/TrN4hqa5hWI/AAAAAAAAA74/d2zLevdglqk/s1600/iwan_fals_konser_ngabuburit_iwan_fals_3-20110822-006-bambang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-LJo9yvVJpKI/TrN4hqa5hWI/AAAAAAAAA74/d2zLevdglqk/s320/iwan_fals_konser_ngabuburit_iwan_fals_3-20110822-006-bambang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671008875507713378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MAKASSAR, FAJAR -- Legenda musik Indonesia, Iwan Fals akan menggelar konser di Makassar. Iwan Fals rencananya tampil pada konser Go Green, 20 November mendatang di Lapangan Hasanuddin, Makassar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan akan datang dengan membawa tim penuh. Kabarnya, rombongan yang diboyong dari Jakarta jumlahnya 16 orang. Penampilan Iwan Fals kali ini memang agak berbeda, karena pelantun lagu Bento itu akan menghibur peserta jalan sehat dan sepeda santai yang start dan finish di Lapangan Hasanuddin. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Keluarga Hijau Indonesia  bekerja sama dengan Kodam VII Wirabuana, Pemerintah Kota Makassar, dan Pemerintah Provinsi Sulsel.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Rencananya Iwan Fals bakal membawakan 10 lagu khususnya lagu bertema lingkungan dan beberapa lagu lawas," ujar Presiden Keluarga Hijau Indonesia, Hidayat Nahwi Rasul.  Lagu yang akan dinyanyikan antara lain; Negara, Kesaksian, Mata Dewa, Antara Aku Kau dan Bekas Pacarmu, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami menghunting Iwan Fals selama sebulan lebih dan rupanya Iwan Fals sangat selektif menerima order dari luar kota. Untung tema kami masalah Go Green. Kebetulan Iwan Fals kalau show juga suka ikut menanam pohon di daerah yang dia kunjungi," jelas Hidayat Nahwi Rasul yang optimis kegiatan ini bisa memberi manfaat dan menginspirasi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-7547081825355517006?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/7547081825355517006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/iwan-fals-konser-go-green-di-makassar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7547081825355517006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7547081825355517006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/iwan-fals-konser-go-green-di-makassar.html' title='Iwan Fals Konser Go Green di Makassar'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-LJo9yvVJpKI/TrN4hqa5hWI/AAAAAAAAA74/d2zLevdglqk/s72-c/iwan_fals_konser_ngabuburit_iwan_fals_3-20110822-006-bambang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-2564164145216185963</id><published>2011-11-03T22:24:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T22:26:45.500-07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals Anggap Album 'Harmoni' SBY Keajaiban Dunia ke-8</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Mc4qKkGOAwY/TrN3guh96cI/AAAAAAAAA7s/xdWC1V7Qij0/s1600/249372_212219642163708_100001270211833_602431_4131153_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Mc4qKkGOAwY/TrN3guh96cI/AAAAAAAAA7s/xdWC1V7Qij0/s320/249372_212219642163708_100001270211833_602431_4131153_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671007759919606210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengeluarkan album ke-4 yang berjudul 'Harmoni'. Dalam album tersebut banyak musisi Indonesia yang diminta menyumbangkan suaranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal bagi mereka hal itu merupakan suatu kebanggaan. Termasuk Iwan Fals, yang mengaku sangat takjub dan bangga akan album yang dikeluarkan Sang Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Luar biasa dalam kesibukannya, SBY dengan banyaknya kegiatannya sebagai kepala negara dia masih bisa rileks membuat album itu," ujarnya saat ditemui di Grand Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, Iwan juga menilai, 7 keajaiban dunia yang ada saat ini berubah menjadi 8 keajaiban dunia gara-gara adanya album tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Album SBY, saya denger ini bukan 7 keajaiban dunia, sekarang malah 8 satunya adalah album SBY," candanya seraya tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album 'Harmoni' berisi lagu-lagu ciptaannya SBY sendiri. Dalam album itu terdapat 8 lagu, antaranya lain 'Save Our World' yang dinyanyikan oleh Joy Tobing, 'Kembali' oleh Afgan, dan 'Untuk Bumi Kita' oleh Sandy Sandoro.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-2564164145216185963?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/2564164145216185963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/iwan-fals-anggap-album-harmoni-sby.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2564164145216185963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2564164145216185963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/iwan-fals-anggap-album-harmoni-sby.html' title='Iwan Fals Anggap Album &apos;Harmoni&apos; SBY Keajaiban Dunia ke-8'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Mc4qKkGOAwY/TrN3guh96cI/AAAAAAAAA7s/xdWC1V7Qij0/s72-c/249372_212219642163708_100001270211833_602431_4131153_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-7646160026713241792</id><published>2011-11-03T12:11:00.001-07:00</published><updated>2011-11-03T12:12:06.024-07:00</updated><title type='text'>Contoh Baju PDH Secara Nasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-eRl8pYMqdTs/TrLnfd8hPHI/AAAAAAAAA7g/yo5Pb-h0E4c/s1600/pdh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 296px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-eRl8pYMqdTs/TrLnfd8hPHI/AAAAAAAAA7g/yo5Pb-h0E4c/s320/pdh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670849408613301362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-7646160026713241792?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/7646160026713241792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/contoh-baju-pdh-secara-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7646160026713241792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7646160026713241792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/contoh-baju-pdh-secara-nasional.html' title='Contoh Baju PDH Secara Nasional'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-eRl8pYMqdTs/TrLnfd8hPHI/AAAAAAAAA7g/yo5Pb-h0E4c/s72-c/pdh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-3291561117930889647</id><published>2011-11-03T12:08:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T12:09:21.323-07:00</updated><title type='text'>Contoh Stempel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Fe50BZDL2KM/TrLm1VaE3MI/AAAAAAAAA7U/6x5LPlDyAUc/s1600/stempel.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 278px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Fe50BZDL2KM/TrLm1VaE3MI/AAAAAAAAA7U/6x5LPlDyAUc/s320/stempel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670848684766846146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-3291561117930889647?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/3291561117930889647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/contoh-stempel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3291561117930889647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3291561117930889647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/contoh-stempel.html' title='Contoh Stempel'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Fe50BZDL2KM/TrLm1VaE3MI/AAAAAAAAA7U/6x5LPlDyAUc/s72-c/stempel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-4419134849444584612</id><published>2011-11-03T12:06:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T12:08:25.842-07:00</updated><title type='text'>Contoh Kartu Tanda Anggota Secara Nasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/--ARqHWVybp4/TrLmnf9HdGI/AAAAAAAAA7I/ws_8zZYjilo/s1600/kta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 104px;" src="http://1.bp.blogspot.com/--ARqHWVybp4/TrLmnf9HdGI/AAAAAAAAA7I/ws_8zZYjilo/s320/kta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670848447080002658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-4419134849444584612?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/4419134849444584612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/contoh-kartu-tanda-anggota-secara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4419134849444584612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4419134849444584612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/contoh-kartu-tanda-anggota-secara.html' title='Contoh Kartu Tanda Anggota Secara Nasional'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/--ARqHWVybp4/TrLmnf9HdGI/AAAAAAAAA7I/ws_8zZYjilo/s72-c/kta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-4650911087088687972</id><published>2011-11-03T12:04:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T12:06:49.926-07:00</updated><title type='text'>Contoh Sertifikat Pendidikan &amp; Pelatihan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-fs9eCPFBeqQ/TrLmQTmFkII/AAAAAAAAA68/9Gnok4nhpfs/s1600/serti1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-fs9eCPFBeqQ/TrLmQTmFkII/AAAAAAAAA68/9Gnok4nhpfs/s320/serti1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670848048625193090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-4650911087088687972?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/4650911087088687972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/contoh-sertifikat-pendidikan-pelatihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4650911087088687972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4650911087088687972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/contoh-sertifikat-pendidikan-pelatihan.html' title='Contoh Sertifikat Pendidikan &amp; Pelatihan'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-fs9eCPFBeqQ/TrLmQTmFkII/AAAAAAAAA68/9Gnok4nhpfs/s72-c/serti1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-3172311878286581901</id><published>2011-11-03T12:03:00.001-07:00</published><updated>2011-11-03T12:04:56.071-07:00</updated><title type='text'>Contoh Kertas Kop Kota @ Kelompok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-rWdmCBqWuvs/TrLlznRRfsI/AAAAAAAAA6w/5vrkamD73JE/s1600/kop%2Bkota.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 238px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-rWdmCBqWuvs/TrLlznRRfsI/AAAAAAAAA6w/5vrkamD73JE/s320/kop%2Bkota.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670847555690397378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-vTj148ly1JU/TrLlzIqKh0I/AAAAAAAAA6k/Xj0UKWxiFZU/s1600/kop%2Bkelom.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 231px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-vTj148ly1JU/TrLlzIqKh0I/AAAAAAAAA6k/Xj0UKWxiFZU/s320/kop%2Bkelom.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670847547473299266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-3172311878286581901?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/3172311878286581901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/contoh-kertas-kop-kota-kelompok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3172311878286581901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3172311878286581901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/contoh-kertas-kop-kota-kelompok.html' title='Contoh Kertas Kop Kota @ Kelompok'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-rWdmCBqWuvs/TrLlznRRfsI/AAAAAAAAA6w/5vrkamD73JE/s72-c/kop%2Bkota.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-3092874931008078372</id><published>2011-11-03T12:00:00.001-07:00</published><updated>2011-11-03T12:02:22.517-07:00</updated><title type='text'>SK &amp; Tanda Daftar Kelompok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-r7ZthYP4KRE/TrLlH2sOgNI/AAAAAAAAA6Y/csFpGT4DSKU/s1600/tanda%2Bdaftar%2Bkelom.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-r7ZthYP4KRE/TrLlH2sOgNI/AAAAAAAAA6Y/csFpGT4DSKU/s320/tanda%2Bdaftar%2Bkelom.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670846803915735250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ItFRNrI9SW8/TrLlHdHTevI/AAAAAAAAA6M/Z6JPkw9n8b4/s1600/sk%2Bkelompok.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ItFRNrI9SW8/TrLlHdHTevI/AAAAAAAAA6M/Z6JPkw9n8b4/s320/sk%2Bkelompok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670846797049985778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-3092874931008078372?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/3092874931008078372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/sk-tanda-daftar-kelompok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3092874931008078372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3092874931008078372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/sk-tanda-daftar-kelompok.html' title='SK &amp; Tanda Daftar Kelompok'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-r7ZthYP4KRE/TrLlH2sOgNI/AAAAAAAAA6Y/csFpGT4DSKU/s72-c/tanda%2Bdaftar%2Bkelom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-3477508108635972592</id><published>2011-11-03T11:56:00.001-07:00</published><updated>2011-11-03T11:59:16.719-07:00</updated><title type='text'>From Pengisian Anggota Oi &amp; Kelompok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-6KJPl7dzkJc/TrLkS5p37JI/AAAAAAAAA6A/nlaXSZ06EbY/s1600/from%2Banggota.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-6KJPl7dzkJc/TrLkS5p37JI/AAAAAAAAA6A/nlaXSZ06EbY/s320/from%2Banggota.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670845894178106514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-xw-hyCw21zU/TrLkSemZVRI/AAAAAAAAA50/P6hIxJsoVkw/s1600/fom%2Bkelo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 237px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-xw-hyCw21zU/TrLkSemZVRI/AAAAAAAAA50/P6hIxJsoVkw/s320/fom%2Bkelo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670845886915761426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-3477508108635972592?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/3477508108635972592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/from-pengisian-anggota-oi-kelompok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3477508108635972592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3477508108635972592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/11/from-pengisian-anggota-oi-kelompok.html' title='From Pengisian Anggota Oi &amp; Kelompok'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-6KJPl7dzkJc/TrLkS5p37JI/AAAAAAAAA6A/nlaXSZ06EbY/s72-c/from%2Banggota.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-1085015751831095311</id><published>2011-10-27T22:23:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T22:25:53.135-07:00</updated><title type='text'>Pendeklarasian BADAN PENGURUS KOTA Oi MAJENE</title><content type='html'>Segenap Pengurus BPW Oi Sulawesi Selatan mengucapkn Selamat dan Sukses atas Pendeklarasian BADAN PENGURUS KOTA Oi MAJENE - SULAWESI BARAT. semoga dapat menjadi salah satu contoh bahwa Ormas Oi merupakan suatu bentuk icon kebangkitan Pemuda Indonesia. Salam Oi ..............bersatulah!!!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-1085015751831095311?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/1085015751831095311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/10/pendeklarasian-badan-pengurus-kota-oi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/1085015751831095311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/1085015751831095311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/10/pendeklarasian-badan-pengurus-kota-oi.html' title='Pendeklarasian BADAN PENGURUS KOTA Oi MAJENE'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-193420596914375202</id><published>2011-10-27T22:17:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T22:21:11.759-07:00</updated><title type='text'>Selamat Datang  di Kota Angin Mamiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-yga0mvsSPkk/Tqo7UXlxxII/AAAAAAAAA5Q/B7kwFbQ2SzA/s1600/hijau.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-yga0mvsSPkk/Tqo7UXlxxII/AAAAAAAAA5Q/B7kwFbQ2SzA/s320/hijau.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668408302115079298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SEGENAP PENGURUS BPW Oi SULSEL &amp; BPK Oi KOTA MAKASSAR SERTA KELUARGA BESAR Oi SULAWESI SELATAN MENGUCAPKAN SELAMAT DATANG DI KOTA KAMI " DAMAI KAMI SEPANJANG HARI"&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-193420596914375202?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/193420596914375202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/10/selamat-datang-di-kota-angin-mamiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/193420596914375202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/193420596914375202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/10/selamat-datang-di-kota-angin-mamiri.html' title='Selamat Datang  di Kota Angin Mamiri'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-yga0mvsSPkk/Tqo7UXlxxII/AAAAAAAAA5Q/B7kwFbQ2SzA/s72-c/hijau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-7136326993620323144</id><published>2011-10-27T22:10:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T22:16:14.898-07:00</updated><title type='text'>Daftar Alamat Oi Yang Baru</title><content type='html'>Sekret BPK Oi GOWA : BTN Lestari Limbung&lt;br /&gt;sekret BPK Oi maros Jl. Azalea B/15 Kel. Pettuadae Kec.Turikale Kab.Maros K.Pos 90511&lt;br /&gt;Sekret BPK Oi Pinrang Jl.Melati no.5(ex.Jl.Ambo dondi)Kel.Penrang Kec.Watang Sawitto Kab. Pinrang K. Pos 91211&lt;br /&gt;Sekret BPK Oi SINJAI : Komp. Benteng Balangnipa Jl. Sungai Tangka Kab. Sinjai&lt;br /&gt;Oi Jeneponto : BTN Romanga blok C1/15 Kec. Binamu Kab. Jeneponto&lt;br /&gt;Oi PANGKEP :Jl. Pertanian No. 27 Desa Panaikang Kec. Minasate,ne Kab. Pangkep&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-7136326993620323144?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/7136326993620323144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/10/daftar-alamat-oi-yang-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7136326993620323144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7136326993620323144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/10/daftar-alamat-oi-yang-baru.html' title='Daftar Alamat Oi Yang Baru'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-4149043511867173971</id><published>2011-10-27T22:08:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T22:09:30.720-07:00</updated><title type='text'>BPW-BPK Oi se-Sulsel</title><content type='html'>Kepada Seluruh Anggota Oi (BPW-BPK Oi se-Sulsel), yang mau pesan baju PDH Oi agar menghubungi kami. Harga Rp. 120.000 (kain Drill, ukuran M,L,XL). cara pemesanan : ketik Nama - BPKel/BPK/BPW - ukuran. kirim SMS ke no. 085 255 960 996, atau lewat pesan FB Galang-Sibaly Bpw Oi Sulsel. Dibayar tunai krn Allah......&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-4149043511867173971?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/4149043511867173971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/10/bpw-bpk-oi-se-sulsel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4149043511867173971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4149043511867173971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/10/bpw-bpk-oi-se-sulsel.html' title='BPW-BPK Oi se-Sulsel'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-2530552001318168188</id><published>2011-10-27T22:03:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T22:05:04.006-07:00</updated><title type='text'>SALAM Oi</title><content type='html'>Seirinng dengan berjalannya waktu, perubahan selalu menyertainya, baik pemikiran, pola hidup maupun tata cara berkomunikasi. Bertahan dalam sebuah ideologi atau prinsif memang dibutuhkan untuk sebuh jati diri, tapi bukan berarti tida mengikuti perkembangan zaman. Sebelas tahun yang lalu, sekumpulan orang yang berkumpul di Leuwinanggung Depok tepatnya tanggal 16 Agustus 1999 dirumah seorang musisi terkenal “the legend” yaitu Virgiawan Listanto yang lebih dikenal dengan nama Iwan Fals, mempelopori berdirinya sebuah Organisasi yang dinamai Oi, Oi adalah seruan untuk bersatu bagi fans Iwan fals dalam pada itu tercetus “Oi Bersatulah”. Saya tidak tahu maksud dan tujuan IF (Iwan Fals) pada saat mengumpulkan sampai 300 orang lebih fansnya dari seluruh Indonesia untuk mendirikan Oi ini, yang saya tangkap hanyalah sebuah “keseriusan” dari seorang musisi dan fansnya untuk mengabdikan hidupnya dalam masyarakat sebagai tuntunan “hamblun minallah wahablum minannas”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai musisi, Iwan Fals sangat lantang menyuarakan dalam syair syairnya, ketertindasan, kemiskinan, korupsi, perampasan hak hak rakyat kecil, sampai pada pemimpin diktator, Iwan Fals sangat “melawan arus” dalam hiruk pikuknya perpolitikan Indonesia, bermunculan simpatik dan menjadikan idola oleh fansnya, musisi, tokoh politik lainnya sebagai sosok pemberani, disamping itu pula mahasiswa, tokoh tokoh pergerakan ditangkap dan di penjarakan sementara Sosok Iwan Fals malah melenggang kangkung di luar dan tetap mendengingkan suara gitarnya untuk protes keterpurukan dan kemerostan akhlak dan keagkuhan sang penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebradaan Oi dalam perkembangan organisasi di tanah air Indonesia, adalah merupakan warna baru, sebab harus di akui bahwa dalam keberadaan Oi (Ormas Oi) adalah fans Club pertama yang berubah menjadi Organisasi massa dan satu satunya di Indonesia pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai organisasi, Oi (Ormas Oi) tentunya mempunyai struktur kepengurusan seperti layaknya organisasi lain, mulai dari BPP Oi (Badan Pengurus Pusat Oi), BPW Oi, BPKota Oi, dan selanjutnya ke BPKelompok Oi. Dengan terstrukturnya inilah (Ormas Oi) secara kolektif menyatukan barisan untuk berbuat segala sesuatu yang ditentukan di Rakernas, Rakerwil dan Rakerkot. Disitulah “digodog” program kerja untuk dilanjutkan ke kegiatan yang riil (nyata). Dalam lingkup slogan “SOPAN” Seni, Olah Raga, Pend. Perpustakaan dan Niaga, dalam Keagamaan juga dilakukan dalam kondisi daerah masing masing dengan unsur sosial yang sangat tinggi, yang tidak berafiliasi dengan partai politik manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Ormas yang menjalani proses “pencarian jati diri” Oi terus berjalan penuh eksistensi dalam bentuk kegiatan sosial, Pemberdayaan pada anggota dan pengabdian diri pada masyarakat lingkungan merupakan salah satu target dari program program kerja yang diadakannya, dan dipertanggungjawabkan dimasa akhir keperiode-an kepengurusan Baik di Pusat, Wilayah maupun Kota dan Kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu, Ormas Oi terus memperbaiki format Organisasi ideal sebagaimana yang saya utarakan terlebih dahulu bahwa Ormas Oi lahir dari Fans Club Iwan Fals. Jadi selayaknya Ormas Oi pun dapat menampung dari segala bentuk komuniats yang “berlabel” Iwan Fals. Sebetulnya Oi bisa merupakan sesuatu kekuatan besar organisasi yang ada di Indonesia jikalau masing masing pihak (Fans Iwan Fals) ingin meleburkan diri untuk mengurus Organisasi Oi yang didirikan Sang Pujaan, Cuman yang ada sekarang adalah sebagian Fans Penikmat lagu, Fans yang hanya bercerita tentang keseharian Iwan Fals, apa saja yang menyangkut dengan Iwan Fals. Mungkin bisa dimaklumi hal hal seperti itu, tapi Orams Oi memerlukan orang orang yang punya Visi dan Misi nun jauh kedepan untuk menjadikan organisasi Oi ini tampil kedepan publik dan menuju ke organisasi yang modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan awal selama saya menjadi Pengurus di Oi tepatnya BPK Oi Gresik, pertemuan dalam acara Pendirian Koper-Oi dan Refleksi 9 Tahun Oi di Rindam Jaya Condet selama 3,5 jam, kata Iwan Fals “ Semoga Oi melahirkan generasi yang lahir dari rahim peradaban “, Dalam forum tersebut menjadi sebuah acara yang menurut saya lebih ideal, karena Iwan Fals berinteraksi (berdialog) dengan Para Pengurus dari seluruh Indonesia dan Iwan Fals pun bersemangat menceritakan kejadian berdirinya dan keinginannya mendirikan Oi. Berlanjut lagi di Muans Oi ke IV di Aula Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Iwan Fals datang lagi bersama keluarganya untuk mengikuti acara tersebut, Iwan Fals dan Ibu Yos (isteri) berada dalam lingkaran peserta Munas dari seluruh Indonesia. Dengan keunikan tampilan masing masing, peserta Munas Ormas Oi mampu memberi bentuk lain dan yang terbaik dengan diamandemennya AD-ART dan lebih utama lagi menghasilkan ketua baru yang sangat profesional dan sudah sarat pengalaman dalam mengurus organisasi nasional. DR. Sonny Teguh Trilaksono, M.Pd. MBA. Adalah Ketua Umum terpilih pada Periode 2010 – 2012. dan menjadi tonggak sejarah baru bagi Oi itu sendiri, sebagai organisasi yang akan mensejajarkan diri dengan organisasi yang lebih dulu berperan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfikir, berkata, bertindak……..Seperti tokoh organisasi pada umumnya, Iwan Fals sudah mulai “membuka” diri untuk turun ke gelanggang dan melebur bersama serta memberi support pada anggota organisasi Oi yang didirikannya. Dengan kehadiran ditengah tengah massanya Iwan Fals bersama anggota mengadakan berbagai kegiatan sosial, pagelaran seni budaya serta penanaman pohon, penaggulangan bencana alam oleh OCC (Oi Crisis Centre) sebagai wujud keseimbangan hidup bagi umat manusia. Kini……Ormas Oi sudah menjadi salah satu organisasi massa yang diperhitungkan di Bumi Nusantara, dan perlu diketahui bersama bahwa besarnya massa tidak menjamin tumbuh kembang dan berhasilnya sebuah organisasi, akan tetapi keseriusan, kebersamaan terus menerus dalam komitmen menjadikan lebih utama dalam mencapai sebuh tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran terus menerus yang dapat menjadikan jiwa kita lebih besar dan menerima segala konsekwensi dari segala perbedaan pada kehadiran kita di organisasi ini, sangat perlu kita tanamkan bahwa Iwan Fals sebagai tokoh idola yang dibanggakan bersama oleh Fals Mania, Pengabdi Fals, FFC dan apapun namanya, marilah kembali menyatukan barisan dalam visi atau tujuan yang sama, tujuan yang diingini sang idola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini……Iwan Fals, saya rasa berbahagia dengan usia Oi yang sudah memasuki usia 11 Tahun, sebagai seorang “Bapak Oi” yang melahirkan anak yaitu Oi, terbersit rasa syukur yang paling dalam melihat begitu dahsyatnya perkembangan Ormas Oi, tidak saja sebagai fans biasa, Oi sudah merubah diri dengan sebuah kedewasaan yang konsen dengan program kerja. Seperti layaknya Bapak, Iwan Fals tidak mungkin selalu hadir ditengah tengah massanya yang sekian juta di Nusantara dalam acara demi acara yang diadakan Ormas Oi, tapi anggota Oi pun selalu mengerjakan skala program tanpa kehadiran beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu kesempatan di Rembang, Saya dengan Iwan Fals bertemu diatas mobil “Tiga Rambu” berdua, berbincang sekilas, apa yang saya perbincangkan disitu adalah sebuah keinginan dari Iwan Fals untuk menanam pohon, sehingga dampak dari hilangnya pohon pohon bisa diatasi di tahun tahun mendatang, tapi apa kata Iwan Fals, menanam adalah pekerjaan yang sangat gampang, tapi bagaimana merawatnya. Saya rasa ormas Oi pun begitu, melahirkan Oi bagi Iwan Fals sangatlah gampang, sebab semua orang tahu bahwa massa fanatiknya tersebar keseluruh pelosok tanah air Indonesia. Tapi merawat organisasi yang didirikannya ini adalah sebuah keseriusan dari semua fansnya, yaitu anggota Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layar sudah terkembang…….tak ada kata lain lagi selain maju, bergerak untuk mencapai tujuan Oi…….kita sudah Pantang Surut ke Pantai, kita sudah mengarungi samudera luas, kita harus bertahan pada terpaan gelombang, mari semua mengevaluasi diri, sudahkah kita “mengabdi” , pada sang idola, melalui Ormas Oi, tentu kita juga memberi Bhakti pada Negara Indonesia tercinta, tunda dulu bernyanyi, tunda dulu bersenang senang….sekarang saatnya bekerja untuk bernyayi di esok hari……Oi Semoga Jaya..!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-2530552001318168188?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/2530552001318168188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/10/salam-oi_27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2530552001318168188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2530552001318168188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/10/salam-oi_27.html' title='SALAM Oi'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-6050416333130270255</id><published>2011-06-30T23:48:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T23:49:23.888-07:00</updated><title type='text'>sejarah singkat perkembangan  Oi di Indonesia</title><content type='html'>Salam Oi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan berjalannya waktu, perubahan selalu menyertainya, baik pemikiran, pola hidup maupun tata cara berkomunikasi. Bertahan dalam sebuah ideologi atau prinsif memang dibutuhkan untuk sebuh jati diri, tapi bukan berarti tida mengikuti perkembangan zaman. Sebelas tahun yang lalu, sekumpulan orang yang berkumpul di Leuwinanggung Depok tepatnya tanggal 16 Agustus 1999 dirumah seorang musisi terkenal “the legend” yaitu Virgiawan Listanto yang lebih dikenal dengan nama Iwan Fals, mempelopori berdirinya sebuah Organisasi yang dinamai Oi, Oi adalah seruan untuk bersatu bagi fans Iwan fals dalam pada itu tercetus “Oi Bersatulah”. Saya tidak tahu maksud dan tujuan IF (Iwan Fals) pada saat mengumpulkan sampai 300 orang lebih fansnya dari seluruh Indonesia untuk mendirikan Oi ini, yang saya tangkap hanyalah sebuah “keseriusan” dari seorang musisi dan fansnya untuk mengabdikan hidupnya dalam masyarakat sebagai tuntunan “hamblun minallah wahablum minannas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai musisi, Iwan Fals sangat lantang menyuarakan dalam syair syairnya, ketertindasan, kemiskinan, korupsi, perampasan hak hak rakyat kecil, sampai pada pemimpin diktator, Iwan Fals sangat “melawan arus” dalam hiruk pikuknya perpolitikan Indonesia, bermunculan simpatik dan menjadikan idola oleh fansnya, musisi, tokoh politik lainnya sebagai sosok pemberani, disamping itu pula mahasiswa, tokoh tokoh pergerakan ditangkap dan di penjarakan sementara Sosok Iwan Fals malah melenggang kangkung di luar dan tetap mendengingkan suara gitarnya untuk protes keterpurukan dan kemerostan akhlak dan keagkuhan sang penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebradaan Oi dalam perkembangan organisasi di tanah air Indonesia, adalah merupakan warna baru, sebab harus di akui bahwa dalam keberadaan Oi (Ormas Oi) adalah fans Club pertama yang berubah menjadi Organisasi massa dan satu satunya di Indonesia pada saat itu.&lt;br /&gt;Sebagai organisasi, Oi (Ormas Oi) tentunya mempunyai struktur kepengurusan seperti layaknya organisasi lain, mulai dari BPP Oi (Badan Pengurus Pusat Oi), BPW Oi, BPKota Oi, dan selanjutnya ke BPKelompok Oi. Dengan terstrukturnya inilah (Ormas Oi) secara kolektif menyatukan barisan untuk berbuat segala sesuatu yang ditentukan di Rakernas, Rakerwil dan Rakerkot. Disitulah “digodog” program kerja untuk dilanjutkan ke kegiatan yang riil (nyata). Dalam lingkup slogan “SOPAN” Seni, Olah Raga, Pend. Perpustakaan dan Niaga, dalam Keagamaan juga dilakukan dalam kondisi daerah masing masing dengan unsur sosial yang sangat tinggi, yang tidak berafiliasi dengan partai politik manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Ormas yang menjalani proses “pencarian jati diri” Oi terus berjalan penuh eksistensi dalam bentuk kegiatan sosial, Pemberdayaan pada anggota dan pengabdian diri pada masyarakat lingkungan merupakan salah satu target dari program program kerja yang diadakannya, dan dipertanggungjawabkan dimasa akhir keperiode-an kepengurusan Baik di Pusat, Wilayah maupun Kota dan Kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu, Ormas Oi terus memperbaiki format Organisasi ideal sebagaimana yang saya utarakan terlebih dahulu bahwa Ormas Oi lahir dari Fans Club Iwan Fals. Jadi selayaknya Ormas Oi pun dapat menampung dari segala bentuk komuniats yang “berlabel” Iwan Fals. Sebetulnya Oi bisa merupakan sesuatu kekuatan besar organisasi yang ada di Indonesia jikalau masing masing pihak (Fans Iwan Fals) ingin meleburkan diri untuk mengurus Organisasi Oi yang didirikan Sang Pujaan, Cuman yang ada sekarang adalah sebagian Fans Penikmat lagu, Fans yang hanya bercerita tentang keseharian Iwan Fals, apa saja yang menyangkut dengan Iwan Fals. Mungkin bisa dimaklumi hal hal seperti itu, tapi Orams Oi memerlukan orang orang yang punya Visi dan Misi nun jauh kedepan untuk menjadikan organisasi Oi ini tampil kedepan publik dan menuju ke organisasi yang modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan awal selama saya menjadi Pengurus di Oi tepatnya BPK Oi Gresik, pertemuan dalam acara Pendirian Koper-Oi dan Refleksi 9 Tahun Oi di Rindam Jaya Condet selama 3,5 jam, kata Iwan Fals “ Semoga Oi melahirkan generasi yang lahir dari rahim peradaban “, Dalam forum tersebut menjadi sebuah acara yang menurut saya lebih ideal, karena Iwan Fals berinteraksi (berdialog) dengan Para Pengurus dari seluruh Indonesia dan Iwan Fals pun bersemangat menceritakan kejadian berdirinya dan keinginannya mendirikan Oi. Berlanjut lagi di Muans Oi ke IV di Aula Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Iwan Fals datang lagi bersama keluarganya untuk mengikuti acara tersebut, Iwan Fals dan Ibu Yos (isteri) berada dalam lingkaran peserta Munas dari seluruh Indonesia. Dengan keunikan tampilan masing masing, peserta Munas Ormas Oi mampu memberi bentuk lain dan yang terbaik dengan diamandemennya AD-ART dan lebih utama lagi menghasilkan ketua baru yang sangat profesional dan sudah sarat pengalaman dalam mengurus organisasi nasional. DR. Sonny Teguh Trilaksono, M.Pd. MBA. Adalah Ketua Umum terpilih pada Periode 2010 – 2012. dan menjadi tonggak sejarah baru bagi Oi itu sendiri, sebagai organisasi yang akan mensejajarkan diri dengan organisasi yang lebih dulu berperan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfikir, berkata, bertindak……..Seperti tokoh organisasi pada umumnya, Iwan Fals sudah mulai “membuka” diri untuk turun ke gelanggang dan melebur bersama serta memberi support pada anggota organisasi Oi yang didirikannya. Dengan kehadiran ditengah tengah massanya Iwan Fals bersama anggota mengadakan berbagai kegiatan sosial, pagelaran seni budaya serta penanaman pohon, penaggulangan bencana alam oleh OCC (Oi Crisis Centre) sebagai wujud keseimbangan hidup bagi umat manusia. Kini……Ormas Oi sudah menjadi salah satu organisasi massa yang diperhitungkan di Bumi Nusantara, dan perlu diketahui bersama bahwa besarnya massa tidak menjamin tumbuh kembang dan berhasilnya sebuah organisasi, akan tetapi keseriusan, kebersamaan terus menerus dalam komitmen menjadikan lebih utama dalam mencapai sebuh tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran terus menerus yang dapat menjadikan jiwa kita lebih besar dan menerima segala konsekwensi dari segala perbedaan pada kehadiran kita di organisasi ini, sangat perlu kita tanamkan bahwa Iwan Fals sebagai tokoh idola yang dibanggakan bersama oleh Fals Mania, Pengabdi Fals, FFC dan apapun namanya, marilah kembali menyatukan barisan dalam visi atau tujuan yang sama, tujuan yang diingini sang idola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini……Iwan Fals, saya rasa berbahagia dengan usia Oi yang sudah memasuki usia 11 Tahun, sebagai seorang “Bapak Oi” yang melahirkan anak yaitu Oi, terbersit rasa syukur yang paling dalam melihat begitu dahsyatnya perkembangan Ormas Oi, tidak saja sebagai fans biasa, Oi sudah merubah diri dengan sebuah kedewasaan yang konsen dengan program kerja. Seperti layaknya Bapak, Iwan Fals tidak mungkin selalu hadir ditengah tengah massanya yang sekian juta di Nusantara dalam acara demi acara yang diadakan Ormas Oi, tapi anggota Oi pun selalu mengerjakan skala program tanpa kehadiran beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu kesempatan di Rembang, Saya dengan Iwan Fals bertemu diatas mobil “Tiga Rambu” berdua, berbincang sekilas, apa yang saya perbincangkan disitu adalah sebuah keinginan dari Iwan Fals untuk menanam pohon, sehingga dampak dari hilangnya pohon pohon bisa diatasi di tahun tahun mendatang, tapi apa kata Iwan Fals, menanam adalah pekerjaan yang sangat gampang, tapi bagaimana merawatnya. Saya rasa ormas Oi pun begitu, melahirkan Oi bagi Iwan Fals sangatlah gampang, sebab semua orang tahu bahwa massa fanatiknya tersebar keseluruh pelosok tanah air Indonesia. Tapi merawat organisasi yang didirikannya ini adalah sebuah keseriusan dari semua fansnya, yaitu anggota Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layar sudah terkembang…….tak ada kata lain lagi selain maju, bergerak untuk mencapai tujuan Oi…….kita sudah Pantang Surut ke Pantai, kita sudah mengarungi samudera luas, kita harus bertahan pada terpaan gelombang, mari semua mengevaluasi diri, sudahkah kita “mengabdi” , pada sang idola, melalui Ormas Oi, tentu kita juga memberi Bhakti pada Negara Indonesia tercinta, tunda dulu bernyanyi, tunda dulu bersenang senang….sekarang saatnya bekerja untuk bernyayi di esok hari……&lt;br /&gt;……………..Oi Semoga Jaya…………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-6050416333130270255?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/6050416333130270255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/06/sejarah-singkat-perkembangan-oi-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/6050416333130270255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/6050416333130270255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2011/06/sejarah-singkat-perkembangan-oi-di.html' title='sejarah singkat perkembangan  Oi di Indonesia'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-995245410700183883</id><published>2010-12-19T23:51:00.000-08:00</published><updated>2010-12-20T00:03:24.537-08:00</updated><title type='text'>UCAPAN SELAMAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TQ8Nt2dmtqI/AAAAAAAAA48/j8ZWFe6VJ88/s1600/32069_116477255062634_100001010796282_104090_8227558_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 139px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TQ8Nt2dmtqI/AAAAAAAAA48/j8ZWFe6VJ88/s200/32069_116477255062634_100001010796282_104090_8227558_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5552671946936071842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oi.....Bersatulah.....SELAMAT DAN SUKSES ATAS TERPILIHNYA SAUDARA Muhammad Rayu Djafar Sibaly (GALANG) KETUA BPW Oi SULAWESI SELATAN MASA PERIODE 2010 - 2013 Hasil Keputusan Musyawarah Wilayah Oi Sulsel ke II Di Benteng Somba Opu Rumah Adat Maros di Makassar&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-995245410700183883?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/995245410700183883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/12/ucapan-selamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/995245410700183883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/995245410700183883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/12/ucapan-selamat.html' title='UCAPAN SELAMAT'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TQ8Nt2dmtqI/AAAAAAAAA48/j8ZWFe6VJ88/s72-c/32069_116477255062634_100001010796282_104090_8227558_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-7998782292673981068</id><published>2010-08-30T10:53:00.000-07:00</published><updated>2010-08-30T10:58:30.188-07:00</updated><title type='text'>SAHUR ON THE ROAD</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/THvw9ZMvxiI/AAAAAAAAA4s/4IfkE7EsMdc/s1600/oi.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 140px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/THvw9ZMvxiI/AAAAAAAAA4s/4IfkE7EsMdc/s200/oi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511263506544969250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;AGENDA KEGIATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKEMKOM%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.textexposedhide 	{mso-style-name:text_exposed_hide;} span.textexposedshow 	{mso-style-name:text_exposed_show;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;04 September jam 17:00 - 05 September jam 5:00&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pelataran Gedung Juang LAPRIS Takalar (Samping Gedung DPRD Takalar)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Buka Puasa bareng dan Shalat Maghrib berjamaah di Pelataran Gedung Juang LAPRIS Takalar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah istirahat, lanjut Shalat Isya - Tarwih di sekitar Lokasi Kegiatan (Masjid Agung Takalar, Masjid Nurul Jihad Sompu, Masjid Nurul Falah Pari'risi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="textexposedhide"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;Selesai Shalat, kembali ke lokasi kegiatan untuk makan malam dan silaturrahim antar organisasi, BPK Oi, Kelompok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;Jam 23.30, SAHUR ON THE ROAD. Start dari Takalar melewati Gowa menuju &lt;st1:place st="on"&gt;Makassar&lt;/st1:place&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;Finish di Anjungan Losari untuk makan sahur bareng dengan Komunitas Pencinta Alam se-Sulawesi Selatan dalam rangka memecahkan Rekor Muri (Makan Sahur Bersama terbanyak Komunitas Pencinta Alam se-Sulawesi Selatan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;CATATAN TAMBAHAN :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;Setiap BPK Oi, Organisasi, Kelompok yang diundang agar membawa bendera masing-masing (sebanyak-banyakx)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;Mengisi Buku Registrasi sebelum masuk di Pelataran Gedung Juang LAPRIS, dan kendaraan diparkir di dalam lokasi kegiatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;Bagi yang berminat untuk hadir, agar mengirim informasix (Nama Organisasi dan Jumlah anggota yang akan hadir)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;Undangan secara tertulis menyusul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;CONTACT PERSON :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;GALANG 085 255 96 09 96, EKA 085 255 939 627 - 085 255 939 628, IWAN 081 241 627 631&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-7998782292673981068?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/7998782292673981068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/08/sahur-on-road.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7998782292673981068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7998782292673981068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/08/sahur-on-road.html' title='SAHUR ON THE ROAD'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/THvw9ZMvxiI/AAAAAAAAA4s/4IfkE7EsMdc/s72-c/oi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-4013872216433267474</id><published>2010-06-05T22:10:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T22:14:25.667-07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals Dukung Kegiatan Tanam Pohon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAsuWz6fMzI/AAAAAAAAA4U/Zot2wTaUozg/s1600/iwans_fals_dipanggung_djarum_trees_for_life_di_desa_wonosalam_kec_gajah_demak_jateng-20100530-025-wawan.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAsuWz6fMzI/AAAAAAAAA4U/Zot2wTaUozg/s200/iwans_fals_dipanggung_djarum_trees_for_life_di_desa_wonosalam_kec_gajah_demak_jateng-20100530-025-wawan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479524341053862706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAsuWRZq9AI/AAAAAAAAA4M/aQacXXRa3lM/s1600/iwan_fals_preskon_djarum_trees_for_life_di_desa_wonosalam_kec_gajah_demak_jateng-20100530-025-wawan.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAsuWRZq9AI/AAAAAAAAA4M/aQacXXRa3lM/s200/iwan_fals_preskon_djarum_trees_for_life_di_desa_wonosalam_kec_gajah_demak_jateng-20100530-025-wawan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479524331789415426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAsuWVzKhYI/AAAAAAAAA4E/kaKg_B6m8rg/s1600/iwan_fals_preskon_djarum_trees_for_life_di_desa_wonosalam_kec_gajah_demak_jateng-20100530-004-wawan.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAsuWVzKhYI/AAAAAAAAA4E/kaKg_B6m8rg/s200/iwan_fals_preskon_djarum_trees_for_life_di_desa_wonosalam_kec_gajah_demak_jateng-20100530-004-wawan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479524332970083714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAsuV7ScrHI/AAAAAAAAA38/IGnWw0r4_yE/s1600/iwan_fals_preskon_djarum_trees_for_life_di_desa_wonosalam_kec_gajah_demak_jateng-20100530-001-wawan.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 141px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAsuV7ScrHI/AAAAAAAAA38/IGnWw0r4_yE/s200/iwan_fals_preskon_djarum_trees_for_life_di_desa_wonosalam_kec_gajah_demak_jateng-20100530-001-wawan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479524325853539442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutan legenda hidup untuk Iwan Fals memang bukan omong kosong semata. Terbukti di usia yang semakin bertambah, mantan pentolan Kantata Takwa itu masih bisa menyihir para OI (Orang Indonesia) dan mengajak untuk peduli lingkungan. Iwan saat itu hadir dalam penanaman pohon trembesi secara simbolis yang disambut gerimis di Desa Wonosalam, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Kamis (27/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, sudah disiram langsung dari atas nih," celetuk Iwan yang langsung naik ke panggung hiburan. Hujan deras akhirnya turun, namun air yang jatuh membasahi sama sekali tak menghalangi antusiasme penonton untuk melihat penampilan legenda musik tanah air ini. Sebaliknya mereka terus merangsek ke depan mencoba menyelimuti bibir panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiap tetes hujan ada malaikat yang menjaganya, maka kita semua harus turut menjaga pohon. Dan untuk OI harus menanam dan menjaganya," seru Iwan di penghujung lagu pertama Hutanku yang disambut tepuk sorai OI. Belum reda sorak sorai OI, lagu kedua Pohon Kehidupan digeber Iwan. Penonton makin menggila di lagu ketiga Siram Tanaman saat legenda hidup musik Indonesia itu turun dari panggung mandi air hujan dan mencium pohon yang ada di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi Iwan tak berhenti di situ. Untuk memuaskan fansnya, Iwan yang dijatah hanya membawakan tiga lagu, membuat kejutan. "Karena yang merusak tanaman para Bento maka saya akan menyanyikan lagu Bento. Syukur–syukur mereka mau sadar dan mau menanam pohon," teriak Iwan membuat para OI semakin merapat mendekati panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata Bento bukanlah lagu terakhir yang ditampilkan oleh Iwan. "Tak lengkap rasanya lagu Bento sendiri maka harus ada pasangannya, Bongkar," teriak Iwan yang disambut sorakan para penonton. Itu baru lagu terakhir Iwan yang di akhir acara memberikan peralatan olah raga bulu tangkis secara simbolik kepada Camat Gajah, Demak, Kris Biantoro. (kpl/wwn/dka)&lt;br /&gt;Sumber : http://www.kapanlagi.com/foto/berita-foto/indonesia/12896iwan_fals_&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-4013872216433267474?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/4013872216433267474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/06/iwan-fals-dukung-kegiatan-tanam-pohon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4013872216433267474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4013872216433267474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/06/iwan-fals-dukung-kegiatan-tanam-pohon.html' title='Iwan Fals Dukung Kegiatan Tanam Pohon'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAsuWz6fMzI/AAAAAAAAA4U/Zot2wTaUozg/s72-c/iwans_fals_dipanggung_djarum_trees_for_life_di_desa_wonosalam_kec_gajah_demak_jateng-20100530-025-wawan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-1683788164205713669</id><published>2010-06-04T22:28:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T22:31:35.320-07:00</updated><title type='text'>CERITA PEMOTRETAN SAMPUL KASET KESEIMBANGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAng1ToVnOI/AAAAAAAAAxc/hx0iTexbiEk/s1600/foto4.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAng1ToVnOI/AAAAAAAAAxc/hx0iTexbiEk/s200/foto4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479157628080069858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAng1BMI8sI/AAAAAAAAAxU/bhGH8EpfL-k/s1600/foto3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAng1BMI8sI/AAAAAAAAAxU/bhGH8EpfL-k/s200/foto3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479157623129961154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAng0q-5-4I/AAAAAAAAAxM/z4CWr9-l8M4/s1600/foto2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAng0q-5-4I/AAAAAAAAAxM/z4CWr9-l8M4/s200/foto2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479157617168874370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAng0S3u2LI/AAAAAAAAAxE/w4QUJcwXC0I/s1600/foto1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAng0S3u2LI/AAAAAAAAAxE/w4QUJcwXC0I/s200/foto1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479157610696333490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang telah disepakati, saya bersama Angga Hadilaksananto berangkat menuju Leuwinanggung dengan diiringi hujan deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Leuwinanggung, masih terlalu cepat.. Saya dan Angga memutuskan untuk mencari Indomaret atau Alfa mart terdekat untuk sekedar mencari bir.&lt;br /&gt;Yeahh.. untuk pemotretan kali ini, jujur saja saya cukup tegang. Karena semuanya begitu mendadak. Jujur saja saya kurang persiapan.&lt;br /&gt;Setibanya di depan Indomaret, kaleng yang dicari tidak ada.. " Arghhh!! menyebalkan sekali.."&lt;br /&gt;Akhirnya saya membeli cocacola, sementara Angga sibuk bercerita tentang hubungan cintanya dengan seorang wanita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukkan jam 2 siang, dan telah tiba waktunya untuk bekerja. Memotret seorang idola Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sedikit sekali musisi atau selebriti yang bisa menggetarkan nyali saya ketika memotretnya.&lt;br /&gt;Untuk kali ini, segalanya begitu berbeda..&lt;br /&gt;Dengan sedikit gugup, saya memulai sesi pemotretan itu.&lt;br /&gt;Iwan Fals tampak santai dan sesekali berkelakar. Suasana yang sedikit tegang pun perlahan cair cair.&lt;br /&gt;Pemotretan berlangsung sampai menjelang malam. Dan kami pun pulang dengan tersenyum senang.&lt;br /&gt;Sumber:http://melmanandthehippo.blogspot.com/2010/03/iwan-fals-keseimbangan.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-1683788164205713669?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/1683788164205713669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/06/cerita-pemotretan-sampul-kaset.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/1683788164205713669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/1683788164205713669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/06/cerita-pemotretan-sampul-kaset.html' title='CERITA PEMOTRETAN SAMPUL KASET KESEIMBANGAN'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAng1ToVnOI/AAAAAAAAAxc/hx0iTexbiEk/s72-c/foto4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-634287251189839555</id><published>2010-06-04T21:25:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T21:30:19.731-07:00</updated><title type='text'>DESIGN IWAN FALS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnSi6pMBtI/AAAAAAAAAws/7Ah0rSiMPDQ/s1600/poster.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnSi6pMBtI/AAAAAAAAAws/7Ah0rSiMPDQ/s200/poster.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479141918972315346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnSjpSgsnI/AAAAAAAAAw0/w5NygWXz7jI/s1600/kamar+fals1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnSjpSgsnI/AAAAAAAAAw0/w5NygWXz7jI/s200/kamar+fals1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479141931493667442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnSiiZIBVI/AAAAAAAAAwk/mZDb91z7GbY/s1600/kamar+fals+2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnSiiZIBVI/AAAAAAAAAwk/mZDb91z7GbY/s200/kamar+fals+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479141912462493010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnSh4cgJDI/AAAAAAAAAwc/tCnIYhSN7Ic/s1600/kamar+fals5.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnSh4cgJDI/AAAAAAAAAwc/tCnIYhSN7Ic/s200/kamar+fals5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479141901202367538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-634287251189839555?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/634287251189839555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/06/design-iwan-fals.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/634287251189839555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/634287251189839555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/06/design-iwan-fals.html' title='DESIGN IWAN FALS'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnSi6pMBtI/AAAAAAAAAws/7Ah0rSiMPDQ/s72-c/poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-5799624407655162172</id><published>2010-06-04T21:20:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T21:24:30.260-07:00</updated><title type='text'>Album Iwan Fals 2010 ” KESEIMBANGAN”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnRYJbZQZI/AAAAAAAAAwU/c5a2AyOYLho/s1600/hujan+fals2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 108px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnRYJbZQZI/AAAAAAAAAwU/c5a2AyOYLho/s200/hujan+fals2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479140634450805138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa banyak berkata-kata setelah mendengar lagu-lagu dalam CD album terbaru Iwan Fals Keseimbangan yang launching pada 20 Februari 2010 di rumahnya desa Leuwinanggung Depok. Beberapa kali memutar dua belas lagu yang ada saya cukup berkomentar bahwa album ini kaya dengan musik. Tentu saja tetap diimbangi dengan materi lagu yang berkualitas dengan lirik-lirik yang sebagian kritis, namun lebih didominasi dengan lagu-lagu yang memberi pesan untuk kelestarian alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Album Keseimbangan ini sebenarnya memuat sepuluh lagu ‘lama’ dan dua lagu baru. Lagu lama yang saya maksud adalah lagu-lagu uncommercial Iwan Fals yang rekaman livenya banyak dimiliki penggemar. Namun lagu-lagu itu semua dikemas dalam racikan baru, fresh, clingg.. Dua lagu baru yang tidak pernah saya dengar sebelumnya adalah lagu Ya Allah Kami dan lagu berjudul unik, ^O^ yang disini mbak Yos (istri Iwan) ikut menjadi backing vocal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada paragraf awal saya katakan album ini kaya dengan musik, mungkin karena ada Totok Tewel sebagai lead guitar yang membuat musiknya terasa berbingkai rock?. Namun tentu saja semua pemain band berperan besar dalam hidupnya lagu-lagu dalam album ini yaitu mas Heirrie (bass – yang juga melakukan mixing), mas Edi (keyboard) serta mas Deni (drum). Tapi aah.. saya bukan pengamat musik, hanya penikmat biasa saja yang cuma bisa mengatakan sebuah lagu enak atau tidak berdasar selera pribadi dan kadar sensitif gendang telinga saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaaaah, daripada berpanjang lebar.. ngomong ini dan itu yang kalau ndak sengaja salah ketik bisa-bisa menyinggung perasaan beberapa orang (hehehe)… lebih baik dengarkan sendiri lagu-lagu di album Keseimbangan ini, dan sampaikan atau simpan komentarmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian: dibawah ini rekomendasi saya PRIBADI lho ya, bukan titipan atau atas nama Iwan Fals, Tiga Rambu, manajemen atau tukang parkir di pasar hehe, lha wong saya ndak ada sangkut pautnya dengan mereka. Saya cuma penggemar biasa boss.. penggemar yang menikmati musik berkualitas dan lirik lagu yang inspiratif.. hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi saya pribadi tentang album ini… Silahkan dibeli, lumayan bagus dan ndak begitu mengecewakan (itupun kalau punya uang, kalau belum ada uangnya, jangan nyolong.. dosa! mending pinjem kaset/cd punya temen). Album ini recomended untuk didengarkan dirumah, dimobil atau bahkan di warung-warung. Juga sangat recomended dimiliki untuk langsung disimpan tanpa dibuka plastik segelnya sebagai koleksi. Mengapa? karena desain cover album ini keren. Konsep cover yang belum pernah ada pada album-album Iwan Fals sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untuk sekarang album ini tidak dijual di toko kaset/cd. Album ini cuma bisa dibeli di kantor PT.Tiga Rambu yaitu di Leuwinanggung (rumah Iwan Fals), atau beli secara online melalui situs resmi Iwan Fals (iwanfals.co.id). Kenapa begitu? Karena Iwan Fals sekarang memilih jalur indie untuk distribusi album terbarunya. Iwan Fals mempunyai label sendiri yaitu Fals Record.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik bagus.. asik.. ajiiib, lirik oke, cover keren….. Benar-benar seimbang…. (meski kata beberapa kawan harganya ndak seimbang dengan kantong mereka :P )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia list lagu dalam album Iwan Fals KESEIMBANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Suhu (lirik Subur Raharja)&lt;br /&gt;2. Ya Allah Kami&lt;br /&gt;3. Hutanku (lirik MS Kaban)&lt;br /&gt;4. Pohon Untuk Kehidupan (lirik Muh. Ma’mun)&lt;br /&gt;5. Tanam Siram Tanam&lt;br /&gt;6. Ayolah Mulai&lt;br /&gt;7. Aku Menyayangimu (lirik KH Mustofa Bisri)&lt;br /&gt;8. ^O^&lt;br /&gt;9. Sepak Bola&lt;br /&gt;10. Kuda Coklatku&lt;br /&gt;11. Jendral Tua&lt;br /&gt;12. Malahayati (Lirik Endang Murdopo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar lirik lagunya sudah pernah saya post di blog ini jauh sebelum album Keseimbangan rilis.&lt;br /&gt;Sumber:http://chikalsetiawan.wordpress.com/2010/03/21/album-iwan-fals-2010-keseimbangan/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-5799624407655162172?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/5799624407655162172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/06/album-iwan-fals-2010-keseimbangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/5799624407655162172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/5799624407655162172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/06/album-iwan-fals-2010-keseimbangan.html' title='Album Iwan Fals 2010 ” KESEIMBANGAN”'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnRYJbZQZI/AAAAAAAAAwU/c5a2AyOYLho/s72-c/hujan+fals2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-3645144017247890552</id><published>2010-06-04T21:18:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T21:20:11.584-07:00</updated><title type='text'>Tentang Album Iwan Fals Cikal (REVIEW)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnQdUItpkI/AAAAAAAAAwM/nbKTGwlNxXU/s1600/soleh+Lukisan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 156px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnQdUItpkI/AAAAAAAAAwM/nbKTGwlNxXU/s200/soleh+Lukisan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479139623712958018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1991 Iwan Fals memiliki keinginan yang kuat untuk merilis album barunya, padahal  Iwan baru saja menyelesaikan proses rekaman dengan SWAMI II, Iwan Fals menyampaikan keinginan tersebut kepada Cok Rampal, Iwan yang akan membiayai semua biaya produksi album tersebut,  Cok Rampal setuju asalkan tidak menyalahi kontrak dengan SWAMI II, pada saat itu belum tahu siapa saja musisi yang akan terlibat dalam album tersebut. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cok mengusulkan Mates pada Bass, Gilang Ramadhan pada Drums dan Totok Tewel pada gitar, musisi yang lain nanti kita fikirkan di studio saja, Iwan Fals setuju, demikian dialog yang terjadi pada saat itu di Lembang, sambil teriak kegirangan Iwan menyebutkan satu persatu nama musisi pendukung albumnya “ Cok Rampal, Mates, Gilang Ramadhan, Totok Tewel “. Pada saat itu Iwan Fals dan Cok Rampal menyamakan persepsi, temanya nuklir, lagu pada saat itu belum ada, imajinasi berjalan, berfikir lebih serta kontemplasi. Akhirnya ketemulah Gins Studio. Pada saat proses mengerjakan album ini, begitu banyak menyita energi dan sangat melelahkan, terutama terjadi pada Iwan Fals dan Cok Rampal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sepuluh lagu yang terdapat dalam album Cikal ini yaitu pada side A : Intro, Untuk Yani, Cikal, Pulang Kerja, Alam Malam. Pada side B: Ada, Untuk Bram, Cendrawasih, Proyek 13, “ …..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar yang dibuat anaknya Iwan Fals yang bernama Annisa Cikal Rambu Basae dijadikan sebagai  Ilustrasi cover dengan sampul yang dominan warna hitam, desain grafis oleh Work gallery dan fotografi oleh Harry Suliztiarto. Musisi yang ikut mendukung album Cikal Iwan Fals ini adalah Cok Rampal, Totok Tewel, Mates, Gilang Ramadhan, Embong Rahardjo, Yunus, Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album Cikal banyak menggunakan bunyi-bunyi symbol, sastranya sulit dicerna, register peralatannya banyak, ini adalah musik ambience yaitu musik suasana yang mewakili perasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibuka dengan lagu Intro yang dinyanyikan Iwan hanya dengan akustik gitar-nya, gelap, terang, dan ruang, gitar kayu yang dimainkan melahirkan tanya dan selalu bertanya. Untuk Yani judul lagu ini didedikasikan terhadap Yani yang adalah seorang aktifis, lagu ini dikerjakan oleh Iwan Fals dan Mahesa Ibrahim atau yang akrab disapa Bram Nabi. Lagu dengan pattern ballad yang ceria, tiupan harmonika dari Cok Rampal semakin membuat kental nuansa ballad yang ada, Andi bermain harp blues. Pada komposisi Cikal , Iwan menggunakan instrument akustik gitar, tambourine, dan kelonongan sapi, Totok tewel menggunakan Timpani. Komposisi dengan judul Pulang Kerja dimana liriknya mencoba mendeskripsikan kehidupan manusia  yang dinotasikan sebagai simbol-simbol seperti harimau, kucing hutan, berang-berang, tikus salju, dan kepasrahan manusia di dalam hidupnya yang diserahkan sepenuhnya kepada sang pencipta seperti liriknya berikut ini… duhai langit, duhai alam raya, kuserahkan langkahku padamu, duhai ada, duhai tiada, duhai cinta ku percaya…, ada makna religi yang hadir di dalam lagu tersebut. Pada akhir lagu ada koor  dari Cok Rampal,  Totok Tewel dan Yunus, pada komposisi ini Iwan Fals menggunakan harmonika dan akustik gitar, Cok Rampal menggunakan slide gitar dan akustik gitar, Totok Tewel menggunakan elektrik gitar, Mates pada Bass, Gilang pada drums, serta Yunus menggunakan akustik gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam Malam, komposisi ini dengan notasi lirik-lirik yang bercerita mengenai religi. Komposisi Ada, kembali menghadirkan tema religius seperti liriknya Ada yang ada, ada yang tak ada, nyatanya ada, nyatanya tak ada, antara ada antara tak ada, ada diantara ada dan tak ada…, ada atmosfir kengerian yang hadir dalam komposisi tersebut dimana Cok Rampal meniupkan terompet senterewe dan voice illumination, komposisi Ada adalah musik ambience. Pada akhir lagu frekuensi menjadi naik dengan eksplorasi pada sound elektrik gitar-nya Totok Tewel dan gebukkan drums-nya Gilang Ramadhan menutup komposisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi Cendrawasih, lirik lagu ini dimana Iwan Fals bercerita mengenai simbol sayap-sayap cinta, CoK Rampal bereksplorasi dengan instrument Hasapi yang menghasilkan frekuensi yang khas. Embong Rahardjo bereksplorasi dengan bunyi-bunyian yang keluar dari saxophone dan flute. Ada koor pada lirik sayap-sayap cinta membela bianglala…, sayap-sayap cinta membela cakrawala.., sayap-sayap cinta nuraninya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi Proyek 13, dibuka dengan petikan bass-nya Mates dan tiupan saxophone-nya Embong, dinamakan proyek 13 karena pada saat itu pemerintah sedang mengerjakan proyek 12, berawal dari kondisi  tersebut akhirnya lagu tersebut dinamakan Proyek 13, proyek 13 bercerita mengenai  dampak dari rencana pemerintah terhadap pembangunan PLTN (pembangkit listrik tenaga nuklir) di Muria, kengerian terhadap pembangunan PLTN bila terealisasi, atmosfir kengerian tersebut di tuangkan dalam voice illumination dan bunyi-bunyian yang keluar dari terompet senterewe juga teriakan-teriakan Cok Rampal. Pada komposisi ini eksplorasi Mates pada bass-nya sangat luar biasa, Mates bermain dengan sound-sound bass-nya yang ajaib, bermain tidak seperti biasanya, Mates bereksplorasi dengan bass-nya dengan filosofis tokoh Semar di dalam pewayangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi “ ….. “ sebenarnya adalah merupakan bagian penutup dari komposisi dengan judul  Intro, yang diletakkan pada pembuka album ini. Apresiasi masyarakat Jepang pada album ini sangat menarik dimana pada saat Iwan Fals, Cok Rampal, Totok Tewel dan Inisisri membawakan komposisi Proyek 13 di Shirataka Jepang, masyarakat Jepang yang menonton meng-apresiasinya dengan berdiri (standing) dengan tangan kanan diangkat keatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Wishes,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jonny Herbart / 0818749607&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :http://jonnyherbart.multiply.com/journal/item/268/Tentang_Album_Iwan_Fals_Cikal_REVIEW_&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-3645144017247890552?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/3645144017247890552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/06/tentang-album-iwan-fals-cikal-review.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3645144017247890552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3645144017247890552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/06/tentang-album-iwan-fals-cikal-review.html' title='Tentang Album Iwan Fals Cikal (REVIEW)'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnQdUItpkI/AAAAAAAAAwM/nbKTGwlNxXU/s72-c/soleh+Lukisan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-4197154154676104246</id><published>2010-06-04T21:05:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T21:12:31.645-07:00</updated><title type='text'>Gayus dan Susno di Konser Iwan Fals</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnOpnBQ9fI/AAAAAAAAAwE/J4ghpvhhEzQ/s1600/tanto1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 148px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnOpnBQ9fI/AAAAAAAAAwE/J4ghpvhhEzQ/s200/tanto1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479137635917166066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Dari awal hingga akhir penampilan, legenda musik hidup, Iwan Fals, tampil penuh penjiwaan. Gelaran kedua I like Monday 2010 di Hard Rock Café, Jakarta, kian seru dengan kehadiran pelantun Bento itu, yang suaranya masih renyah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Berikut adalah lagu yang membuat saya memutuskan bahwa musik adalah jalan hidup yang harus saya tempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oemar Bakrie!” ujar Iwan dari atas pentas, sebuah prolog yang serta merta disambut histeria penonton, yang sebagian besar memang penggemar fanatik Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap pentasnya, musisi gaek itu memang senang memberi pengantar di tiap lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, wajar jika pentas I Like Monday, Senin (31/5) itu, menjadi beda dari biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung yang datang dari beragam umur menjadikan suasana konser lebih riuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar ikut bernyanyi bersama Iwan, dan bila lagunya bertempo cepat, mereka yang berdesak-desakan di bagian depan bergoyang dan ikut berlompatan menirukan gaya sang idola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tampak sumringah, melepas kangen dengan penyanyi pujaan yang sudah jarang melakukan konser besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan yang didampingi empat pemain tambahan muncul dengan kualitas musik mumpuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari satu lagu ke lagu lain, Iwan memberi kalimat pengantar, yang diselingi senyuman khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya sosok karismatiknya yang masih memesona, namun tiupan harmonikanya pun masih sanggup membuat penonton terpana. Karena itu, tak heran, tiap kali Iwan meniup alat mungil itu, sorakan pengunjung Hard Rock kian menggema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu-lagu lawas menjadi incaran penonton untuk diikuti dan mendapat iringan sing along.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya lagu Mata Indah Bola Pingpong, Oemar Bakrie, Pesawat Tempur, Tikus-tikus Kantor, Antara Aku, Kau, dan Bekas Pacarmu, hingga Bento.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lagu yang bertema kritik, sesekali terselip sindiran anyar, sebuah kritik yang relevan dengan kondisi Indonesia sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada lagu Tikus-tikus Kantor, misalnya, Iwan mengganti lirik lama menjadi Gayus dan Susno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dua nama itu disebut berulang-ulang oleh musisi itu sambil tertawa. “Ampun pemerintah! Sudah banyak sekali masalah di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari masalah HAM, korupsi, hingga budaya pohon yang sering ditebangi. Padahal, semestinya kita menjaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena satu pohon sungguh berarti. Mari kita tanam pohon, dan tentu jangan lupa menyiramnya,” papar Iwan di sela-sela lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kreatif memberi kritik terhadap kondisi sosial negara ini, Iwan yang usianya sudah tak lagi muda, mulai aktif memberi perhatian pada isu-isu lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk prolog kasus lingkungan itu, Iwan sengaja mengambil jeda yang cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di konser itu, ia bercerita panjang lebar tentang keprihatinannya pada kasus pembabatan hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menangkalnya, ia baru saja turut serta dalam aksi penanaman pohon di Demak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah prolog yang ia susul dengan membawakan lagu Pohon Kehidupan. Karena disebut sebagai lagu terakhir, sontak tidak ada penonton yang beranjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun karena penggemarnya terus berteriak, meminta konser dilanjutkan, Iwan yang tadinya sudah bersiap menghilang dari pentas kembali memetik gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan kembali berkumandang. Lagu Satu-satu yang memiliki beat slow ia bawakan dengan penuh penghayatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menilai semua lagu yang Iwan bawakan malam tersebut ia hayati dengan baik, khususnya di lagu Seperti Mata Dewa dan Kasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menonton Iwan secara live memang pengalaman menyenangkan dan tentu meninggalkan kesan.&lt;br /&gt;rai/L-4 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=53605&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-4197154154676104246?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/4197154154676104246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/06/gayus-dan-susno-di-konser-iwan-fals.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4197154154676104246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4197154154676104246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/06/gayus-dan-susno-di-konser-iwan-fals.html' title='Gayus dan Susno di Konser Iwan Fals'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAnOpnBQ9fI/AAAAAAAAAwE/J4ghpvhhEzQ/s72-c/tanto1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-8076019824820657787</id><published>2010-06-04T20:07:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T20:09:37.114-07:00</updated><title type='text'>IWAN FALS MENANAM JANGAN LUPA DISIRAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAm_5pPe5YI/AAAAAAAAAvA/uhV3tkXdDYs/s1600/fals1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAm_5pPe5YI/AAAAAAAAAvA/uhV3tkXdDYs/s200/fals1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479121418717160834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun Iwan meminta doa dan dukungan atas proses yang berlangsung. Sepertinya musisi senior yang kini aktif mengkampanyekan penghijauan lingkungan ini bertekad mengikuti proses hukum yang telah berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya doainlah,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan Fals dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan gugatan pelanggaran hak cipta lagu Bencana Alam. Saat tampil di TVOne, 16 Oktober 2009 silam, display sticker mencantumkan nama Iwan Fals sebagai pencipta lagu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Padahal, lagu tersebut merupakan ciptaan Toto Goenarto yang akhirnya melayangkan gugatan ke Polda Metro Jaya. Toto melaporkan secara pidana dan juga menggugat secara perdata ke Pengadilan Niaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toto sendiri telah menjalani pemeriksaan pada 7 Mei 2010 silam dan kembali memenuhi panggilan polisi untuk melengkapi pemeriksaan pekan lalu. Sejauh ini, pihak penyidik belum memanggil Iwan Fals untuk memberikan keterangan.&lt;br /&gt;(nov)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-8076019824820657787?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/8076019824820657787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/06/iwan-fals-menanam-jangan-lupa-disiram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/8076019824820657787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/8076019824820657787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/06/iwan-fals-menanam-jangan-lupa-disiram.html' title='IWAN FALS MENANAM JANGAN LUPA DISIRAM'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/TAm_5pPe5YI/AAAAAAAAAvA/uhV3tkXdDYs/s72-c/fals1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-2820852443878220860</id><published>2010-02-20T23:27:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T23:30:29.418-08:00</updated><title type='text'>ALBUM KESEIMBANGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S4DhDUdZOfI/AAAAAAAAAuw/_ek2YF70gEQ/s1600-h/22068_324621704360_751199360_3201981_1552220_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S4DhDUdZOfI/AAAAAAAAAuw/_ek2YF70gEQ/s200/22068_324621704360_751199360_3201981_1552220_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440595797011413490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa banyak berkata-kata setelah mendengar lagu-lagu dalam CD album terbaru Iwan Fals Keseimbangan yang launching pada 20 Februari 2010 di rumahnya desa Leuwinanggung Depok. Beberapa kali memutar dua belas lagu yang ada saya cukup berkomentar bahwa album ini kaya dengan musik. Tentu saja tetap diimbangi dengan materi lagu yang berkualitas dengan lirik-lirik yang sebagian kritis, namun lebih didominasi dengan lagu-lagu yang memberi pesan untuk kelestarian alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album Keseimbangan ini sebenarnya memuat sepuluh lagu 'lama' dan dua lagu baru. Lagu lama yang saya maksud adalah lagu-lagu uncommercial Iwan Fals yang rekaman livenya banyak dimiliki penggemar. Namun lagu-lagu itu semua dikemas dalam racikan baru, fresh, clingg.. Dua lagu baru yang tidak pernah saya dengar sebelumnya adalah lagu Ya Allah Kami dan lagu berjudul unik, ^O^ yang disini mbak Yos (istri Iwan) ikut menjadi backing vocal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada paragraf awal saya katakan album ini kaya dengan musik, mungkin karena ada Totok Tewel sebagai lead guitar yang membuat musiknya terasa berbingkai rock?. Namun tentu saja semua pemain band berperan besar dalam hidupnya lagu-lagu dalam album ini yaitu mas Heirrie (bass - yang juga melakukan mixing), mas Edi (keyboard) serta mas Deni (drum). Tapi aah.. saya bukan pengamat musik, hanya penikmat biasa saja yang cuma bisa mengatakan sebuah lagu enak atau tidak berdasar selera pribadi dan kadar sensitif gendang telinga saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaaaah, daripada berpanjang lebar.. ngomong ini dan itu yang kalau ndak sengaja salah ketik bisa-bisa menyinggung perasaan beberapa orang (hehehe)... lebih baik dengarkan sendiri lagu-lagu di album Keseimbangan ini, dan sampaikan atau simpan komentarmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian: dibawah ini rekomendasi saya PRIBADI lho ya, bukan titipan atau atas nama Iwan Fals, Tiga Rambu, manajemen atau tukang parkir di pasar hehe, lha wong saya ndak ada sangkut pautnya dengan mereka. Saya cuma penggemar biasa boss.. penggemar yang menikmati musik berkualitas dan lirik lagu yang inspiratif.. hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi saya pribadi tentang album ini... Silahkan dibeli, lumayan bagus dan ndak begitu mengecewakan (itupun kalau punya uang, kalau belum ada uangnya, jangan nyolong.. dosa! mending pinjem kaset/cd punya temen). Album ini recomended untuk didengarkan dirumah, dimobil atau bahkan di warung-warung. Juga sangat recomended dimiliki untuk langsung disimpan tanpa dibuka plastik segelnya sebagai koleksi. Mengapa? karena desain cover album ini keren. Konsep cover yang belum pernah ada pada album-album Iwan Fals sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untuk sekarang album ini tidak dijual di toko kaset/cd. Album ini cuma bisa dibeli di kantor PT.Tiga Rambu yaitu di Leuwinanggung (rumah Iwan Fals), atau beli secara online melalui situs resmi Iwan Fals (iwanfals.co.id). Kenapa begitu? Karena Iwan Fals sekarang memilih jalur indie untuk distribusi album terbarunya. Iwan Fals mempunyai label sendiri yaitu Fals Record.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik bagus.. asik.. ajiiib, lirik oke, cover keren..... Benar-benar seimbang.... (meski kata beberapa kawan harganya ndak seimbang dengan kantong mereka :P)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia list lagu dalam album Iwan Fals KESEIMBANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Suhu (lirik Subur Raharja)&lt;br /&gt;2. Ya Allah Kami&lt;br /&gt;3. Hutanku (lirik MS Kaban)&lt;br /&gt;4. Pohon Untuk Kehidupan (lirik Muh. Ma'mun)&lt;br /&gt;5. Tanam Siram Tanam&lt;br /&gt;6. Ayolah Mulai&lt;br /&gt;7. Aku Menyayangimu (lirik KH Mustofa Bisri)&lt;br /&gt;8. ^O^&lt;br /&gt;9. Sepak Bola&lt;br /&gt;10. Kuda Coklatku&lt;br /&gt;11. Jendral Tua&lt;br /&gt;12. Malahayati (Lirik Endang Murdopo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar lirik lagunya sudah pernah saya post di blog ini jauh sebelum album Keseimbangan rilis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan: Mohon maaf saya tidak post liputan konser Launching Album Keseimbangan yang diselenggarakan pada 20 Februari 2010 mulai jam 19.30 WIB, meskipun saya bisa hadir disana. Toh di TV juga disiarkan meski tidak utuh :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat semuanya, terima kasih sudah rutin mengunjungi blog ini dan mengapresiasinya. Terima kasih untuk mas Iwan, mbak Yos, mbak Titin, Cikal, Kresnowati, Silla, Ferry, mas Manto, Firman dan keluarga besar Tiga Rambu lainnya. Serta tidak lupa spesial buat pemain band mas Heirrie, mas Edi, mas Deny, mas Toto. wis ah, pokoknya semuanya. Saya mau istirahat dulu, capek.. hehehe... Oke kawan-kawan, sampai ketemu lagi di post berikutnya yang entah kapan.. itupun kalau ndak males.. :P&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-2820852443878220860?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/2820852443878220860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/02/album-keseimbangan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2820852443878220860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2820852443878220860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/02/album-keseimbangan.html' title='ALBUM KESEIMBANGAN'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S4DhDUdZOfI/AAAAAAAAAuw/_ek2YF70gEQ/s72-c/22068_324621704360_751199360_3201981_1552220_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-7366865598990230826</id><published>2010-02-11T02:06:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T02:09:56.839-08:00</updated><title type='text'>BERITA DUKA</title><content type='html'>SEGENAP KELUARGA BESAR BPW Oi SULAWESI SELATAN DAN BPK Oi KOTA MAKASSAR MENGUCPAKAN RASA BELA SUNGKAWA ATAS TELAH BERPULANGNYA KE RAHMATULLAH AYAHNDA MANTAN KETUA Oi KOTA MAKASSAR ARFANDY A. CARONGE PADA MALAM KAMIS JAM 21.00 DIRUMAH SAKIT SEMOGA AMAL DAN IBADAHNYA DITERIMA SISI ALLAH S.W.T&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-7366865598990230826?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/7366865598990230826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/02/berita-duka.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7366865598990230826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7366865598990230826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/02/berita-duka.html' title='BERITA DUKA'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-9149912788027848144</id><published>2010-01-29T07:58:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T08:02:04.969-08:00</updated><title type='text'>SAKSIKAN IWAN FALS DI KICK ANDY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S2MGcRADgiI/AAAAAAAAAug/NDGQaOWpw9Q/s1600-h/IwanFals+KickAndy+2701+-+a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 145px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S2MGcRADgiI/AAAAAAAAAug/NDGQaOWpw9Q/s200/IwanFals+KickAndy+2701+-+a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432192658208686626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perlu waktu dua tahun bagi seorang Andy F. Noya untuk mengundang Iwan Fals menjadi bintang tamu pada acara talk show yang dipandunya di Metro TV yaitu Kick Andy. Akhirnya penantian panjang Andy berakhir juga ketika Rabu malam, 27 Jan 2010, Iwan Fals bersedia menjadi bintang tamu di Kick Andy. Selama ini Iwan Fals jarang sekali tampil di TV pada acara talk show sekelas Kick Andy.Dengan berjaket hitam dan bercelana jeans, Iwan Fals mengakui sulit untuk hadir di Kick Andy karena selain waktunya yang mepet juga ngeri menjawab pertanyaan - pertanyaan Andy Noya yang tanpa kompromi. Iwanfalsmania.blogspot.com beruntung dapat kesempatan untuk hadir langsung pada syuting acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terlalu banyak hal baru yang ditanyakan Andy kepada Iwan Fals, paling tidak diantara rekan - rekan Oi dan Falsmania sudah sering mengetahui pertanyaan dan jawaban yang terlontar di acara itu. Seperti masalah intrograsi di Pekanbaru, pelarangan tur 100 kota, sejarah lagu hits, asal muasal nama FALS dibelakang nama Iwan, kisah asmaranya dengan Rosana, dan tentang keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi diantara pertanyaan - pertanyaan tersebut, Andy (yang dulunya adalah adik kelas Iwan Fals waktu kuliah dan sama-sama drop out), mempunyai keberanian lebih untuk melontarkan pertanyaan yang bagi kebanyakan orang "tabu" ditanyakan kepada Iwan Fals. Akibatnya Iwan Fals seperti membuka "luka lamanya" dan tampak air mata yang tertahan di raut wajahnya. Iwan Fals makin terlihat terpojok dengan rangkaian pertanyaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang tamu yang dihadirkan oleh Kick Andy adalah teman - teman Iwan Fals saat masih di Grup Babadotan, yaitu Gumgum dan Egi. Babadotan adalah band ‘pertama’ Iwan Fals. Agak kaget juga mengetahui Egi sekarang berprofesi sebagai pemain sinetron sedang Gumgum seorang pemain musik country yang handal. Keharuan nampak diwajah Iwan Fals terutama ketika Kick Andy menghadirkan Gumgum, rasa kangen yang begitu memuncak mengalir diantara mereka karena Iwan Fals dengan Gumgum sudah 30 tahun tidak pernah bertemu. Lalu mereka bernostalgia dengan membawakan lagu mereka yang berjudul "Si Penggembala Sapi". Lagu berirama country tersebut merupakan lagu andalan Group Babadotan karena berhasil menjuarai Kontes Lagu di Universitas Trisakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dihadirkan pula Pak Engkus, dulunya adalah montir yang merangkap sebagai "manager" Iwan Fals ketika awal ia meniti karir di Bandung lewat panggung - panggung kawinan dan sunatan. Dari Pak Engkus pula nama FALS disematkan kepada Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di acara tersebut Iwan Fals juga membawakan 5 buah lagunya yaitu: Bongkar, Oemar Bakrie, Suhu, Aku Menyayangimu dan Hio secara akustik. Dan pada akhir acara, Andy memberi sebuah kenang-kenangan kepada Iwan Fals. Syuting ini dihadiri oleh kawan-kawan Oi, Falsmania, mahasiswa UII serta beberapa undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, penasaran dengan jawaban Iwan Fals dan teman - teman dekatnya?. Saksikan Acara Kick Andy di Metro TV setiap Jum'at pukul 21.30. Khusus edisi Iwan Fals ini rencananya akan ditayangkan tanggal 5 Februari atau 12 Februari 2010 jam 21.30 WIB. Bisa dikatakan Kick Andy dengan bintang tamu Iwan Fals ini adalah salah satu edisi yang terbaik. Nah kita tunggu saja. (fendi for iwanfalsmania.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-9149912788027848144?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/9149912788027848144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/01/saksikan-iwan-fals-di-kick-andy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/9149912788027848144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/9149912788027848144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/01/saksikan-iwan-fals-di-kick-andy.html' title='SAKSIKAN IWAN FALS DI KICK ANDY'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S2MGcRADgiI/AAAAAAAAAug/NDGQaOWpw9Q/s72-c/IwanFals+KickAndy+2701+-+a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-1148254817291460560</id><published>2010-01-16T21:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-16T21:12:31.639-08:00</updated><title type='text'>CERITA LAMA SOSOK IWAN FALS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S1KcIJuj4sI/AAAAAAAAAuQ/gAZcNKzUCXI/s1600-h/20036_102938563063643_100000425006105_72373_1475744_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S1KcIJuj4sI/AAAAAAAAAuQ/gAZcNKzUCXI/s200/20036_102938563063643_100000425006105_72373_1475744_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427572164798964418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Virgiawan Listanto, publik lebih mengenalnya sebagai Iwan Fals. Namanya membumbung setelah mengeluarkan album bertitel Oemar Bakri pada tahun 1981, suami dari Yos dan ayah dari (Alm) Galang Rambu Anarkhi serta Anisa Cikal Rambu Basae ini benar-benar telah menjadi idola sejak menelurkan album “Buku Ini Aku Pinjam” dan “Mata Dewa” pada warsa 1988. Karirnya semakin melebar sejak mendirikan grup Swami dengan hits Bento dan Bongkar di warsa 1990 yang kemudian dicekal penayangannya di televisi karena pembesar rezim saat itu merasa tersinggung dan gak mau disinggung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dilahirkan di tanah Jakarta pada tanggal 3 September 1963, sebagai anak kelima dari sembilan bersaudara dari pasangan Haryoso dan Lies, Iwan berangkat remaja dan bergaul bersama anak-anak berbagai lapisan. Iwan yang ngamen dari satu warung ke warung lainnya pergaulan Iwan dengan berbagai kalangan ini sangat mempengaruhi lirik-lirik lagu ciptaannya yang sebagian besar bernada kritik sosial dan opini pedas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika SMP Iwan disekolahkan ke Jeddah, di sana Iwan tinggal bersama tantenya yang memasukkan dia ke sekolah khusus anak-anak Indonesia yang muridnya cuma beberapa puluh orang saja. Iwan menggambarkan masa-masa itu sebagai masa penuh siksaan batin, karena hampir setiap hari ia rindu untuk bisa pulang ke tanah air “Sungguh saya nggak betah. Yang ada dalam pikiran saya waktu itu cuma satu, bagaimana caranya balik ke Indonesia. Bagaimana supaya bisa berkumpul kembali dengan keluarga dan teman-teman,” ujar Iwan mengenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan Fals – Suara Lantang Anak Bangsa Tapi kesempatan yang singkat itu dimanfaatkan oleh Iwan untuk pergi ke Ka’bah. Di sana ia berdoa meminta pada Tuhan agar ditunjukkan jalan untuk kembali. “Saya bilang waktu itu saya akan bersungguh-sungguh menjadi penyanyi yang tenar,” ujarnya tersenyum. Do’annya ternyata dikabulkan. Maka pulanglah Iwan sambil membawa gelar haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Iwan Fals, kehidupannya penuh lika-liku perjuangan. Ketika namanya sudah dikenal orang pun, Iwan masih sering ngamen dan bahkan pernah jadi supir omprengan Pasar Minggu-Depok, pp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berumur 20 tahun di tahun 1981, Iwan menelurkan album Oemar Bakri, sejak itu album-album bernada kritisnya beredar di pasaran. Di Pekanbaru ia pernah ditahan selama seminggu. Lalu di Kramat V Jakarta, pernah harus lapor tiap hari, diinterograsi selama tiga bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepopuleran nama Iwan membuat sutradara Sopan Sophian mengajaknya bermain dalam film berjudul “Damai Kami Sepanjang Hari”. Film ini menceritakan tentang kehidupan pengamen jalanan, diproduksi tahun 1984 dan diilhami dari lagu karya Iwan yang berjudul sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, nama Iwan benar-benar melekat di hati para remaja sejak ia menggandeng Ian Antono (God Bless) untuk membantu penggarapan album-albumnya. Ian menerjemahkan pekikan Iwan lewat musik yang terpengaruh sentuhan rock. Maka lahirlah album Buku Ini Aku Pinjam (1988), sebuah album berlirik sederhana, komunikatif, tapi tidak klise, berpadu dengan gitar Ian yang garang. Jadilah album ini digandrungi remaja. Album selanjutnya, Mata Dewa (1988) ternyata tak kalah sukses. Tawaran show pun berdatangan dari berbagai penjuru tanah air. Pada saat itu ia mungkin tidak pernah terpikir bahwa satu saat dirinya akan melambung ke puncak popularitas bersama Saung Jabo, Naniel, nartoe, Innisisri, Jerri, dan Tatas. Setahun kemudian, Jerri dan Tatas digantikan oleh Totok Tewel dan Yockie Soerjaprayogo mereka mengeluarkan album berjudul Swami (produksi Pt Airo Swadaya Stupa pada bulan Maret 1990 dengan mengandalkan lagu Bento dan Bongkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album Swami menjadi album terlaris sepanjang tahun 1990 karena dalam kurun waktu tiga bulan mencapai angka penjualan 400 ribu keping!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swami bubar pada tahun 1991. Iwan kemudian asyik dengan kelompok Kantata Takwa yang antara lain beranggotakan Rendra dan Setiawan Djodi. Pada tahun 1992, Iwan meluncurkan album Belum Ada Judul (Harp Record) dimana ia mendapat bayaran bersih Rp200 juta! Saking ngetopnya Iwan ketika itu, sampai anak-anak SLTA di Yogyakarta banyak mengganti badge Osis di baju seragamnya dengan gambar Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun pun lantas dilalui Iwan. Di tahun 2001, Iwan baru saja mendukung pertunjukan Nyanyian Anak bangsa yang digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail marzuki, Rabu (11/4) lalu. Selain Iwan pertunjukan dimaksudkan sebagai kegiatan intropeksi diri melalui kesenian itu juga didukung oleh Fanky Sahilatua, Leo Kristi, H Sujiwo Tejo, Doel Soembang, Connie Dio serta banyak musisi lainnnya. Tak ketinggalan juga penyair Taufik Ismail dan Jose Rizal Manua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oi Iwan adalah sosok penyanyi yang dipuja dan cintai penggemarnya karena keberanian dan lantangan lagu karya ciptaannya. Untuk para penggemar setianya itu Iwan telah mendirikan YOI (Yayasan Orang Indonesia). Bersama teman-temannya di Yayasan Orang Indonesia yang Moch Ma’mum (wakil) Endy Aras (sekretaris) dan Yos (istri Iwan Fals sebagai bendahara) serta Iwan sendiri sebagai ketua, mereka sepakat untuk mendirikan Oi yang tidak ada arti atau singkatan hanya sebutan yang bermaksud seruan atau panggilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan Oi ini tentu saja menambah kedekatan Iwan dengan para fansnya. Kongres pun beberapa kali diadakan dan hasil signifikannya yaitu diputuskan empat garis besar untuk kegiatan Oi yaitu olahraga, niaga, perpustakaan dan kesenian. Satu syarat lagi Iwan berharap Oi tidak jadi partai politik sebab itu melanggar dari maksud dan tujuan dibentuknya Oi meskipun masa Oi lebih banyak dari jumlah masa parpol manapun di Indonesia :D Dan sampai saat ini Iwan Fals masih lantang menyuarakan suaranya sebagai anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-1148254817291460560?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/1148254817291460560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/01/cerita-lama-sosok-iwan-fals.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/1148254817291460560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/1148254817291460560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/01/cerita-lama-sosok-iwan-fals.html' title='CERITA LAMA SOSOK IWAN FALS'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S1KcIJuj4sI/AAAAAAAAAuQ/gAZcNKzUCXI/s72-c/20036_102938563063643_100000425006105_72373_1475744_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-8276011924459236844</id><published>2010-01-16T20:35:00.000-08:00</published><updated>2010-01-16T20:49:41.803-08:00</updated><title type='text'>Album Baru Iwan Fals Akan Rilis Tanpa Label</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S1KW1KtZmNI/AAAAAAAAAuI/0oVnTsIZpqo/s1600-h/Iwan+Fals+logo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 183px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S1KW1KtZmNI/AAAAAAAAAuI/0oVnTsIZpqo/s200/Iwan+Fals+logo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427566341086877906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hujan mulai membasahi kawasan Leuwinanggung tempat berlangsung konser bulanan Iwan Fals. Namun penonton yang menyesaki konser ”Terakhir” Iwan Fals di tahun 2009 di Leuwinanggung tetap memadati panggung yang sore itu dihiasi dengan ornamen warna cokelat. Terasa begitu teduh, seperti menjadi warna selamat datang kepada tuan rumah yang baru saja pulang menunaikan ibadah haji pada 17 Desember 2009 lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Adalah Ipang (BIP) dan Be3 sore itu menjadi bintang tamu bulanan Iwan Fals yang memang selalu menghadirkan kejutan berupa bintang tamu yang tak diinformasikan terlebih dahulu. Sebelumnya ada Ian Antono, Tere, Tipe-X, Sherina, Peterpan, Dewi Sandra, Glen Fredly, dan Slank yang menjadi bintang tamu konser bulanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu seperti yang dijanjikan memang banyak memberikan kejutan. Kejutan bahwa Iwan Fals sudah bertitel Haji sore itu adalah salah satunya. Saya yang sempat diminta keatas panggung untuk memberikan secara simbolis langsung ke Iwan Fals beberapa piagam dari lagu Iwan Fals yang masuk daftar Rolling Stone 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa melihat sosoknya terlihat sehat dengan rambut tercukur rapi. Iwan juga sempat bercerita sejenak tentang pengalaman naik haji. Termasuk sebelum membawakan lagu ”Adzan Subuh Masih Di Telinga.” Menurut Iwan. “Lagu ini pula yang mendorong saya untuk naik Haji… ketika lihat Ka’bah… wah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu ”Besar dan Kecil” yang bercerita tentang perseteruan Buaya vs Cicak yang diciptakan Iwan Fals di tahun 1992, jauh sebelum balada Cicak Vs Buaya di tahun 2009 mengemuka menjadi lagu pembuka konser yang bertema ”Keseimbangan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kejutan yang luar biasa tentunya adalah adanya album baru Iwan Fals. Iwan Fals di atas panggung di Leuwinanggung dihadapan sekitar 1000 penggemarnya yang memadati konser bulanan menegaskan bahwa album barunya akan segera dirilis pada 15 Januari 2010. Dan berita besar bagi Industri musik di Indonesia album baru Iwan Fals yang rencananya berjudul Keseimbangan ini hanya dapat dipesan via website Iwan Fals, www.iwanfals.co.id. Inilah kejutan pada musik Indonesia. Iwan Fals meninggalkan zona nyaman sebagai artis. Lepas dari label rekaman besar dan berniat mempromosikan album barunya lewat cara mereka sendiri. Strategi yang sebelumnya sudah ditempuh oleh Slank, Naif, dan Gigi.Iwan Fals menjelaskan hal tersebut saat mengenalkan jajaran tim dari manajemen Tiga Rambu yang terdiri dari Yos (istri Iwan Fals) , Cikal (anak Iwan Fals), Titin, Kresnowati, dan Silla serta beberapa nama lagi yang tidak bisa disebut satu-persatu. Adalah Kresnowati orang yang selama ini kerap menjadi MC di acara-acara konser Iwan Fals dan termasuk orang lama di OI yang juga memberikan info akan adanya album baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejelasan informasi akan album baru tanpa dirilis oleh label manapun itu itu makin diperkuat saat saya bertemu langsung dengan Yos (istri dan manajer Iwan Fals) ketika Iwan Fals sedang memberikan keterangan pers setelah acara konser bulanan minggu sore itu berakhir. ”Musica label lama dan Falcon Music sebuah label baru mau membantu mengedarkan album baru Iwan Fals ini, namun kami mau mencoba rilis dengan cara kami sendiri dulu,” kata Yos dengan tersenyum penuh makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu di Leuwinanggung memang terlihat sosok Indrawati Widjaja atau akrab disapa Acin datang menyaksikan konser terakhir Iwan Fals di tahun 2009. Bekas bos Iwan Fals tersebut rupanya ingin melihat secara langsung aksi Iwan Fals yang selama ini belum terlaksana karena selalu terbentur masalah jadwal. ”Akhirnya bisa hadir juga ke Leuwinanggung,” katanya. Beberapa undangan termasuk Tere, Alexa, Cholil Efek Rumah Kaca terlihat diantara penonton. ”Doakan saja supaya saya tidak malas rekaman, jadi mulai tangga 15 Januari 2010 sudah bisa bisa dipesan album baru saya,” kata Iwan Fals yang menutup konser bulanan dengan lagu ”Mata Dewa” berkolaborasi dengan Ipang dan Be3.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-8276011924459236844?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/8276011924459236844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/01/album-baru-iwan-fals-akan-rilis-tanpa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/8276011924459236844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/8276011924459236844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/01/album-baru-iwan-fals-akan-rilis-tanpa.html' title='Album Baru Iwan Fals Akan Rilis Tanpa Label'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S1KW1KtZmNI/AAAAAAAAAuI/0oVnTsIZpqo/s72-c/Iwan+Fals+logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-5952867632654969159</id><published>2010-01-16T20:33:00.000-08:00</published><updated>2010-01-16T20:35:30.831-08:00</updated><title type='text'>20 Nominator KaryaKita Terbaik periode Desember</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S1KTh3NXeBI/AAAAAAAAAuA/W0wXzvMyKDA/s1600-h/logo_KaryaKita_small.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 171px; height: 130px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S1KTh3NXeBI/AAAAAAAAAuA/W0wXzvMyKDA/s200/logo_KaryaKita_small.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427562710899849234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KaryaKita merupakan bentuk kegiatan yang diadakan oleh Tiga Rambu untuk mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi menyambut Konser Bulanan 2009 Iwan Fals &amp; Band di PanggungKita (Leuwinanggung, kediaman Iwan Fals).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Konser Bulanan terakhir di tahun 2009, KESEIMBANGAN (26/12/2009), telah dipamerkan 20 kalimat bijak/nasehat/motivasi yang bertema tentang keseimbangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah 20 KaryaKita periode Desember -Kalimat Bijak/Nasehat/Motivasi 'Keseimbangan Hidup':&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agam Sunandar di Jakarta, dengan karya:&lt;br /&gt;"Cinta terhadap alam, cinta terhadap sosial, cinta sesama manusia dan cinta terhadap diri sendiri merupakan suatu keseimbang cinta dalam hidup ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian Rosdiana di Kuningan, dengan karya:&lt;br /&gt;"Bersyukurlah jika kau jadi langit, karena kau adalah peneduh panas bumi. Lalu bersyukur pulalah jika kau jadi bumi, karena kau adalah wadah airmata langit. Dimanapun posisi kita, tetaplah kita manusia yang saling memberi, bermanfaat, dan menguatkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gideon Aji Waskito di Bitung, dengan karya:&lt;br /&gt;"Kebahagiaan timbul karena rasa syukur, kesedihan timbul karena hawa nafsu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syihab Zulqoid Taher di Depok, dengan karya:&lt;br /&gt;"Jangan pernah malu karena hitam dan jangan pernah sombong karena putih. Karena hitam dan putih merupakan keseimbangan hidup dalam menghargai dan menghormati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizal Ginanjar di Bandung, dengan karya:&lt;br /&gt;"Berkaryalah.. Karena diam hanya memperolok angan-angan, sedang resah tak bisa ditukar uang. Dan gelisah tak dapat membayar utang.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarwin di Medan, dengan karya:&lt;br /&gt;"Jangan pernah berpikir untuk berbuat jahat karena hidup ini sementara, sebab Tuhan tidak memberi tempat di dunia untuk kita sembunyi dari pandangannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okris Iqro'rul di Sidoarjo, dengan karya:&lt;br /&gt;"Kemauan tanpa kemampuan adalah hampa, kemampuan tanpa kemauan adalah sia-sia. Keseimbangan hidup antara kemauan dan kemampuan adalah lebih berarti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aan Noegroho Soepriadi di Boyolali, dengan karya:&lt;br /&gt;"Di dalam hidup tak ada sesuatu yang bisa disebut kebetulan, melainkan semua telah berjalan pada takdir yang digariskan. Dan tak ada kejadian yang tercipta secara sia-sia. Semua pasti ada pelajaran untuk kita renungkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haryo Danurwendo di Jember, dengan karya:&lt;br /&gt;"Tuhan menciptakan Pelangi di akhir setiap badai, tawa di tiap tetesan air mata, berkat di tiap cobaan, dan jawaban bagi tiap doa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejen Jaelani di Tasikmalaya, dengan karya:&lt;br /&gt;"Perkayalah jiwa dengan menerima kegagalan. Karena kegagalan bukan suatu kehancuran dan keterpurukan. Tetapi ia sebagai sarana pembelajaran yang sebenarnya yang secara tidak langsung terus menggali potensi diri yang lama terpendam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bagi 10 karya yang terpilih diatas, berhak mendapatkan Pin Nominator.)&lt;br /&gt;Pin nominator adalah pin yang dibuat khusus untuk Nominator KaryaKita, tidak diperjualbelikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tyo Pras, dengan karya:&lt;br /&gt;"Jangan selalu mengeluh dan putus asa dalam menghadapi masalah atau rintangan hidup tapi cobalah untuk menemukan makna keseimbangan didalamnya karena dengan begitu beban hidup akan terlepas dengan sendirinya dan keseimbanganlah yang akan mengakhiri kesenjangan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utomo Priyambodo di Bekasi, dengan karya:&lt;br /&gt;"Saat kita merasa hidup terasa begitu sulit, ingatlah bahwa kelak masih ada surga. Saat kita tengah merasa begitu bahagia, ingatlah bahwa kelak masih ada neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nano Supriatno di Bandung, dengan karya:&lt;br /&gt;"Ada malam ada siang, namun keseimbangan bukan hanya tentang berpasangan. Sekali berbuat buruk, lalu berbuat baik. Tapi keseimbangan bukan pelengkap. Keseimbangan adalah mencintai skenario tuhan dalam keadaan apapun. Karena keseimbangan adalah proses."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prihandono Sabputra di Depok, dengan karya:&lt;br /&gt;"Tidak selamanya nasib manusia selalu ada di bawah. Dan tidak selamanya nasib manusia selalu ada di atas. Keseimbangan berusaha dan kemauan adalah kunci dari keberhasilan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epi Helpian di Bogor, dengan karya:&lt;br /&gt;"Kedahsyatan sebuah doa adalah penyeimbang hidup, ketika kita sedang berusaha menggapai cita-cita… ketika kita dalam keadaan suka dan duka dan ketika kita sadar bahwa hidup adalah sebuah pengembaraan atas kehendak Tuhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agung Pratama Gusdiana di Tasikmalaya, dengan karya:&lt;br /&gt;"Dibalik tolong menolong ada hikmah yang tak terhingga dan kepuasan hati. Keseimbangan ada ketika tolong menolong menjadi sebuah keinginan bukan tuntutan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asri Baskara Adiguna di Tangerang, dengan karya:&lt;br /&gt;"Sebuah kekurangan tidak akan menindas adanya kelebihan dalam diri kita. Tuhan menjadikan hidup lebih berarti dengan sebuah keseimbangan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bagi 7 karya yang terpilih diatas, berhak mendapatkan Pin Nominator dan merchandise eksklusif Tiga Rambu -kaos edisi Konser Bulanan 2009.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara 1&lt;br /&gt;La Ode Syachrul di Bontang, dengan karya:&lt;br /&gt;"Hidup adalah perjuangan untuk menggapai cita-cita menuju kehidupan yang hakiki di hadapan Sang Khalik. Keseimbangan hidup adalah upaya menyelaraskan antara "perjuangan" dan "cita-cita". Cita-cita tanpa perjuangan bagai jiwa tanpa raga. Perjuangan tanpa keseimbangan bagai sungai tanpa air."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara 2&lt;br /&gt;Alhadi Haq di Depok, dengan karya:&lt;br /&gt;"Kaki adalah tumpuhan untuk menjaga keseimbangan. Tapi itu tiada artinya tanpa kuda-kuda yang kokoh untuk menahan segala serangan. Begitupun dalam menjalani hidup ini diperlukan hati dan jiwa yang bersih penuh kesabaran. Dan keikhlasan merupakan harga mati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara 3&lt;br /&gt;Hendro Sasongko di Bandar Lampung, dengan karya:&lt;br /&gt;"Akal yang sehat akan selalu berpikir hal-hal yang positif. Raga yang sehat akan mengaplikasikan hal-hal positif yang lahir dari akal yang sehat. Ruh yang sehat akan mengontrol kerja akal dan kerja raga. Keseimbangan adalah sumber kebaikan hidup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bagi 3 Terbaik, berhak mendapatkan Pin Nominator, merchandise eksklusif Tiga Rambu -kaos edisi Iwan Fals, dan kaos edisi Konser Bulanan 2009 yang ditandatangi oleh Iwan Fals.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk para nominator di JABODETABEK, hadiah dapat diambil di kantor Tiga Rambu (Leuwinanggung no. 19 Cimanggis-Depok), pukul 11.00-17.00, pada hari kerja. Silahkan menghubungi tim KaryaKita terlebih dahulu di karyakita@hotmail.com untuk pengambilan hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kepada yang telah berpartisipasi dalam KaryaKita 2009. Dan selamat kepada tiap nominator setiap bulannya sepanjang tahun 2009. Teruslah berkarya...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-5952867632654969159?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/5952867632654969159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/01/20-nominator-karyakita-terbaik-periode.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/5952867632654969159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/5952867632654969159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/01/20-nominator-karyakita-terbaik-periode.html' title='20 Nominator KaryaKita Terbaik periode Desember'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S1KTh3NXeBI/AAAAAAAAAuA/W0wXzvMyKDA/s72-c/logo_KaryaKita_small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-5669732826919229983</id><published>2010-01-16T20:30:00.000-08:00</published><updated>2010-01-16T20:33:01.519-08:00</updated><title type='text'>Iwan Fals Dalam Musikalisasi Puisi Remy Soetansyah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S1KS6ajNzDI/AAAAAAAAAt4/TcISgky7HBU/s1600-h/13745_107163985961053_100000023570978_193306_7276689_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S1KS6ajNzDI/AAAAAAAAAt4/TcISgky7HBU/s200/13745_107163985961053_100000023570978_193306_7276689_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427562033191963698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Teguh Siswoharsono&lt;br /&gt;Bertempat di Gedung Arsip Nasional, Jalan Gajah Mada, Jakarta, pada Jumat (14/8) silam, Iwan Fals (47) menampilkan puisi karya Remy Soetansyah. Iwan membawakan dua karya Remy berjudul Buku Harian Bangkai dan Surat Kepada Mabuk dalam format musikalisasi puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini digagas Lembaga Katha Cakti. Yaitu sebuah lembaga berkumpulnya orang-orang kreatif yang menggeluti dunia jurnalistik, komunikasi, periklanan dan televisi yang berasal dari alumni Sekolah Tinggi Publisistik (STP) yang kini bernama Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Iwan Fals merupakan salah satu alumni sekolah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan membahana di pelataran belakang Gedung Arsip Nasional manakala gitar Iwan mulai berdenting. Sekitar kurang lebih 150 orang yang hadir untuk menyaksikan acara ini seperti penasaran, ingin tahu bagaimana Iwan Fals membawakan puisi Remy. Terkejut itulah reaksi yang muncul. Pasalnya, penonton tak menyangka Iwan akan mebawakan puisi berjudul Buku Harian Bangkai dengan kedalaman yang pekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara saat membawakan Surat Kepada Mabuk, puisi yang lebih bertutur soal cinta, Iwan membawakannya dengan lebih ringan dan riang. Seperti pesan yang tertuang dalam lirik-lirik puisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bangkai berlapis-lapis bangkai. Di atasnya bulan bertengger lunglai. Semerbak kembang busuk menebar. Luka menari seharum darah segar. Dan seonggok waktu bangkit. Mengalir, menjalar, menuntunku. Mencari asalnya yang rumit. Dan dengarkan ia berkotbah.” Itulah penggalan puisi yang dibawakan Iwan Fals. Terasa berat dan nanar mengawinkan nada-nada dalam gitar dengan kata-kata di puisi itu. “Oke saya mau puisi yang ini. Pokoknya urusan bunyi, itu tanggung jawab aku,” ungkap Iwan kepada Remy saat Remy meminta untuk membawakan karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang penampilan Iwan juga yang sempat “memakan korban’ tepatnya saat membacakan puisi cinta berjudul Surat Kepada Mabuk. Rosiana Silalahi sebagai host yang berpasangan dengan Andy F Noya menyangka Iwan sudah selesai membawakan puisi. Rosiana baru mengajak penonton untuk bertepuk tangan. Dengan tenang Iwan bilang pada Rosiana, NB-nya belum dibaca. Heboh tentu saja. Tapi untunglah, seluruh yang hadir di situ bisa dibilang satu keluarga yang kebanyakan alumunus STP/IISIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menutup kekeliruannya, dengan ringan Rosi ikut menari dan menyanyi puisi yang dibawakan Iwan Fals. Usai membacakan puisi, Iwan Fals langsung diberondong pertanyaan Andy F Noya dan Rosiana Silalahi. “Iwan Fals tidak lulus sekolah dari STP saja begini hebatnya. Bagaimana kalau lulus? Termasuk saya juga tidak lulus,” celoteh Andy F Noya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas Andy menanyakan alasan Iwan bersedia membawakan puisi karya Remy. Sambil tertawa Iwan menyusuri masa lalu saat sekolah di STP. ”Saya dulu waktu kuliah di STP dua kali di plonco sama Remy. Sempat masuk, keluar, terus masuk lagi,” tutur Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Iwan Fals, musisi, seniman dan tokoh penting lain yang turut ambil bagian dalam acara tersebut adalah Slamet Rahardjo, Sawung Jabo, Doel Sumbang, Fauzi Bowo, Amin Kamil, Happy Salma, Marcella Zalyanti, Astari Rasyid, Arifin Panigoro, Ray Sahetapy, Todung Mulya Lubis, Sri Mulyani, Minerva &amp; Aminoto Kosin, Doddy Katamsi, Miranda Gultom dam Rachel Maryam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat penampilan mereka, Remy Soetansyah mengaku senang. Pasalnya mereka tidak kehilangan jati diri dan tetap bisa membawakan puisi itu seperti yang Remy mau. “Saya senang, penampilan mereka hebat dan bagus. Dan yang terpenting, mereka tetap menjadi diri sendiri,” ungkap Remy. Selamat ya, Mas Remy!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-5669732826919229983?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/5669732826919229983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/01/iwan-fals-dalam-musikalisasi-puisi-remy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/5669732826919229983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/5669732826919229983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/01/iwan-fals-dalam-musikalisasi-puisi-remy.html' title='Iwan Fals Dalam Musikalisasi Puisi Remy Soetansyah'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S1KS6ajNzDI/AAAAAAAAAt4/TcISgky7HBU/s72-c/13745_107163985961053_100000023570978_193306_7276689_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-5104478838328643846</id><published>2010-01-16T20:24:00.000-08:00</published><updated>2010-01-16T20:27:44.518-08:00</updated><title type='text'>ALBUM BARU IWAN FALS 'KESEIMBANGAN'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S1KRqiSvbII/AAAAAAAAAtw/sCSGn1WTRks/s1600-h/Iwan+Fals+logo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 183px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S1KRqiSvbII/AAAAAAAAAtw/sCSGn1WTRks/s200/Iwan+Fals+logo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427560660880813186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dapatkan lebih dari 10 lagu Iwan Fals dalam album terbarunya&lt;br /&gt;K E S E I M B A N G A N&lt;br /&gt;Suhu | Pohon Untuk Kehidupan | Ya Allah Kami | dan lain-lain&lt;br /&gt;CD Rp 50,000 - Kaset Rp 25,000&lt;br /&gt;(belum termasuk biaya kirim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IKUTI CARA PEMESANAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kirim info pesanan Anda melalui:&lt;br /&gt;1. E-mail: order@iwanfals.co.id&lt;br /&gt;2. SMS: 0813 980 55 110&lt;br /&gt;3. Hotline (jam kerja): 021 845 5329, 0813 980 55 110&lt;br /&gt;4. Facsimile: 021 845 5330&lt;br /&gt;5. Datang langsung ke Tiga Rambu (Ds. Leuwinanggung No. 19 Cimanggis - Depok), hubungi Titin/Eneng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sebutkan:&lt;br /&gt;1. Nama pemesan;&lt;br /&gt;2. Jumlah pesanan;&lt;br /&gt;3. No. telepon yang bisa dihubungi;&lt;br /&gt;4. Alamat pengiriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Minta KODE PESAN. Tanpa KODE PESAN, pesanan Anda tidak dapat diproses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Lakukan pembayaran TUNAI ketika memesan, atau transfer ke:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT. TIGA RAMBU&lt;br /&gt;BANK MANDIRI&lt;br /&gt;KK Time Square Cibubur&lt;br /&gt;Rekening no: 129-00-0613314-0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kirim bukti transfer ke fax 021 8455330, sertakan Kode Pesan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Pengiriman:&lt;br /&gt;• Pengiriman pesanan mulai tanggal 22 Februari 2010.&lt;br /&gt;• Pesanan dikirim setelah pembayaran diterima atau bukti transfer diterima.&lt;br /&gt;• Lama pengiriman sesuai jarak kota.&lt;br /&gt;• Biaya pengiriman sesuai harga resmi perusahaan ekspedisi yang ditunjuk oleh PT Tiga Rambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INFO LEBIH LANJUT, hubungi:&lt;br /&gt;021 8455329 (jam kerja) | manajemen@iwanfals.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peminat menjadi distributor/reseller hubungi Titin di 021 8455329 (jam kerja)&lt;br /&gt;-UNTUK SEMENTARA TIDAK DIJUAL DI TOKO CD/KASET-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-5104478838328643846?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/5104478838328643846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/01/album-baru-iwan-fals-keseimbangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/5104478838328643846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/5104478838328643846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/01/album-baru-iwan-fals-keseimbangan.html' title='ALBUM BARU IWAN FALS &apos;KESEIMBANGAN&apos;'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/S1KRqiSvbII/AAAAAAAAAtw/sCSGn1WTRks/s72-c/Iwan+Fals+logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-8552319271102142392</id><published>2010-01-01T22:49:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T22:51:52.769-08:00</updated><title type='text'>KETETAPAN MUSYAWARAH NASIONAL KE IV Oi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/Sz7s-If7CoI/AAAAAAAAAtQ/CCoMbox4kiM/s1600-h/oi+original+logo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/Sz7s-If7CoI/AAAAAAAAAtQ/CCoMbox4kiM/s200/oi+original+logo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422031553578076802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KETETAPAN MUSYAWARAH NASIONAL KE IV Oi&lt;br /&gt;Nomor : 01/TAP/MNS-IV/Oi/Ad Hoc/12/2009&lt;br /&gt;Tentang :&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGGARAN DASAR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Organisasi ini bernama Oi .&lt;br /&gt;2. Oi didirikan Oleh Virgiawan Listanto dan penggemar Iwan Fals dalam Silaturahmi Nasional di Desa Leuwinanggung kecamatan Cimanggis, kota Depok pada tanggal 16 Agustus 1999 untuk waktu yang tidak terbatas dan untuk selanjutnya tanggal tersebut dijadikan sebagai hari jadi Oi. &lt;br /&gt;3. Sekretariat Badan Pengurus Pusat Oi berkedudukan di wilayah Ibukota Negara Republik Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;KEDAULATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedaulatan berada ditangan anggota Oi yang tercermin sepenuhnya dalam musyawarah anggota Oi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;ASAS,SIFAT DAN FUNGSI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi Oi Berazaskan Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Oi adalah Organisasi Masyarakat yang bersifat sosial dan mandiri (independen). bukan partai politik dan bukan bagian dari organisasi pemerintah, organisasi politik maupun organisasi sosial kemasyarakatan lainnya dan tidak mempunyai tujuan atau memperjuangkan faham aliran politik dan golongan tertentu. &lt;br /&gt;2. Oi adalah wadah pembinaan dan pemberdayaan masyarakat khususnya pengemar Iwan Fals yang bersifat universal dan multidimensional mencakup semua aspek kehidupan moral, spiritual, sosial, politik, ekonomi, budaya maupun hukum. &lt;br /&gt;3. Oi bersifat demokratis dan terbuka bagi semua lapisan dan golongan masyarakat, tanpa membedakan asal usul, ras/etnis, suku, agama, status sosial maupun faham / aliran politik dan golongan yang dianut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Oi berfungsi sebagai wadah persaudaraan sesama anggota Oi  dan atau antar anggota Oi dengan anggota masyarakat.&lt;br /&gt;2. Oi berfungsi sebagai wadah pembinaan, pengembangan bakat, kreatifitas anggota dan atau masyarakat pada bidang seni, Pendidikan, Olahraga, Niaga, Kerohanian dan Sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;MAKSUD DAN TUJUAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud didirikan Oi  adalah mendorong, membina, menumbuh kembangkangkan  minat, bakat, serta potensi-potensi anggota Oi dan masyarakat untuk sebesar-besarnya bermanfaat bagi kehidupan berbangsa, dan bernegara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan didirikan Oi adalah memberdayakan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Indonesia yang berbudi pekerti luhur, memahami nilai-nilai pancasila, untuk terwujudnya masyarakat yang bermartabat, bersatu, berdaya dan bermanfaat di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;USAHA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mewujudkan maksud dan tujuannya, Oi  melakukan usaha-usaha :&lt;br /&gt;1. Menghimpun, dan membina anggota - anggota Oi melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat kreatif, rekreatif, edukatif dalam rangka penumbuhan idealisme, patriotisme, peningkatan  budaya baca, budaya belajar, daya cipta, daya nalar, daya analisis, prakarsa dan daya kreasi sesuai azas, dan tujuan Oi, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. &lt;br /&gt;2. Menyelenggarakan kegiatan–kegiatan dalam berbagai bidang sesuai dengan azas, dan tujuan oi serta upaya perwujudan cita-cita kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;ATRIBUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oi Mempunyai atribut yang terdiri dari panji-panji, lambang, Seruan dan Mars Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt; JATI DIRI DAN KODE ETIK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Oi memiliki dasar jati diri yang membentuk jiwa raga anggotanya sebagai landasan moral.&lt;br /&gt;2. Oi mempunyai kode etik sebagai pedoman organisasi bagi setiap anggotanya.&lt;br /&gt;3. Jati Diri dan kode etik dijelaskan lebih lanjut di dalam Anggaran Rumah Tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;KEANGGOTAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;Anggota Oi terdiri dari ;&lt;br /&gt;1.  Anggota Biasa.&lt;br /&gt;2.  Anggota Luar Biasa.&lt;br /&gt;3.  Anggota Kehormatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IX&lt;br /&gt;ORGANISASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;1. Organisasi Oi terdiri dari : &lt;br /&gt;a. Tingkat Nasional Dewan Pertimbangan Oi ( DP Oi)&lt;br /&gt;b. Tingkat Nasional Pengurus Badan Pusat Oi ( BPP Oi ). &lt;br /&gt;c. Tingkat Propinsi Badan Pengurus Wilayah Oi ( BPW Oi). &lt;br /&gt;d. Tingkat Kabupaten/Kota Badan Pengurus Kabupaten/Kota Oi ( BPK Oi)&lt;br /&gt;e. Tingkat Kelompok Badan Pengurus Oi Kelompok ( BP Kel. Oi ).   &lt;br /&gt;f. Oi  Kelompok di Luar Negeri. &lt;br /&gt;2.   Perangkat organisasi terdiri dari ;         &lt;br /&gt;a. Badan Otonom Oi &lt;br /&gt;b. Lembaga - Lembaga Oi&lt;br /&gt;c. Departemen – departemen&lt;br /&gt;d. Biro – biro&lt;br /&gt;e. Bidang – bidang.&lt;br /&gt;f. Bagian – bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB X&lt;br /&gt;HUBUNGAN DENGAN ORGANISASI LAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;Oi dapat menjalin hubungan kerjasama dengan organisasi pemerintah maupun organisasi dan lembaga swasta lainnya yang tidak bertentangan dengan AD/ART.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB XI&lt;br /&gt;MUSYAWARAH &amp; RAPAT-RAPAT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;1. Musyawarah &amp; Rapat Oi terdiri dari :&lt;br /&gt;a. Musyawarah Nasional Oi ( MUNAS Oi )&lt;br /&gt;b. Musyawarah Nasional Luar Biasa Oi ( MUNASLUB Oi )&lt;br /&gt;c. Rapat Pimpinan Nasional Oi&lt;br /&gt;d. Rapat Kerja Nasional Oi&lt;br /&gt;e. Musyawarah Wilayah Oi&lt;br /&gt;f. Musyawarah Wilayah Luar Biasa Oi&lt;br /&gt;g. Rapat Kerja Wilayah Oi&lt;br /&gt;h. Rapat Pimpinan Wilayah Oi&lt;br /&gt;i. Musyawarah Kota Oi&lt;br /&gt;j. Musyawarah Kota Luar Biasa Oi&lt;br /&gt;k. Rapat Kerja Kota Oi&lt;br /&gt;l. Musyawarah  Kelompok Oi&lt;br /&gt;m. Rapat Kerja Kelompok Oi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XII&lt;br /&gt;KUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;1. Musyawarah sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 dinyatakan Kuorum apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya setengah ditambah satu dari jumlah peserta yang hadir. &lt;br /&gt;2. Pengambilan keputusan pada dasarnya dilakukan secara musyawarah untuk mufakat dan apabila hal ini tidak mungkin, maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XIII&lt;br /&gt;KEUANGAN DAN KEKAYAAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;Keuangan dan kekayaan  di peroleh dari :&lt;br /&gt;1. Iuran anggota Oi. &lt;br /&gt;2. Sumbangan dari perorangan maupun kelompok. &lt;br /&gt;3. Bantuan pemerintah yang sifatnya tidak mengikat.&lt;br /&gt;4. Pendapatan-pendapatan lain yang sah dan halal yang diperoleh dari usaha-usaha organisasi (Badan Usaha). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XIV&lt;br /&gt;PERUBAHAN ANGGARAN DASAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;1.  Perubahan Anggaran Dasar ini hanya dapat dilakukan oleh musyawarah nasional.&lt;br /&gt;2.  Musyawarah nasional sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini harus dihadiri sekurang-kurangnya setengah ditambah satu dari jumlah peserta musyawarah nasional.&lt;br /&gt;3.  Keputusan tentang perubahan Anggaran Dasar adalah sah apabila, diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah peserta musyawarah nasional yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   BAB XV&lt;br /&gt;PEMBUBARAN ORGANISASI Oi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;1. Pembubaran Oi hanya dapat dilakukan oleh suatu Musyawarah Nasional. &lt;br /&gt;2. Musyawarah Nasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini harus dihadiri sekurang-kurangnya setengah ditambah satu dari jumlah peserta Musyawarah Nasional. &lt;br /&gt;3. Keputusan tentang pembubaran Oi adalah sah apabila diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah peserta Musyawarah nasional yang hadir. &lt;br /&gt;4. Apabila Oi dibubarkan setelah utang piutang diselesaikan maka musyawarah nasional yang memutuskan pembubaran untuk selanjutnya dapat menyerahkan kekayaan Oi kepada  Badan-badan/lembaga–lembaga  sosial di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XVI&lt;br /&gt;ANGGARAN RUMAH TANGGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;1.   Anggaran Dasar ini dijabarkan lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.&lt;br /&gt;2. Anggaran Rumah Tangga ditetapkan oleh Musyawarah Nasional dan tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar.&lt;br /&gt;BAB XVII&lt;br /&gt;ATURAN PERALIHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dengan ditetapkannya dan disahkannya Anggaran Dasar Oi  ini maka Anggaran Dasar Oi yang lama sebagaimana tersebut dalam surat keputusan Musyawarah Nasional Oi ke III  tanggal 26 November 2006 di Taman Budaya Dago, Bandung Jawa Barat  dinyatakan tidak berlaku lagi.&lt;br /&gt;2. Peraturan-peraturan yang ada sebelum ditetapkan dan disahkan Anggaran Dasar ini dapat  tetap berlaku selama belum ada perubahan dan sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XVIII&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran Dasar ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di : Kampung Ciwangun Desa Cihanjuang Rahayu&lt;br /&gt;  Kecamatan Parongpong Bandung Barat Jawa Barat&lt;br /&gt;Pada Tanggal : 01 Desember 2009.&lt;br /&gt;Disahkan pada : Sidang Tim AD HOC MUNAS Oi IV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TTD&lt;br /&gt;Tim Ad Hoc MUNAS Oi IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua  : MIFTAHUL HUDA Ms. &lt;br /&gt;Sekretaris : CANDRA TRI WAHYUDI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota : SUKAMTO    &lt;br /&gt;Anggota : REPHOEGIE DINA&lt;br /&gt;Anggota : ALLEN PALES&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KETETAPAN MUSYAWARAH NASIONAL KE IV Oi&lt;br /&gt;Nomor : 02/TAP/MNS-IV/Oi/Ad Hoc/12/2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGGARAN RUMAH TANGGA  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       BAB I&lt;br /&gt;USAHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;1. Meningkatkan semangat nasionalisme melalui upaya pemahaman, penyadaran dan pengamalan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa&lt;br /&gt;2. Meningkatkan kualitas SDM di bidang Seni, Olah raga, dan Pendidikan  melalui kegiatan Pengkaderan dan Kepelatihan di berbagai bidang.&lt;br /&gt;3. Mengembangkan usaha-usaha kerjasama dalam penciptaan karya dengan pihak lain yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar &lt;br /&gt;4. Menyelenggarakan kegiatan penelitian, pengkajian dan pengembangan wawasan sosial kemasyarakatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     BAB II&lt;br /&gt;ATRIBUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pasal 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lambang  ( Logo ) Organisasi  huruf “O” berwarna putih miring kekanan menyatu dengan huruf ”i”, yang melebar kekiri dengan berwarna hitam dan titik bulat berwarna merah.&lt;br /&gt;2.  Arti /Makna lambang  Oi adalah :&lt;br /&gt;a. Bentuk huruf “O” berwarna putih miring kekanan menyatu dengan huruf ”i”, yang melebar kekiri dengan berwarna hitam melambangkan kesucian yang dilandasi keteguhan dan ketegasan sikap. &lt;br /&gt;b. Titik bulat  berwarna merah darah melambangkan semangat  yang membara untuk bersatu.&lt;br /&gt;3.  Bendera berupa kain berwarna dasar putih berbentuk empat persegi panjang dengan perbandingan ukuran 2 berbanding 3 dengan lambang Oi ditengahnya.&lt;br /&gt;4.  Seruan Oi adalah ” Oi Bersatulah”.&lt;br /&gt;5.  Mars Oi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;JATIDIRI DAN KODE ETIK&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;Jatidiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jati diri Oi adalah dasar – dasar keyakinan Oi  mengenai nilai – nilai Ketuhanan dan ke Indonesiaan dalam kesejatian Bhineka Tunggal Ika.&lt;br /&gt;2. Jati diri berfungsi sebagai landasan cipta, landasan karya dan landasan sikap anggota Oi.&lt;br /&gt;3. Rumusan Jati diri menjadi pokok pikiran dalam setiap program kerja, garis kebijakan, dan seluruh materi pendidikan anggota Oi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;Rumusan Jati Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok pikiran penciptaan Tuhan ;&lt;br /&gt;1. Nurani Oi sadar dan yakin atas penciptaan Tuhan serta seluruh isinya.&lt;br /&gt;2. Anggota Oi adalah orang Indonesia yang sempurna dalam penciptaan Tuhan, oleh karenanya terpanggil untuk membumikan kesejahteraan Manusia.&lt;br /&gt;3. Nilai Ketuhanan dalam segala hubungannya adalah pembentuk jiwa keberagaman anggota Oi.&lt;br /&gt;4. Bentuk dan rupa Oi yang berbeda tetapi tetap satu adalah penghormatan terhadap wujud bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya, Suku, adat istiadat, agama dan kepercayaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok pikiran Ke-Indonesiaan :&lt;br /&gt;1. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar memiliki sejarah yang panjang dan luhur sebagai modal pembangunan Indonesia.&lt;br /&gt;2. Sejarah Indonesia adalah kekayaan yang tak ternilai harganya sehingga penyelamatan sejarah bangsa menjadi tanggung jawab bersama. &lt;br /&gt;3. Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) adalah bentuk negara yang paling ideal dan telah tuntas dalam pergulatan perjuangan bangsa Indonesia &lt;br /&gt;4. Bumi, air, dan kekayaan alam Indonesia yang dikuasai oleh Negara pada hakekatnya adalah milik dan untuk rakyat Indonesia, sehingga kebijakan negara terhadapnya harus memperhatikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;Kode Etik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kode Etik Oi adalah pedoman moral anggota Oi di dalam organisasi dan kehidupan Oi di masyarakat.&lt;br /&gt;2. Setiap tindakan anggota Oi yang berpengaruh secara luas dalam kehidupan organisasi dapat dimintai pertanggung jawaban.&lt;br /&gt;3. Pertanggung jawaban sebagaimana dimaksud pada ayat 2 ( dua ) dilakukan dihadapan DP Oi selaku pembina informal terhadap keberadaan anggota Oi.&lt;br /&gt;4. Setiap anggota Oi yang melanggar kode etik dapat dikenakan sanksi pemberhentian keanggotaan.&lt;br /&gt;5. Pemberhentian keanggotaan dilakukan oleh Badan Pengurus Oi di semua tingkatan organisasi setelah memberikan teguran sebanyak 3 ( tiga ) kali terhadap anggota tersebut.&lt;br /&gt;6. Anggota Oi yang telah dikenakan sanksi dapat melakukan pembelaan diri melalui DPOi.&lt;br /&gt;7. Dalam hal anggota yang telah dikenakan sanksi tidak terbukti bersalah, maka Badan Pengurus Oi di semua tingkatan organisasi wajib melakukan pemulihan nama baik terhadap anggota tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;Rumusan Kode Etik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anggota Oi terikat dan secara sukarela mengikatkan diri untuk tunduk kepada kode Etik Oi yaitu ;&lt;br /&gt;1. Taat menjalani kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaan yang dianutnya.&lt;br /&gt;2. Menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan yang adil dan beradab dengan tidak membeda – bedakan latar belakang, asal-usul, Ras/Etnis, Suku, Agama, Status Sosial, paham golongan dan paham politik tertentu.&lt;br /&gt;3. Memegang teguh persaudaraan antar sesama anggota Oi.&lt;br /&gt;4. Setia menjaga nama baik, martabat dan kehormatan keluarga besar Oi.&lt;br /&gt;5. Memiliki kepekaan sosial, bertindak jujur, adil dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;6. Tetap bahagia mendahulukan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;KEANGGOTAAN  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;1. Anggota biasa adalah setiap orang  warga negara Indonesia yang terdaftar sebagai anggota Oi.&lt;br /&gt;2. Anggota Luar Biasa adalah anggota yang dianggap berjasa kepada Oi berdasarkan kriteria - kriteria yang ditetapkan oleh Badan Pengurus Pusat melalui peraturan tersendiri.&lt;br /&gt;3. Anggota Kehormatan adalah setiap para Pendiri Oi.&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;PENERIMAAN ANGGOTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;1. Setiap orang warga negara Indonesia dapat menjadi anggota Oi yang dengan sukarela mengajukan permohonan menjadi anggota Oi.&lt;br /&gt;2. Calon anggota Oi yang mendaftarkan diri harus memenuhi syarat – syarat yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;3. Calon Anggota Oi yang telah memenuhi syarat, kemudian ditetapkan dengan pemberian KTA dan dihimpun dalam Oi Kelompok.&lt;br /&gt;4. Syarat - syarat dan tata cara menjadi anggota diatur tersendiri melalui Peraturan Organisasi tentang kaderisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;1. Setiap anggota biasa berhak :&lt;br /&gt;a. Memperoleh Perlakuan yang sama dari organisasi Oi .&lt;br /&gt;b. Mengeluarkan Pendapat dan mengajukan usul, saran, serta pertanyaan, baik secara  lisan  maupun tertulis. &lt;br /&gt;c.   Memiliki hak memilih dan dipilih.&lt;br /&gt;d. mendapatkan pendidikan, kebebasan berpendapat, pembinaan, perlindungan dan pembelaan serta pemulihan nama baik.&lt;br /&gt;e. Mengikuti kegiatan di luar organisasi dengan surat penunjukan mandat dari Badan Pengurus disetiap tingkatan&lt;br /&gt;2. Setiap anggota Luar biasa berhak mengeluarkan pendapat, mengajukan usul dan pertanyaan baik lisan maupun tertulis.&lt;br /&gt;3. Setiap anggota Kehormatan berhak mengeluarkan pendapat, mengajukan usul dan pertanyaan baik lisan maupun tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;1.  Setiap anggota biasa berkewajiban ; &lt;br /&gt;a. Mentaati dan melaksanakan AD/ART Oi. &lt;br /&gt;b. Mentaati dan melaksanakan seluruh keputusan Munas dan peraturan – peraturan organisasi lainnya. &lt;br /&gt;c. Membayar Iuran anggota Oi. &lt;br /&gt;2. Setiap anggota Luar biasa berkewajiban mentaati dan melaksanakan AD/ART Oi.&lt;br /&gt;3. Setiap anggota Kehormatan berkewajiban mentaati dan melaksanakan AD/ART Oi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt;PEMBERHENTIAN ANGGOTA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;1. Anggota  berhenti karena : &lt;br /&gt; a. Meninggal dunia &lt;br /&gt; b. Mengundurkan diri yang disampaikan secara tertulis&lt;br /&gt; c. Diberhentikan karena;&lt;br /&gt;  i. Melanggar peraturan-peraturan Organisasi. &lt;br /&gt;  ii. Mencemarkan nama baik organisasi.&lt;br /&gt;2. Mekanisme pemberhentian anggota diatur dalam peraturan organisasi lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;PERANGKAPAN JABATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;1. Anggota biasa Oi tidak dapat merangkap keanggotaan dengan organisasi masyarakat lain yang azas, sifat dan tujuannya bertentangan Oi.&lt;br /&gt;2. Anggota biasa Oi yang menjadi Pengurus tidak dapat merangkap sebagai pengurus Partai Politik tertentu.&lt;br /&gt;3. Perangkapan keanggotaan dan jabatan seperti dimaksud pada ayat 1 dan 2 dikenakan sanksi pemberhenti keanggotaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB IX&lt;br /&gt;PENGHARGAAN DAN SANKSI ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;Penghargaan Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penghargaan organisasi dapat diberikan kepada anggota yang berprestasi dan atau mengangkat citra nama baik Oi.&lt;br /&gt;2. Bentuk dan tata cara pemberian penghargaan diatur dalam ketentuan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;Sanksi Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sanksi Organisasi dapat diberikan kepada anggota karena melanggar AD/ART dan atau mencemarkan nama baik Oi.&lt;br /&gt;2. Anggota yang dikenakan sanksi dapat menggunakan hak pembelaan diri.&lt;br /&gt;3. Sanksi – sanksi dan Pembelaan diri sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan 2 pasal ini akan diatur kemudian dalam kode etik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB X&lt;br /&gt;STRUKTUR ORGANISASI,  SUSUNAN PENGURUS, &lt;br /&gt;TUGAS DAN WEWENANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;Struktur Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur Organisasi Oi terdiri dari :&lt;br /&gt;1. Badan Pengurus Pusat Oi.   &lt;br /&gt;2. Badan Pengurus Wilayah Oi.&lt;br /&gt;3. Badan Pengurus Kota Oi.&lt;br /&gt;4. Badan Pengurus Kelompok Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;Badan Pengurus Pusat Oi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Badan Pengurus Pusat Oi adalah badan Eksekutif pengemban amanat Munas dan Pimpinan tertinggi Oi.&lt;br /&gt;2. Masa jabatan Badan Pengurus Pusat Oi selama 3 ( tiga ) tahun.&lt;br /&gt;3. BPP bertanggung jawab kepada MUNAS.&lt;br /&gt;4. Susunan Badan Pengurus Pusat Oi terdiri dari&lt;br /&gt;a. Ketua Umum&lt;br /&gt;b. Ketua – Ketua sekurang – kurangnya 6 ( Enam ) orang&lt;br /&gt;c. Sekretaris Jenderal.&lt;br /&gt;d. Sekretaris – Sekretaris sekurang – kurangnya 6 ( Enam ) orang.&lt;br /&gt;e. Bendahara.&lt;br /&gt;f. Wakil Bendahara.&lt;br /&gt;g. Kepala Departemen – Departemen.&lt;br /&gt;h. Ketua Lembaga – Lembaga Non Departemen.&lt;br /&gt;i. Badan Pengurus Pusat dapat membentuk Pembina – pembina Pusat.&lt;br /&gt;5. Ketua – Ketua sebagaimana dimaksud pada ayat 4 ( tiga ) point B pasal ini membidangi;&lt;br /&gt;a. Departemen Pendidikan Dan Pelatihan.&lt;br /&gt;b. Departemen Pengembangan Organisasi dan Aparatur.&lt;br /&gt;c. Departemen Komunikasi Dan Informasi.&lt;br /&gt;d. Departemen Perekonomian Dan Niaga.&lt;br /&gt;e. Departemen Seni, Budaya dan Olah Raga.&lt;br /&gt;f. Departemen Penelitian dan Pengkajian.&lt;br /&gt;6. Ketua Umum BPP dan Sekretaris Jenderal Oi dipilih oleh Munas.&lt;br /&gt;7. Ketua Umum BPP Oi dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk 1 ( satu ) kali periode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;Tugas Dan Wewenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas :&lt;br /&gt;1. Ketua Umum BPP Oi  bersama-sama Tim Formatur membentuk jajaran kepengurusan BPP Oi  selambat – lambatnya 2 ( dua ) kali 30 ( tiga puluh ) hari.&lt;br /&gt;2. BPP Oi  memimpin dan mengendalikan jalannya organisasi Oi secara Nasional.&lt;br /&gt;3. BPP Oi  berkewajiban menjalankan segala ketentuan yang ditetapkan oleh Munas, AD/ART dan Peraturan organisasi lainnya.&lt;br /&gt;4. BPP Oi  menentukan, menetapkan peraturan-peraturan organisasi Oi dan kebijakan Organisasi Oi  di tingkat Nasional. &lt;br /&gt;5. BPP Oi  berkewajiban memberikan laporan secara periodik setiap 1 ( satu ) tahun sekali kepada Dewan Pertimbangan  Oi  ( DPOi  ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewenang : &lt;br /&gt;6. Mengesahkan struktur Badan Pengurus Wilayah Oi.&lt;br /&gt;7. Mengesahkan struktur Badan Pengurus Kota Oi. &lt;br /&gt;8. Pengesahan sebagaimana dimaksud pada ayat 7 ( tujuh ) harus mendapat rekomendasi dari BPW Oi. &lt;br /&gt;9. Dalam hal BPW Oi belum terbentuk, maka harus mendapat rekomendasi dari BPK Oi terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;Badan Pengurus Wilayah Oi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Badan Pengurus Wilayah Oi adalah badan Eksekutif pengemban amanat Muswil dan Pimpinan tertinggi Oi di tingkat Propinsi.&lt;br /&gt;2. Badan Pengurus Wilayah Oi dibentuk dari dan oleh Badan Pengurus Kota Oi  sekurang – kurangnya 3 ( Tiga ) BPK Oi.&lt;br /&gt;3. BPW bertanggung jawab terhadap MUSWIL.&lt;br /&gt;4. Masa jabatan Badan Pengurus Wilayah Oi selama 2 ( Dua ) tahun.&lt;br /&gt;5. Susunan Badan Pengurus Wilayah Oi  terdiri dari :&lt;br /&gt;a. Ketua Umum. &lt;br /&gt;b. Ketua – Ketua sekurang – kurangnya 4 ( Empat ) orang&lt;br /&gt;c. Sekretaris Umum.&lt;br /&gt;d. Sekretaris – Sekretaris sekurang – kurangnya 4 ( Empat ) orang.&lt;br /&gt;e. Bendahara.&lt;br /&gt;f. Wakil Bendahara.&lt;br /&gt;g. Kepala Biro – Biro.&lt;br /&gt;h. Ketua Lembaga – Lembaga.&lt;br /&gt;i. Ketua – Ketua sebagaimana dimaksud pada ayat 5 ( tiga ) point B pasal ini membidangi Biro – Biro sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;j. Badan Pengurus Wilayah dapat membentuk Pembina – pembina Wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ketua Umum BPW Oi dipilih oleh Muswil.&lt;br /&gt;7. Ketua Umum BPW Oi dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk 1 ( satu ) kali periode. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;Tugas Dan Wewenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas :&lt;br /&gt;1. Ketua Umum BPW Oi bersama-sama Tim Formatur membentuk Susunan Kepengurusan BPW Oi selambat – lambatnya 2 ( dua ) kali 30 ( tiga puluh ) hari. &lt;br /&gt;2. BPW Oi memimpin dan mengendalikan jalannya organisasi Oi di tingkat Propinsi. &lt;br /&gt;3. BPW Oi berkewajiban menjalankan segala ketentuan yang ditetapkan oleh Munas, Muswil, AD/ART dan Peraturan organisasi lainnya.&lt;br /&gt;4. BPW Oi menentukan dan menetapkan peraturan-peraturan organisasi Oi serta kebijakan Organisasi Oi  di tingkat Propinsi.&lt;br /&gt;5. BPW Oi berkewajiban memberikan laporan secara periodik setiap 1 ( satu ) tahun sekali kepada Badan Pengurus Pusat Oi ( BPPOi ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewenang : &lt;br /&gt;6. Merekomendasikan pengesahan Badan Pengurus Kota Oi . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;Badan Pengurus Kota Oi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Badan Pengurus Kota Oi adalah badan Eksekutif pengemban amanat Muskot dan Pimpinan tertinggi Oi di tingkat Kota/Kabupaten.&lt;br /&gt;2. Badan Pengurus Kota Oi dibentuk dari dan oleh Badan Pengurus Kelompok Oi sekurang – kurangnya 3 ( Tiga ) BP Kel. Oi.&lt;br /&gt;3. Masa jabatan Badan Pengurus Kota Oi selama 2 ( Dua ) tahun.&lt;br /&gt;4. BPK bertanggung jawab terhadap BPW.&lt;br /&gt;5. Susunan Badan Pengurus Kota Oi terdiri dari :&lt;br /&gt;a. Ketua Umum.&lt;br /&gt;b. Ketua – Ketua sekurang – kurangnya 2 ( Dua ) orang&lt;br /&gt;c. Sekretaris Umum.&lt;br /&gt;d. Sekretaris – Sekretaris sekurang – kurangnya 2 ( Dua ) orang.&lt;br /&gt;e. Bendahara. &lt;br /&gt;f. Wakil Bendahara.&lt;br /&gt;g. Kepala Bidang - Bidang.&lt;br /&gt;h. Ketua Lembaga – Lembaga Non Departemen.&lt;br /&gt;i. Ketua – Ketua sebagaimana dimaksud pada ayat 3 ( tiga ) point B pasal ini memimpin Bidang - Bidang sesuai kebutuhan. &lt;br /&gt;j. Badan Pengurus Kota/Kabupatendapat membentuk Pembina – pembina Kota/Kabupaten.&lt;br /&gt;6. Ketua Umum BPK Oi dipilih oleh Muskot.&lt;br /&gt;7. Ketua Umum BPK Oi dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk 1 ( satu ) kali periode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;Tugas Dan Wewenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas :&lt;br /&gt;1. Ketua Umum BPK Oi bersama Tim Formatur membentuk Susunan Kepengurusan BPK Oi selambat – lambatnya 1 ( Satu ) kali 30 ( tiga puluh ) hari. &lt;br /&gt;2. BPK Oi memimpin dan mengendalikan jalannya organisasi Oi di tingkat kota /kabupaten. &lt;br /&gt;3. BPK Oi berkewajiban menjalankan segala ketentuan yang ditetapkan oleh Munas, Muswil, Muskot, AD/ART dan Peraturan organisasi lainnya.&lt;br /&gt;4. BPK Oi menentukan dan menetapkan peraturan-peraturan organisasi Oi serta kebijakan Organisasi Oi  di tingkat kota /kabupaten. .&lt;br /&gt;5. BPK Oi berkewajiban memberikan laporan secara periodik setiap 1 ( satu ) tahun sekali kepada Badan Pengurus Wilayah Oi ( BPWOi ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewenang : &lt;br /&gt;6. Mengesahkan Badan Pengurus Kelompok Oi . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;Badan Pengurus Kelompok Oi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Badan Pengurus Kelompok Oi adalah badan Eksekutif pengemban amanat Muskel dan Pimpinan tertinggi Oi di tingkat Kelompok.&lt;br /&gt;2. Badan Pengurus Kelompok Oi dibentuk dari dan oleh anggota Oi sekurang – kurangnya 15 ( lima belas ) Orang.&lt;br /&gt;3. Masa jabatan Badan Pengurus Kelompok Oi selama 1 ( Satu ) tahun.&lt;br /&gt;4. BPKel. Bertanggung jawab terhadap BPK.&lt;br /&gt;5. Susunan Badan Pengurus Kelompok Oi terdiri dari :&lt;br /&gt;a. Ketua.&lt;br /&gt;b. Sekretaris.&lt;br /&gt;c. Bendahara. &lt;br /&gt;d. Koordinator Bagian - Bagian sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;e. Badan Pengurus Kelompok dapat membentuk Pembina – pembina Kelompok. &lt;br /&gt;6. Ketua BPKel. Oi dipilih oleh Muskel.&lt;br /&gt;7. Ketua BPKel.Oi dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk 1 ( satu ) kali periode. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;Tugas Dan Wewenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas :&lt;br /&gt;1. Ketua BPKel Oi membentuk Susunan Kepengurusan BPKel Oi selambat – lambatnya 1 ( Satu ) kali 30 ( tiga puluh ) hari. &lt;br /&gt;2. BPKel Oi memimpin dan mengendalikan jalannya organisasi Oi di tingkat Kelompok.&lt;br /&gt;3. BPKel Oi berkewajiban menjalankan segala ketentuan yang ditetapkan oleh Munas, Muswil, Muskot, Muskel, AD/ART dan Peraturan organisasi lainnya.&lt;br /&gt;4. BPK Oi berkewajiban memberikan laporan secara periodik setiap 6 ( Bulan ) tahun sekali kepada Badan Pengurus Kota Oi ( BPKOi ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewenang : &lt;br /&gt;5. Memberikan rekomendasi keanggotaan Oi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XI&lt;br /&gt;PERGANTIAN ANTAR WAKTU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;1. Pergantian antar waktu berlaku apabila Pimpinan tertinggi Organisasi berhalangan tetap ( Meninggal atau mengundurkan diri ).&lt;br /&gt;2. Pimpinan tertinggi Organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pada pasal ini berlaku di semua tingkatan Organisasi. &lt;br /&gt;3. Dalam hal pimpinan tertinggi organisasi di tingkat Pusat berhalangan tetap, maka tugas – tugas Ketua Umum dilaksanakan oleh Ketua – Ketua secara kolektif sampai selambat – lambatnya 6 ( enam ) bulan sebelum diselenggarakannya MUNASLUB.&lt;br /&gt;4. Apabila yang berhalangan tetap adalah Sekretris Jenderal, maka pemilihan pergantiannya dilaksanakan melalui RAPIMNAS.&lt;br /&gt;5. Dalam hal pimpinan tertinggi organisasi di tingkat Wilayah berhalangan tetap, maka tugas – tugas Ketua Umum dilaksanakan oleh Ketua – Ketua secara kolektif sampai selambat – lambatnya 6 ( enam ) bulan sebelum diselenggarakannya MUSWILUB.&lt;br /&gt;6. Dalam hal pimpinan tertinggi organisasi di tingkat Kota/Kabupaten berhalangan tetap, maka tugas – tugas Ketua Umum dilaksanakan oleh Ketua – Ketua secara kolektif sampai selambat – lambatnya 4 ( empat ) bulan sebelum diselenggarakannya MUSKOTLUB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XII&lt;br /&gt;DEWAN PERTIMBANGAN OI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 25&lt;br /&gt;1. Dewan Pertimbangan Oi adalah lembaga yang berfungsi sebagai lembaga Kontrol, evaluasi dan mitra kerja BPP Oi yang merupakan representasi kehendak anggota Oi.&lt;br /&gt;2. Anggota Dewan Pertimbangan Oi dipilih dan ditetapkan melalui MUNAS Oi.&lt;br /&gt;3. Dalam hal anggota Dewan Pertimbangan Oi tidak dipilih dan atau ditetapkan melalui MUNAS Oi maka pemilihannya dapat dilakukan oleh Komisi Pemilihan  Independen Oi yang dibentuk melalui Rapat Pimpinan Nasional                     ( RAPIMNAS ).&lt;br /&gt;4. Anggota Dewan Pertimbangan Oi berasal dari perwakilan Wilayah – Wilayah. &lt;br /&gt;5. Masa Jabatan anggota Dewan Pertimbangan Oi adalah 3 tahun ( tiga ) tahun.&lt;br /&gt;6. Susunan organisasi dan kepengurusan Dewan Pertimbangan Oi diatur dalam TATIB Dewan Pertimbangan Oi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 26&lt;br /&gt;Tugas dan Wewenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas Dewan Pertimbangan Oi :&lt;br /&gt;1. Mengawasi jalannya kinerja BPP Oi dalam melaksanakan amanat MUNAS Oi beserta seluruh peraturan hasil MUNAS Oi.&lt;br /&gt;2. Menampung dan menyalurkan aspirasi anggota Oi.&lt;br /&gt;3. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap badan otonom Oi, lembaga Oi dan badan usaha Oi.&lt;br /&gt;4. Memberikan teguran baik langsung maupun tidak langsung kepada BPP Oi apabila terdapat hal-hal yang tidak sejalan dengan AD/ART, garis-garis besar kebijakan Oi, nilai-nilai jati diri dan Kode Etik.&lt;br /&gt;5. Bersama-sama dengan BPP Oi menentukan dan menetapkan  garis-garis besar kebijakan Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewenang Dewan Pertimbangan Oi&lt;br /&gt;6. Mengesahkan rancangan / usulan peraturan organisasi Oi yang disusun oleh BPP Oi.&lt;br /&gt;7. Merekomendasikan digelarnya MUNAS Luar Biasa Oi apabila ada kondisi yang mengancam kehidupan organisasi.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB XIII&lt;br /&gt;KOMISI PEMILIHAN INDEPENDEN DP OI&lt;br /&gt;Pasal 27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Komisi Pemilihan Independen DP Oi adalah pelaksana AD/ART dan peraturan organisasi yang berkaitan dengan Pemilihan anggota DP Oi yang bersifat independen.&lt;br /&gt;2. Anggota Komisi Pemilihan Independen DP Oi dipilih dan ditetapkan oleh RAPIMNAS Oi.&lt;br /&gt;3. Anggota komisi Pemilihan Independen DP Oi bekerja untuk waktu 6 bulan sejak ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XIV&lt;br /&gt;PERANGKAT ORGANISASI&lt;br /&gt;Pasal 28&lt;br /&gt;Badan Otonom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Badan otonom adalah perangkat organisasi yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan organisasi khususnya yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu yang menjadi basis organisasi.&lt;br /&gt;2. Badan otonom Oi terdiri antara lain :&lt;br /&gt;a. Ikatan pelajar Oi disingkat IP Oi&lt;br /&gt;b. Persatuan Mahasiswa Oi disingkat PM Oi&lt;br /&gt;c. Persatuan Wanita Oi disingkat PW Oi.&lt;br /&gt;3. Susunan Organisasi dan kepengurusan Badan Otonom diatur dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tanggga ( PD/PRT ) masing-masing.&lt;br /&gt;4. Badan Otonom berkewajiban menyesuaikan azas tujuan dan usahanya dengan organisasi Oi.&lt;br /&gt;5. Keputusan permusyawaratan tertinggi Badan Otonom yang berkaitan dengan PD/PRT harus memperoleh persetujuan BPP Oi.&lt;br /&gt;6. Keputusan permusyawaratan tertinggi Badan Otonom yang tidak berkaitan dengan PD/PRT harus dilaporkan kepada pengurus organisasi Oi disetiap tingkatan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasal 29&lt;br /&gt;Lembaga – Lembaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lembaga adalah perangkat organisasi yang menjadi alat pengabdian dan perjuangan sesuai dengan bidang kerja Oi.&lt;br /&gt;2. Lembaga dibentuk dan diangkat oleh BPP Oi sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;3. Lembaga memiliki struktur organisasi dan atau perwakilan pengurus di setiap tingkatan organisasi Oi.&lt;br /&gt;4. Lembaga - Lembaga berada dibawah koordinasi dan bertanggungjawab kepada pengurus BPP Oi. &lt;br /&gt;5. Lembaga – Lembaga sebagaimana yang dimaksud pada ayat 4 ( empat ) terdiri antara lain ;&lt;br /&gt;a. Oi Crisis Center ( OCC ).&lt;br /&gt;b. Lembaga Bantuan Hukum Oi ( LBH Oi ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 30&lt;br /&gt;Departemen – Departemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Departemen adalah perangkat yang menjadi kelengkapan organisasi di tingkat Pusat yang berfungsi sebagai unit pelaksana program-program BPP Oi.&lt;br /&gt;2. Departemen-departemen dibentuk dan di koordinasikan oleh BPP Oi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 31&lt;br /&gt;Biro – Biro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Biro adalah perangkat yang menjadi kelengkapan organisasi di Wilayah Propinsi yang berfungsi sebagai unit pelaksana program-program BPW Oi.&lt;br /&gt;2. Biro-biro dibentuk dan di koordinasikan oleh BPW Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasal 32&lt;br /&gt;Bidang – Bidang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Bidang adalah perangkat yang menjadi kelengkapan organisasi di daerah kota / Kabupaten yang berfungsi sebagai unit pelaksana program-program BPK Oi.&lt;br /&gt;2.  Bidang – bidang dibentuk dan di koordinasikan oleh BPK Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 33&lt;br /&gt;Bagian-Bagian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bagian adalah perangkat yang menjadi kelengkapan organisasi di tingkatan kelompok yang berfungsi sebagai unti pelaksana program-program BP Kel Oi.&lt;br /&gt;2. Bagian-bagian dibentuk dan dikoordinasikan oleh BP Kel Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XV&lt;br /&gt;BADAN USAHA&lt;br /&gt;Pasal 34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Badan Usaha adalah Badan yang bersifat Otonom yang dibentuk oleh anggota Oi sesuai kebutuhan dan ditetapkan oleh Badan Pengurus ditingkatan masing – masing.&lt;br /&gt;2. Pendirian Badan Usaha tidak bertentangan dengan Azas, sifat dan tujuan Oi.&lt;br /&gt;3. Badan Usaha dikelola secara terpisah dengan Organisasi Oi dan memiliki AD/ART secara tersendiri.&lt;br /&gt;4. Badan Usaha Oi terdiri antara lain :&lt;br /&gt;a. Koperasi Oi ( KOPER Oi ).&lt;br /&gt;b. Event Organiser Oi.&lt;br /&gt;5. Badan Usaha Oi dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan organisasi Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XVI&lt;br /&gt;MUSYAWARAH DAN RAPAT – RAPAT&lt;br /&gt;Pasal 35&lt;br /&gt;Musyawarah Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Musyawarah Nasional Oi adalah forum musyawarah tertingi dalam organisasi.&lt;br /&gt;2. Musyawarah Nasional Oi dihadiri oleh utusan BPW dan BPK Oi.&lt;br /&gt;3. Musyawarah Nasional Oi diselenggarakan oleh BPP Oi setiap 3 ( tiga ) tahun sekali.&lt;br /&gt;4. Musyawarah Nasional Oi dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang – kurangnya setengah ditambah 1 ( satu ) dari jumlah BPW dan BPK Oi yang sah.&lt;br /&gt;5. Musyawarah Nasional Oi dapat merekomendasikan tempat pelaksanaan Munas Oi selanjutnya. &lt;br /&gt;6. Musyawarah Nasional Oi memiliki kewenangan :&lt;br /&gt;a. Menetapkan adanya perubahan AD/ART.&lt;br /&gt;b. Menetapkan Garis – garis besar program dan kelembagaan organisasi.&lt;br /&gt;c. Menetapkan pokok – pokok pikiran dan rekomendasi Oi.&lt;br /&gt;d. Memilih dan menetapkan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal BPP Oi.&lt;br /&gt;e. Memilih dan menetapkan tim formatur.&lt;br /&gt;f. Memilih dan menetapkan Ketua Dewan Pertimbangan Oi.&lt;br /&gt;7. Musyawarah Nasional  Oi dilaksanakan oleh Badan Pekerja yang dibentuk dan ditetapkan melalui RAPIMNAS Oi.&lt;br /&gt;8. Anggotan Badan Pekerja Musyawarah Nasional Oi sekurang – kurangya 9   ( sembilan ) orang yang terdiri dari unsur BPP, BPW dan BPK Oi.&lt;br /&gt;9. Ketentuan pelaksanaan Musyawarah Nasional  Oi  diatur oleh Badan Pekerja Musyawarah Nasional Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 36&lt;br /&gt;Musyawarah Nasional Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Musyawarah Nasional Luar Biasa Oi adalah forum musyawarah tertingi dalam organisasi yang setingkat dengan Munas.&lt;br /&gt;2. Musyawarah Nasional Luar Biasa Oi  dapat diselenggarakan apabila terjadi pelanggaran Konstitusi ( AD/ART) yang dilakukan oleh BPP Oi dan atau ada keadaan yang dinilai mengancam kelangsungan hidup organisasi di tingkat Nasional sesuai rekomendasi Dewan Pertimbangan Oi.&lt;br /&gt;3. Musyawarah Nasional Luar Biasa dinyatakan sah apabila didukung oleh sekurang – kurangnya setengah ditambah 1 ( satu ) dari jumlah BPW dan BPK Oi yang sah.&lt;br /&gt;4. Ketentuan – ketentuan mengenai Musyawarah Nasional berlaku sama bagi Musyawarah Nasional Luar Biasa Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 37&lt;br /&gt;Rapat Pimpinan Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rapat Pimpinan Nasional Oi adalah forum permusyawaratan yang membahas masalah – masalah yang berkaitan dengan perkembangan situasi organisasi dan kehidupan nasional yang dinilai sangat strategis.&lt;br /&gt;2. Rapat Pimpinan Nasional Oi dapat diadakan sewaktu – waktu oleh BPP Oi sesuai dengan kebutuhan dan mendasar usulan Dewan Pertimbangan Oi.&lt;br /&gt;3. Rapat Pimpinan Nasional Oi dihadiri oleh unsur Pimpinan BPP dan BPW Oi.&lt;br /&gt;4. Dalam hal belum terdapat BPW Oi , maka BPP Oi dapat merekomendasikan kehadiran BPK Oi.&lt;br /&gt;5. Peraturan dan tata tertib RAPIMNAS ditentukan oleh BPP Oi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 38&lt;br /&gt;Rapat Kerja Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rapat Kerja Nasional Oi adalah Musyawarah yang dilaksanakan untuk menyusun kerangka dan strategi program kerja Organisasi.&lt;br /&gt;2. Rapat Kerja Nasional Oi diselenggarakan oleh BPP Oi yang dihadiri oleh utusan BPW dan BPK Oi.&lt;br /&gt;3. Rapat Kerja Nasional memiliki kewenangan mengadakan evaluasi terhadap program sebelumnya dan menetapkan program selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 39&lt;br /&gt;Musyawarah Wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Musyawarah Wilayah Oi adalah forum musyawarah tertingi dalam organisasi di tingkat Propinsi.&lt;br /&gt;2. Musyawarah Wilayah Oi dihadiri oleh utusan – utusan BPK Oi.&lt;br /&gt;3. Musyawarah Wilayah Oi diselenggarakan oleh BPW Oi setiap 2 ( Dua ) tahun sekali.&lt;br /&gt;4. Musyawarah Wilayah Oi dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang – kurangnya setengah ditambah 1 ( satu ) dari jumlah BPK Oi yang sah.&lt;br /&gt;5. Musyawarah Wilayah Oi dapat merekomendasikan tempat pelaksanaan Muswil Oi selanjutnya. &lt;br /&gt;6. Musyawarah Wilayah Oi memiliki kewengan :&lt;br /&gt;a. Menetapkan Garis – garis kebijakan program dan kelembagaan organisasi di tingkat Propinsi. &lt;br /&gt;b. Menetapkan pokok – pokok pikiran dan rekomendasi Oi di tingkat Propinsi.&lt;br /&gt;c. Memilih dan menetapkan Ketua Umum.&lt;br /&gt;d. Memilih dan menetapkan Tim Formatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 40&lt;br /&gt;Musyawarah Wilayah Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Musyawarah Wilayah Luar Biasa Oi adalah forum musyawarah tertingi dalam organisasi yang setingkat dengan Muswil.&lt;br /&gt;2. Musyawarah Wilayah Luar Biasa Oi  dapat diselenggarakan apabila terjadi pelanggaran Konstitusi ( AD/ART) yang dilakukan oleh BPW Oi dan atau ada keadaan yang dinilai mengancam kelangsungan hidup organisasi di tingkat Wilayah sesuai rekomendasi Dewan Pertimbangan Oi.&lt;br /&gt;3. Musyawarah Wilayah Luar Biasa dinyatakan sah apabila didukung oleh sekurang – kurangnya setengah ditambah 1 ( satu ) dari jumlah BPK Oi yang sah.&lt;br /&gt;4. Ketentuan – ketentuan mengenai Musyawarah Wilayah Oi berlaku sama bagi Musyawarah Wilayah Luar Biasa Oi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasal 41&lt;br /&gt;Rapat Pimpinan Wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rapat Pimpinan Wilayah Oi adalah forum permusyawaratan yang membahas masalah – masalah yang berkaitan dengan perkembangan situasi organisasi dan kehidupan organisasi di tingkat Wilayah yang dinilai sangat strategis.&lt;br /&gt;2. Rapat Pimpinan Wilayah Oi dapat diadakan sewaktu – waktu oleh BPW Oi sesuai dengan kebutuhan dan mendasar usulan Dewan Pertimbangan Oi.&lt;br /&gt;3. Rapat Pimpinan Wilayah Oi dihadiri oleh unsur Pimpinan BPK Oi.&lt;br /&gt;4. Dalam hal belum terdapat BPK Oi , maka BPW Oi dapat merekomendasikan kehadiran BPKel Oi.&lt;br /&gt;5. Peraturan dan tata tertib RAPIMWIL ditentukan oleh BPW Oi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 42&lt;br /&gt;Rapat Kerja Wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rapat Kerja Wilayah Oi adalah Musyawarah yang dilaksanakan untuk menyusun kerangka dan strategi program kerja Organisasi di tingkat Propinsi.&lt;br /&gt;2. Rapat Kerja Wilayah Oi diselenggarakan oleh BPW Oi yang dihadiri oleh utusan BPW dan BPK Oi.&lt;br /&gt;3. Rapat Kerja Wilayah memiliki kewenangan mengadakan evaluasi terhadap program sebelumnya dan menetapkan program selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 43&lt;br /&gt;Musyawarah Kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Musyawarah Kota Oi adalah forum musyawarah tertingi dalam organisasi di tingkat Kota./Kabupaten.&lt;br /&gt;2. Musyawarah Kota Oi dihadiri oleh utusan – utusan BPKel. Oi.&lt;br /&gt;3. Musyawarah Kota Oi diselenggarakan oleh BPK Oi setiap 2 ( Dua ) tahun sekali.&lt;br /&gt;4. Musyawarah Kota Oi dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang – kurangnya setengah ditambah 1 ( satu ) dari jumlah BPKel Oi yang sah.&lt;br /&gt;5. Musyawarah Kota Oi memiliki kewenangan :&lt;br /&gt;a. Menetapkan Garis – garis kebijakan program dan kelembagaan organisasi di tingkat Kota/Kabupaten.&lt;br /&gt;b. Menetapkan pokok – pokok pikiran dan rekomendasi Oi di tingkat Kota/Kabupaten&lt;br /&gt;c. Memilih dan menetapkan Ketua.&lt;br /&gt;d. Memilih dan menetapkan Ketua dan tim formatur Oi.&lt;br /&gt;6. Musyawarah Wilayah Luar Biasa Oi adalah forum musyawarah tertingi dalam organisasi yang setingkat dengan Muswil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 44&lt;br /&gt;Musyawarah Kota Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Musyawarah Kota Luar Biasa Oi  dapat diselenggarakan apabila terjadi pelanggaran Konstitusi ( AD/ART) yang dilakukan oleh BPK Oi dan atau ada keadaan yang dinilai mengancam kelangsungan hidup organisasi di tingkat Kota/Kabupaten.&lt;br /&gt;2. Musyawarah Kota Luar Biasa dinyatakan sah apabila didukung oleh sekurang – kurangnya setengah ditambah 1 ( satu ) dari jumlah BPKel. Oi yang sah.&lt;br /&gt;3. Ketentuan – ketentuan mengenai Musyawarah Kota Oi berlaku sama bagi Musyawarah Kota Luar Biasa Oi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasal 45&lt;br /&gt;Rapat Kerja Kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rapat Kerja Kota Oi adalah Musyawarah yang dilaksanakan untuk menyusun kerangkan dan strategi program kerja Organisasi di tingkat Kota/Kabupaten.&lt;br /&gt;2. Rapat Kerja Kota Oi diselenggarakan oleh BPK Oi yang dihadiri oleh utusan BPKel Oi.&lt;br /&gt;3. Rapat Kerja Kota memiliki kewenangan mengadakan evaluasi terhadap program sebelumnya dan menetapkan program selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 46&lt;br /&gt;Musyawarah Kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Musyawarah Kelompok Oi adalah forum musyawarah tertingi dalam organisasi di tingkat Kelompok.&lt;br /&gt;2. Musyawarah Kelompok Oi dihadiri oleh Anggota BPKelompok Oi.&lt;br /&gt;3. Musyawarah Kelompok Oi diselenggarakan oleh BPKelompok Oi setiap 1    ( Satu ) tahun sekali.&lt;br /&gt;4. Musyawarah Kelompok Oi dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang – kurangnya setengah ditambah 1 ( satu ) dari jumlah anggota BPKelompok Oi yang sah.&lt;br /&gt;5. Musyawarah Kelompok Oi memiliki kewenangan :&lt;br /&gt;a. Menetapkan pokok – pokok pikiran dan rekomendasi Oi di tingkat Kelompok. &lt;br /&gt;b. Memilih dan menetapkan Ketua dan tim formatur Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XVII&lt;br /&gt;PERUBAHAN ANGGRAN RUMAH TANGGA&lt;br /&gt;Pasal 47&lt;br /&gt;Perubahan Anggaran Rumah Tangga ini hanya dapat dilakukan melalui Musyawarah Nasional Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XVIII&lt;br /&gt;PERATURAN - PERATURAN ORGANISASI &lt;br /&gt;Pasal 48&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anggaran Rumah Tangga ini dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan – Peraturan Organisasi.&lt;br /&gt;2. Peraturan – Peraturan Organisasi ditetapkan oleh Badan Pengurus Pusat Oi dan tidak bertentangan dengan AD/ART dan Keputusan Munas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XIX&lt;br /&gt;ATURAN PERALIHAN&lt;br /&gt;Pasal 49&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dengan ditetapkannya dan disahkannya Anggaran Rumah Tangga Oi  ini maka Anggaran Rumah Tangga Oi yang lama sebagaimana tersebut dalam surat keputusan Musyawarah Nasional Oi ke III  tanggal 26 November 2006 di Taman Budaya Dago, Bandung Jabar  dinyatakan tidak berlaku lagi.&lt;br /&gt;2. Peraturan-peraturan yang ada sebelum ditetapkan dan disahkan Anggaran Rumah Tangga ini dapat  tetap berlaku selama belum ada perubahan dan sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Rumah Tangga ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XX&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Pasal 50&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran Rumah Tangga ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di : Kampung Ciwangun Desa Cihanjuang Rahayu&lt;br /&gt;  Kecamatan Parongpong Bandung Barat Jawa Barat&lt;br /&gt;Pada Tanggal : 02 Desember 2009.&lt;br /&gt;Disahkan pada : Sidang Tim AD HOC MUNAS Oi IV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TTD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Ad Hoc MUNAS Oi IV&lt;br /&gt;Ketua  : MIFTAHUL HUDA Ms.&lt;br /&gt;Sekretaris : CANDRA TRI WAHYUDI&lt;br /&gt;Anggota : SUKAMTO&lt;br /&gt;Anggota : REPHOEGIE DINA&lt;br /&gt;Anggota : ALLEN PALES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-8552319271102142392?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/8552319271102142392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/01/ketetapan-musyawarah-nasional-ke-iv-oi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/8552319271102142392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/8552319271102142392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2010/01/ketetapan-musyawarah-nasional-ke-iv-oi.html' title='KETETAPAN MUSYAWARAH NASIONAL KE IV Oi'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/Sz7s-If7CoI/AAAAAAAAAtQ/CCoMbox4kiM/s72-c/oi+original+logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-3835671430575990249</id><published>2009-12-26T22:07:00.000-08:00</published><updated>2009-12-26T22:14:38.303-08:00</updated><title type='text'>SURAT KEPUTUSAN KETUA UMUM Oi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/Szb7Pq-jlYI/AAAAAAAAAsk/KyqlR9Y3aHc/s1600-h/oi+original+logo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/Szb7Pq-jlYI/AAAAAAAAAsk/KyqlR9Y3aHc/s200/oi+original+logo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419795448240248194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KETUA UMUM BADAN PENGURUS PUSAT Oi;&lt;br /&gt;MENIMBANG  :&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;1.Bahwa telah dilaksanakan MUNAS Oi IV pada tanggal 30 Oktober- 1 November di Ponpes Lirboyo yang menghasilkan Ketua Umum Oi terpilih untuk periode 2009-2012&lt;br /&gt;2.Bahwa agar Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Oi terpilih periode 2009-2012 dapat segera melaksanakan tugas dan fungsinya maka perlu segera mengangkat dan menetapkan anggota-anggota Badan Pengurus Pusat dan Para Pembina serta Pimpinan Lembaga –lembaga Otonom masa bakti 2009-2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MENGINGAT  :&lt;br /&gt;1.Akte Notaris Rawat Erawady, SH. No.2, Tanggal 13 Juni 2000 tentang Organisasi Oi.&lt;br /&gt;2.Anggaran Dasar Oi hasil MUNAS Oi IV:&lt;br /&gt;a.BAB IX  Organisasi. Pasal 12; Ayat 1; butir b. &lt;br /&gt;b.BAB XI  Musyawarah dan Rapat-rapat. Pasal 14; Ayat  1; a. &lt;br /&gt;3.Anggaran Rumah Tangga Oi hasil MUNAS Oi IV:&lt;br /&gt;a.BAB X Struktur Organisasi, Susunan Pengurus, Tugas dan Wewenang. Pasal 15; Ayat 1. Dan Pasal 16; Ayat 1-7. Dan Pasal 17; Ayat 1-9. &lt;br /&gt;b.BAB XIV Perangkat Organisasi. Pasal 29; Ayat 1-5. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENETAPKAN         :  &lt;br /&gt;1. Keputusan Ketua Umum Badan Pengurus Oi Tentang Pengangatan Jajaran Badan Pengurus Pusat Oi; Para Pimpinan Lembaga Otonom; dan Para Pembina Pusat periode 2009-2012&lt;br /&gt;2. Menetapkan nama-nama Jajaran Badan Pengurus Pusat Oi; Para Pimpinan Lembaga Otonom; dan Para Pembina Pusat periode 2009-2012, sebagaimana lampiran keputusan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya dan apabila di kemudian hari, terdapat kekeliruan dan/ atau kesalahan akan diperbaiki sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; DITETAPKAN DI       : JAKARTA&lt;br /&gt;PADA TANGGAL      : 23 DESEMBER 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SONY TEGUH TRILAKSONO&lt;br /&gt;KETUA UMUM Oi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN NO. : 18/BPP-Oi/SK-KETUM01/XII/09&lt;br /&gt;TANGGAL : 23 DESEMBER 2009 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAJARAN BADAN PENGURUS PUSAT Oi PERIODE 2009-2012&lt;br /&gt;NO NAMA JABATAN ASAL KOTA/PROPINSI&lt;br /&gt;1. FAUZIE ACHMAD SUJA Sekretaris Jenderal Jakarta Selatan/DKI JKT&lt;br /&gt;2. CANDRA TRI WAHYUDI Wakil Sekretaris Jenderal Surabaya/JATIM&lt;br /&gt;3. ST. RAHMAH Bendahara Umum Kodya Bekasi/JABAR&lt;br /&gt;4. NURASIAH Wakil Bendahara Kodya Bekasi/JABAR&lt;br /&gt;5. REPHOEGIE DINA Ketua 1 Bid. Pendidikan &amp; Pelatihan Tasik/JABAR&lt;br /&gt;6. CHAERUDIN  Sekretaris Bid. Pendidikan &amp; Pelatihan Depok/JABAR&lt;br /&gt;7. MIFTAHUL HUDA, MS. Ketua 2 Bid. Organisasi &amp; Aparatur Magetan/JATIM&lt;br /&gt;8. M. IHLAS Sekretaris Bid. Organisasi &amp; Aparatur Muna/SULTRA&lt;br /&gt;9. TRI BUDHI SUWARSONO Ketua 3 Bid. Komunikasi &amp; Informasi Jakarta Selatan/DKI JKT&lt;br /&gt;10. IMAM ANDI BASTIAN Sekretaris Bid. Komunikasi &amp; Informasi Tangerang/Banten&lt;br /&gt;11. BUDI ARIYANTO PRANATA Ketua 4 Bid. Perekonomian &amp; Niaga Bandar Lampung/LAMPUNG&lt;br /&gt;12. TEDDY AGINDA Sekretaris Bid.Perekonomian &amp; Niaga   Sumedang/JABAR&lt;br /&gt;13. BOBBY SYAMSUDIN Ketua 5 Bid. Olahraga &amp; Kepemudaan Jakarta Utara/DKI JKT&lt;br /&gt;14. AGUS DWI RUSMIANTO Sekretaris Bid. Olahraga &amp; Kepemudaan Tasik/JABAR &lt;br /&gt;15. SUKAMTO Ketua 6 Bid. Penelitian &amp; Pengembangan Samarinda/KALTIM&lt;br /&gt;16. YAYAN SURYANDI (BONIES) Sekretaris Bid.Penelitian &amp; Pengembangan Banjar/JABAR&lt;br /&gt;17. RATNA WAHYUNIGSIH Ketua 7 Bid. Pengembangan Peran Wanita Bekasi/JABAR&lt;br /&gt;18. YHOYO R. SUWANDHANA Sekretaris Bid. Pengembangan Peran Wanita Manado/SULUT&lt;br /&gt;19. M. JAMIL Ketua 8 Bid. Seni &amp; Budaya Ambon/MALUKU&lt;br /&gt;20 GALUH PERMADI Sekretaris Bid.Seni &amp; Budaya  Cirebon&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LEMBAGA – LEMBAGA OTONOM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Oi Crisis Centre&lt;br /&gt;• Ketua Umum : Agus Wiradi.&lt;br /&gt;2. Lembaga Bantuan Hukum Oi&lt;br /&gt;• Ketua Umum : Irfan Fahmi el-Kindy.&lt;br /&gt;3. Kantor Berita Oi: Website &amp; TablOi (Tabloidnya Oi)&lt;br /&gt;• Ketua Umum : Ronggo Warsito&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;PEMBINA Oi PUSAT:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Virgiawan Listanto   : Pencetus dan Unsur Pendiri Oi&lt;br /&gt;2. Rosana Listanto   : Unsur Pendiri Oi&lt;br /&gt;3. Kresnowati   : Mantan Ketum Oi ’99-‘00&lt;br /&gt;4. Iif Ranupane   : Mantan Ketum Oi 2000&lt;br /&gt;5. Pudji Pamungkas   : Mantan Ketum Oi ’00-‘01&lt;br /&gt;6. Digo Dz   : Mantan Ketum Oi ’03-‘09&lt;br /&gt;7. Khair Syurkati   : Unsur Pendiri Oi&lt;br /&gt;8. Ainul Hidayat   : Profesional, bid. Enterpreneurship&lt;br /&gt;9. Sulton Amin  : Profesional, bid. Pendidikan&lt;br /&gt;10.  Nunuk P. Sugriono  : Profesional, bid. Manajemen&lt;br /&gt;11.  Djoko Budiono  : Profesional, bid. Kebudayaan&lt;br /&gt;12.  Istiqlal Taufik  : Profesional, bid. Enterpreneuship&lt;br /&gt;13.  Franky Raden  : Profesional, bid Seni &amp; Budaya&lt;br /&gt;14.  Ridar Handoko  : Profesional, bid. Kepemerintahan&lt;br /&gt;15.  Ainurrofiq  : Profesional, bid Enterpreneuship&lt;br /&gt;16.  Waluyono  : Profesional, bid. Olahraga&lt;br /&gt;17.  Leoji Listanto   : Profesional, bid. Hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-3835671430575990249?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/3835671430575990249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/12/surat-keputusan-ketua-umum-oi_26.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3835671430575990249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3835671430575990249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/12/surat-keputusan-ketua-umum-oi_26.html' title='SURAT KEPUTUSAN KETUA UMUM Oi'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/Szb7Pq-jlYI/AAAAAAAAAsk/KyqlR9Y3aHc/s72-c/oi+original+logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-2213348564147187136</id><published>2009-12-23T18:12:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T18:21:22.414-08:00</updated><title type='text'>H.M Iwan Fals</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SzLP35Q8bbI/AAAAAAAAAsc/2oCSlCid45M/s1600-h/puang+haji.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SzLP35Q8bbI/AAAAAAAAAsc/2oCSlCid45M/s320/puang+haji.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418621860851772850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Konser perdana HM Iwan fals di panggung kita datang dan saksikan ya,.SMS dari Babe Lutfi koordianator Fals Mania salah satu divisi di dalam ormas Oi.Sekilas SMS itu tampak biasa saja namun bagi penggemar iwan fals coba sebut nama sang legenda hidup tersebut dengan sebutan Haji Muhammad,keren juga ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar suara hati?? Iwan fals sang legendaris memang melegenda di arus bawah masyarakat yang mengharapkan keadilan, dari suara hati guru dengan oemar bakrinya di suarakan,tikus kantor untuk sentilan para koruptor,wakil rakyat bagi anggota dewan yang suka molor,kereta tiba pukul berapa untuk waktu jam karet bagian Indonesia sampai polisi yang suka negoisasi,suara hati para pelacur disuarakan,yang kena PHK apalagi sampai akhirnya lagu Bongkar yang di tahbiskan menjadi lagu terbaik sepanjang masa&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;, saya yakin anda sepakat bahwa iwan fals menyuarakan suara sumbang anak negeri yang terkoyak ketidak adilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya sering mendengar pertanyaan kemana bang Haji Iwan (kalau boleh mendahului menyebutkannya) selama ini ??lagunya tak selantang dulu,tak segarang lagunya saat orde baru masih berkuasa bahkan bang haji di tuduh sudah menjadi antek kapitalis oleh penggemarnya sendiri ,http://www.iwanfals.co.id/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan fals terlihat dari wajahnya memang punya perubahan mendasar dari wajahnya yang dulu terlihat garang memang sekarang lebih sejuk mungkin seiring usia ada yang mengatakan perubahan tersebut karena kepergian almarhum Galang Rambu Anarki (maaf abang bukan bermaksud mengungkit hal tersebut) jawaban pastinya hanya Bang Haji Iwan yang bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak mau berpanjang kata dan berpolemik kenapa bang iwan sekarang tak punya lagu segarang dulu namun jawaban saya adalah lagu-lagu iwan yang dulu tercipta bahkan sudah melampaui zamannya di Indonesia walaupun ketika itu munculnya lagu-lagu tersebut saat rezim masih sangat bebas mendikte dan refresif terhadap karya-karya anak bangsa sendiri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menjadi Haji bang Iwan fals semoga mabrur dan barokah dan ternyata sekarang negeri ini punya dua bang haji legendaris ,semoga saja suatu saat saya bisa membawakan acara bang haji lagi persis ketika ulang tahun Oi di luwinanggung bang haji muncul tiba-tiba dan rela bernyanyi bersama kami para perindu gerakan suara hati keadilan di negeri ini.saya merasa bangga untuk hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-2213348564147187136?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/2213348564147187136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/12/hm-iwan-fals.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2213348564147187136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2213348564147187136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/12/hm-iwan-fals.html' title='H.M Iwan Fals'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SzLP35Q8bbI/AAAAAAAAAsc/2oCSlCid45M/s72-c/puang+haji.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-3045614416312923407</id><published>2009-12-23T18:06:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T18:11:30.631-08:00</updated><title type='text'>Kalender 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SzLNnN2scII/AAAAAAAAAsU/9i-DdELVt8k/s1600-h/kalender+iwan+fals+23.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 301px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SzLNnN2scII/AAAAAAAAAsU/9i-DdELVt8k/s400/kalender+iwan+fals+23.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418619375297785986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-3045614416312923407?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/3045614416312923407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/12/kalender-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3045614416312923407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3045614416312923407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/12/kalender-2010.html' title='Kalender 2010'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SzLNnN2scII/AAAAAAAAAsU/9i-DdELVt8k/s72-c/kalender+iwan+fals+23.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-2258381414238344086</id><published>2009-11-21T21:31:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T21:32:59.190-08:00</updated><title type='text'>Idealisme OCC, Bukti Eksistensi Yang Mesti Dipertahankan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjNAr3kbEI/AAAAAAAAAr8/-dfG-8Sn26U/s1600/n64907388221_5220.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 221px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjNAr3kbEI/AAAAAAAAAr8/-dfG-8Sn26U/s320/n64907388221_5220.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406796764317772866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ebagai salah satu organ independen di Oi, Oi Crisis Center (OCC) sudah membuktikan kiprahnya hadir di tengah-tengah masyarakat korban bencana yang membutuhkan uluran tangan dari para relawan. Oleh karena itu, tak berlebihan kiranya, jika OCC diharapkan terus hadir menggenapi keberadaan Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didit, Pimpinan OCC kepada iwanfals.co.id mengakui ketika bencana gempa Padang terjadi, tak berapa lama pihaknya merespon dengan memberangkatkan personil OCC, tepatnya dua hari setelah kejadian gempa Padang, setelah sebelumnya sebuah rapat persiapan digelar malam harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;OCC tampaknya memang tidak ingin lambat dalam merespon bencana. Terutama karena banyak korban gempa yang sedang benar-benar membutuhkan pertolongan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencanannya, OCC tetap akan dipertahankan keberadaannya di Padang, hingga awal November, hingga tuntas masa pemulihan tahap pertama. Bahkan OCC berencana mengoptimalkan bantuannya, berkoordinasi dengan Satkorlak PB I, Satkortlak PB II, agar bisa membantu mendistribusikan logistik di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalamannya, Didit mengeluhkan banyaknya bantuan yang datang ke Padang, namun tidak tepat sasaran. Dicontohkannya, bantuan yang datang terutama makanan, ternyata banyak yang kadaluarsa. Disamping itu, dia juga mengeluhkan banyak lembaga bantuan yang menyalurkan langsung bantuannya ke para korban, hingga penyaluran bantuan jadi simpang siur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, banyak lembaga yang tidak mau berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam mengirimkan bantuannya. Ini yang salah satunya membuat bantuan tidak tepat sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh paling nyata tidak tepatnya bantuan masyarakat terhadap para korban, ada yang mengirim bantuan berupa minyak goreng. Namun sayangnya bagaimana para korban bisa memasak, sementara gas tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, jika lembaga-lembaga tersebut mau meminta data kebutuhan korban dan keluarganya di Puskodalops BNPB di kabupaten dan propinsi, masalah-masalah tersebut tidak bakal terjadi. ”Mereka malas mencari data, itu saja sih yang saya lihat,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak awal masa tanggap darurat hingga kini, puluhan relawan OCC diterjunkan untuk melakukan bantuan kepada para korban. Mereka adalah para relawan OCC asal BPK Oi Jakarta, Lampung, Medan, Jambi, dan Bengkulu. Semuanya berjumlah tak kurang 50 orang, di luar BPK Oi Padang yang jumlahnya mencapai 80 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja OCC tidak sekedar menyalurkan bantuan, melainkan juga melakukan pemulihan atau konseling, terhadap para pengungsi. Ini yang menurutnya salah satu bentuk keperdulian lain dari OCC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan Didit, terkait kendala kerja relawan OCC, di lapangan menurutnya sama sekali tidak ada. Bahkan OCC juga sudah menyalurkan bantuan sekitar Rp 15 juta, yang didonasikan ke para korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan tersebut sepenuhnya disalurkan bagi dukungan transportasi. Hal ini penting karena hampir seluruh NGO, sesudah minggu kedua setelah bencana, sebagian besar sudah pulang ke daerahnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan OCC di Padang, saat ini berada di bawah kendali BNPB. Sehingga, semua kebijakan OCC di lapangan akan selalu dikoordinasikan dengan BNPB. ”OCC tidak bekerja sendiri, melainkan selalu berkoordinasi,” urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, bagi sebagian relawan mungkin saja mengalami banyak kendala termasuk kekurangan logistik di lapangan hingga mempengaruhi kerja mereka di lapangan. Namun bagi OCC, menurut Didit justru sebaliknya, pihaknya tak kekurangan sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dialami oleh para relawan OCC, ditengarainya merupakan salah satu imbas dari karisma yang baik dari Iwan Fals, yang pribadinya diterima oleh banyak kalangan. ”Sehingga buntutnya kita jadi mudah diterima oleh banyak pihak juga,” urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Padang, para relawan OCC disebar ke seluruh wilayah Sumatera Barat. Dengan dua Posko Utama yang berada di Satkorlak PB I, kantor Gubernur, serta berada di Satkorlak PB II, Padang Pariaman. Bahkan, hingga sekarang OCC masih menyalurkan bantuan ke Solok dan Pariaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping bertanggungjawab mendistribusikan logistik kepada korban gempa, OCC juga membantu percepatan pulihnya birokrasi. Untuk tugas tersebut disyukurinya, OCC bahkan sudah memperoleh fasilitas pelayanan cepat dari Kabulog Sumbar. ”Sehingga jika pengungsi membutuhkan barang bisa dengan mudah disalurkan,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, Didit merasa tak sepaham akan adanya kabar keterlambatan penyaluran bantuan yang terutama dikarenakan birokrasi penyaluran bantuan yang panjang dan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab menurutnya yang menyebabkan lambannya penyaluran bantuan di awal gempa Sumbar, terutama karena kapal logistik dari pelabuhan Tanjung Priok, di tengah laut mengalami badai. Sehingga kapal-kapal tersebut tidak bisa segera bersandar ke Pelabuhan Teluk Bayur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwal kabar yang meresahkan, kelambatan bantuan karena birokrasi yang sulit, bahkan Humas Padang Pariaman dan Humas Kegubernuran SUMBAR, juga pernah meminta bantuan OCC untuk menjawab berita-berita yang bersumber dari salah satu stasiun TV. ”Karena kejadiannya memang faktor alam, ya itu tadi kapal yang tak bisa segera bersandar karena ada badai, bukan yang lainnya,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OCC menurut Didit, sengaja berkonsentrasi menangani korban gempa terutama pada bidang transportasi. Ini karena menurut pertimbangan, dari sekian banyak relawan yang datang ke Padang, tidak banyak yang peduli dengan masalah transportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal menurutnya, transportasi inilah yang paling penting. Dishub Sumbar sendiri menurutnya mengakui hanya memiliki lima buah truk yang dibagikan ke delapan kabupaten. ”Bisa dibayangkan sulitnya menangani para korban gempa dengan armada truk yang minim,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain OCC, salah satu lembaga besar lain yang peduli dengan transportasi adalah IOM (International Organization for Migration). Lembaga tersebut bahkan menyewa hingga 50 truk selama satu bulan setelah gempa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakuinya, dukungan dari Iwan Fals sendiri, sangatlah berarti. Iwan menurutnya memiliki perhatian yang sangat besar, terhadap bencana dan keterlibatan OCC sebagai relawan. Setiap harinya, Didit menyatakan bahwa Iwan selalu berkoordinasi dengan OCC. Bahkan, menurutnya Iwan selalu berpesan dan menegaskan, agar keberadaan OCC jangan sampai membuat susah orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, menurut Digo, Ketua BPP Oi, keberadaan OCC saat ini mutlak dan mesti terus ada. Karena banyak orang yang masih mengedapankan idealismenya. Dia juga mengiyakan, keberadaan OCC jadi semakin penting manakala semakin seringnya, bencana terjadi di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dia mengaku sangat percaya, jika OCC bertahan dengan idealismenya, OCC akan tetap eksis. Dia bahkan menyatakan, boleh saja ada perubahan di kepengurusan, namun secara kelembagaan sebaiknya OCC memang mesti terus ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dia menilai para rekan OCC-nya diakuinya cukup berani menggunakan nama Oi Crisis Center (OCC). Saat ini, OCC adalah lembaga non departemen yang berdiri sendiri. Bahkan kedepannya, OCC diharapkan akan bersandar ke Basarnas, atau ke BNPB. Karena yang terpenting adalah ”semangat untuk bekerja”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-2258381414238344086?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/2258381414238344086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/11/idealisme-occ-bukti-eksistensi-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2258381414238344086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2258381414238344086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/11/idealisme-occ-bukti-eksistensi-yang.html' title='Idealisme OCC, Bukti Eksistensi Yang Mesti Dipertahankan'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjNAr3kbEI/AAAAAAAAAr8/-dfG-8Sn26U/s72-c/n64907388221_5220.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-6071104959521185948</id><published>2009-11-21T21:26:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T21:27:56.792-08:00</updated><title type='text'>SEMUA ADA SOLUSINYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjL1F4Z2EI/AAAAAAAAAr0/bUTjkjLkI7I/s1600/Iwan+Fals-104.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 248px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjL1F4Z2EI/AAAAAAAAAr0/bUTjkjLkI7I/s320/Iwan+Fals-104.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406795465630537794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;EMUA ada solusinya. Semua ada jalan keluarnya. Itulah kalimat yang diucapkan Iwan Fals (47) kepada tim redaksi iwanfals.co.id pada Rabu (17/6) lalu di acara Ngopi Bareng Iwan Fals di kediamannya di desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan lebih lanjut juga mencontohkan bahwa setiap orang punya solusi sendiri setiap menghadapi masalah. “Saya kalau lagi suntuk lagi sumpek biasanya tarik nafas panjang, berbaring rileks sebentar. Setelah itu, hilang rasa sumpek dan pusingnya,” ungkap pria kelahiran 3 September 1961 ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Iwan, jika setiap individu di negeri ini punya solusinya, maka Bangsa Indonesia yang sedang menghadapi multi-krisis pun harusnya punya solusi juga. Karena bangsa itu terdiri dari orang-orang. Kumpulan dari orang-orang. “Jika setiap orang punya solusi, maka bangsa pun juga punya solusi,” cetusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari bersama, negeri ini yang sedang menghadapi hajatan besar Pilpres, butuh dana besar. Sementara di satu sisi, persoalan yang menggerogoti bangsa juga terus berlangsung. Nyaris tak ada yang mulus di setiap departemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam persoalannya. Di dunia kesehatan, banyak penyakit. Di bidang olahraga juga kurang sehat. Di bidang keuangan, malah sering tekor. Di jalur hukum, tak jarang menyimpang. Soal kedaulatan negara, banyak ulat. Banyak ulat yang mencoba menggerogoti eksistensi NKRI. “Jadi jangan khawatir, pasti ada jalan keluarnya,” ujar Iwan menenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat si legenda musik Indonesia ini tenang, adalah karena bangsa Indonesia hanya mengalami dua musim. Tidak seperti di negara lain yang punya 4 musim. Untuk hidup tidak harus berjuang terlalu keras. Berbeda dengan penduduk Eskimo yang harus berburu beruang untuk dijadikan baju. Setiap kali membuat makanan atau minuman harus segara disantap soalnya bisa cepat dingin dan berjamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia lebih santai, bisa hidup. “Sedangkan di sini, kita buka baju saja masih bisa hidup. Tak usah jauh-jauh, padi bisa ditanam sendiri. Sayuran tinggal petik. Musim cuma dua. Matahari berlimpah, air berlimpah. Sesungguhnya, kita tak harus menggali seluruh sumber daya alam kita, itu pun masih bisa hidup. Untuk apa emas diambil? Boleh diambil tapi secukupnya saja. Yang penting untuk kebutuhan saja. Jangan memenuhi keserakahan. Kalau semua isi bumi, dan kekayaan alam yang lain di ambil, bumi bisa mati. Contoh saja, kalau manusia kumisnya dicukur, jenggot di cukur, alis dicukur, semua rambut yang tumbuh dicukur. Usus diambil, hati diambil, paru-paru diambil, gimana jadinya. Bumi pun seperti itu,” ungkap Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-6071104959521185948?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/6071104959521185948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/11/semua-ada-solusinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/6071104959521185948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/6071104959521185948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/11/semua-ada-solusinya.html' title='SEMUA ADA SOLUSINYA'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjL1F4Z2EI/AAAAAAAAAr0/bUTjkjLkI7I/s72-c/Iwan+Fals-104.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-4277124451247776092</id><published>2009-11-21T21:23:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T21:25:13.084-08:00</updated><title type='text'>Harapan Iwan Fals: "Pemilu 2014, Lima Partai Saja"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjLMgdFeBI/AAAAAAAAArs/QPZ6QiZM8vY/s1600/12940_1149089010287_1319453975_30396696_1831649_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 223px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjLMgdFeBI/AAAAAAAAArs/QPZ6QiZM8vY/s320/12940_1149089010287_1319453975_30396696_1831649_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406794768389077010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemilu legislatif yang baru saja digelar 9 April lalu menyisakan beberapa catatan penting. Di lapangan, misalnya, masyarakat mengalami kesulitan lantaran terlalu besarnya ukuran kertas pilihan, sementara ruang tempat mencontreng terlalu sempit. Kesulitan itu bukan saja dialami pihak pemilih tapi juga panitia pemilihan umum dalam hal ini KPU (Komisi Pemilihan Umum -red). KPU mengalami kesulitan secara teknis dalam pelaksanaannya. Biaya pelaksanaan juga jadi membengkak. Hal ini jelas akan membebani negara untuk menggelar Pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terjadi Pemilu, realitasnya pun hanya lima partai saja yang mendapat pemilih cukup besar. Berdasarkan kenyataan ini, untuk Pemilu 2014 sebaiknya partai-partai itu disederhanakan menjadi lima partai saja. Yaitu, Partai Ketuhanan, Partai Kemanusiaan, Partai Persatuan, Partai Kerakyatan dan Partai Keadilan. Partai-partai itu dipetik dari Pancasila. Nama sistem demokrasinya menganut demokrasi Pancasila. Itulah buah pikiran Iwan Fals yang diungkapkan kepada wartawan iwanfals.co.id.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Iwan Fals, kita tak perlu pusing mencari bentuk-bentuk. Ã¢â‚¬Å“Kita sudah memiliki modal besar dan panduan yang pasti dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila. Jadi partai-partai yang ada tinggal bekerja untuk sila-silanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ã¢â‚¬Å“Kenyataan multi partai, kita mengalami kesulitan. Akhirnya bikin bingung. Saya berpikir, kenapa tidak disederhanakan saja. Kita sepakat Pancasila, sebagai modal bernegara. Berdasarkan penelitian. Nilai ke-Indonesia-an. Kenapa butir-butir Pancasila tidak dikembangkan menjadi partai-partai itu? Misalnya, Partai Ketuhanan, Partai Keadailan, Partai Persatuan, Partai Kemanusiaan dan Partai Kerakyatan. Semua orang Indonesia bekerja untuk itu. Menurut saya, itu warna kita yang benar-benar berbeda dengan Amerika yang cuma dua, Demokrat dan Republik. Kita jadi punya ciri khas sendiri. Dan yang pasti lebih sederhana,Ã¢â‚¬Â papar Iwan Fals dengan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyederhanakan menjadi 5 partai perlu dilakukan fusi bukan lagi koalisi, berdasarkan nilai-nilai yang diperjuangkan. Jadi partai-partai yang memiliki spirit perjuangan sama melebur jadi satu partai. Seluruh partai yang berlandaskan keagamaan, misalnya, masuk Partai Ketuhanan, partai-partai yang lebih menyuarakan persatuan; masuk Partai Persatuan dan seterusnya. Ã¢â‚¬Å“Saya berharap ini jadi pekerjaan rumah para legislatif. Pada tahun 1955, kita pernah mengalami itu. Kalau dari kaca mata itu, kita mengalami kemunduran. Toh pada akhirnya tinggal empat partai yang berkoalisi. Itu sudah paling banyak. Kalau dari pagi sudah dibentuk lima partai tak perlu lagi ada koalisi lagi. Sudah langsung main. Soal teknisnya gimana nanti,Ã¢â‚¬Å“ tandas Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan menyangkut sistem pemerintahan. Kita mau menganut sistem presidensial atau parlementer, harus jelas. Ã¢â‚¬Å“Juga harus disegerakan presidensial atau parlementer. Ada yang bilang sistem sekarang Ã¢â‚¬ËœbanciÃ¢â‚¬â„¢. Mesti dipastiin buru-buru supaya tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. DPR harus bikin aturan main, jadi nanti lembaga tinggi negara yudikatif dan eksekutif, sehingga tidak terjadi lagi debat kusir. Tafsir bisa banyak sekali. Saya tidak bisa menjelaskan tafsir pasal-pasal itu. Orang harusnya sudah kerja tapi masih ngomong pasal-pasal,Ã¢â‚¬Â tutur Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perlunya penyederhanaan partai, Iwan juga berharap perlu adanya penyederhaan peraturan. Menurutnya, peraturan yang sekarang berlaku, peraturan apapun, terlalu rumit. Peraturan idealnya harus bisa dipahami semua golongan dan lebih sederhana. Jadi jangan membuat peraturan yang hanya bisa dipahami orang berpendidikan saja. Tapi juga masyarakat yang berpendidikan rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ã¢â‚¬Å“Segeralah dipastikan peraturan itu. Ada yang bilang warisan Belanda lah dan lain-lain. Ini tugas kaum yudikatif. Kalau banyak tafsir malah menjerumuskan. Setelah dibentuk aturan main, dibuat buku saku di mana setiap warga negara bisa mengantongi untuk dipelajari. Jadi tahu mana yang salah dan benar,Ã¢â‚¬Â ujar Iwan Fals. Yang terjadi kata Iwan, Ã¢â‚¬Å“Kadang-kadang bahasa hukum susah. Ini tantangan buat pembuat peraturan. Jadi yang mengawasi peraturan juga memahami,Ã¢â‚¬Â lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu jika presiden bersama kabinetnya beserta legislatif sudah terpilih, bekerja untuk kepentingan rakyat. Bukan lagi memikirkan partai. Atau langsung mundur dari partai. Atau biar lebih gamblang jangan mengurus partai lagi. Ã¢â‚¬Å“Begitu masuk Senayan, harus membela rakyat. Keluar dari bajunya. Yang ada hanya Merah Putih. Sekarang ini, banyak legislatif yang cuma memperjuangkan golongan saja,Ã¢â‚¬Â ungkap Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan begitu yakin, jika Indonesia hanya memiliki lima partai, warga negara bekerja lebih semangat. Tiap warga negara bekerja untuk Pancasila. Ã¢â‚¬Å“Dan kita pun sudah memiliki identitas yang lebih pasti, yaitu Pancasila,Ã¢â‚¬Â pungkas Iwan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-4277124451247776092?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/4277124451247776092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/11/harapan-iwan-fals-pemilu-2014-lima.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4277124451247776092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4277124451247776092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/11/harapan-iwan-fals-pemilu-2014-lima.html' title='Harapan Iwan Fals: &quot;Pemilu 2014, Lima Partai Saja&quot;'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjLMgdFeBI/AAAAAAAAArs/QPZ6QiZM8vY/s72-c/12940_1149089010287_1319453975_30396696_1831649_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-7945124677136564102</id><published>2009-11-21T21:11:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T21:21:54.025-08:00</updated><title type='text'>Munas Oi ke-IV Sukses Meski Diwarnai Hujan Interupsi dan Walkout</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjKavj1AQI/AAAAAAAAArk/gi5H9GdU7uI/s1600/11059_1054495459035_1725292595_100872_4386089_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjKavj1AQI/AAAAAAAAArk/gi5H9GdU7uI/s320/11059_1054495459035_1725292595_100872_4386089_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406793913450430722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suksesi di tubuh Oi berlangsung sudah. Rangkaian proses di Munas IV yang menyita stamina dan pemikiran keras dari para kader Oi usai. Sonny Teguh Trilaksono menjadi Ketua Umum Oi yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederet tantangan untuk membangun Oi sudah menanti, infrastruktur, pengelolaan SDM ke arah organisasi modern, sampai tuntutan perbaikan kesejahteraan anggota Oi, jadi bagian lain tuntutan pembangunan organisasi massa pecinta Iwan Fals yang bakal jadi ujian bagi Sonny Teguh, yang akademisi UI dan UGM ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hajatan terbesar Oi berupa Musyawarah Nasional IV Oi yang dilaksanakan pada 30/10-31/10 bertempat di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur usai sudah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gelaran yang didukung oleh Pemkot Kediri, Tiga Rambu, Falcon, Paramita Utama, TVS dan PT Gudang Garam, sengaja memilih tempat di ”tempat keramat” Ponpes Lirboyo, salah satu pondok pesantren yang paling berpengaruh di Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munas yang digelar tersebut, dihadiri oleh tujuh Badan Perwakilan Wilayah (BPW) dan 38 Badan Perwakilan Kota (BPK) Oi se-Indonesia. Acara juga dihadiri oleh BPP Oi lama yang akan selesai masa tugasnya. Sehingga, total peserta tak kurang dari 200 perserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh senior Ponpes Lirboyo, seperti KH Imam Yahya Mahrus serta Badrul Huda Zainal Abidin (Gus Bidin) tampak hadir pula di gelaran tersebut. Gus Bidin, bahkan kerap terlihat di beberapa sesi acara menyimak gelaran yang sangat demokratis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, acara semakin lengkap dengan kehadiran pendiri Oi, Iwan Fals beserta istri, Rosana, yang setia semenjak malam sebelum gelaran tersebut resmi dibuka, hingga penghujung gelaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosana bahkan mengikuti prosesi pemilihan Ketua Umum Oi hingga berfoto bersama perwakilan para perserta Munas yang berjumlah tak kurang 150 orang dari seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istigotsah agar Munas beserta hasilnya memberi sesuatu yang bermanfaat digelar pada 31/10 tepat pukul 9.15, diikuti tak kurang 150 orang. Acara itu dipimpin oleh tokoh senior Ponpes Lirboyo, KH Imam Yahya Mahrus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendampingi Yahya, tampak Gus Bidin, Iwan Fals, Syamsul Azhar (Walikota Kediri), Digo, serta beberapa tokoh lain. ”Semoga dengan digelarnya acara ini plus kerja keras ke depannya, Oi bisa bertambah besar dan Mas Iwan diberi rejeki yang lebih banyak lagi,” urai Imam Yahya Mahrus disela lelucon khasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya acara Munas dibuka oleh Iwan Fals, Digo, Chaerudin, Syamsul Azhari, serta beberapa lainnya. Mereka menabuh rebana bersama, tanda dimulainya Munas IV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaefuloh Yusup, Wakil Gubernur Jawa Timur, pada siang harinya juga sempat mengunjungi arena Munas. Gus Ipul yang hadir, bersama Iwan Fals sempat melantunkan lagu Kemesraan dan Wakil Rakyat. Gus Ipul juga memperoleh pin kehormatan Oi, yang penyematannya dilakukan oleh Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai acara pembukaan Munas, Walikota Kediri, Syamsul Azhari yang dicegat iwanfals.co.id menyatakan rasa sukanya, atas gelaran Munas Oi di kotanya, karena bisa memperkenalkan Kota Kediri kepada masyarakat lewat Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengaku gembira bahwa Oi ternyata sudah memiliki koperasi, di sebuah organisasi sebesar Oi. Apalagi, koperasi baginya merupakan soko guru ekonomi kerakyatan, yang direncanakan semuanya sudah akan berada di bawah pelayanan satu pintu di Kota Kediri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walkout Warnai Munas&lt;br /&gt;Malam hari 30/10 sebelum Munas IV Oi dibuka secara resmi, Munas diawali dengan ”tensi yang meninggi” dari para peserta. Hujan interupsi juga mulai terlihat, dan ternyata terus terlihat di setiap gelaran sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada acara pemaparan dan refleksi kondisi BPW dan BPK Oi se-Indonesia, bahkan lebih separuh peserta melakukan walkout, meninggalkan ruang sidang, karena merasa acara refleksi tersebut tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berpendapat dengan terbatasnya waktu Munas dibanding dengan banyaknya agenda pembahasan yang mesti diselesaikan, sebaiknya Munas langsung saja masuk ke persidangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, acara “curhat” tersebut menurut beberapa perwakilan BPK Oi, semisal yang disampaikan oleh BPK Magetan dan Ngawi, esensinya jadi berubah menjadi semacam gontok-gontokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung, situasi panas tersebut bisa diredam oleh panitia gelaran yang sementara waktu pimpinannya masih dipegang oleh Chaerudin, sebagai Ketua Pelaksana Munas, serta para kader Oi yang masih setia mengikuti acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sesi penyampaian refleksi dari masing-masing daerah, tergambar kesulitan pelaksanaan kegiatan akibat konsolidasi tidak maksimal karena faktor geografis Oi di luar Jawa, dan belum sepenuhnya BPP Oi Pusat mampu mencari solusi atas permasalahan di daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, kesulitan pelaksanaan kegiatan juga terjadi di BPW yang beberapa BPK-nya baru terbentuk sebagai akibat dari proses pemekaran daerah. Kendati dihadapkan pada berbagai kesulitan. Beberapa BPW malah berharap Oi bisa lebih mandiri, hingga tidak lagi bergantung kepada Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, beberapa BPK berhasil menggelar kegiatan yang bisa langsung dirasakan manfaatnya, semisal BPK Palu yang fokus ke kegiatan sosial karena daerahnya sering dilanda bencana. Demikian pula BPK Oi Sulteng dan Pekalongan, yang sudah menggelar dana untuk para korban gempa Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, BPK Oi Jaktim, mengaku sudah mengembangkan kegiatan koperasi yang merupakan amanat gelaran Munas sebelumnya, melalui pengumpulan beras dari para anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan yang lainnya, dilakukan oleh BPK Oi asal Bekasi, yang sudah membuka Sekolah Sepak Bola, serta BPK Bandung yang membuka Perguruan Bela Diri, serta beberapa BPK Oi yang baru saja terbentuk di berbagai daerah dibawah arahan beberapa BPW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pada penyampaian refleksi Oi dari daerah ini, selanjutnya akan menjadi rekomendasi bagi pembangunan Oi ke depannya. Meski diakui Chaerudin, Ketua Pelaksana Munas, pihaknya tidak menyiapkan sesi khusus membahas permasalahan-permasalahan di daerah ini. ”Hasil ini akan kita bawa ke Munas selanjutnya,” tambahnya kepada iwanfals.co.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai sesi acara ini, Kresnowati dari MPP Oi menyampaikan pandangannya, yang terutama tentang perlunya tertib administrasi segera dilakukan oleh Oi dari tingkat pusat hingga ke daerah. Sampai urgensinya kehadiran Koperasi di Oi, serta program KTA (Kartu Tanda Anggota) agar kegiatan Oi bisa lebih maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ojon, salah seorang perserta Munas asal Bandung, kepada iwanfals.co.id menyatakan keprihatinannya. Baginya, aksi walkout yang dilakukan oleh sebagian rekannya tidaklah mungkin terjadi, jika ada ketegasan dari BPP Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakuinya perserta sempat terpancing juga dengan adanya pertanyaan perlu atau tidaknya acara pemaparan atau refleksi digelar. ”Seharusnya tidak perlu lagi meminta ya atau tidak perlunya acara ini digelar, langsung saja. Jangan dibuka lubang ketidaktegasan, yang justru seharusnya ditutup rapat,” urai Ojon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Chaerudin, Ketua Pelaksana Munas menyatakan, kemungkinan rekan-rekannya yang melakukan walkout hanya ingin rubah suasana, terlihat mereka sesudahnya tampak bermain sepak bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31/10, usai pembukaan Munas, acara dilanjutkan. Lewat pemilihan, berbagai persidangan selanjutnya dipimpin oleh Miftahul Huda (BPK Oi Ngawi), Boby Syamsudin (BPW Oi Jakarta) serta Ikhlas M (BPW Oi Sultra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tangan ketiga orang ini, selanjutnya kelancaran penyelenggaraan Munas diserahkan. Peran ketiga orang ini, agar Munas menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang diharapkan oleh seluruh peserta Munas tidaklah kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salut dan Protes di Penyampaian LPJ&lt;br /&gt;Acara lainnya yang tampak menyedot perhatian peserta adalah Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan lama, yang disampaikan oleh Ketum Oi lama, Digo Zulkifli, dihadiri oleh seluruh rekan pengurus Oi 2006-2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir seluruh peserta Munas Oi, kecuali BPK Samarinda dengan bulat menerima LPJ yang disampaikan oleh Kepengurusan Oi 2006-2009. ”Kami bisa menerima dan salut atas hasil kerja BPP Oi pimpinan Kang Digo, meski dengan keterbatasan yang ada, masih mampu berbuat untuk Oi,” urai salah seorang peserta dari Indonesia Timur di forum, seraya berharap kepengurusan Oi ke depannya bisa berbuat lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oi di daerah mengaku sangat kesulitan untuk menggelar kegiatan, terutama jika berhubungan dengan instansi pemerintah. Hal ini terjadi karena belum adanya legalitas Ormas Oi. ”Kita selalu dilempar ke KNPI jika ingin menggelar kegiatan,” urai seorang anggota BPK asal Palu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, juga dikeluhkan oleh peserta minimnya koordinasi dan konsolidasi dari pusat ke daerah, sampai tertib administrasi yang belum berjalan di masing-masing BPW dan BPK. ”Kedepannya hal ini mesti dijadikan sebuah program yang penting,” urai salah seorang peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, pada sesi ini juga dikeluhkan kurangnya ”sentuhan” kegiatan pusat ke daerah, hingga menimbulkan kesan kegiatan hanya berputar di Jabodetabek. ”Jika demikian, dibuat saja BPP Oi Jabodetabek,” urai peserta gelaran asal Surabaya dengan nada suara meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa keluhan dari BPW dan BPK ini, selanjutnya dicatat di dalam kertas kerja Panitia Pelaksana, dan sebagai rekomendasi bagi kepengurusan yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony Teguh Tak Terbendung&lt;br /&gt;Oi memang unik. Jika beberapa organisasi massa tidak memiliki gelaran lain kecuali hanya melakukan pemilihan ketua umum di Munas, Oi justru memaketkannya pada pelaksanaan Munas beserta pembahasan-pembahasan hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sesi yang paling menyedot perhatian peserta yang dianggap merupakan ”roh”nya Munas ini, proses penentuan tata cara penjaringan nama calon Ketum (Ketua Umum), acara tersebut sempat diinterupsi oleh kader senior Oi, Lutfi Afif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfi tampak memberikan peringatan, atas ketidakpantasan seorang kader Oi asal Jawa Timur jika memimpin Oi. Di mengaku perlu menyampaikannya, mengingat kader tersebut dikatakannya bukanlah pencinta Iwan Fals, tak memiliki kecintaan terhadap Oi, serta dicurigainya berada di Oi karena membawa muatan politik tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, pemilihan Bakal Calon Ketum Oi jalan terus. Dari hasil pemilihan secara langsung, muncul 12 nama bakal calon. Nama-nama langganan seperti, Khair Syurkati, Al Hafiz Rana, Ojon, kembali mencuat, kecuali nama Sonny Teguh dan Sifaul Anam yang malah justru dipilih oleh mayoritas peserta menjadi nama-nama Calon Ketua Umum, disamping Khair Syurkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, sesuai kesepakatan yang berhak naik namanya karena didukung oleh minimal 10 BPW dan BPK adalah tiga nama, Khair Syurkati, Sifaul Anam, dan Sony Teguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat pemilihan yang dramatis, akhirnya Sonny Teguh meraih mayoritas suara. Dia mengumpulkan 56 suara, disusul Sifaul Anam 29 suara dan Khair Syurkati 18 suara. Satu suara abstain pada pemilihan itu, dari keseluruhan 115 suara pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sonny Teguh yang merupakan akademisi sekaligus dosen di UI dan UGM itu, berhak memimpin Oi untuk masa bakti 2009-2012. Dengan visi organisasi yang diantaranya akan mencanangkan program pembuatan KTA, mengembangkan komunikasi antara pusat dan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sonny juga berencana melakukan dan memaksimalkan pengembangan kerjasama dengan Tiga Rambu dan Iwan Fals, yang akan dilakukannya bersama dukungan para rekannya di Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, dia juga akan melakukan penguatan peran Oi ke keormasannya yang nir-politik, pengembangan koperasi, hingga dukungan dan penghargaan kepada para sponsor Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung gelaran Munas masih mengamanatkan delapan orang anggota Oi yang dipilih sebagai formatur, untuk membantu Sonny, membentuk kelengkapan organisasi membantu tugas-tugasnya sebagai ketua yang baru.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-7945124677136564102?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/7945124677136564102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/11/munas-oi-ke-iv-sukses-meski-diwarnai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7945124677136564102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7945124677136564102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/11/munas-oi-ke-iv-sukses-meski-diwarnai.html' title='Munas Oi ke-IV Sukses Meski Diwarnai Hujan Interupsi dan Walkout'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjKavj1AQI/AAAAAAAAArk/gi5H9GdU7uI/s72-c/11059_1054495459035_1725292595_100872_4386089_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-7158091723698555986</id><published>2009-11-21T21:06:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T21:08:29.510-08:00</updated><title type='text'>LAGU IWAN FALS YANG TAK BEREDAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjHRebgoYI/AAAAAAAAArc/B8zIb8J3oKk/s1600/12940_1149088770281_1319453975_30396690_4957933_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 257px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjHRebgoYI/AAAAAAAAArc/B8zIb8J3oKk/s320/12940_1149088770281_1319453975_30396690_4957933_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406790455698432386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anak Cendana (Pola Hidup Sederhana)&lt;br /&gt;Iwan Fals (1978)&lt;br /&gt;Anggrek anggrek subur&lt;br /&gt;Dalam taman yang berpagar peluru&lt;br /&gt;Cengkeh kopi dan teh&lt;br /&gt;Serta banyak pabrik di pelosok negeri ini kau punya&lt;br /&gt;Tak kan habis harta tuan tuk tujuh turunan&lt;br /&gt;Pola sederhana itu yang kau minta&lt;br /&gt;Bagi kami hidup berdagang&lt;br /&gt;Bagi kami hidup bertani&lt;br /&gt;Bagi kami pegawai negeri&lt;br /&gt;Bagi kami gelandangan keki&lt;br /&gt;Bagi kami pelacur kelas tinggi&lt;br /&gt;Serta bagi kami yang ABRI&lt;br /&gt;Pola sederhana kan kami lakukan&lt;br /&gt;Asal tuan sudah melakukan&lt;br /&gt;Asal tuan sudah melakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semar Mendem&lt;br /&gt;Iwan Fals (1978)&lt;br /&gt;Dengan langkah tegap berjalan&lt;br /&gt;Seorang pria gendut ubanan&lt;br /&gt;Kau menyusuri lorong pasar&lt;br /&gt;Dikawal ratusan kamera para wartawan&lt;br /&gt;Untuk bahan obrolan buat isi koran&lt;br /&gt;Gemetar para pedagang&lt;br /&gt;Waktu melihat Semar datang&lt;br /&gt;Mengoreksi harga makanan&lt;br /&gt;Mengoreksi harga makanan&lt;br /&gt;Langsung harga turun sekejap&lt;br /&gt;Karena takut Semar menindak&lt;br /&gt;Ibu pejabat yang ikut rombongan&lt;br /&gt;Wah kebetulan mumpung ada teman&lt;br /&gt;Harga barang turun dirasakan&lt;br /&gt;Setelah Semar selesai&lt;br /&gt;Mengoreksi harga makanan&lt;br /&gt;Terpampang dalam surat kabar&lt;br /&gt;Dengan resmi dia umumkan&lt;br /&gt;Harga sembilan bahan pokok tiada perubahan&lt;br /&gt;Ketika ku belanja di pasar&lt;br /&gt;Kaget melihat harga barang&lt;br /&gt;Lalu kuhampiri seorang pedagang&lt;br /&gt;Dan kutanyakan&lt;br /&gt;Siti Sang Bidadari&lt;br /&gt;Iwan Fals, Totok Gunarto, Helmie (1978)&lt;br /&gt;Bedug Maghrib berbunyi keras sekali&lt;br /&gt;Waktu itu aku sudah terbuai mimpi&lt;br /&gt;Mimpi bergumul mesra dengan bidadari&lt;br /&gt;Yang bernama Siti&lt;br /&gt;Nikmat nian aku terbuai mimpi&lt;br /&gt;Lupa pintu kamar mandi untuk dikunci&lt;br /&gt;Pas pukul dua pagi datang maling&lt;br /&gt;Yang tahu diri&lt;br /&gt;Hilang sikat gigi&lt;br /&gt;Hilang pasta gigi&lt;br /&gt;Hilang sabun gigi&lt;br /&gt;Hilang handuk gigi&lt;br /&gt;Yang hilang memang serba gigi&lt;br /&gt;Tapi justru yang hilang gigi&lt;br /&gt;Aku keki&lt;br /&gt;Aku cinta negeri ini&lt;br /&gt;Aku puja negeri ini&lt;br /&gt;Aku manja negeri ini&lt;br /&gt;Aku sayang negeri ini&lt;br /&gt;Makanya aku buat lagu ini&lt;br /&gt;Negeri kita cantik&lt;br /&gt;Bagai bidadari yang bernama Siti&lt;br /&gt;Sehingga banyak diincar kaum lelaki&lt;br /&gt;Negeri kita nikmat&lt;br /&gt;Bagai rendang Padang buatan Gozali&lt;br /&gt;Sehingga banyak yang makan gak bayar terus lari&lt;br /&gt;Atau mungkin ekonomi Indonesia&lt;br /&gt;Sudah kemasukan para pencuri&lt;br /&gt;Itu terbukti&lt;br /&gt;Belum tuntasnya kasus Budiaji&lt;br /&gt;Itu terbukti&lt;br /&gt;Tenang tenang saja sikap POLRI !&lt;br /&gt;Lindungi Tuhan, lindungi kami dari para pencuri amiin !!&lt;br /&gt;Demokrasi Nasi&lt;br /&gt;Iwan Fals (1978)&lt;br /&gt;Ada lagi sebuah perkara&lt;br /&gt;Tentang nyawa manusia&lt;br /&gt;Kisah ini memang sudah lama&lt;br /&gt;Tapi benar terjadi&lt;br /&gt;Anak seorang menteri&lt;br /&gt;Membuat onar lagi&lt;br /&gt;Menembak sampai mati&lt;br /&gt;Kok nggak ada sangsi?&lt;br /&gt;Tentu bukan sesuai dengan undang-undang&lt;br /&gt;Di negeri ini yang katanya demokrasi&lt;br /&gt;Lain lagi dengan orang biasa&lt;br /&gt;Bila mereka curiga&lt;br /&gt;Langsung masuk penjara&lt;br /&gt;Tanpa bukti nyata&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;Undang-undang tampaknya sakit perut&lt;br /&gt;Tuan tolong panggilkan dokter ahli&lt;br /&gt;Untuk Indonesia yang bisa hidupnya&lt;br /&gt;Mungkin terkena wabah kolera&lt;br /&gt;Undang-undang tampaknya sedang sakit&lt;br /&gt;Tuan tolong panggilkan dokter ahli&lt;br /&gt;Untuk Indonesia&lt;br /&gt;Mungkin terkena wabah selesma&lt;br /&gt;Kemarau&lt;br /&gt;Kemarau pasti datang&lt;br /&gt;Tak mungkin ditentang&lt;br /&gt;Tanah kering kerontang&lt;br /&gt;Ilalang terbakar&lt;br /&gt;Kehidupan merindukan air&lt;br /&gt;Hawa panas sampai ke sumsum&lt;br /&gt;Amarah mencoba menembus hari&lt;br /&gt;Tergoda bertahan&lt;br /&gt;Tergoda melawan&lt;br /&gt;Kekalutan melanda situasi resah&lt;br /&gt;Kemarau di hati butuh dimengerti&lt;br /&gt;Karena air sulit dicari&lt;br /&gt;Kemarau di hati butuh dimengerti&lt;br /&gt;Kemarahan menjalar berpijar pijar&lt;br /&gt;Karena api datang menyambar nyambar&lt;br /&gt;Berlomba, berlari&lt;br /&gt;Terkapar, terinjak injak&lt;br /&gt;Mengalir, bencana&lt;br /&gt;Menahun, berulang&lt;br /&gt;Meleleh air mata jangan disimpan&lt;br /&gt;Menggantikan hujan yang diharapkan&lt;br /&gt;Meleleh air mata jangan disimpan&lt;br /&gt;Biarkan membasahi tanah hitam tercinta&lt;br /&gt;Lapar tercampak diujung malam&lt;br /&gt;Bulan bintang cemerlang hanya menyaksikan&lt;br /&gt;Hukum alam berjalan menggilas ludah&lt;br /&gt;Hukum Tuhan katakan “Sabar!”&lt;br /&gt;Lagu Sedih&lt;br /&gt;Lagu sedih anak perawan&lt;br /&gt;Menunggu pacarnya datang&lt;br /&gt;Didepan sebuah pertokoan&lt;br /&gt;Dibawah halte penuh coretan&lt;br /&gt;Lagu sedih perjaka ting ting&lt;br /&gt;Ingin disebut jagoan&lt;br /&gt;Melihat temannya terkapar&lt;br /&gt;Mati didalam comberan&lt;br /&gt;Kisah hari hari kota besar&lt;br /&gt;Menghiasi hati yang diburu&lt;br /&gt;Habis disapu industri&lt;br /&gt;Merubah hati menjadi mesin&lt;br /&gt;Lagu sedih&lt;br /&gt;Berbuih buih&lt;br /&gt;Lapar sayang&lt;br /&gt;Ingin disayang&lt;br /&gt;Lagu sedih ibu yang sepi&lt;br /&gt;Sebab suaminya bosan&lt;br /&gt;Mengharap belaian sayang&lt;br /&gt;Yang tulus penuh pengertian&lt;br /&gt;Lagu sedih bapak yang angkuh&lt;br /&gt;Sebab pekerjaannya kisruh&lt;br /&gt;Pergi ketempat hiburan&lt;br /&gt;Menghamburkan uang curian&lt;br /&gt;Kisah hari hari kota besar&lt;br /&gt;Menghiasi hati yang diburu&lt;br /&gt;Habis disapu industri&lt;br /&gt;Merubah hati menjadi mesin&lt;br /&gt;Lagu sedih&lt;br /&gt;Berbuih buih&lt;br /&gt;Lapar sayang&lt;br /&gt;Ingin disayang&lt;br /&gt;Lagu sedih&lt;br /&gt;Semakin perih&lt;br /&gt;Haus sayang&lt;br /&gt;Ingin disayang&lt;br /&gt;Kembali Ke Masa Lalu&lt;br /&gt;Aku ingin kembali ke masa lalu&lt;br /&gt;Berjalan dari warung ke warung&lt;br /&gt;Berjalan dari rumah ke rumah&lt;br /&gt;Berada disetiap tempat sampah&lt;br /&gt;Begadang, main gitar, mabuk, nyanyi&lt;br /&gt;Setelah itu bercanda dengan para pelacur&lt;br /&gt;Aku ingin kembali ke masa lalu&lt;br /&gt;Ke masa kesalahan menjadi kebanggaan&lt;br /&gt;Waktu itu aku bebas aku lepas&lt;br /&gt;Aku bisa teriak sekeras aku suka&lt;br /&gt;Aku bisa menangis secengeng aku mau&lt;br /&gt;Langkahku ringan rasanya terbang&lt;br /&gt;Aku paling suka mencari perhatian&lt;br /&gt;Segala cara aku lakukan&lt;br /&gt;Tak ada beban tak ada dosa&lt;br /&gt;Tak ada yang aku risaukan&lt;br /&gt;Paling paling hanya hari depan&lt;br /&gt;Dan dituduh P K I&lt;br /&gt;Mencari Kata-Kata&lt;br /&gt;Iwan Fals (1998)&lt;br /&gt;(lagu ini dinyanyikan saat jumpa pers di depan wartawan pada tahun 1988 sebelum konser di Batang)&lt;br /&gt;Kehidupan seorang manusia selalu melamun&lt;br /&gt;Dan apa yang dilamunkan&lt;br /&gt;Apa yang dilamunkan itu salah satu terwujud&lt;br /&gt;Seperti lamunanku yang mencari kata-kata&lt;br /&gt;Bangun tidur layaknya seorang petani&lt;br /&gt;Kalau petani mengambil cangkul&lt;br /&gt;Aku mengambil gitar dan mencari kata-kata&lt;br /&gt;Dan selalu mencari kata-kata&lt;br /&gt;Kata-kata sangat bermanfaat bagiku&lt;br /&gt;Dan kata-kata yang membuat kehidupanku terwujud&lt;br /&gt;Mencari kata-kata&lt;br /&gt;Dan selalu mencari kata-kata&lt;br /&gt;Tiap hari aku mencari kata-kata&lt;br /&gt;Mencari kata-kata&lt;br /&gt;Suhu&lt;br /&gt;Iwan Fals (1997)&lt;br /&gt;(Dibawakan dalam konser Iwan Fals di ITB, 1997)&lt;br /&gt;Kekerasan ada batasnya&lt;br /&gt;Keluwesan tak ada batasnya&lt;br /&gt;Tak ada kuda-kuda yang tak bisa dijatuhkan&lt;br /&gt;Karena itu geseran lebih utama&lt;br /&gt;Kekuatan geseran terletak pada keseimbangan&lt;br /&gt;Rahasia keseimbangan adalah kewajaran&lt;br /&gt;Wajar itu kosong&lt;br /&gt;Joned&lt;br /&gt;Iwan Fals (1993)&lt;br /&gt;( Lagu ini dibawakan pada ‘Konser Humor Musim Panas’ di TIM Jakarta 1993. Lagu tentang prajurit tua yg disingkirkan alias veteran )&lt;br /&gt;Sakit hati prajurit tua Mohamad Joned&lt;br /&gt;Sumpah serapah yang keluar ‘monyet’&lt;br /&gt;Nasibnya sial&lt;br /&gt;Karirnya sial&lt;br /&gt;Puluhan tahun dia lewati&lt;br /&gt;Puluhan tahun dia mengabdi&lt;br /&gt;Kepala buat kaki&lt;br /&gt;Jurit Joned bersabarlah sampai mati&lt;br /&gt;Oii jangan frustasi&lt;br /&gt;Oii badanmu kurus nanti&lt;br /&gt;Oii jangan iri&lt;br /&gt;Jurit Joned emang mereka turunan ‘nyomet’&lt;br /&gt;Kembanglah sang otak&lt;br /&gt;Geraklah bergerak&lt;br /&gt;Bangkitlah sang nyali&lt;br /&gt;Jurit Joned menyanyi lagi&lt;br /&gt;Kembanglah sang otak&lt;br /&gt;Geraklah bergerak&lt;br /&gt;Bangkitlah sang nyali&lt;br /&gt;Jurit Joned menyanyi lagi&lt;br /&gt;Aua aua..au&lt;br /&gt;Yang pasti hidup ini keras&lt;br /&gt;Tabahlah terimalah&lt;br /&gt;Lindas melindas sudah lepas landas&lt;br /&gt;Lepas landas sudah tergilas gilas&lt;br /&gt;Joned awas ada BOM….&lt;br /&gt;Joned awas ada BOM….&lt;br /&gt;Joned awas ada BOM….&lt;br /&gt;Sakit hati prajurit tua Mohamad Joned&lt;br /&gt;Sumpah serapah yg keluar ‘monyet’&lt;br /&gt;Nasibnya sial&lt;br /&gt;Karirnya sial&lt;br /&gt;Puluhan tahun dia lewati&lt;br /&gt;Puluhan tahun dia mengabdi&lt;br /&gt;Jurit Joned bersabarlah sampai mati&lt;br /&gt;Jangan frustasi&lt;br /&gt;Jangan iri&lt;br /&gt;Jurit Joned emang mereka turunan ‘MONYET’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anissa&lt;br /&gt;Iwan Fals (1986)&lt;br /&gt;(Lagu ini seharusnya ada di album “Aku Sayang Kamu” (1986) tapi karena liriknya yang terlalu keras maka pihak MUSICA tidak berani menampilkan lagu tersebut. Coba cek dicover pada bagian penata musik ada kata - kata Anissa. Namun lagu ini sempat diputar di stasiun radio di Jakarta)&lt;br /&gt;April pertama kali aku mulai rasa&lt;br /&gt;Diperut istriku ada nafas&lt;br /&gt;Saat gelisah marah dan takut menyatu&lt;br /&gt;Dua belas hari aku dijamu polisi melulu&lt;br /&gt;Namun semua lewatlah sudah&lt;br /&gt;Batin ibu dan ayahmu selamat&lt;br /&gt;Sementara Tuhan tetap teruskan niatnya&lt;br /&gt;Berkembanglah benih di rahim istriku&lt;br /&gt;Juli bulan keempat amuk api di Penjaringan&lt;br /&gt;Hanguskan jiwa saudaramu nak&lt;br /&gt;Dua puluh ribu orang dikotak katik taktik&lt;br /&gt;Namun benarkah taktik hanya isyu&lt;br /&gt;Tetapi ayah tak sanggup berbuat apa - apa&lt;br /&gt;Sebabnya engkau tahu ayah bukan Superman&lt;br /&gt;Jiwaku yang merintih melihat mereka yang gusar&lt;br /&gt;Walau begitu api kian membesar&lt;br /&gt;Dua belas September bulan berikutnya&lt;br /&gt;Saat degup jantungmu semakin jelas&lt;br /&gt;Di Tanjung Priok sana ada orang marah&lt;br /&gt;Penjuru Jakarta dicumbu resah&lt;br /&gt;Sementara setelah itu&lt;br /&gt;Semua orang takut buang hajat juga takut&lt;br /&gt;Begitu banyak kantong plastik yang tersebar&lt;br /&gt;Siap janjikan maut disetiap jengkal tanah air kita&lt;br /&gt;Akhir Oktober tujuh bulan usiamu&lt;br /&gt;Tanpa sajen rujak tujuh rupa&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin adakan selamatan&lt;br /&gt;Banyak pasar yang tutup sebab Cilandak meledak (kena mortir)&lt;br /&gt;Anakku nomor dua cukup istimewa&lt;br /&gt;Waktu dalam perut semua orang pada ribut&lt;br /&gt;Banyaknya peristiwa menyambut tangismu&lt;br /&gt;Sadarilah sadari sadarilah oh… Anissa&lt;br /&gt;Cepatlah besar matahariku&lt;br /&gt;Menangis yang keras janganlah ragu&lt;br /&gt;Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku&lt;br /&gt;Doa kami di nadimu&lt;br /&gt;Cepatlah besar matahariku&lt;br /&gt;Menangis yang keras janganlah ragu&lt;br /&gt;Hantamlah sombongnya dunia buah hatiku&lt;br /&gt;Doa kami di nadimu&lt;br /&gt;Sketsa Setan Yang Bisu&lt;br /&gt;Iwan Fals (single 2000)&lt;br /&gt;(dibawakan live pada munas Oi tahun 2000)&lt;br /&gt;Transaksi narkoba ada dimana – mana&lt;br /&gt;Di perkampungan, di perumahan, di pesantren, di sekolahan&lt;br /&gt;Di tempat hiburan, di kejaksaan bahkan di dalam penjara sekalipun&lt;br /&gt;Bagai wabah buktinya pun bercecaran di mana – mana&lt;br /&gt;Operasi narkoba apakah benar – benar bisa menyelesaikan persoalan&lt;br /&gt;Atau bahkan bukan malah menjadi bagian dari promosi&lt;br /&gt;Narkoba adalah gaya hidup, narkoba adalah ajang bisnis&lt;br /&gt;Untuk sebagian orang, narkoba adalah jalan keluar&lt;br /&gt;Dari hidup yang kian hari bertambah sumpek&lt;br /&gt;Bagi para pecandu, narkobalah tuhannya&lt;br /&gt;Bagi para bandar, narkoba adalah bisnis yang menggiurkan&lt;br /&gt;Bagi para penegak hukum, narkoba adalah ceperan yang vital&lt;br /&gt;Bagi para produser, apa sih maksudnya ?&lt;br /&gt;Narkoba harus ditata, agar bisa jadi devisa&lt;br /&gt;Devisa jasmani, devisa rohani, devisa Negara Indonesia&lt;br /&gt;Narkoba harus bersuara, punya saluran yang resmi&lt;br /&gt;Agar semuanya bisa menjadi lebih jernih&lt;br /&gt;Dan tidak menjadi setan membisu&lt;br /&gt;Lagu ini lagu bekas pecandu&lt;br /&gt;Semoga bisa menjadi solusi&lt;br /&gt;Narkoba perlu pemecahan yang bermutu&lt;br /&gt;Agar tidak menjadi perang abadi&lt;br /&gt;Repot Nasi (sami mawon)&lt;br /&gt;Iwan Fals (single 2005)&lt;br /&gt;(dibawakan live di Leuwinanggung pada acara Reuni Oi 10 – 11 September 2005)&lt;br /&gt;Aku mendengar suara, tak ada wajahnya&lt;br /&gt;Seribu doa – doa di atas kepala&lt;br /&gt;Mencari suara dari dalam qalbu&lt;br /&gt;Sulit rasanya kudengar suaranya … kudengar suara&lt;br /&gt;Hanya sampai dijakun saja … Repot nasi !!!!!&lt;br /&gt;Mencari kata – kata&lt;br /&gt;Mencari kata – kata&lt;br /&gt;Entah dimana apakah menempel di langit – langit tenda ???&lt;br /&gt;Mencari teman dalam bersilat lidah&lt;br /&gt;Mencari suara&lt;br /&gt;Mencari suara&lt;br /&gt;Tak ada makna menyanyi saja … menari saja&lt;br /&gt;Leher bergerak pun tak apa&lt;br /&gt;Tapi sebelum tidur jangan lupa berdoa&lt;br /&gt;Kadang – kadang sembuhkan luka dalam diri&lt;br /&gt;Doa apa saja … nyanyi apa saja&lt;br /&gt;Doa atau nyanyi …. sami mawon&lt;br /&gt;Ribuan kilo ribuan kilo sekilo seribu&lt;br /&gt;Ada langka seribu … ada langka pertama&lt;br /&gt;Sebelum kedua sebelum ketiga sebelum keempat sebelum kelima&lt;br /&gt;Semoga mimpi indah&lt;br /&gt;Mencari kata – kata … mencari suara&lt;br /&gt;Ternyata tak perlu dicari, Ia datang sendiri&lt;br /&gt;Seperti warna – warni dalam lukisan kita&lt;br /&gt;Ia melukis sendiri … ia bercerita sendiri&lt;br /&gt;Ia .. ia .. ia.. aku dan kau sama … sami mawon&lt;br /&gt;Mencari kata – kata tak ada koma tak ada isi&lt;br /&gt;Tak ada tanda seru&lt;br /&gt;Tak tanda tanya tanda kutif pun tak apa – apa&lt;br /&gt;Mencari kata – kata ternyata cape juga&lt;br /&gt;Maumere&lt;br /&gt;Iwan Fals (Single 1993)&lt;br /&gt;(Dinyanyikan di acara lelang buat Flores, 24 Januari 1993)&lt;br /&gt;Maumere … Maumere …&lt;br /&gt;Sika ngada ende Flores Timur bersedih&lt;br /&gt;Maumere … Maumere …&lt;br /&gt;Sika ngada ende Flores Timur menangis&lt;br /&gt;Sika ngada ende Flores Timur menangis&lt;br /&gt;Lagu sedih nyanyian sedih&lt;br /&gt;Irama sedih tarian sedih&lt;br /&gt;Irama sedih tarian sedih&lt;br /&gt;Maumere … Maumere …&lt;br /&gt;Sika ngada ende Flores Timur bersedih dan menangis&lt;br /&gt;Badai tsunami dan gempa bumi&lt;br /&gt;Maumere … Maumere …&lt;br /&gt;Sika ngada ende Flores Timur bersedih dan menangis&lt;br /&gt;Pikiran - pikiran kotor menyingkirlah&lt;br /&gt;Hati yang kotor menyingkirlah&lt;br /&gt;Maumere … Maumere …&lt;br /&gt;Rubah&lt;br /&gt;Jaman berubah keadaan tak berubah&lt;br /&gt;Orang berubah tingkah laku tak berubah&lt;br /&gt;Wajah berubah kok seakan tambah susah&lt;br /&gt;Manusia berubah berubah rubah&lt;br /&gt;Kasih yang dicari yang ada komedi&lt;br /&gt;Revolusi dinanti yang ada Ashari&lt;br /&gt;Lembaga berdiri berselimut korupsi&lt;br /&gt;Wibawa menjadi alat melindungi diri&lt;br /&gt;Pendidikan adalah anak tiri yang kesepian&lt;br /&gt;Agama sebagai topeng yang menjijikkan&lt;br /&gt;Kemiskinan merajalela yang kaya makin rakus saja&lt;br /&gt;Kesehatan dan hukum diperjual belikan&lt;br /&gt;Kesaksian tergusur oleh kepentingan pribadi&lt;br /&gt;Pemerintah keasyikan berpolitik&lt;br /&gt;Partai politik sibuk menuhankan uang&lt;br /&gt;Ada rakyat yang lapar makan daun dan arang&lt;br /&gt;Televisi sibuk mencari iklan&lt;br /&gt;Sementara si Iwan menunggu giliran&lt;br /&gt;Raja pane dan tendri menatap dengan mata kosong&lt;br /&gt;Dimana mimpi?&lt;br /&gt;Apa ditelan tsunami&lt;br /&gt;Malam Sunyi&lt;br /&gt;Iwan Fals / Al-Zastrouw Ngatawi (Single)&lt;br /&gt;(Dinyanyikan live di TVRI di era paceklik album Iwan Fals)&lt;br /&gt;Allaahumma sholli wasallim wabaarik alaih&lt;br /&gt;Allaahumma sholli wasallim wabaarik alaih&lt;br /&gt;Malam hening sejuk sunyi&lt;br /&gt;Langit cerah menaungi&lt;br /&gt;Atap kehidupan nyata&lt;br /&gt;Tak tembus terpandang mata&lt;br /&gt;Ini sajadah panjangku&lt;br /&gt;Tunduk sujud menghadap-Mu&lt;br /&gt;Bisikan asma yang agung&lt;br /&gt;Taqarub mengharap ridho-Mu&lt;br /&gt;Allaahumma sholli wasallim wabaarik alaih&lt;br /&gt;Allaahumma sholli wasallim wabaarik alaih&lt;br /&gt;Pancaran nur suci gerbang pengampunan&lt;br /&gt;Sembah sujudku hanya pada-Mu&lt;br /&gt;Jasad mengitari lingkaran yang suci&lt;br /&gt;Hidup matiku hanya untuk-Mu&lt;br /&gt;Allaahumma sholli wasallim wabarik alaih&lt;br /&gt;Allaahumma sholli wasallim wabarik alaih&lt;br /&gt;Pancaran nur suci gerbang pengampunan&lt;br /&gt;Sembah sujudku hanya pada-Mu&lt;br /&gt;Jasad mengitari lingkaran yang suci&lt;br /&gt;Hidup matiku hanya untuk-Mu&lt;br /&gt;Yaa Rabbi&lt;br /&gt;Hidup matiku sembah sujudku hanya untuk-Mu&lt;br /&gt;Kapal Bau Pesing&lt;br /&gt;Kereta didorong matahari menghadap bulan&lt;br /&gt;Orang orang tidur di gelandang kapal&lt;br /&gt;Lampu lampu suar kerlap kerlip&lt;br /&gt;Memberi isyarat&lt;br /&gt;Mengepung imaji&lt;br /&gt;Warnanya kuning dan hijau&lt;br /&gt;Yang lain mengintip dari jauh&lt;br /&gt;Tukang foto yang foto&lt;br /&gt;Peluit kapal berbunyi&lt;br /&gt;Bulan sabit pindah ke samping&lt;br /&gt;Bentuknya seperti celurit melentang&lt;br /&gt;Laut kotor sampah plastik limbah kaleng menari&lt;br /&gt;Kapal bau pesing&lt;br /&gt;Suara mesinnya seperti air mendidih&lt;br /&gt;Suara mesinnya seperti air mendidih&lt;br /&gt;Tali kapal dilempar&lt;br /&gt;Orang orang bergegas turun&lt;br /&gt;Nelayan kali menjaring ikan di kali berkali kali&lt;br /&gt;Berjalan di berebatu yang lain&lt;br /&gt;Kadang kadang tubuhnya setengah badan basah terendam&lt;br /&gt;Di air tenang ia melempar jaring&lt;br /&gt;Sebab biasanya di sana ikan ikan berenang&lt;br /&gt;Dari celah celah batu ikan mengintip&lt;br /&gt;Nelayan kali mandi di air deras&lt;br /&gt;Dari tadi ikan belum juga didapat&lt;br /&gt;Penggali pasir menggali berkali kali&lt;br /&gt;Ada yang tua ada yang muda&lt;br /&gt;Kemudian pasir dipisah pisah&lt;br /&gt;Atas bak truk terbuka mengangkutnya ke toko&lt;br /&gt;Anak anak kecil ada yang menyelam berkali kali&lt;br /&gt;Sambil bercanda setelah memancing berkali kali&lt;br /&gt;Aku menjemur pakaian di atas batu&lt;br /&gt;Pikiran dan perasaanku dipenuhi oleh air kali&lt;br /&gt;Mengambang mencari makan melawan arus berkelompok&lt;br /&gt;Makna Hidup Ini&lt;br /&gt;Aku tak mengerti aku tak mengerti&lt;br /&gt;Apa sesungguhnya makna hidup ini&lt;br /&gt;Semua yang terjadi seperti serupa&lt;br /&gt;Pagi yang bernyanyi akhirnya harus pergi&lt;br /&gt;Aku nyatanya tak berdaya&lt;br /&gt;Ingin mencoba mengerti walau tak mengerti&lt;br /&gt;Harus kujalani harus tak mengeluh&lt;br /&gt;Mungkin jawabannya&lt;br /&gt;Adalah persoalan itu sendiri&lt;br /&gt;yaya yaya yaya&lt;br /&gt;yaya yaya yaya&lt;br /&gt;Halau hangat tubuhku dan alunan lagu&lt;br /&gt;Menemani aku dalam perjalanan&lt;br /&gt;Menyebrangi sungai menerangi lautan bosan&lt;br /&gt;Pasti kunikmati rasa sepi ini&lt;br /&gt;Ingin ku membagi tapi tak berbagai&lt;br /&gt;Keluh kesah ini milik aku sendiri&lt;br /&gt;Nyanyian ini sekedar air untuk terbakar&lt;br /&gt;Sebagai kaki pelepas hati yang selalu was was&lt;br /&gt;Suara sang penyelamat untuk hidup sesaat&lt;br /&gt;Masuk dari jendela di bawah pintu&lt;br /&gt;Bangkitkan gairah bangkitkan jiwa yang tidur&lt;br /&gt;Kenyataan hidup hampir saja redup&lt;br /&gt;Nyatakan Saja&lt;br /&gt;Nyatakan saja apa yang terasa&lt;br /&gt;Walau pahit biasanya&lt;br /&gt;Jangan disimpan jangan dipendam&lt;br /&gt;Merdekakan jiwa&lt;br /&gt;Bersuaralah kawan&lt;br /&gt;Bagai ombak dilautan&lt;br /&gt;Pasti lega hatimu&lt;br /&gt;Jangan lagi ragu&lt;br /&gt;Bersuaralah kawan&lt;br /&gt;Bagai ombak dilautan&lt;br /&gt;Pasti lega hatimu&lt;br /&gt;Jangan lagi ragu&lt;br /&gt;Walau diam adalah emas&lt;br /&gt;Yang jelas diam adalah diam&lt;br /&gt;Diamlah diam kalau kau suka&lt;br /&gt;Tetapi kenyataan harus dinyatakan&lt;br /&gt;Katakan saja&lt;br /&gt;Apa yang terasa&lt;br /&gt;Jangan disimpan&lt;br /&gt;Jangan dipendam&lt;br /&gt;Katakan saja&lt;br /&gt;Semua yang terasa&lt;br /&gt;Selamat Tinggal Ramadhan&lt;br /&gt;Selamat tinggal ya Ramadhan&lt;br /&gt;Bulan suci bulan yang penuh berkah&lt;br /&gt;Bulan dimana kita kembali dilahirkan&lt;br /&gt;Sebulan penuh kita berpuasa&lt;br /&gt;Menahan haus menahan lapar&lt;br /&gt;Menahan keinginan yang bagaikan kuda liar&lt;br /&gt;Punguti pahala yang bertebaran&lt;br /&gt;Pintu maaf terbuka lebar&lt;br /&gt;Kini tertutup rapat sampai datang giliran&lt;br /&gt;Oh ya Ramadhan kali ini&lt;br /&gt;Terasa cepat sekali&lt;br /&gt;Oh ya Ramadhan kali ini&lt;br /&gt;Sepi dan sedihnya sampai kedalam tulang&lt;br /&gt;Sepi dan sedihnya sampai kedalam tulang&lt;br /&gt;DirahimMu ada ketenangan&lt;br /&gt;Hangat disini dihati ini&lt;br /&gt;Tapi mengapa pergi kami masih rindu&lt;br /&gt;Akhirnya sampai di hari kemenangan&lt;br /&gt;Hari dimana takbir membahana&lt;br /&gt;Hari dimana setan setan dibebaskan&lt;br /&gt;Oh ya bayi bayi yang dilahirkan&lt;br /&gt;Akankah jadi santapan sang setan ?&lt;br /&gt;Oh ya hantu hantu bergentayangan&lt;br /&gt;Mencari jiwa yang dipenuhi dendam&lt;br /&gt;Oh Tuhan tolonglah&lt;br /&gt;Lindungi kami dari kekhilafan&lt;br /&gt;Oh ya Tuhan tolonglah&lt;br /&gt;Ramadhan mengetuk hati&lt;br /&gt;Orang orang yang gila perang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-7158091723698555986?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/7158091723698555986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/11/lagu-iwan-fals-yang-tak-beredar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7158091723698555986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7158091723698555986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/11/lagu-iwan-fals-yang-tak-beredar.html' title='LAGU IWAN FALS YANG TAK BEREDAR'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjHRebgoYI/AAAAAAAAArc/B8zIb8J3oKk/s72-c/12940_1149088770281_1319453975_30396690_4957933_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-535441291414368897</id><published>2009-11-21T21:03:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T21:06:23.223-08:00</updated><title type='text'>SUSUNAN LAGU IWAN FALS BERDASARKAN ABJAD</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjGwCVXoWI/AAAAAAAAArU/ur1VUXhUfyw/s1600/rez_048.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjGwCVXoWI/AAAAAAAAArU/ur1VUXhUfyw/s320/rez_048.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406789881220800866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;14 – 04 – 84&lt;br /&gt;15 Juli 1996&lt;br /&gt;16 Juli 1996&lt;br /&gt;17 Juli 1996&lt;br /&gt;1910&lt;br /&gt;2 Menit 10 Detik&lt;br /&gt;22 Januari&lt;br /&gt;8,8 mm Dalam KuasaMu (feat. Harry Suliztiarto)&lt;br /&gt;Ada&lt;br /&gt;Ada Lagi Yang Mati&lt;br /&gt;Air Mata (feat. Jockie)&lt;br /&gt;Air Mata Api&lt;br /&gt;Aku Antarkan&lt;br /&gt;Aku Berjalan&lt;br /&gt;Aku Bosan&lt;br /&gt;Aku Bukan Pilihan&lt;br /&gt;Aku di Sini&lt;br /&gt;Aku Milikmu (feat. Pongky)&lt;br /&gt;Aku Sayang Kamu&lt;br /&gt;Alam Malam&lt;br /&gt;Alasan&lt;br /&gt;Ambisi&lt;br /&gt;Ambulance Zig Zag&lt;br /&gt;Anak Wayang (feat. Sawung Jabo)&lt;br /&gt;Anak Zaman (feat. Djody, Jabo and Jockie)&lt;br /&gt;Ancur&lt;br /&gt;Angan Dan Ingin (feat. Oddie Agam)&lt;br /&gt;Antara Aku Kau Dan Bekas Pacarmu&lt;br /&gt;Antara Aku, Kau, Dan Bekas Pacarmu&lt;br /&gt;Apakah Aku Benar Benar Memiliki Kamu&lt;br /&gt;Apakah Aku Benar-benar Memiliki Kamu&lt;br /&gt;Asik Nggak Asik&lt;br /&gt;Asmara dan Pancaroba&lt;br /&gt;Asmara Tak Secengeng Yang Aku Kira&lt;br /&gt;Asmaragama (feat. W.S Rendra, Djody and Joki. S)&lt;br /&gt;Awang-Awang (feat. Sawung Jabo)&lt;br /&gt;Azan Subuh Masih Di Telinga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Badut (feat. Sawung Jabo)&lt;br /&gt;Balada Orang Orang Pedalaman&lt;br /&gt;Balada Pengangguran (feat. Jockie, Jabo and WS Rendra)&lt;br /&gt;Bangunlah Putra Putri Pertiwi&lt;br /&gt;Barang Antik&lt;br /&gt;Belalang Tua&lt;br /&gt;Belum Ada Judul&lt;br /&gt;Bencana Alam&lt;br /&gt;Bento&lt;br /&gt;Bento (Lyric in English)&lt;br /&gt;Berandal Malam Di Bangku Terminal&lt;br /&gt;Berapa&lt;br /&gt;Berikan Pijar Matahari&lt;br /&gt;Berkacalah Jakarta&lt;br /&gt;Besar dan Kecil&lt;br /&gt;Bidadari Senjakala&lt;br /&gt;Bongkar&lt;br /&gt;Buktikan&lt;br /&gt;Buku Ini Aku Pinjam&lt;br /&gt;Bung Hatta&lt;br /&gt;Bunga Bunga Kumbang Kumbang&lt;br /&gt;Bunga Matahari (feat. Djody, Doddy and Joki. S)&lt;br /&gt;Bunga Trotoar&lt;br /&gt;Cair Lalu Mencari (feat. Cok Rampal)&lt;br /&gt;Cantik Munafik&lt;br /&gt;Celoteh Camar Tolol Dan Cemar&lt;br /&gt;Cemburu&lt;br /&gt;Cendrawasih (feat. Mahesa Ibrahim)&lt;br /&gt;Cik&lt;br /&gt;Cikal&lt;br /&gt;Cinta&lt;br /&gt;Columbia&lt;br /&gt;Condet&lt;br /&gt;Coretan Dinding&lt;br /&gt;Dalbo&lt;br /&gt;Damai Kami Sepanjang Hari&lt;br /&gt;Dan Orde Paling Baru&lt;br /&gt;Dendam Damai&lt;br /&gt;Desa&lt;br /&gt;Di Bawah Tiang Bendera (feat. Franky S, Ian Antono and Artis Musica)&lt;br /&gt;Di Mata Air Tidak Ada Air Mata&lt;br /&gt;Di Ujung Abad&lt;br /&gt;Diet (feat. Bagoes A.A.)&lt;br /&gt;DihatiMU Aku Berlindung (feat. Sawung Jabo)&lt;br /&gt;Dimana (feat. Bagoes A.A.)&lt;br /&gt;Doa&lt;br /&gt;Doa Dalam Sunyi (feat. Jabo)&lt;br /&gt;Doa Pengorbral Dosa&lt;br /&gt;Dongeng Sebelum Tidur&lt;br /&gt;Dunia Binatang&lt;br /&gt;Emak&lt;br /&gt;Engkau Tetap Sahabatku&lt;br /&gt;Entah&lt;br /&gt;Eseks eseks udug udug (Nyanyian Ujung Gang)&lt;br /&gt;Ethiopia&lt;br /&gt;For Green And Peace (feat. Djody, Doddy and Jabo)&lt;br /&gt;Frustasi&lt;br /&gt;Galang Rambu Anarki&lt;br /&gt;Gali Gongli&lt;br /&gt;Gaya Travolta&lt;br /&gt;Gelisah&lt;br /&gt;Generasi Frustasi&lt;br /&gt;Guru Oemar Bakri&lt;br /&gt;Guru Oemar Bakrie&lt;br /&gt;Guru Zirah&lt;br /&gt;Hadapi Saja&lt;br /&gt;Haruskah Pergi (feat. Indra Lesmana)&lt;br /&gt;Hatta&lt;br /&gt;Hijau&lt;br /&gt;Hijaukan Dunia&lt;br /&gt;Hio (feat. Sawung Jabo)&lt;br /&gt;Hua Ha Ha Ha&lt;br /&gt;Hura hura Huru Hara&lt;br /&gt;Ibu&lt;br /&gt;Ijinkan Aku Menyayangimu&lt;br /&gt;Ijinkan Aku Menyayangimu (feat. Rieka Roslan)&lt;br /&gt;Ijinkan Aku Menyayangimu [new Cut]&lt;br /&gt;Ikan Ikan&lt;br /&gt;Ikrar&lt;br /&gt;Imitasi&lt;br /&gt;Ini Bukan Mimpi&lt;br /&gt;Ini Si Trendy&lt;br /&gt;Inspirasi&lt;br /&gt;Intermezo&lt;br /&gt;Intro&lt;br /&gt;Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi&lt;br /&gt;Iya Memang Kamu (feat. Cok Rampal)&lt;br /&gt;Jalan yang Panjang Berliku&lt;br /&gt;Jaman Edan&lt;br /&gt;Jangan Bicara&lt;br /&gt;Jangan Tutup Dirimu&lt;br /&gt;Jendela Kelas Satu&lt;br /&gt;Jogja (feat. Sawung Jabo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joni Kesiangan&lt;br /&gt;Kantata Takwa (feat. Djody and Jockie)&lt;br /&gt;Karena Kau Bunda Kami&lt;br /&gt;KaSaCiMa&lt;br /&gt;Katakan Kita Rasakan&lt;br /&gt;Kaum Urbanis&lt;br /&gt;Kebaya Merah&lt;br /&gt;Kembang Pete&lt;br /&gt;Kemesraan&lt;br /&gt;Kereta Tiba Pukul Berapa&lt;br /&gt;Kereta Tua&lt;br /&gt;Kerete Tiba Pukul Berapa&lt;br /&gt;Kesaksian&lt;br /&gt;Kisah Motorku&lt;br /&gt;Kontrasmu Bisu&lt;br /&gt;Koran - Koranku (feat. Jocky)&lt;br /&gt;Kota&lt;br /&gt;Kota II&lt;br /&gt;Krisis Pemuda&lt;br /&gt;Ku Menanti Seorang Kekasih&lt;br /&gt;Kuda Lumping (feat. Sawung Jabo)&lt;br /&gt;Kudatangkan TubuhMu (feat. Harry Suliztiarto or Bambang Sirjohn)&lt;br /&gt;Kuli Jalan&lt;br /&gt;Kumenanti Seorang Kekasih&lt;br /&gt;Kupaksa Untuk Melangkah&lt;br /&gt;Kupu Kupu Hitam Putih&lt;br /&gt;Kupu-kupu Hitam Putih&lt;br /&gt;Kwek Kwek Kwek&lt;br /&gt;Lagu Buat Penyaksi&lt;br /&gt;Lagu Cinta&lt;br /&gt;Lagu Dua&lt;br /&gt;Lagu Empat&lt;br /&gt;Lagu Enam&lt;br /&gt;Lagu Lama Gaungnya Rata (feat. Cok Rampal)&lt;br /&gt;Lagu Lima&lt;br /&gt;Lagu Pemanjat&lt;br /&gt;Lagu Satu&lt;br /&gt;Lagu Tiga&lt;br /&gt;Lancar&lt;br /&gt;Langgam Lawu (feat. Doddy, Jabo and Jockie)&lt;br /&gt;Lho&lt;br /&gt;Libur Kecil Kaum Kusam&lt;br /&gt;Lingkaran Aku Cinta Padamu (feat. Sawung Jabo)&lt;br /&gt;Lingkaran Hening (feat. Jabo)&lt;br /&gt;Lonteku&lt;br /&gt;Maaf Cintaku&lt;br /&gt;Maafkan Cintaku&lt;br /&gt;Mabuk Cinta&lt;br /&gt;Mak&lt;br /&gt;Manusia 1/2 Dewa&lt;br /&gt;Manusia Setengah Dewa&lt;br /&gt;Masih Bisa Cinta&lt;br /&gt;Mata Dewa&lt;br /&gt;Mata Hati&lt;br /&gt;Mata Indah Bola Ping Pong&lt;br /&gt;Mata Indah Bola Pingpong&lt;br /&gt;Matahari Bulan Dan Bintang&lt;br /&gt;Mencetak Sawah&lt;br /&gt;Menunggu Ditimbang Malah Muntah&lt;br /&gt;Mereka Ada di Jalan&lt;br /&gt;Mimpi Yang Terbeli&lt;br /&gt;Model Gombrang&lt;br /&gt;Mungkin&lt;br /&gt;Na Na Na Na (feat. Jabo and Innisrisi)&lt;br /&gt;Nak&lt;br /&gt;Nak-2&lt;br /&gt;Nasib Nyamuk (feat. Sawung Jabo)&lt;br /&gt;Negara&lt;br /&gt;Nelayan&lt;br /&gt;Nenekku Okem&lt;br /&gt;Neraka Yang Asyik&lt;br /&gt;Ngeriku&lt;br /&gt;Nocturno (feat. Jockie, Djody and WS Rendra)&lt;br /&gt;Nona&lt;br /&gt;Nyanyian Jiwa&lt;br /&gt;Nyanyian Preman (feat. W.S Rendra, Jabo and Joki. S)&lt;br /&gt;Nyanyianmu&lt;br /&gt;O Ea Eo&lt;br /&gt;Obat Awet Muda&lt;br /&gt;Oh Ya! (feat. Sawung Jabo)&lt;br /&gt;Opiniku&lt;br /&gt;Orang Gila&lt;br /&gt;Orang Orang Kalah (feat. Jockie, Djody and Jabo)&lt;br /&gt;Orang Pinggiran (feat. Ian Antono and Franky S)&lt;br /&gt;Pada Batu Dalam Diam (feat. Harry Suliztiarto)&lt;br /&gt;Paman Doblang&lt;br /&gt;Pangeran Brengsek (feat. Djody, Jabo and Jockie)&lt;br /&gt;Panggilan Dari Gunung&lt;br /&gt;Panji Panji Demokrasi (feat. Jabo and Doddy)&lt;br /&gt;Para Tentara&lt;br /&gt;Pemborong Jalan&lt;br /&gt;Penari Jalanan&lt;br /&gt;Pengamen&lt;br /&gt;Peniti Benang (feat. Butet Manurung)&lt;br /&gt;Percayalah Kasih (versi 1) (feat. Yockie and Vina Panduwinata)&lt;br /&gt;Percayalah Kasih (versi 2) (feat. Yockie and Vina Panduwinata)&lt;br /&gt;Perempuan Malam&lt;br /&gt;Perjalanan&lt;br /&gt;Perjalanan Waktu&lt;br /&gt;Pesawat Tempur&lt;br /&gt;Pesawat Tempurku&lt;br /&gt;PHK&lt;br /&gt;Pie-Pie&lt;br /&gt;Pinggiran Kota Besar&lt;br /&gt;Pohon Untuk Kehidupan&lt;br /&gt;Politik Uang&lt;br /&gt;Potret&lt;br /&gt;Potret Panen + Mimpi (Wereng)&lt;br /&gt;Proyek 13&lt;br /&gt;Puing&lt;br /&gt;Puing II&lt;br /&gt;Pulang Kerja&lt;br /&gt;Pulanglah&lt;br /&gt;Rajawali (feat. Jockie, Jabo and WS Rendra)&lt;br /&gt;Rindu Tebal&lt;br /&gt;Rinduku&lt;br /&gt;Rinduku (feat. Harry Roesli)&lt;br /&gt;Robot Bernyawa (feat. Sawung Jabo and Nanoe)&lt;br /&gt;Rog-Rog Asem (feat. Naniel)&lt;br /&gt;Rubah&lt;br /&gt;Salah Siapa&lt;br /&gt;Samsara (feat. Djody and Jabo)&lt;br /&gt;Sang Petualang&lt;br /&gt;Sangkala (feat. Naniel and Innisrisi)&lt;br /&gt;Sapuku Sapumu Sapu Sapu&lt;br /&gt;Sarjana Muda&lt;br /&gt;Satu Satu&lt;br /&gt;Sebelum Kau Bosan&lt;br /&gt;Selamat Tidur Sayang&lt;br /&gt;Selamat Tidur Sayang (feat. Titiek Puspa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Tinggal Malam&lt;br /&gt;Selancar (feat. Indra Lesmana)&lt;br /&gt;Semoga Kau Tak Tuli Tuhan&lt;br /&gt;Semoga Saja Kau Benar&lt;br /&gt;Senandung Istri Bromocorah&lt;br /&gt;Senandung Lirih&lt;br /&gt;Sentuhan&lt;br /&gt;Serdadu&lt;br /&gt;Serenade&lt;br /&gt;Sesuatu Yang Tertunda&lt;br /&gt;Sesuatu Yang Tertunda (feat. Piyu)&lt;br /&gt;Si Tua Sais Pedati&lt;br /&gt;Siang Pelataran SD Sebuah Kampung&lt;br /&gt;Siang Seberang Istana&lt;br /&gt;Songsonglah&lt;br /&gt;Sore Tugu Pancoran&lt;br /&gt;Suara Hati&lt;br /&gt;Sudah Berlalu&lt;br /&gt;Sudah Berlalu (feat. Kikan)&lt;br /&gt;Sudrun&lt;br /&gt;Sugali&lt;br /&gt;Sumbang&lt;br /&gt;Sunatan Massal&lt;br /&gt;Surat Buat Wakil Rakyat&lt;br /&gt;Surat Dari Paman Di Desa&lt;br /&gt;Tak Biru Lagi Lautku&lt;br /&gt;Tak Pernah Kubayangkan&lt;br /&gt;Tak Pernah Terbayangkan&lt;br /&gt;Tanam Tanam Siram Siram&lt;br /&gt;Tante Lisa&lt;br /&gt;Tarmijah Dan Problemnya&lt;br /&gt;Telaga Dan Bencana (feat. Sawung Jabo)&lt;br /&gt;Teman Kawanku Punya Teman&lt;br /&gt;Tengkulak&lt;br /&gt;Terminal (feat. Ian Antono and Franky S)&lt;br /&gt;Tiga Bulan&lt;br /&gt;Tikus Tikus Kantor&lt;br /&gt;Timur Tengah I&lt;br /&gt;Timur Tengah II&lt;br /&gt;Tince Sukarti Binti Mahmud&lt;br /&gt;Tolong Dengar Tuhan&lt;br /&gt;Ujung Aspal Pondok Gede&lt;br /&gt;Untuk Bram&lt;br /&gt;Untuk Para Pengabdi&lt;br /&gt;Untuk Yani&lt;br /&gt;Untukmu Negeri&lt;br /&gt;Wanita Tiruan&lt;br /&gt;Warijem Dan Tukiman&lt;br /&gt;Willy&lt;br /&gt;Ya Hui Ha He Ha&lt;br /&gt;Ya Atau Tidak&lt;br /&gt;Yakinlah (feat. Elly Sunarya)&lt;br /&gt;Yang Mana Jalan Kesitu (feat. Cok Rampal)&lt;br /&gt;Yang Tercinta&lt;br /&gt;Yang Tercinta (bridge)&lt;br /&gt;Yang Tercinta (reff)&lt;br /&gt;Yang Terlupakan&lt;br /&gt;Yang Tersendiri&lt;br /&gt;Yang Tersendiri (feat. Tommy Marie)&lt;br /&gt;Yayaya Oh Ya&lt;br /&gt;Yogya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-535441291414368897?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/535441291414368897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/11/susunan-lagu-iwan-fals-berdasarkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/535441291414368897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/535441291414368897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/11/susunan-lagu-iwan-fals-berdasarkan.html' title='SUSUNAN LAGU IWAN FALS BERDASARKAN ABJAD'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjGwCVXoWI/AAAAAAAAArU/ur1VUXhUfyw/s72-c/rez_048.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-6022248337733951616</id><published>2009-11-21T21:00:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T21:02:48.963-08:00</updated><title type='text'>LAGU LAGU KATA KATA IWAN FALS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjF7154VuI/AAAAAAAAArM/bhAPIWEs8VQ/s1600/IWAN+FALS.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjF7154VuI/AAAAAAAAArM/bhAPIWEs8VQ/s320/IWAN+FALS.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406788984531080930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lagu-lagu yang dinyanyikan Iwan Fals baik solo album maupun dinyanyikan bersama format group banyak memuat lyric yang istimewa, baik ciptaannya sendiri maupun dari orang lain. Beberapa diantaranya adalah rangkaian kata yang indah dan menjadi kalimat penuh makna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah sedikit yang sempat kami kumpulkan. Simak dan resapilah makna yang terkandung didalamnya. Semoga hari-hari kita menjadi lebih berguna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100 Kalimat Indah Dalam Lirik Lagu Iwan Fals dkk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. “Berhentilah jangan salah gunakan, kehebatan ilmu pengetahuan untuk menghancurkan”. &lt;br /&gt;(Puing – album Sarjana Muda 1981) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. “Hei jangan ragu dan jangan malu, tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu”. &lt;br /&gt;(Bangunlah Putra-Putri Pertiwi – album Sarjana Muda 1981) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. “Cepatlah besar matahariku, menangis yang keras janganlah ragu, hantamlah sombongnya dunia buah hatiku, doa kami dinadimu”. &lt;br /&gt;(Galang Rambu Anarki – album Opini 1982) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. “Jalan masih teramat jauh, mustahil berlabuh bila dayung tak terkayuh”. &lt;br /&gt;(Maaf Cintaku - album Sugali 1984) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. “Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari, bila luka di kaki belum terobati”. &lt;br /&gt;(Berkacalah Jakarta - album Sugali 1984) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. “Riak gelombang suatu rintangan, ingat itu pasti kan datang, karang tajam sepintas seram, usah gentar bersatu terjang”. &lt;br /&gt;(Cik - album Sore Tugu Pancoran 1985) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. “Aku tak sanggup berjanji, hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini, entah esok hari, entah lusa nanti, entah”. &lt;br /&gt;(Entah - album Ethiopia 1986) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. “Mengapa bunga harus layu?, setelah kumbang dapatkan madu, mengapa kumbang harus ingkar?, setelah bunga tak lagi mekar”. &lt;br /&gt;(Bunga-Bunga Kumbang-Kumbang - album Ethiopia 1986) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. “Ternyata banyak hal yang tak selesai hanya dengan amarah”. &lt;br /&gt;(Ya Ya Ya Oh Ya - album Aku Sayang Kamu 1986) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. “Dalam hari selalu ada kemungkinan, dalam hari pasti ada kesempatan”. &lt;br /&gt;(Selamat Tinggal Malam - album Aku Sayang Kamu 1986) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. “Kota adalah hutan belantara akal kuat dan berakar, menjurai didepan mata siap menjerat leher kita”. &lt;br /&gt;(Kota - album Aku Sayang Kamu 1986) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. “Jangan kita berpangku tangan, teruskan hasil perjuangan dengan jalan apa saja yang pasti kita temukan”. &lt;br /&gt;(Lancar - album Lancar 1987) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. “Jangan ragu jangan takut karang menghadang, bicaralah yang lantang jangan hanya diam”. &lt;br /&gt;(Surat Buat Wakil Rakyat - album Wakil Rakyat 1987) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. “Kau anak harapanku yang lahir di zaman gersang, segala sesuatu ada harga karena uang”. &lt;br /&gt;(Nak - album 1910 1988) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. “Sampai kapan mimpi mimpi itu kita beli?, sampai nanti sampai habis terjual harga diri”. &lt;br /&gt;(Mimpi Yang Terbeli - album 1910 1988) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. “Seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu ku membalas, Ibu”. &lt;br /&gt;(Ibu - album 1910 1988) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. “Memang usia kita muda namun cinta soal hati, biar mereka bicara telinga kita terkunci”. &lt;br /&gt;(Buku Ini Aku Pinjam - album 1910 1988) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. “Dendam ada dimana mana di jantungku, di jantungmu, di jantung hari-hari”. &lt;br /&gt;(Ada Lagi Yang Mati - album 1910 1988) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. “Hangatkan tubuh di cerah pagi pada matahari, keringkan hati yang penuh tangis walau hanya sesaat”. &lt;br /&gt;(Perempuan Malam - album Mata Dewa 1989) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. “Kucoba berkaca pada jejak yang ada, ternyata aku sudah tertinggal, bahkan jauh tertinggal”. &lt;br /&gt;(Nona - album Mata Dewa 1989) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. “Oh ya! ya nasib, nasibmu jelas bukan nasibku, oh ya! ya takdir, takdirmu jelas bukan takdirku”. &lt;br /&gt;(Oh Ya! - album Swami 1989) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. “Wahai kawan hei kawan, bangunlah dari tidurmu, masih ada waktu untuk kita berbuat, luka di bumi ini milik bersama, buanglah mimpi-mimpi”. &lt;br /&gt;(Eseks eseks udug udug (Nyanyian Ujung Gang) - album Swami 1989) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. “Api revolusi, haruskah padam digantikan figur yang tak pasti?”. &lt;br /&gt;(Condet - album Swami 1989) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. “Kalau cinta sudah di buang, jangan harap keadilan akan datang”. &lt;br /&gt;(Bongkar - album Swami 1989) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. “Kesedihan hanya tontonan, bagi mereka yang diperkuda jabatan”. &lt;br /&gt;(Bongkar - album Swami 1989) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. “Orang tua pandanglah kami sebagai manusia, kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta”. &lt;br /&gt;(Bongkar - album Swami 1989) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. “Satu luka perasaan, maki puji dan hinaan, tidak merubah sang jagoan menjadi makhluk picisan”. &lt;br /&gt;(Rajawali - album Kantata Takwa 1990) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. “Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala, dan perjuangan adalah pelaksanaan kata kata”. &lt;br /&gt;(Paman Doblang - album Kantata Takwa 1990) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. “Mereka yang pernah kalah, belum tentu menyerah”. &lt;br /&gt;(Orang-Orang Kalah - album Kantata Takwa 1990) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. “Aku rasa hidup tanpa jiwa, orang yang miskin ataupun kaya sama ganasnya terhadap harta”. &lt;br /&gt;(Nocturno - album Kantata Takwa 1990) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. “Orang orang harus dibangunkan, kenyataan harus dikabarkan, aku bernyanyi menjadi saksi”. &lt;br /&gt;(Kesaksian - album Kantata Takwa 1990) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. “Ingatlah Allah yang menciptakan, Allah tempatku berpegang dan bertawakal, Allah maha tinggi dan maha esa, Allah maha lembut”. &lt;br /&gt;(Kantata Takwa - album Kantata Takwa 1990) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. “Kebimbangan lahirkan gelisah, jiwa gelisah bagai halilintar”. &lt;br /&gt;(Gelisah - album Kantata Takwa 1990) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. “Bagaimanapun aku harus kembali, walau berat aku rasa kau mengerti”. &lt;br /&gt;(Air Mata - album Kantata Takwa 1990) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. “Alam semesta menerima perlakuan sia sia, diracun jalan napasnya diperkosa kesuburannya”. &lt;br /&gt;(Untuk Bram - album Cikal 1991) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. “Duhai langit, duhai bumi, duhai alam raya, kuserahkan ragaku padamu, duhai ada, duhai tiada, duhai cinta, ku percaya”. &lt;br /&gt;(Pulang Kerja - album Cikal 1991) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. “Dimana kehidupan disitulah jawaban”. &lt;br /&gt;(Alam Malam - album Cikal 1991) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. “Ada dan tak ada nyatanya ada”. &lt;br /&gt;(Ada - album Cikal 1991) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. “Aku sering ditikam cinta, pernah dilemparkan badai, tapi aku tetap berdiri”. &lt;br /&gt;(Nyanyian Jiwa - album Swami Il 1991) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. “Aku mau jujur jujur saja, bicara apa adanya, aku tak mau mengingkari hati nurani”. &lt;br /&gt;(Hio - album Swami Il 1991) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. “Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta walau aku tahu tak terdengar, jariku menari tetap tak akan berhenti sampai wajah tak murung lagi”. &lt;br /&gt;(Di Mata Air Tidak Ada Air Mata - album Belum Ada Judul 1992) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. “Mengapa besar selalu menang?, bebas berbuat sewenang wenang, mengapa kecil selalu tersingkir?, harus mengalah dan menyingkir”. &lt;br /&gt;(Besar Dan Kecil - album Belum Ada Judul 1992) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. “Angin pagi dan nyanyian sekelompok anak muda mengusik ingatanku, aku ingat mimpiku, aku ingat harapan yang semakin hari semakin panjang tak berujung”. &lt;br /&gt;(Aku Disini - album Belum Ada Judul 1992) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. “Jalani hidup, tenang tenang tenanglah seperti karang”. &lt;br /&gt;(Lagu Satu - album Hijau 1992) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. “Sebentar lagi kita akan menjual air mata kita sendiri, karena air mata kita adalah air kehidupan”. &lt;br /&gt;(Lagu Dua - album Hijau 1992) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. “Kita harus mulai bekerja, persoalan begitu menantang, satu niat satulah darah kita, kamu adalah kamu aku adalah aku”. &lt;br /&gt;(Lagu Tiga - album Hijau 1992) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. “Kenapa kebenaran tak lagi dicari?, sudah tak pentingkah bagi manusia?” &lt;br /&gt;(Lagu Empat- album Hijau 1992) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. “Kenapa banyak orang ingin menang?, apakah itu hasil akhir kehidupan?”. &lt;br /&gt;(Lagu Empat- album Hijau 1992) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. “Anjingku menggonggong protes pada situasi, hatiku melolong protes pada kamu”. &lt;br /&gt;(Lagu Lima - album Hijau 1992) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. “Biar keadilan sulit terpenuhi, biar kedamaian sulit terpenuhi, kami berdiri menjaga dirimu”. &lt;br /&gt;(Karena Kau Bunda Kami - album Dalbo 1993) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51. “Apa jadinya jika mulut dilarang bicara?, apa jadinya jika mata dilarang melihat?, apa jadinya jika telinga dilarang mendengar?, jadilah robot tanpa nyawa yang hanya mengabdi pada perintah”. &lt;br /&gt;(Hura Hura Huru Hara - album Dalbo 1993) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52. “Tertawa itu sehat, menipu itu jahat”. &lt;br /&gt;(Hua Ha Ha - album Dalbo 1993) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53. “Nyanyian duka nyanyian suka, tarian duka tarian suka, apakah ada bedanya?” &lt;br /&gt;(Terminal – single 1994) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54. “Waktu terus bergulir, kita akan pergi dan ditinggal pergi”. &lt;br /&gt;(Satu Satu – album Orang Gila 1994) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55. “Pelan-pelan sayang kalau mulai bosan, jangan marah-marah nanti cepat mati, santai sajalah”. &lt;br /&gt;(Menunggu Ditimbang Malah Muntah – album Orang Gila 1994) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56. “Mau insaf susah, desa sudah menjadi kota”. &lt;br /&gt;(Menunggu Ditimbang Malah Muntah – album Orang Gila 1994) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57. “Pertemuan dan perpisahan, dimana awal akhirnya?, dimana bedanya?”. &lt;br /&gt;(Doa Dalam Sunyi – album Orang Gila 1994) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58. “Jika kata tak lagi bermakna, lebih baik diam saja”. &lt;br /&gt;(Awang Awang – album Orang Gila 1994) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59. “Bagaimana bisa mengerti?, sedang kita belum berpikir, bagaimana bisa dianggap diam?, sedang kita belum bicara”. &lt;br /&gt;(Awang Awang – album Orang Gila 1994) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60. “Aku bukan seperti nyamuk yang menghisap darahmu, aku manusia yang berbuat sesuai aturan dan keinginan”. &lt;br /&gt;(Nasib Nyamuk – album Anak Wayang 1994) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;61. “Oh susahnya hidup, urusan hati belum selesai, rumah tetangga digusur raksasa, pengusaha zaman merdeka”. &lt;br /&gt;(Oh – single 1995) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62. “Aku disampingmu begitu pasti, yang tak kumengerti masih saja terasa sepi”. &lt;br /&gt;(Mata Hati – album Mata Hati 1995) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63. “Sang jari menari jangan berhenti, kupasrahkan diriku digenggaman-Mu”. &lt;br /&gt;(Lagu Pemanjat – album Lagu Pemanjat 1996) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;64. “Lepaslah belenggu ragu yang membelit hati, melangkah dengan pasti menuju gerbang baru”. &lt;br /&gt;(Songsonglah – album Kantata Samsara 1998) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65. “Berani konsekuen pertanda jantan”. &lt;br /&gt;(Nyanyian Preman – album Kantata Samsara 1998) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66. “Dengarlah suara bening dalam hatimu, biarlah nuranimu berbicara”. &lt;br /&gt;(Langgam Lawu – album Kantata Samsara 1998) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;67. “Matinya seorang penyaksi bukan matinya kesaksian”. &lt;br /&gt;(Lagu Buat Penyaksi – album Kantata Samsara 1998) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;68. “Bertahan hidup harus bisa bersikap lembut, walau hati panas bahkan terbakar sekalipun”. &lt;br /&gt;(Di Ujung Abad - album Suara Hati 2002) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69. “Jangan goyah percayalah teman perang itu melawan diri sendiri, selamat datang kemerdekaan kalau kita mampu menahan diri”. &lt;br /&gt;(Dendam Damai - album Suara Hati 2002) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70. “Berdoalah sambil berusaha, agar hidup jadi tak sia-sia”. &lt;br /&gt;(Doa - album Suara Hati 2002) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;71. “Harta dunia jadi penggoda, membuat miskin jiwa kita”. &lt;br /&gt;(Seperti Matahari - album Suara Hati 2002) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;72. “Memberi itu terangkan hati, seperti matahari yang menyinari bumi”. &lt;br /&gt;(Seperti Matahari - album Suara Hati 2002) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;73. “Jangan heran korupsi menjadi jadi, habis itulah yang diajarkan”. &lt;br /&gt;(Politik Uang – album Manusia Setengah Dewa 2004) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;74. “Gelombang cinta gelombang kesadaran merobek langit yang mendung, menyongsong hari esok yang lebih baik”. &lt;br /&gt;(Para Tentara – album Manusia Setengah Dewa 2004) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;75. “Terhadap yang benar saja sewenang wenang, apalagi yang salah”. &lt;br /&gt;(Mungkin – album Manusia Setengah Dewa 2004) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;76. “Begitu mudahnya nyawa melayang, padahal tanpa diundang pun kematian pasti datang”. &lt;br /&gt;(Matahari Bulan Dan Bintang – album Manusia Setengah Dewa 2004) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;77. “Dunia kita satu, kenapa kita tidak bersatu?”. &lt;br /&gt;(Matahari Bulan Dan Bintang – album Manusia Setengah Dewa 2004) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;78. “Urus saja moralmu urus saja akhlakmu, peraturan yang sehat yang kami mau”. &lt;br /&gt;(Manusia Setengah Dewa – album Manusia Setengah Dewa 2004) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;79. “Di lumbung kita menabung, datang paceklik kita tak bingung”. &lt;br /&gt;(Desa – album Manusia Setengah Dewa 2004) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80. “Tutup lubang gali lubang falsafah hidup jaman sekarang”. &lt;br /&gt;(Dan Orde Paling Baru – album Manusia Setengah Dewa 2004) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;81. “Buktikan buktikan!, kalau hanya omong burung beo pun bisa”. &lt;br /&gt;(Buktikan – album Manusia Setengah Dewa 2004) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;82. “Dunia politik dunia bintang, dunia hura hura para binatang”. &lt;br /&gt;(Asik Nggak Asik – album Manusia Setengah Dewa 2004) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;83. “Dewa-dewa kerjanya berpesta, sambil nyogok bangsa manusia”. &lt;br /&gt;(17 Juli 1996 – album Manusia Setengah Dewa 2004) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;84. “Tanam-tanam pohon kehidupan, siram siram sirami dengan sayang, tanam tanam tanam masa depan, benalu-benalu kita bersihkan”. &lt;br /&gt;(Tanam-Tanam Siram-Siram – single 2006) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;85. “Ada apa gerangan mengapa mesti tergesa gesa, tak bisakah tenang menikmati bulan penuh dan bintang”. &lt;br /&gt;(Haruskah Pergi – 2006) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;86. “Persoalan hidup kalau diikuti tak ada habisnya, soal lama pergi soal baru datang”. &lt;br /&gt;(Selancar – 2006) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;87. “Jaman berubah perilaku tak berubah, orang berubah tingkah laku tak berubah”. &lt;br /&gt;(Rubah – album 50:50 2007) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;88. “Satu hilang seribu terbilang, patah tumbuh hilang berganti”. &lt;br /&gt;(Pulanglah – album 50:50 2007) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;89. “Hidup ini indah berdua semua mudah, yakinlah melangkah jangan lagi gelisah”. &lt;br /&gt;(KaSaCiMa – album 50:50 2007) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;90. “Tak ada yang lepas dari kematian, tak ada yang bisa sembunyi dari kematian, pasti”. &lt;br /&gt;(Ikan-Ikan – album 50:50 2007) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;91. “Ada kamu yang mengatur ini semua tapi rasanya percuma, ada juga yang janjikan indahnya surga tapi neraka terasa”. &lt;br /&gt;(Cemburu – album 50:50 2007) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;92. “Hukum alam berjalan menggilas ludah, hukum Tuhan katakan “Sabar!”. &lt;br /&gt;(Kemarau – uncassette) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;93. “Yang pasti hidup ini keras, tabahlah terimalah”. &lt;br /&gt;(Joned – uncassette) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;94. “Oh negeriku sayang bangkit kembali, jangan berkecil hati bangkit kembali”. &lt;br /&gt;(Harapan Tak Boleh Mati – uncassette) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;95. “Oh yang ditinggalkan tabahlah sayang, ini rahmat dari Tuhan kita juga pasti pulang”. &lt;br /&gt;(Harapan Tak Boleh Mati – uncassette) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;96. “Tuhan ampunilah kami, ampuni dosa-dosa kami, ampuni kesombongan kami, ampuni bangsa kami, terimalah disisi-Mu korban bencana ini”. &lt;br /&gt;(Saat Minggu Masih Pagi – uncassette) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;97. “Nyatakan saja apa yang terasa walau pahit biasanya, jangan disimpan jangan dipendam, merdekakan jiwa”. &lt;br /&gt;(Nyatakan Saja – uncassette) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;98. “Usiamu tak lagi muda untuk terus terusan terjajah, jangan lagi membungkuk bungkuk agar dunia mengakuimu”. &lt;br /&gt;(Merdeka – uncassette) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;99. “Kau paksa kami untuk menahan luka ini, sedangkan kau sendiri telah lupa”. &lt;br /&gt;(Luka Lama – uncassette) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100. “Oh Tuhan tolonglah, lindungi kami dari kekhilafan, oh ya Tuhan tolonglah, Ramadhan mengetuk hati orang orang yang gila perang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-6022248337733951616?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/6022248337733951616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/11/lagu-lagu-kata-kata-iwan-fals.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/6022248337733951616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/6022248337733951616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/11/lagu-lagu-kata-kata-iwan-fals.html' title='LAGU LAGU KATA KATA IWAN FALS'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SwjF7154VuI/AAAAAAAAArM/bhAPIWEs8VQ/s72-c/IWAN+FALS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-130553211982136306</id><published>2009-11-06T21:47:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T21:54:49.093-08:00</updated><title type='text'>PRIORITAS Oi TAHUN 2009 - 2012</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SvULnDvBQdI/AAAAAAAAArE/GvBIK4KNheE/s1600-h/oi+original+logo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SvULnDvBQdI/AAAAAAAAArE/GvBIK4KNheE/s320/oi+original+logo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401236093746102738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ass.wrwb, Salam Sejahtera Bagi Kita semua, salammmm Oi,,&lt;br /&gt;Teman teman ,BPK, Kelompok, Anggota Oi .Untuk kami sampaikan bahwa untuk mendukung kelancaran organisasi kita...Untuk masa periode kepengurusan saya yang cukup ada beberapa hal yang akan menjadi fokus dan prioritas organisasi kita Oi yang kita cintai dan banggakan bersama  dengan hasil rumusan MUNAS Oi ke IV di KEDIRI yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Konsolidasi Internal Organisasi, melalui ; peningkatan koordinasi dan komunikasi, penataan kembali dan standarisasi administrasi organisasi Miss ; Penerbitan KTA, Database Anggota, dll&lt;br /&gt;2. Peningkatan Kompetensi berorganisasi para pimpinan (BPW,BPK) utamanya dalam aspek Nilai, Leadership dan Pengetahuan Manajerial Organisasi, yang dilakukan melalui seminar dan pelatihan&lt;br /&gt;3. Pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan organisasi maupun anggota Oi, melalui  pengembangan Koperasi OI (Koperoi) di seluruh BPW/BPK secara mandiri  dan kerjasama usaha dengan mitra &lt;br /&gt;4. Penggalakan aktifitas yang menjadi pilar Organisasi Oi yakni ; Sosial, Olahraga, Budaya, Pendidikan dan Niaga (SOPAN) di masing masing wilayah/kota/ kelompok secara mandiri, serta membangun nilai/citra positif Organisasi Oi yakni : Nasionalisme, kejujuran, semangat &amp; berani, sportivitas, kebersihan, dan selalu kreatif,inovatif, solutif.&lt;br /&gt;5. Pengembangan organisasi seluas luasnya, melalui penetrasi ke lingkungan kampus/mahasiswa, sekolah, komunitas dan profesional, serta mencari Tokoh di masing wilayah/kota yang bersedia, konsekuen dan konsisten menjadi pembina Oi di masing masing BPW/BPK (di berikan SK dari BPP Oi)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikian disampaikan, sebagai pedoman kerja BPK dan Kelompok, dapat menyalaraskan program kerja yang definitif. &lt;br /&gt;Salam Oiiiiii, &lt;br /&gt;Ketua BPW Oi Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad  IHSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-130553211982136306?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/130553211982136306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/11/prioritas-oi-tahun-2009-2012.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/130553211982136306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/130553211982136306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/11/prioritas-oi-tahun-2009-2012.html' title='PRIORITAS Oi TAHUN 2009 - 2012'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SvULnDvBQdI/AAAAAAAAArE/GvBIK4KNheE/s72-c/oi+original+logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-8251749649511777327</id><published>2009-10-24T01:34:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T01:37:20.921-07:00</updated><title type='text'>Oi BERSATULAH NUSANTARA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SuK8qL54RhI/AAAAAAAAAq8/dC4QON0GyZ0/s1600-h/khair.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SuK8qL54RhI/AAAAAAAAAq8/dC4QON0GyZ0/s400/khair.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396082736479356434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-8251749649511777327?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/8251749649511777327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/10/oi-bersatulah-nusantara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/8251749649511777327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/8251749649511777327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/10/oi-bersatulah-nusantara.html' title='Oi BERSATULAH NUSANTARA'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SuK8qL54RhI/AAAAAAAAAq8/dC4QON0GyZ0/s72-c/khair.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-416489401357213701</id><published>2009-10-15T16:36:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T16:57:10.747-07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals Relakan Lukisan, Gitar, Topi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/Ste2qINq7rI/AAAAAAAAAq0/3RWGMruv-CM/s1600-h/rrrr.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 274px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/Ste2qINq7rI/AAAAAAAAAq0/3RWGMruv-CM/s320/rrrr.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392979913675042482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/Ste2phTvMaI/AAAAAAAAAqs/kkxGj481Qis/s1600-h/3271.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 252px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/Ste2phTvMaI/AAAAAAAAAqs/kkxGj481Qis/s320/3271.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392979903231504802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam konser amal untuk bencana alam gempa bumi Sumatra yang disiarkan langsung oleh TV One, Kamis 15 Oktober 2009 terjadi beberapa kejutan. Konser Satu Untuk Negeri yang diisi oleh penampilan mantap dari Iwan Fals &amp; Band bertujuan menggalang dana bantuan dengan mengadakan lelang. Barang yang dilelang adalah lukisan karya Iwan Fals dan beberapa raket bersejarah milik pemain Bulu Tangkis yang telah berprestasi hingga mengharumkan nama Indonesia didunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua barang yang dilelang dimulai dengan harga pembuka sebesar 20 juta Rupiah. Lukisan bergaya abstrak karya Iwan Fals pada puncaknya ditawar seharga 88 juta Rupiah. Dan menariknya lelang yang bisa diikuti via telpon ini, diberitakan ada yang menawar barang diluar daftar lelang. Barang itu adalah gitar akustik yang saat itu dipakai Iwan Fals. Gitar itu ditawar senilai 100 juta Rupiah. Iwan Fals menanggapi dengan sedikit bercanda dan berkata, "Sekalian saja sama topi, jaket dan celana...".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian dalam live show itu masuk telepon yang diperdengarkan on-air. Penelepon tersebut malah menginginkan topi yang sedang dipakai Iwan Fals dan ditawar seharga 50 juta Rupiah. Mendengar ini, Iwan Fals tampak terkejut dan seperti tak bisa berkata banyak. "wah.. kalau gitu harus dicuci dulu topi ini..", kata Iwan sambil tersenyum. Wow, topinya saja ada yang berani beli seharga 50 juta, bagaimana dengan barang lainnya ya?. Memang luar biasa fanatisme para penggemar Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk konsernya sendiri saya acungi jempol. Penampilan Iwan Fals &amp; Band sangat memukau. Aransemen musiknya begitu cantik meski banyak perubahan dari lagu aslinya, namun terasa begitu nikmat didengar. Iwan Fals sendiri masih mampu berteriak lantang penuh semangat dan menampilkan harmonika bersama gitar akustiknya. Performa para musisi pendukung juga maksimal, mereka seperti mengeluarkan segala kemampuannya dalam show kali ini. Musisi pendukung itu adalah Heirrie Buchaery (bass), Edi Daromi (keyboard), Totok Tewel (lead guitar) dan Deni Kurniawan (drum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan Fals menyanyikan lagu-lagu yaitu: Bencana Alam, Jangan Bicara, Panggilan Dari Gunung, Bento, DihatiMU Aku Berlindung, Rajawali, Bongkar, Seperti Matahari dan Katakan Kita Rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa menyaksikan dari TV, sebab konser amal di hotel berbintang di Jakarta ini hanya ditujukan bagi para undangan. Meski tidak menutup kemungkinan ada bukan undangan yang bisa masuk kedalam. Namun yang sangat saya benci menonton konser live di TV adalah lagu-lagu yang dinyanyikan hampir seluruhnya tidak sampai habis karena dipotong commercial break.. huh..!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-416489401357213701?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/416489401357213701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/10/iwan-fals-relakan-lukisan-gitar-topi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/416489401357213701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/416489401357213701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/10/iwan-fals-relakan-lukisan-gitar-topi.html' title='Iwan Fals Relakan Lukisan, Gitar, Topi'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/Ste2qINq7rI/AAAAAAAAAq0/3RWGMruv-CM/s72-c/rrrr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-3074941578780145659</id><published>2009-09-30T19:56:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T19:58:01.552-07:00</updated><title type='text'>Innisisri Meninggal Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsQapib3WjI/AAAAAAAAAqk/aIIydopNQSs/s1600-h/innisisri-dan-sahabatnya.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsQapib3WjI/AAAAAAAAAqk/aIIydopNQSs/s320/innisisri-dan-sahabatnya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387460355162593842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul kedua sahabatnya yang telah mendahului, WS. Rendra dan Mbah Surip, pada tanggal 31 September 2009 pukul 03.00 Innisisri, mantan penabuh drum Kantata Takwa meninggal dunia pada usia 58 tahun di Rumah Sakit Graha Permata Ibu, Depok. Sebelumnya beliau menderita kanker usus, yang baru diketahui sejak Desember tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selama ini beliau dikenal kalangan musisi sebagai salah satu perkusionis terbaik Indonesia. Beliau pernah bergabung dalam Swami, Kantata Takwa dan Dalbo bersama rekan-rekannya seperti Iwan Fals, Totok Tewel, Sawung Jabo, Setiawan Djodi, Jockie Soeryoprayogo dll. Terakhir ia aktif dalam Komunitas Kahanan Innisisri yang dibangunnya sejak 1983. Kahanan Innisisri sendiri merupakan kelompok komunitas musisi yang mengembangkan orkestrasi perkusi etnik dan telah mendapatkan tempat tersendiri di dunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenazah direncanakan akan dikebumikan berdampingan dengan makam penyair WS. Rendra di Bengkel Teater pada pukul 13.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT meridhoi amal-amalnya dan menerimanya di sisi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-3074941578780145659?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/3074941578780145659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/innisisri-meninggal-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3074941578780145659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3074941578780145659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/innisisri-meninggal-dunia.html' title='Innisisri Meninggal Dunia'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsQapib3WjI/AAAAAAAAAqk/aIIydopNQSs/s72-c/innisisri-dan-sahabatnya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-2918738482783114898</id><published>2009-09-30T19:46:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T19:48:50.380-07:00</updated><title type='text'>Innisisri Akan Dimakamkan di Bengkel Teater Rendra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsQYhI_8aoI/AAAAAAAAAqc/DY0dcNaapjU/s1600-h/innisisri.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 258px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsQYhI_8aoI/AAAAAAAAAqc/DY0dcNaapjU/s320/innisisri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387458011872389762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Musisi Innisisri meninggal dunia dalam usia 57 tahun, Rabu (30/9) siang di Depok, Jawa Barat, karena sakit. Innisisri yang akrab disapa Sri rencananya dimakamkan di Bengkel Teater Rendra, Cipayung, Citayam, Depok, Jawa Barat, Kamis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri menjadi seniman ketiga yang dimakamkan di Bengkel Teater setelah seniman Mbah Surip dan pendiri Bengkel Teater, WS Rendra, sejak awal Agustus lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan memakamkan Sri di Bengkel Teater diambil para seniman Bengkel Teater, Rabu malam. ”Tapi, kami menunggu terlebih dahulu keluarga Sri dari Semarang,” ujar Edi Haryono, anggota senior Bengkel Teater yang juga sahabat Sri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Sri lainnya, Prita Indrarini, menceritakan, Sri jatuh sakit sejak 14 Desember 2008. Tanggal 29 Desember, Sri dirawat di rumah sakit hingga 4 Januari 2009. Kemudian, ia pulang ke rumahnya di Kecamatan Sukmajaya, Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Karena tidak berkeluarga dan tinggal sendirian, akhirnya Sri dibawa ke rumah saya di Perumahan Depok Mulya I untuk dirawat,” kata Prita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Prita menceritakan, menurut diagnosis dokter, Sri menderita semacam bisul pada usus besarnya. Akibatnya, ia tidak bisa makan dan buang air besar. Rabu sekitar pukul 14.00, kondisi Sri yang sebelumnya cukup baik tiba-tiba memburuk. Ia pingsan dua kali dan akhirnya meninggal dunia sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghubung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edi Haryono mengatakan, Sri adalah musisi perkusi yang hebat dan sangat berbakat. Dia berangkat dari gamelan. Setelah itu, dia berkenalan dengan drum dan musik Barat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Musiknya itu dimulai dari ketukan dan ritme. Dari situ ia bisa menciptakan melodi-melodi. Itulah kehebatan Sri,” kata Edi yang berteman dengan Sri sejak tahun 1970-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri, kata Edi, pernah bergabung dengan kelompok musik Kampungan dari tahun 1976 hingga 1980. Kemudian, dia bergabung dengan Sirkus Barock, Swami, dan Kantata Takwa bersama Sawung Jabo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut etnomusikolog Rizaldi Siagian, dalam lanskap musik nasional, posisi Sri cukup penting. Dia adalah penghubung antara musisi tradisional dan modern. Dia bekerja sama dengan musisi-musisi Banyuwangi dan membentuk grup Kahanan pada tahun 1980-an. ”Ini memberikan sumbangan sangat positif bagi perkembangan musik nasional,” ujar Rizaldi yang pernah bekerja sama dengan Sri dalam pementasan Megalitikum Kuantum tahun 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata Rizaldi, yang penting dari Sri adalah gerakan bermusiknya yang berusaha menyatukan musisi tradisional dan modern. ”Ia meleburkan diri dengan musisi tradisional dan mengembangkan musik bersama,” tutur Rizaldi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-2918738482783114898?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/2918738482783114898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/innisisri-akan-dimakamkan-di-bengkel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2918738482783114898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2918738482783114898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/innisisri-akan-dimakamkan-di-bengkel.html' title='Innisisri Akan Dimakamkan di Bengkel Teater Rendra'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsQYhI_8aoI/AAAAAAAAAqc/DY0dcNaapjU/s72-c/innisisri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-2397640026987575515</id><published>2009-09-28T23:19:00.001-07:00</published><updated>2009-09-28T23:21:18.339-07:00</updated><title type='text'>NEGERI YANG HILANG (SINGEL TERBARU 2009)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGnUk5QBnI/AAAAAAAAAqU/-tQX5_Om5N8/s1600-h/5695_101980196482432_100000113566708_57899_1359008_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGnUk5QBnI/AAAAAAAAAqU/-tQX5_Om5N8/s320/5695_101980196482432_100000113566708_57899_1359008_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386770601254848114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak album 50:50 yang dirilis 2007, Iwan Fals belum mengeluarkan album baru. Namun demikian Iwan Fals membuat beberapa singel, baik yang dipublikasikan maupun yang belum. Singel-singel tersebut antara lain "Untukmu Terkasih" yang sudah dirilis video klip dan RBTnya, serta "Badai Belum Berlalu", "Musafir", dan "Negeri yang Hilang" yang rencananya akan dirilis dalam bentuk RBT dan full track download. Lirik "Negeri yang Hilang", sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;NEGERI YANG HILANG&lt;br /&gt;(Iwan Fals, singel, 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fajar pergi tak mau kembali&lt;br /&gt;Ikuti langit nun kelabu&lt;br /&gt;Sunyi hati bunga melati&lt;br /&gt;Tunduk haru dan sembunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah lambai jelata&lt;br /&gt;Datang mencari terang&lt;br /&gt;Lelah sudah satwaku memohon&lt;br /&gt;Bijak pemimpin bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana sejuk senyum damaimu&lt;br /&gt;Kurindu subur dan merdeka&lt;br /&gt;Bangun negeri bumi pertiwi&lt;br /&gt;Sisa harimu kunanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah lambai jelata&lt;br /&gt;Datang mencari terang&lt;br /&gt;Lelah sudah satwaku memohon&lt;br /&gt;Bijak pemimpin bangsa&lt;br /&gt;Sayangi Indonesia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[red/sumber: Rolling Stone Indonesia edisi Juli 2009]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-2397640026987575515?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/2397640026987575515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/negeri-yang-hilang-singel-terbaru-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2397640026987575515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2397640026987575515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/negeri-yang-hilang-singel-terbaru-2009.html' title='NEGERI YANG HILANG (SINGEL TERBARU 2009)'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGnUk5QBnI/AAAAAAAAAqU/-tQX5_Om5N8/s72-c/5695_101980196482432_100000113566708_57899_1359008_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-3326908482317602058</id><published>2009-09-28T23:15:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T23:17:51.866-07:00</updated><title type='text'>THE LEGEND IS BACK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGmhHgMNiI/AAAAAAAAAqM/uvYg7Fgk65k/s1600-h/592062604_NBoZJ-L.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGmhHgMNiI/AAAAAAAAAqM/uvYg7Fgk65k/s320/592062604_NBoZJ-L.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386769717191783970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;THE LEGEND IS BACK! Ya, legenda hidup Iwan Fals kembali menyambangi penggemarnya dengan merilis album baru yang diberi titel “50:50″. Konon konsep album ini dibuat dalam konsep keseimbangan “Yin” &amp; “Yang” yang mengusung tema Cinta dan kritik sosial yang dimunculkan secara berimbang, lugas, sederhana namun berisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album ini berisi memuat 12 lagu bertema cinta, sosial dan humanis yang lekat dengan sosok Iwan Fals. Album yang terdiri dari 12 lagu ini 6 lagu dibuat oleh Iwan Fals sendiri, sedangkan 6 lainnya oleh komposer lain seperti Dewiq, Opick, Yockie Suryoprayogo, Pongki Jikustik, Digo [ketua OI] dan Bongky [Slank, Flowers, BIP].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan kritik sosial kembali membawa Iwan Fals ke hadapan jutaan OI (Orang Indonesia) tahun ini. Album penuh aroma cinta dan deru kritik sosial dengan bungkus pop ini berhasil memberikan jawaban akan kemana visi dan misi Iwan Fals. Seperti judul albumnya tidak semua misi membawa virus cinta. Setengah dari album ini adalah visi berupa kritik pada kondisi sosial masyarakat Indonesia. “Aku merasa mendapat respon bagus dari Musica Studio’s saat merilis album ini. Karena tidak hanya lagu-lagu pop yang sedang digemari saat ini tapi juga mereka mau menampung lagu-laguku yang tidak mengambil tema cinta,” kata Iwan Fals tentang proyek album yang materinya 6 lagu diambil lebih dari 300 lagu ciptaanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Misalnya “Mabuk Cinta” ciptaan Bongky BIP. Kali ini groove reggae dikeluarkan lewat balutan musik pop reggae yang mengalun indah. Bunyi kibor yang mengawang dan memberi beat yang seksi akan terdengar ritmis dan manis lewat siraman drum dan bass yang mengawal vokal khas Iwan Fals yang begitu enjoy dan lepas saat menyuarakan lirik tentang indahnya mengalami jatuh cinta kembali itu. Lagu ini menjadi single pertama dari legenda yang kini tinggal di Leuwinanggung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang keluar darinya (dengan konsep yang mungkin baru baginya) akan tetap menjadi magnet yang siap akan membius dan memabukkan seperti menyimak lagu yang menjadi single perdana album 50:50 ini. Yang paling menonjol di album ini diantaranya lagu berjudul “Masih Bisa Cinta” karya Dewiq yang di aransemen oleh Erwin Gutawa. Di lagu ini pendekatan yang disuarakan Iwan Fals tidak kalah dengan gaya rockstar anak muda seperti Pasha, Giring, atau Ariel saat menyuarakan kerinduan pada orang tercinta. Sebuah tema universal dengan lirik cinta yang akan menjadi guilty pleasure pula dengan lagu “Yang Tercinta” karya Opick yang di aransemen Addie MS. Sulit memberikan kredit pujian mana yang paling bagus dari dua lagu ini. Keduanya kuat di aransemen. Kuat pula dari struktur lagu. Dan yang paling utama vokal Iwan Fals berhasil menyatu dan saling mengisi dalam sebuah paket pop penuh cinta yang membuatnya menjadi tidak pasaran dan murahan. banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik adalah lagu karya Pongky Jikustik berjudul “Tak Pernah Terbayangkan” yang di aransemen oleh Bagoes AA. Lagu yang ditulis Pongky ini menurutnya terinspirasi dari kisah hidup Iwan Fals yang selalu ditemani sang istri, – mbak Yos – dalam kondisi apapun. “Tulis besar-besar tentang hal itu, saya mendedikasikan lagu tersebut untuk mas Iwan agar dinyanyikan untuk mbak Yos,” kata Pongky. Sebuah ode yang dipersembahkan Pongky untuk Iwan Fals ini menjadi reuni bagi keduanya. Sebelumnya Pongky pernah memberi lagu bagus di album In Collaboration With dengan judul “Aku Bukan Pilihan.” Bagoes AA berhasil mengemas lagu ini dengan sempurna. Pop yang masih terasa kuat dalam aransemen, syarat yang harus ada dalam lagu-lagu Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu lain yang sangat kuat dalam tema ada pada “Apakah Aku Benar- Benar Memiliki Kamu” karya Digo yang saat ini menjabat sebagai ketua OI. Kontribusi Digo sebelumnya adalah membantu mengisi gitar saat pembuatan album Suara Hati yang menandai kembalinya Iwan Fals ke panggung musik dengan lagu-lagu baru dan bukan lagu aransemen ulang. Lagu ini menjadi makin terasa hidup dan bernyawa dengan aransemen yang dimainkan oleh Andi Bayou. Tidak ketinggalan wartawan senior Remy Soetansyah turun gunung memberi kontribusi lagu berjudul  “Ini Bukan Mimpi” yang diciptakan bersama Yockie Soeryoprayogo yang juga membuat aransemen yang kuat di lagu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah lagu yang memberi kita sebuah petunjuk, sebuah penerang, sebuah wacana bahwa bencana yang sedang terjadi yang menimpa Indonesia bukan sekedar sebuah siaran berita di TV, radio, atau Koran. Sebuah kenyataan yang patut direnungkan. “Aku juga menyumbang lagu cinta di album ini. Judulnya ‘KaSaCiMa’. Kadang aku memang tidak pede kalau membuat lagu bertema cinta sekarang ini” kata ayah dari Raya dan Cikal ini. “KaSaCiMa” menurut Iwan Fals diciptakan lebih dari 15 tahun lalu. “Pas mau dirilis bingung mau dikasih judul apa, ya sudah ‘KaSaCiMa’ saja. Singkatan dari Kasihku Sayangku Cintaku Manisku,” katanya sambil tergelak. Lagu “Cemburu” sangat kuat dengan efek suara biola dan flute yang dibiarkan mengawang menjadi teman pengiring bagi karakter vokal Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Munir juga menjadi perhatian Iwan Fals di album ini. “Saat mendengar kematian Munir aku sedih. Secara jujur aku kagum akan apa yang dia perjuangkan. Aku membuat lagu ‘Pulanglah’ saat sedang berada di Sukabumi,” kata Iwan Fals yang menyebut Munir sebagai Pendekar. Bentuk kepedulian lain yang disuarakan Iwan Fals di lagu ini ada pada  “Negara”. Sebuah protes yang ditujukan pada kondisi Negara yang seharusnya ideal dan melindungi rakyatnya secara jeli dan jujur coba disuarakan. “Tugasku sebagai seniman ya cuma bisa menyuarakan ide-ide. Aku tidak tahu bagaimana mewujudkannya. Biarlah mereka yang pandai yang memberikan solusi,” katanya jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ikan-Ikan” dan “Rubah” juga masih secara seksama mencoba meneriakkan ketidakadilan dan ketidakberesan yang terjadi di tingkat bawah. “Ini album yang secara tema aku rasa imbang. Yang akan mencari cinta ada. Yang mencari lagu-lagu berisi protes sosial juga ada,” ujar sang legenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba berimbang. Itu yang sedang dilakukan Iwan Fals di album 50:50 ini. Satu yang tidak berubah dari semua album Iwan Fals adalah pesona, kharisma, karakter dan sosoknya yang akan selalu memabukkan siapa saja yang menyimak lirik lagu-lagunya. Entah itu lagu berisi pesan cinta atau pesan kritikan sosial yang menjadi senjata utamanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-3326908482317602058?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/3326908482317602058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/legend-is-back.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3326908482317602058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3326908482317602058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/legend-is-back.html' title='THE LEGEND IS BACK'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGmhHgMNiI/AAAAAAAAAqM/uvYg7Fgk65k/s72-c/592062604_NBoZJ-L.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-6726311516449983372</id><published>2009-09-28T23:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T23:15:00.815-07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals Beri Inspirasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGlxck3mZI/AAAAAAAAAqE/NwMRLtMnJwQ/s1600-h/daeng2007.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGlxck3mZI/AAAAAAAAAqE/NwMRLtMnJwQ/s320/daeng2007.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386768898214828434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Puluhan tahun malang melintang di dunia musik Indonesia, Iwan Fals (47) masih suka heran ada orang yang terinspirasi lagu-lagu yang ia tulis dan nyanyikan. Terakhir ada dua penggemar asal Brebes, Jawa Tengah, yang rela jalan kaki hanya untuk menonton konser Iwan di rumahnya di Leuwinanggung, Jawa Barat, Sabtu pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Namanya Noto dan Slamet. Mereka jalan kaki 13 hari hanya untuk melihat saya nyanyi,” ungkap Iwan di Jakarta, Senin (2/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggemar Iwan lainnya, Daeng, nekat naik sepeda keliling Indonesia dari tempat asalnya di Sulawesi. Noto, Slamet, dan Daeng sama-sama mengaku melakukan itu semua karena terinspirasi lagu-lagu Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”Saat ini juga ada 90 cabang Oi (klub penggemar Iwan Fals) yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka bikin perpustakaan, kegiatan olahraga, dan kesenian. Saya kaget, ternyata musik saya bisa berpengaruh sebesar itu,” tutur Iwan yang baru saja menerima penghargaan sebagai Class Music Heroes bersama sederet nama populer di dunia musik Tanah Air lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan lalu berandai-andai, jika data yang menyebutkan bahwa saat ini ada 40 juta rakyat miskin di Indonesia itu benar, sebenarnya masalah kemiskinan akan selesai kalau setiap orang yang tidak miskin membantu satu orang yang miskin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-6726311516449983372?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/6726311516449983372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/iwan-fals-beri-inspirasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/6726311516449983372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/6726311516449983372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/iwan-fals-beri-inspirasi.html' title='Iwan Fals Beri Inspirasi'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGlxck3mZI/AAAAAAAAAqE/NwMRLtMnJwQ/s72-c/daeng2007.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-3618952006190520314</id><published>2009-09-28T23:07:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T23:10:19.227-07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals Mendapat Penghargaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGkugIgywI/AAAAAAAAAp8/Ye7Ghlqm1sY/s1600-h/5608_1218699392683_1384845925_626192_5177895_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGkugIgywI/AAAAAAAAAp8/Ye7Ghlqm1sY/s320/5608_1218699392683_1384845925_626192_5177895_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386767748118399746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan penghargaan, apalagi didasari prestasi dan dedikasi di bidang musik tentu sangat membanggakan. Terlebih lagi jika penghargaan tersebut bisa memberikan inspirasi kepada generasi selanjutnya. Hal itulah yang dirasakan salah seorang legenda musik Indonesia, Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan yang baru saja mendapatkan penghargaan "Clas Music Heroes, Talk Less Do More", di Jakarta, Senin (2/3) mengatakan, sebagai seorang musisi tentu ia sangat senang jika ada satu lembaga yang bisa memberikan apresiasi terhadap karya musisi di Indonesia, apalagi bukan didasari sisi bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagai musisi saya senang ada lembaga yang mengapresiasi karya saya dan ini menjadi nilai lebih dalam perjalanan musik saya. Tentu saja penghargaan yang saya dapat ini menjadi berat," kata Iwan Fals, saat ditemui di FX Plaza, Jln. Jendral Sudirman, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Artinya, kata Iwan, lebih berat karena masyarakat telah memilihnya lewat polling SMS. "Saya hanya bisa bersyukur aja lah, otomatis sebagai musisi saya tidak dapat mengabaikan pilihan masyarakat yang telah memilih saya melalui SMS. Jujur ini sangat berat bagi saya sekaligus menjadi tantangan dalam berkarya ke depannya," kata pelantun lagu "Bento" ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajang penghargaan itu, juri terdiri atas Andy F. Noya (Rolling Stone Indonesia), Anton Wahyudi, Bongki, Dahono Fitrianto, Denny M.R., Ricky Siahaan, dan Yoris Sebastian. Penilaian berdasarkan atas prestasi dan gebrakan mereka selama berkarier. Satu hal yang menjadi titik penilaian, yaitu musik atau musisi yang dipilih bisa memberikan inspirasi bagi generasi muda. Atas dasar itulah, Iwan pun layak dijadikan hero di bidang musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Iwan Fals, penghargaan ini juga diberikan kepada Slank, Peterpan, Melly Goeslaw, Krisdayanti, Gigi, Agnes Monica, Ari Lasso, Project Pop, Yovie &amp; Nuno, Andra &amp; The Backbone, Cokelat, Sheila On Seven, Naif, Letto, The Changcuters, dan Efek Rumah Kaca.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-3618952006190520314?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/3618952006190520314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/iwan-fals-mendapat-penghargaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3618952006190520314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3618952006190520314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/iwan-fals-mendapat-penghargaan.html' title='Iwan Fals Mendapat Penghargaan'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGkugIgywI/AAAAAAAAAp8/Ye7Ghlqm1sY/s72-c/5608_1218699392683_1384845925_626192_5177895_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-5887051242628385635</id><published>2009-09-28T23:02:00.001-07:00</published><updated>2009-09-28T23:04:24.259-07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals, Sederhana dan Kharismatik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGjW5pUmDI/AAAAAAAAAp0/fDuzhkKzCQE/s1600-h/6088_1188723443303_1384845925_518833_5862335_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGjW5pUmDI/AAAAAAAAAp0/fDuzhkKzCQE/s320/6088_1188723443303_1384845925_518833_5862335_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386766243138410546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada sesuatu yang menggelitik saya untuk menulis ini. Meski tidak secara pribadi, saya mengenal Iwan Fals sejak awal karirnya, ketika saya masih di SD. Saya bukan penggemar fanatiknya, tapi jika ditanya siapa penyanyi Indonesia favorit saya, jawabannya adalah: Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal Iwan Fals adalah bicara soal sosok yang belum ada duanya di dalam percaturan musik tanah air. Orang menyukainya bukan karena gemerlapnya gaya hidup, kegantengan, atau bahkan teknik vokalnya yang luar biasa. Sebaliknya, Iwan adalah seorang sosok yang sangat bersahaja (mekipun memang ganteng), apa adanya, dan bukan jebolan sekolah vokal mana pun. Ia mengawali karirnya benar-benar dari bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari ngamen, ikut festival lagu-lagu humor (pernah jadi juara), hingga akhirnya menembus dapur rekaman. Itu pun tidak semulus yang kita bayangkan, karena rekaman pertamanya (sebelum Oemar Bakri) sempat jeblok. Pendeknya, Iwan Fals bisa seperti sekarang ini bukan dengan sim salabim. Dia tahu persis getirnya perjuangan untuk mencapai posisi yang saat ini diraihnya sebagai salah satu legenda musik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang saya sukai dari seorang Iwan Fals adalah kejujurannya, baik itu kejujuran dalam menuangkan ide-idenya ke dalam lirik lagu, maupun kejujurannya dalam bersikap. Simak saja bagaimana Iwan Fals mengungkap cinta misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'..hanya mampu katakan, aku cinta kau saat ini&lt;br /&gt;entah esok hari, entah lusa nanti,&lt;br /&gt;entah..' (ENTAH)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di saat kebanyakan lirik lagu berlomba mengobral kata-kata muluk soal cinta, Iwan justru mengungkap cinta dengan cara yang berbeda, tidak munafik. Betapa sederhana, betapa jujur, karena bukankah tidak ada yang bisa menjamin bahwa kita bisa mencintai seseorang selamanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang saya kagumi dari Iwan Fals adalah kharisma. Ini juga muncul dengan sendirinya dan tidak dibuat-buat. Orang yang punya kharisma tentu lain dengan orang yang 'jaim'. Penyanyi Indonesia mana yang memiliki penggemar-penggemar yang berasal dari berbagai kalangan sekaligus? Bahkan usia mereka juga sangat variatif, dari mulai yang seusia dengan Iwan, sampai ABG. Demikian juga status sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa sebenarnya yang dimiliki Iwan Fals sehingga ia memiliki nama yang demikian besar? Beberapa sudah saya sebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Kejujuran, terungkap dalam sikap kesehariannya maupun terutama lirik-lirik lagunya. Dan kejujuran ini yang justru menjadi kekuatan dari lirik-lirik lagu Iwan Fals. Dan konsekuensi dari kejujuran ini juga yang dulu sering membuat Iwan berurusan dengan aparat keamanan, ketika lagu-lagunya dianggap 'meresahkan' atau bahkan membuat merah kuping penguasa.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Kharismatik. Ini memang sebuah gift dari Tuhan. Orang tidak bisa mereka-reka supaya dirinya kelihatan memiliki kharisma. Di balik sikap yang apa adanya, Ian Fals punya kharisma yang membuat orang segan dan menghormatinya.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Sederhana. Pernahkah Anda melihat Iwan Fals tampil 'centil' dan modis? Dari dulu, kostum kegemarannya adalah jeans dan t-shirt.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Tidak arogan. Ia bisa ngobrol santai sebagai teman denan penggemarnya. Dulu saya punya teman yang bahkan sering nginep di rumah Iwan. Sikap tidak arogan yang juga bisa kita lihat adalah aksi kolaborasinya dengan musisi-musisi muda. Ia tidak kelihatan canggung dan khawatir dengan kehadiran mereka. Sebaliknya mereka malah dirangkul untuk bikin lagu buat dia nyanyikan. Hasilnya? Ceruk pasarnya malah bertambah ke semakin banyak kalangan, termasuk ABG.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Tentu masih banyak hal lain yang membuat Iwan Fals menjadi seperti sekarang ini. Sosok penyanyi/musisi Indonesia yang samasekali bukan karbitan. Ia meraih puncak karir benar-benar merangkak dari bawah. Tempaan itulah yang justru membuatnya bisa seperti sekarang. Berjuang dan menjadi pendekar bagi kalangan grass root melalui lagu-lagunya yang sarat dengan kritik sosial. Contoh fenomenal adalah lagu Oemar Bakri. Saat itu,mana ada yang berani mengangkat tema seperti itu? Atau tengok lagu Bento yang ditujukan untuk 'Kau Tahu Siapa' (minjem istilah Harry Potter untuk menyebut Voldemort), klan penguasa yang nyaris tidak pernah tersentuh hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memotret apa adanya lewat lagu, meski akibatnya kadang-kadang harus berseberangan, bahkan berbenturan dengan penguasa. Tak salah jika majalah Times sempat menjulukinya The Asian Hero&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-5887051242628385635?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/5887051242628385635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/iwan-fals-sederhana-dan-kharismatik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/5887051242628385635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/5887051242628385635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/iwan-fals-sederhana-dan-kharismatik.html' title='Iwan Fals, Sederhana dan Kharismatik'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGjW5pUmDI/AAAAAAAAAp0/fDuzhkKzCQE/s72-c/6088_1188723443303_1384845925_518833_5862335_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-2079885777827868935</id><published>2009-09-28T22:56:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T23:02:00.800-07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals: Anak Adalah Masa Depan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGiuUkWg8I/AAAAAAAAAps/kV7IBEeRLh8/s1600-h/254.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGiuUkWg8I/AAAAAAAAAps/kV7IBEeRLh8/s320/254.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386765545990685634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anak merupakan anugerah bagi setiap orang tua. Tak satupun orang tua di dunia ini yang rela kehilangan anaknya. Bagi Iwan Fals segala yang mendukung kepentingan anaknya merupakan hal penting. Dia berpendapat setiap orang tua tak seharusnya enak-enakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Iwan anak adalah masa depan, walau setiap anak punya surga sendiri, tak seharusnya orang tua enak-enakan begitu saja. "Anak ini masa depan kita semua. Saya nggak tahu, tapi anak itu dalam keadaan apapun selalu pandai dan bisa mendapatkan hiburan. Bahkan dalam kondisi dan tempat apapun, mereka punya surganya sendiri. Tapi nggak lantas kita jadi enak-enakan begitu saja," ungkap penyanyi kondang ini saat ditemui di aksi sosial Homeschooling Untuk Anak Jalanan, di Leuwinanggung, Cimanggis, Depok, Selasa (21/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua yang pernah kehilangan buah hatinya, Iwan kini bertekad agar hal itu tidak terulang kembali. "Saya juga tahu soal nutrisi dan soal lingkungan yang sehat itu tanggung jawab orang-orang dewasa. Oleh karena itu saya merasa terpanggil sekali. Kebetulan saya juga ayah yang merasa tidak mampu memberikan dua hal, nutrisi dan lingkungan yang sehat buat anak saya. Sampai meninggal. Tapi saya alhamdulillah juga diberi kesempatan mengalami badai itu. Rasanya nggak boleh terulang, gitu ya," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wujud kepedulian pada anak, Iwan kini membawanya dalam konser. "Saya kurang memahami psikologi anak anak. Tapi bahwa saya merasa yakin anak-anak adalah orang dewasa berikutnya. Untuk kebaikan bersama, maka kita pilih persoalan anak kita angkat di konser saya di bulan Juli," tambahnya.   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-2079885777827868935?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/2079885777827868935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/iwan-fals-anak-adalah-masa-depan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2079885777827868935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2079885777827868935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/iwan-fals-anak-adalah-masa-depan.html' title='Iwan Fals: Anak Adalah Masa Depan'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGiuUkWg8I/AAAAAAAAAps/kV7IBEeRLh8/s72-c/254.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-6606847068665311293</id><published>2009-09-28T22:46:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T22:56:04.851-07:00</updated><title type='text'>USIA TAK LAGI MUDA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGhUhXm6fI/AAAAAAAAApk/iqu1AbbJjyQ/s1600-h/592063585_pMkbh-L.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGhUhXm6fI/AAAAAAAAApk/iqu1AbbJjyQ/s320/592063585_pMkbh-L.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386764003238668786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Usia boleh tak muda lagi, namun kharisma Iwan Fals masih tetap terpancar. Musisi senior ini berhasil menghipnotis ribuan pengunjung Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2009 dengan menggelar konser di lapangan utama, Senin (22/6) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan yang menggunakan kaos hitam dipadu celana jeans biru telur asin dengan iringan petikan senar gitarnya langsung menggebrak penonton melalui lantunan lagunya berjudul Garuda. Penyanyi balada tersebut melanjutkan aksi panggungnya dengan salah satu lagu andalannya Celoteh dan Jakarta sesuai dengan momennya ulang tahun DKI Jakarta ke-482 yang jatuh pada 22 Juni 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah sorotan lampu panggung yang didominasi warna biru, bapak dari almarhum Galang Rambu Anarki ini, mendendangkan lagu Entah, Aku Bukan Pilihan, dan Yang Tercinta. Namun aksi penyanyi senior tersebut sempat tercoreng keributan antar penonton di bawah panggung, sehingga Iwan menghentikan nyanyinya hingga lima menit.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kayaknya banyak jagoannya yah, bagaimana teruskan tidak?" ujar Iwan bermaksud mengajak penggemarnya untuk menghentikan aksi brutalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan tidak ada lelahnya, penyanyi kelahiran 3 September 1961 ini ingin memuaskan penggemarnya dengan suara serak khasnya dengan lagu populernya, yakni Nyanyian Jiwa, Ini Dia Si Jali-Jali (versi balada), Bongkar, Bento, Pesawat Tempur, Kekasih, Jakarta Sudah Habis, dan Lagu Empat dari ALBUM HIJAU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Empat tersebut menjadi nyanyian terakhir Iwan pada konser di ajang PRJ yang memasuki hari ke-12 tersebut, sementara itu, penonton membubarkan diri secara tertib dan terkendali dengan penjagaan ketat dari petugas kepolisian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-6606847068665311293?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/6606847068665311293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/usia-tak-lagi-muda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/6606847068665311293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/6606847068665311293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/usia-tak-lagi-muda.html' title='USIA TAK LAGI MUDA'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsGhUhXm6fI/AAAAAAAAApk/iqu1AbbJjyQ/s72-c/592063585_pMkbh-L.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-3299212561373683884</id><published>2009-09-28T22:38:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T22:45:27.692-07:00</updated><title type='text'>ASYIK NGGAK ASYIK.......Oi</title><content type='html'>Saya sadar akan adanya saya di Ormas Oi, berangkat dari fals mania yang intinya adalah Iwan Fals sebagai tokoh yang saya idolakan. Setelah terbentuknya Oi, saya mencoba memasuki "area" itu. Mohon maaf.....! Oi ternyata tempat yang saya anggap asyik selama ini ternyata lebih dari apa yang saya bayangkan. Asyik sekali......!!! Kesadaran berorganisasi memang perlu, karena kita tahu sendiri memahami dan sadar atas sebuah loyalitas terhadap sesuatu akan menjadikan kita gampang berinteraksi dengan yang lain dan mengangkat nama baik organisasi Oi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oi.........sadar sadar atau tidak sadar ini akan menjadi besar, tentunya Oi pun juga menunggu sumbangsi fikiran dan itikad baik serta dukungan dari seluruh warga Oi diseluruh Nusantara. Iwan Fals adalah "icon" Oi...bukan pengurus Oi. Kitalah Pengurus yang punya tanggungjawab untuk datang, hadir dan "berproses" di dalamnya. Ini adalah sebuah impian lama dan niat baik dari teman Oi.&lt;br /&gt;Olehnya itu sobat...... Mari kita  bergandengan tangan kembali untuk setia mengikuti perjalanan organisasi Oi ini, mungkin hari ini kita belum mendapatkan hasil, tapi aku yakin, besok atau pun lusa Allah akan memberi kita sebuah kenikmatan dalam keberhasilan kita. Kita mustahil mendapatkan sebuah hasil tanpa kita melakukan sesuatu usaha.&lt;br /&gt;Sebagai himbauan, bilamana ada pertemuan nasional Ormas Oi......Datanglah....! supaya disana anda bisa Setuju dan Tidak Setuju, kita semua menghargai pendapat orang koq, mari kita berproses bersama...! Yang merasa mempunyai kemampuan untuk mengembangkan  Oi ini, ayo kita sambut karya dari temen temen Oi yang datang dari berbagai pelosok Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-3299212561373683884?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/3299212561373683884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/asyik-nggak-asyikoi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3299212561373683884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3299212561373683884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/asyik-nggak-asyikoi.html' title='ASYIK NGGAK ASYIK.......Oi'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-607661951364223410</id><published>2009-09-27T23:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-27T23:20:02.523-07:00</updated><title type='text'>PETUNJUK PELAKSANAAN KARTU TANDA ANGGOTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsBVPyPmYzI/AAAAAAAAApM/Tu-pL77DzuQ/s1600-h/KTA2221.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsBVPyPmYzI/AAAAAAAAApM/Tu-pL77DzuQ/s320/KTA2221.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386398884008715058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsBVPicZmTI/AAAAAAAAApE/Yxkdx_r9Qjs/s1600-h/FORM1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 199px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsBVPicZmTI/AAAAAAAAApE/Yxkdx_r9Qjs/s320/FORM1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386398879767435570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PETUNJUK PELAKSANAAN KARTU TANDA ANGGOTA &lt;br /&gt;DAN NOMOR REGISTRASI ANGGOTA Oi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BADAN PENGURUS WILAYAH Oi SULAWESI SELATAN:&lt;br /&gt;MENIMBANG : &lt;br /&gt;1.Bahwa organisasi Oi sebagai organisasi masa nasional yang memiliki anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, perlu memiliki Kartu Tanda Anggota yang seragam secara nasional sebagai identitas keanggotaan serta perlu didukung dengan suatu sistem administrasi keanggotaan yang baik.&lt;br /&gt;2.Bahwa untuk itu perlu adanya penyeragaman Kartu Tanda Anggota dan nomor registrasi anggota.&lt;br /&gt;3.Bahwa untuk itu perlu segera ditetapkan petunjuk pelaksanaannya dan di sah kan dengan surat keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;MENGINGAT :&lt;br /&gt;1.Anggaran Dasar pasal 15 ayat 2 poin C.&lt;br /&gt;2Anggaran Rumah Tangga Oi pasal 13 ayat 1 poin F.&lt;br /&gt;3.Keputusan Munas Oi ke III di Bandung, 24 - 26 Nopember 2006.&lt;br /&gt;4.Rekomendasi Rakernas Ke II, poin 1.&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN&lt;br /&gt;1.Petunjuk pelaksanaan mengenai Kartu Tanda Anggota dan nomor registrasi anggota Oi sebagaimana tertera dalam lampiran surat keputusan ini.               &lt;br /&gt;2.Menginstruksikan kepada Badan Pengurus Kota Di Sulawesi Selatan untuk menyampaikan Surat Keputusan ini kepada Badan Pengurus Kelompok untuk menyesuaikan Kartu Tanda Anggota dan nomor registrasi anggota sesuai dengan petunjuk pelaksanaan tersebut dalam lampiran surat keputusan ini.&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Badan Pengurus Wilayah Oi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Muhammad Ihsan, MS&lt;br /&gt;   Ketua BPW Oi Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-607661951364223410?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/607661951364223410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/petunjuk-pelaksanaan-kartu-tanda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/607661951364223410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/607661951364223410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/petunjuk-pelaksanaan-kartu-tanda.html' title='PETUNJUK PELAKSANAAN KARTU TANDA ANGGOTA'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SsBVPyPmYzI/AAAAAAAAApM/Tu-pL77DzuQ/s72-c/KTA2221.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-5621088698654485779</id><published>2009-09-16T22:20:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T22:38:35.367-07:00</updated><title type='text'>UCAPAN SELAMAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SrHLCFEVAyI/AAAAAAAAAo8/kHw9tSFQVs8/s1600-h/maaf.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SrHLCFEVAyI/AAAAAAAAAo8/kHw9tSFQVs8/s400/maaf.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382306266264961826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-5621088698654485779?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/5621088698654485779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/ucapan-selamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/5621088698654485779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/5621088698654485779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/ucapan-selamat.html' title='UCAPAN SELAMAT'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SrHLCFEVAyI/AAAAAAAAAo8/kHw9tSFQVs8/s72-c/maaf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-3705264777648353686</id><published>2009-09-05T22:52:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T23:04:51.095-07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals Dalam Musikalisasi Puisi Remy Soetansyah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SqNQ2_BZ5nI/AAAAAAAAAo0/E_gIET3g8Vc/s1600-h/iwan1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SqNQ2_BZ5nI/AAAAAAAAAo0/E_gIET3g8Vc/s200/iwan1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378231285570987634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Gedung Arsip Nasional, Jalan Gajah Mada, Jakarta, pada Jumat (14/8) silam, Iwan Fals (47) menampilkan puisi karya Remy Soetansyah. Iwan membawakan dua karya Remy berjudul Buku Harian Bangkai dan Surat Kepada Mabuk dalam format musikalisasi puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini digagas Lembaga Katha Cakti. Yaitu sebuah lembaga berkumpulnya orang-orang kreatif yang menggeluti dunia jurnalistik, komunikasi, periklanan dan televisi yang berasal dari alumni Sekolah Tinggi Publisistik (STP) yang kini bernama Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Iwan Fals merupakan salah satu alumni sekolah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan membahana di pelataran belakang Gedung Arsip Nasional manakala gitar Iwan mulai berdenting. Sekitar kurang lebih 150 orang yang hadir untuk menyaksikan acara ini seperti penasaran, ingin tahu bagaimana Iwan Fals membawakan puisi Remy. Terkejut itulah reaksi yang muncul. Pasalnya, penonton tak menyangka Iwan akan mebawakan puisi berjudul Buku Harian Bangkai dengan kedalaman yang pekat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sementara saat membawakan Surat Kepada Mabuk, puisi yang lebih bertutur soal cinta, Iwan membawakannya dengan lebih ringan dan riang. Seperti pesan yang tertuang dalam lirik-lirik puisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bangkai berlapis-lapis bangkai. Di atasnya bulan bertengger lunglai. Semerbak kembang busuk menebar. Luka menari seharum darah segar. Dan seonggok waktu bangkit. Mengalir, menjalar, menuntunku. Mencari asalnya yang rumit. Dan dengarkan ia berkotbah.” Itulah penggalan puisi yang dibawakan Iwan Fals. Terasa berat dan nanar mengawinkan nada-nada dalam gitar dengan kata-kata di puisi itu. “Oke saya mau puisi yang ini. Pokoknya urusan bunyi, itu tanggung jawab aku,” ungkap Iwan kepada Remy saat Remy meminta untuk membawakan karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang penampilan Iwan juga yang sempat “memakan korban’ tepatnya saat membacakan puisi cinta berjudul Surat Kepada Mabuk. Rosiana Silalahi sebagai host yang berpasangan dengan Andy F Noya menyangka Iwan sudah selesai membawakan puisi. Rosiana baru mengajak penonton untuk bertepuk tangan. Dengan tenang Iwan bilang pada Rosiana, NB-nya belum dibaca. Heboh tentu saja. Tapi untunglah, seluruh yang hadir di situ bisa dibilang satu keluarga yang kebanyakan alumunus STP/IISIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menutup kekeliruannya, dengan ringan Rosi ikut menari dan menyanyi puisi yang dibawakan Iwan Fals. Usai membacakan puisi, Iwan Fals langsung diberondong pertanyaan Andy F Noya dan Rosiana Silalahi. “Iwan Fals tidak lulus sekolah dari STP saja begini hebatnya. Bagaimana kalau lulus? Termasuk saya juga tidak lulus,” celoteh Andy F Noya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas Andy menanyakan alasan Iwan bersedia membawakan puisi karya Remy. Sambil tertawa Iwan menyusuri masa lalu saat sekolah di STP. ”Saya dulu waktu kuliah di STP dua kali di plonco sama Remy. Sempat masuk, keluar, terus masuk lagi,” tutur Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Iwan Fals, musisi, seniman dan tokoh penting lain yang turut ambil bagian dalam acara tersebut adalah Slamet Rahardjo, Sawung Jabo, Doel Sumbang, Fauzi Bowo, Amin Kamil, Happy Salma, Marcella Zalyanti, Astari Rasyid, Arifin Panigoro, Ray Sahetapy, Todung Mulya Lubis, Sri Mulyani, Minerva &amp; Aminoto Kosin, Doddy Katamsi, Miranda Gultom dam Rachel Maryam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat penampilan mereka, Remy Soetansyah mengaku senang. Pasalnya mereka tidak kehilangan jati diri dan tetap bisa membawakan puisi itu seperti yang Remy mau. “Saya senang, penampilan mereka hebat dan bagus. Dan yang terpenting, mereka tetap menjadi diri sendiri,” ungkap Remy. Selamat ya, Mas Remy!Sumber:www.iwanfals.co.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-3705264777648353686?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/3705264777648353686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/iwan-fals-dalam-musikalisasi-puisi-remy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3705264777648353686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3705264777648353686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/iwan-fals-dalam-musikalisasi-puisi-remy.html' title='Iwan Fals Dalam Musikalisasi Puisi Remy Soetansyah'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SqNQ2_BZ5nI/AAAAAAAAAo0/E_gIET3g8Vc/s72-c/iwan1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-6865774759925895905</id><published>2009-09-05T22:47:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T22:51:51.528-07:00</updated><title type='text'>Pulanglah Pak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SqNN5ri3wnI/AAAAAAAAAos/O93eKR96iRI/s1600-h/5608_1218676952122_1384845925_626105_5622539_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SqNN5ri3wnI/AAAAAAAAAos/O93eKR96iRI/s200/5608_1218676952122_1384845925_626105_5622539_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378228033347371634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan denting gitar akustik dan suara serak Iwan Fals, puisi karya Fitri Nganti Wani -anak Widji Tukul- menjadi sebuah lagu yang sangat menyayat perasaan. (Widji Tukul adalah seorang korban penculikan pada 1998 yang sampai sekarang tidak diketahui nasibnya).&lt;br /&gt;Iwan Fals menyanyikan puisi ini dengan penuh penjiwaan pada acara peluncuran buku "Selepas Bapakku Pergi" karya Fitri Nganti Wani, di Graha Bakti Budaya, TIM Cikini, Jakarta, 16 Juni 2009.&lt;br /&gt;Bagi saya, gaya bernyanyi Iwan Fals dalam lagu ini sedikit mengobati kerinduan pada sosok Iwan yang liar, garang namun tetap bersahaja. Nada-nada sederhana dalam lagu ini mengingatkan pada album akustik Iwan Fals di tahun 90-an. Dan wajar bila beberapa kawan setelah mendengarkan lagu ini mengatakan, "Inilah Iwan Fals sebenarnya..!". (sb)&lt;br /&gt;Dibawah ini adalah lirik dan rekaman video penampilan Iwan Fals saat menyanyikan lagu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulanglah Pak&lt;br /&gt;Lirik: Fitri Nganti Wani&lt;br /&gt;Lagu: Iwan Fals&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulanglah, Pak&lt;br /&gt;Kami sekeluarga menunggumu, Pak&lt;br /&gt;Kawan-kawanmu juga menunggumu, Pak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulanglah, Pak&lt;br /&gt;Apakah kamu tidak tahu&lt;br /&gt;Indonesia pecah, Pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pipa-pipa menancap ditubuh pertiwi kita&lt;br /&gt;Asap-asap dari pabrik-pabrik mengotori pertiwi kita, Pak&lt;br /&gt;Limbah-limbah membuat sungai-sungai dan kali-kali tercemar&lt;br /&gt;Kami terpaksa tutup hidung, Pak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertiwi kita menangis&lt;br /&gt;Pertiwi kita butuh kamu, Pak&lt;br /&gt;Oooh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulanglah, Pak&lt;br /&gt;Apakah kau tidak ingat aku lagi?&lt;br /&gt;Aku anakmu, Pak&lt;br /&gt;Aku, adik, ibu dan semua orang merindukanmu, Pak&lt;br /&gt;Apakah hanya dengan doa-doa saja&lt;br /&gt;Aku harus menunggu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasa...! Kembalikan bapakku...!&lt;br /&gt;PENGUASA...! KEMBALIKAN BAPAKKU...!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-6865774759925895905?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/6865774759925895905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/pulanglah-pak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/6865774759925895905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/6865774759925895905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/pulanglah-pak.html' title='Pulanglah Pak'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SqNN5ri3wnI/AAAAAAAAAos/O93eKR96iRI/s72-c/5608_1218676952122_1384845925_626105_5622539_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-1304366302297001420</id><published>2009-09-05T22:17:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T22:29:31.936-07:00</updated><title type='text'>SELAMAT ULTAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SqNIk2fP-6I/AAAAAAAAAok/9KmZ6sI8z2M/s1600-h/ultah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 262px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SqNIk2fP-6I/AAAAAAAAAok/9KmZ6sI8z2M/s320/ultah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378222177949580194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-1304366302297001420?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/1304366302297001420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/selamat-ultah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/1304366302297001420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/1304366302297001420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/09/selamat-ultah.html' title='SELAMAT ULTAH'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SqNIk2fP-6I/AAAAAAAAAok/9KmZ6sI8z2M/s72-c/ultah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-1189733964551230672</id><published>2009-08-26T22:47:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T23:21:52.162-07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals Ajak ’Goyang’ Para Veteran dan Istri Veteran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SpYiv_L64XI/AAAAAAAAAoM/1PfUWc8mqGg/s1600-h/Iwan+Fals+Loreng.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SpYiv_L64XI/AAAAAAAAAoM/1PfUWc8mqGg/s200/Iwan+Fals+Loreng.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374521413123891570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Andri Oktavia&lt;br /&gt;Pemandangan di jelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, tampaknya selalu sama. Dominasi warna merah putih, berbagai gelaran acara hiburan juga menambah semarak, jumlah uang yang ”dibuang” untuk berbagai acara hiburan mengatasnamakan kemerdekaan, pastinya mencapai trilyunan di seluruh Indonesia.ronisnya, trilyunan uang yang digunakan untuk ber-gembira ria tersebut, terbuang seiring dengan sifat lupa para anak bangsa. Yang tak lagi mengingat para pejuang dan keluarga mantan pejuang kemerdekaan, yang bahkan diantaranya hidup susah, cacat, atau malah sudah jadi Pahlawan Tak Dikenal.Dalam resonansi sama dengan iwanfals.co.id, pesan tak terkatakan itu rupanya juga ditangkap oleh Tiga Rambu dan TVS, lewat gelaran Aksi Sosialnya yang kali ini ditujukan ke kalangan veteran tersebut. Iwan Fals tampak tak ingin melupakan jasa para pendiri bangsa itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rabu (12/8) di Gedung Wira Purusan Legiun Veteran tampak berbeda. Beberapa umbul-umbul Tiga Rambu dan TVS terpasang di gerbang gedung yang berada di Jalan Raden Inten II, Duren Sawit, Jakarta Timur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, bertepatan dengan acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-45 Persatuan Istri Veteran RI (PIVERI). Momen tersebut juga digunakan sebagai momen Aksi Sosial Tiga Rambu, yang digelar mengikuti rangkaian Konser Bulanan 2009 Iwan Fals &amp; Band bertema ”Introspeksi” yang akan dilangsungkan pada peringatan HUT Oi ke-10 (16/8) di Panggung Arsipel, TMII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan istri dan veteran RI, tampak dengan sabar menunggu kehadiran rombongan Iwan Fals &amp; Band. Sekitar pukul 10 pagi, mereka sudah tampak stand-by di lokasi acara yang bertempat di Ruang Pertemuan lantai 4 gedung LVRI DKI Jakarta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangkaian prosesi peringatan HUT para istri veteran itu berlangsung khidmat. Para pengurus daerah LVRI DKI Jakarta dan para istri, tampak memperoleh sambutan dari Ketua PIVERI DKI, Ny Hj Soen An Noor dan Ketua LVRI DKI Jakarta, selaku pembina. Pada kesempatan tersebut juga tampak hadir Brigjen Bambang S P, dari Staf Umum TNI AD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara waktu terus berjalan, rangkaian kata sambutan juga sudah digelar. Ny Hj Soen An Noor menyatakan rasa gembiranya, di tengah HUT PIVERI, juga akan hadir legenda musik balada Indonesia, Iwan Fals. ”Suatu anugerah bagi kami, Mas Iwan Fals bisa hadir di hari bahagia PIVERI ini,” urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, disamping harapannya agar PIVERI tetap menjaga kekompakan serta berkontribusi positif bagi kemajuan dan persatuan Indonesia, dia juga menyatakan, kehadiran Iwan Fals dan keluarga, menjadi pertanda tulusnya bakti seorang anak kepada ibundanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi, Ny Lies Haryoso, Ibunda Iwan Fals pun hadir di acara tersebut. Lies sendiri tercatat sebagai salah satu pengurus di PIVERI Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 11, Iwan Fals dan rombongan hadir. Selain Iwan Fals &amp; Band, juga tampak ikut serta Rosana (Tiga Rambu) serta Cikal, putri Iwan Fals, dan Kresnowati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jajaran bangku belakang yang disediakan bersandar pada tembok pun sudah penuh terisi sebagian dari kalangan Oi. Tampak pula hadir Ketua Oi Pusat, Digo, serta beberapa anggota Ormas FKPPI, berpakaian preman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai mensilahkan duduk, acara lantas beranjak ke sambutan dari Tiga Rambu, yang dibacakan oleh Kresnowati. Sebelumnya sambutan juga diisi oleh Ketua LVRI DKI yang juga sebagai pembina PIVERI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kata sambutannya, Kresnowati mengatakan alasan digelarnya acara aksi sosial Tiga Rambu di LVRI ini, yang menurutnya sebagai satu penghormatan kepada kalangan pendiri bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu menurutnya pada bulan Agustus ini, selalu menjadi bulan yang punya aksen tersendiri bagi Tiga Rambu, terutama karena berbarengan dengan HUT RI, HUT Ke-10 Oi pada tahun ini, serta ulang tahun pertama website official Iwan Fals, www.iwanfals.co.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghujung peringatan demi peringatan tersebut, juga akan digelar konser Iwan Fals &amp; Band, berupa Konser Kemerdekaan Satu Untuk Indonesia – INTROSPEKSI, Hidup Bersama Harus Dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai sambutan Kresnowati, giliran Rosana dari Tiga Rambu, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Ny Hj Soen An Noor. Usai seremonial tersebut lantas digelar acara ”potong kue”, kue diantaranya juga diberikan kepada Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama kemudian, acara beralih ke sesi makan siang bersama. Saat itulah, Iwan Fals &amp; Band, tampil menghibur. Sebelum membuka dengan lagu pertamanya, Iwan sempat menyatakan kepada audiens, disamping bangga dia juga merasa senang, bisa berada diantara para pendiri bangsa yang masih tersisa. ”Rasanya kualat betul, di event Peringatan Hari Kemerdekaan, lantas melupakan jasa para pejuang bangsa,” urainya diiringi tepuk tangan dari hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan membuka gelaran musiknya dengan tembang bernuansa nasionalisme, Untuk Para Pengabdi. Iwan seperti hendak menyerahkan lagu tersebut diterima bulat-bulat oleh audiens, layaknya sebuah kado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, juga didendangkan tembang yang bisa dikatakan sebagai gambaran kondisi ibu pertiwi sekarang ini. Menghanyutkan rasa para veteran RI ini, hingga tak satu pun yang berkomentar kecuali terpaku melihat penampilan Iwan, serta membatin bait demi bait syair lagu yang dikumandangkannya, Kebaya Merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu itu cukup syahdu, hingga menguras energi penghayatan dari para audiens. Usai lagu tersebut, saat kondisi instrumental bertambah meningkat performanya, Iwan mulai melantunkan lagu ketiganya, Nyanyian Jiwa, para audiens sebagian ada yang bertepuk tangan memberi semangat kepada Iwan Fals, yang di beberapa bait lagunya, meski sembari duduk Iwan tampak ”dapat” momen histerianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian veteran bahkan sempat ada yang meneriakkan, ”Semangat Bung Iwan, juga sama seperti semangat perjuangan kami dulu,” urai seorang veteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diiringi derai riuh tepuk tangan, audiens lagu bernuansa etnik yang asyik. Hio, jadi pembawa euforia para veteran yang hadir saat itu, tepuk tangan sudah berkumandang di seluruh ruangan, beberapa veteran bahkan mulai berjingkrak-jingkrak, ketika Iwan Fals mulai turun panggung melangkah ke arah audiens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Hio, yang juga merupakan lagu terakhir, seperti benar-benar memberi aliran darah segar yang terus memuncak siang itu, di penghujung lagu, seorang veteran wanita lantas maju ke depan, menghentikan Iwan Fals yang memuncak histerianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas wanita tersebut meminta Iwan Fals &amp; Band membawakan lagu ”wajib” bagi mereka, para veteran RI dan istrinya. Selanjutnya Iwan Fals &amp; Band berupaya juga mengiringi lagu jenaka dari para orang tua, yang kini justru semakin banyak yang berjoget di dekat panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, di depan panggung, Iwan tampak tersenyum-senyum melihat para orang tua pejuang yang bergembira lahir batin, mereka kembali energik dalam dendang yang tampaknya ingin betul mereka nyanyikan. Selamat Ulang Tahun, para pejuang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-1189733964551230672?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/1189733964551230672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/iwan-fals-ajak-goyang-para-veteran-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/1189733964551230672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/1189733964551230672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/iwan-fals-ajak-goyang-para-veteran-dan.html' title='Iwan Fals Ajak ’Goyang’ Para Veteran dan Istri Veteran'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SpYiv_L64XI/AAAAAAAAAoM/1PfUWc8mqGg/s72-c/Iwan+Fals+Loreng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-5375164571337947588</id><published>2009-08-26T22:33:00.001-07:00</published><updated>2009-08-26T22:45:02.522-07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals: Dewa Dari Leuwinanggung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SpYdA3W72gI/AAAAAAAAAoE/tgVYMmmzI8g/s1600-h/1-256.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SpYdA3W72gI/AAAAAAAAAoE/tgVYMmmzI8g/s200/1-256.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374515106010618370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;LEUWINANGGUNG adalah sebuah desa yang mirip kebanyakan dusun Pulau Jawa. Di sana ada rumah, sekolah, masjid, klinik, pohon dan bambu, madrasah ibtidaiyah, serta kantor lurah. Tetapi Leuwinanggung tak sama dengan desa-desa lain di Pulau Jawa karena di sana berumahlah seorang dewa .... namanya Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa ini tinggal di sebuah rumah besar. Tanahnya 6.000 meter persegi. Bagian terbesar dipakai untuk sebuah toko, pendopo, sebuah panggung terbuka, maupun kantor organisasi para penggemar si dewa bernama Oi. Kediaman pribadi dewa ini dilengkapi studio musik, garasi mobil (termasuk bus), rumah tinggal, serta kebun dengan rumput tercukur rapi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore September lalu, Iwan Fals menceritakan perkenalannya dengan Leuwinanggung pada saya. “Tahun 1982 saya cari tanah di sini, maksudnya untuk investasi saja,” katanya. Dia membeli tanah dari rezeki penjualan kaset Sarjana Muda yang diluncurkan 1981 dan terjual 300 ribu buah. Kisah berikutnya, dia sekali-sekali datang dari Jakarta bersama istrinya, mantan model Yos Rosana, menengok tanah mereka serta membawa pulang buah-buahan dari kebun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leuwinanggung menarik karena warganya rukun. Kalau ada acara perkawinan, jaipongan, atau kematian, semuanya kumpul. “Bila ada kematian, pengunjung yang datang justru dibayar. Diberi uang. Mereka bahkan sampai ngutang. Dalam hati saya pikir, ‘Gagah amat.’ Saya merasa kecil sekali. Kayak jawara gitu. Ada kegagahan di sini. Kalau mereka datang kenduri, duduk, pandangan ke depan, nggak ditegur ya diam saja. Kalau ada makan ya nggak rakus. Saya kan dulu nggak tahu. Ada makanan ya saya makan,” kata Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sedang tak sibuk, Iwan ikut salawatan tiap malam Jumat. “Bahasanya campur Arab, Sunda, Jawa. Ada 20 nomor salawatan lama yang saya kumpulkan.” Salawatan untuk sebuah desa macam Leuwinanggung, yang tanahnya, kapling demi kapling dibeli orang Jakarta, dan anak-anak mudanya mulai kekurangan pekerjaan, bisa jadi kekuatan untuk desa ini. “Kekuatan secara batin, secara spiritual,” kata Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leuwinanggung sendiri terletak di daerah Bogor. Penduduk di sana sehari-hari bicara bahasa Sunda kasar. Orang butuh sekitar satu jam naik taksi dari Jakarta ke Leuwinanggung. Daerahnya terpencil. Selewat magrib, jalanan Leuwinanggung sepi dan jarang ada kendaraan. Ketika 16 Agustus lalu saya kemalaman di Leuwinanggung, lewat tengah malam saya jalan kaki empat kilometer untuk mendapatkan tukang ojek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu sekitar 600 penggemar Fals dan penduduk Leuwinanggung merayakan Agustusan bersama. Di sanalah saya menemukan banyak iwan fals. Mereka bergaya ala Fals dengan rambut gondrong, jins belel, memberi salam dan berteriak “Oi.” Suaranya dibuat dalam, agak serak. Di panggung, lagu-lagu Fals dibawakan bergantian, dari yang mirip aransemen aslinya, sehingga mendapat tepuk tangan, sampai yang ditertawakan penonton—dapat tepuk tangan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ditertawakan termasuk seorang pemuda 30-an tahun. Topinya merah, rambutnya gondrong sepundak, kulitnya gelap, giginya putih bersih, dan namanya Fajar Wijaya. Fajar seorang pengamen kelahiran Yogyakarta tapi lebih sering mengamen di Cilegon. “Saya terharu, menjerit, merasa ada panggilan hati. Dapat bimbingan dari lagunya itu,” katanya, mengacu lagu Di Mata Air Tak Ada Air Mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya merasa kok ada hikmah tersendiri buat hidup saya. Saya merantau. (Lagu) ini nasihat dalam perjalanan hidup saya. Saya merenungkan jati diri saya,” kata Fajar, tersenyum sembari menarik-narik baju luriknya yang lusuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan Fals memang bukan dewa dalam pengertian mitologi Yunani. Mungkin kedewaan Fals lebih dekat dengan fenomena musik 1960-an ketika dinding-dinding kota London dicorat-coret dengan kalimat, “Clapton is god (Clapton seorang dewa).” Mereka yang anonim itu memuja Eric Clapton, gitaris blues Yardbirds yang muncul di Inggris pada 1963. Majalah Rolling Stone menyebut Clapton menonjol karena konsisten menjaga standar mutu karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang malam Agustusan itu tak kalah sibuknya dengan Fajar adalah Slamet Setyabudi, koordinator keamanan Oi, yang sehari-hari bekerja sebagai tentara dengan pangkat sersan dua dari Pasukan Pengawal Presiden. Slamet badannya tegap, orangnya ramah. Dia anggota grup C yang bertugas mengawal tamu-tamu negara. Dia pernah mengawal Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Presiden Timor Lorosa’e Xanana Gusmao. “Habis dinas saya ke sini,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slamet sesekali membawa rekan-rekannya ke Leuwinanggung untuk bantu keamanan. “Tentara yang penggemar Mas Iwan ini sebenarnya banyak,” katanya. Saya sempat berpikir nakal. Negara Indonesia membayari ratusan tentara untuk mengawal presiden dan wakil presiden. Mereka menerima gaji, sering pergi ke luar negeri, menerima pelatihan, mendapat seragam keren. Ternyata tentara yang sama mengawal Iwan Fals dengan gratis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu lebih dari selusin pengurus Oi bercerita tentang Fals pada saya. Mereka cerita para penggemar yang terperangah ketika pertama kali menemui Fals. Banyak yang “gila” dengan memeluk, mencium tangan, dan menangisi Fals. Ada yang datang dari Flores, Riau, Jambi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu saya berharap melihat ritual tersebut. Ratusan penggemar berharap sang dewa muncul. Namun Iwan tetap tinggal di rumah. Dia “meriang, kecapekan” dan dicurigai kena tipus. Dewa ini ternyata manusia biasa yang bisa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALAM itu juga ada Muhamad Ma’mun. Seorang lelaki yang menarik. Penampilannya kalem, rambutnya panjang, dan terkadang dipanggil “Romo.” Ma’mun dulu pernah kerja di perusahaan properti tapi sekarang wiraswasta, memborong pekerjaan bangunan rumah. Ma’mun termasuk kenalan dekat Iwan Fals. Dia mengenal keluarga Fals sejak 1985 ketika mulai mondok di sebuah rumah di Jalan Barkah, Manggarai, Jakarta Pusat. Rumah itu milik Lies Suudiyah, seorang pekerja sosial dan ibunda Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fals waktu itu sudah berkeluarga dan tinggal di Condet. “Panggilan rumahnya Tanto,” kata Ma’mun. Nama lengkapnya Virgiawan Listanto. “Galang masih kecil, belum sekolah, mungkin empat atau lima tahun. Cikal baru bisa jalan,” kata Ma’mun, mengacu pada anak Iwan: Galang Rambu Anarki dan Anisa Cikal Rambu Basae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa keduanya cocok. Ma’mun usianya tiga tahun lebih tua dari Iwan. Ma’mun kelahiran Solo 1958 sedang Iwan Jakarta 1961. Mungkin mereka punya karakter dasar yang sama. Keduanya orang yang tak ragu mempertanyakan apapun. Saya terkesan dengan kerendahan hati mereka. Ketika mondok Ma’mun bekerja sebagai pegawai PT Pembangunan Jaya sementara Iwan sudah mulai dikenal sebagai penyanyi. Persahabatan mereka berlanjut hingga sekarang. Ma’mun termasuk orang yang diminta Iwan jadi pengurus Yayasan Orang Indonesia—yayasan sosial yang dibentuk dan diketuai Iwan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman berkesan Ma’mun terjadi ketika mereka lagi membaca harian sore Sinar Harapan yang memuat foto anggota-anggota parlemen ketiduran saat sidang. “Wah, ini perlu disentil To,” kata Ma’mun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan menyanding gitar dan Ma’mun membawa pena. Mereka bekerja mencari lirik dan musik. Semalaman mereka bekerja. Hasilnya, lagu Surat Untuk Wakil Rakyat yang dimasukkan dalam album Wakil Rakyat (1987). Ma’mun bangga dengan karya bersama ini apalagi ketika mahasiswa menjadikan lagu itu “lagu wajib” demonstrasi. Hingga kini Ma’mun rutin mendapatkan kiriman uang royalti dari Musica—produser dan distributor sebagian besar album Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’mun menilai temannya itu sebagai salah satu penyanyi kritik sosial terkemuka di Indonesia. Iwan menggunakan bahasa Indonesia, untuk bercerita tentang anak maling yang jadi maling, sunatan massal, pelacur, korupsi, nasib guru, dan sebagainya. Majalah Time Mei lalu menyebutnya “pahlawan Asia”—sejajar dengan Jackie Chan, Xanana Gusmao, dan Aung San Suu Kyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau artis lain menjaga penampilan mereka lewat make up menyala, potongan rambut aneh, kostum unik, atau operasi plastik untuk memperindah diri, Iwan Fals tampil biasa. Beberapa kali saya menyaksikan Iwan memakai kaos Shanghai, kaos katun tipis dan lembut, yang harganya Rp 10 ribu selembar, saat konser. Orang toh tetap histeris melihatnya. Iwan mungkin punya kharisma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amir Husin Daulay, seorang aktivis mahasiswa 1980-an, menyebut Fals “nabi buat para pengikutnya.” Pada 1983 Daulay mengundang Fals mengamen ke kampus Akademi Ilmu Statistik. Iwan datang bersama Yos, membawa gitar, menyanyikan empat lagu, dan mendapat honor Rp 400 ribu. Pengalaman mengamen, yang dilakukannya bertahun-tahun, melatih Iwan menghadapi massa, dari pentas ke pentas, sehingga tahu bagaimana mengatur dirinya sendiri, bagaimana mengatur suara, mana yang disukai, mana yang tak disukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan Ma’mun dan Iwan meningkat seiring karier mereka berdua. Antara Sarjana Muda hingga album Antara Aku, Kau, dan Bekas Pacarmu pada 1989, Iwan menghasilkan 13 album bersama Musica. Artinya, hampir satu album tiap enam bulan. Ini luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1989 Iwan menerbitkan album Mata Dewa bersama Arena Indonesia Production (Airo). Mereka berniat mengadakan tur 100 kota. Konser perdana 26 Februari 1989 di Jakarta berjalan baik tapi buntutnya sebelas kendaraan bermotor dirusak. Mengapa kerusuhan terjadi? Sampai hari ini belum ada penjelasan rinci. Apa polisi kurang profesional? Atau Arena Indonesia Production kurang siap? Atau Fals mengeluarkan kalimat-kalimat yang memprovokasi massa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tur jalan terus ke Pulau Sumatra. Sore hari 9 Maret 1989, Ma’mun dan Iwan Fals berada di sebuah hotel di Palembang. Keesokannya, Iwan bakal tampil di konser Mata Dewa. Sehabis makan malam, Ma’mun dan Iwan masuk kamar. Di depan cermin, mereka bicara soal persiapan konser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gayane ngene yo? (Gayanya gini ya?)” tanya Iwan, sambil memegang gitar akustik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ojo ndingkluk. Rodo ndegek (Jangan menunduk. Agak membusung),” kata Ma’mun. Iwan pun mengubah gayanya memegang gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nek penyanyi rock ngene lho! (Kalau penyanyi rock begini lho!)” kata Ma’mun, mengambil gitar dan memberi contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka diskusi sebelum tidur. Keesokan harinya, Sofyan Ali, promotor Arena Indonesia Production, memberi kabar buruk. Polisi Palembang memberitahu ada radiogram dari markas polisi Jakarta. Mereka melarang Fals melanjutkan tur guna menghindari kekacauan. Padahal alat-alat sudah siap, panggung sudah siap. Rencana pertunjukan Palembang, Padang, Jambi, Medan, dan Banda Aceh dilarang. Iwan menangis. “Buat Iwan panggung adalah kehidupannya. Dia jadi hidup kalau di panggung,” kata Ma’mun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, polisi melarang ketika belum ada penelitian tuntas mengapa keributan Jakarta terjadi. Di mana-mana kumpulan massa punya potensi ribut, dari massa sepak bola hingga musik. Ini tak berarti orang dilarang main bola atau nonton musik bukan? Bagaimana kebudayaan manusia akan maju kalau khawatir ribut? Bukankah polisi dibayar, bahkan negara diadakan, agar kebudayaan bisa maju, agar demokrasi bisa berkembang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih susah lagi. Di Indonesia, banyak orang malas berpikir, banyak wartawan malas melakukan reportase, dan lebih banyak lagi orang yang suka mengembangkan teori “pihak ketiga.” Di mana-mana ada teori ini. Buruh dilarang demonstrasi karena ditunggangi “pihak ketiga.” Mahasiswa bikin rusuh karena “pihak ketiga.” Saya mempelajari laporan berbagai suratkabar Indonesia dan melihat ada tiga teori “pihak ketiga” di balik pembredelan Mata Dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pihak ketiga” pertama adalah “mafia Glodok” yang meminjam tangan polisi untuk mematahkan gaya distribusi kaset ala Sofyan Ali. “Mafia Glodok” adalah sebutan untuk industri rekaman yang berpusat di Glodok, Jakarta. Mereka kebanyakan dikelola pengusaha Indonesia etnik Tionghoa dan dianggap kurang menghargai seni, kurang menghargai musisi, tapi menguasai distribusi kaset. Spekulasi ini datang karena Iwan Fals pindah dari Musica ke tempat Sofyan Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pihak ketiga” kedua adalah “industri rokok tertentu” yang meminjam tangan polisi guna menjegal pemasaran rokok Djarum—sponsor utama Mata Dewa. “Pihak ketiga” ketiga adalah pejabat-pejabat “tertentu” yang tak senang dengan kritik sosial Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada bukti kuat untuk mendukung ketiga teori itu. Tapi cukup banyak alasan mengatakan ketiganya spekulatif. Iwan tak sepenuhnya pindah dari Musica karena ia juga mengerjakan lagu Kemesraan bersama artis Musica. “Saya merasa bersyukur punya partner Musica,” kata Iwan pada saya. Bisnis musik juga kecil sekali dibanding bisnis rokok. Raksasa industri rokok Djarum (Kudus), Sampoerna (Surabaya), Gudang Garam (Kediri), dan BAT (Jakarta) memang bersaing tapi juga bergabung dalam suatu kartel. Promosi lewat Fals memang penting tapi hanya sebagian kecil dari promosi Djarum. Keuntungan Djarum tahun lalu saja sebesar Rp 2,08 triliun atau hampir dua kali lipat omzet semua industri rekaman Indonesia. Siapa pejabat yang tak suka Fals? Setiawan Djody, rekanan bisnis Sofyan Ali dan salah satu pemegang saham PT Airo Swadaya Stupa, juga dekat dengan kalangan pejabat. Mengapa tak ada yang bicara dengan Djody?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Palembang tak ada verifikasi dan tawar-menawar. Kekuatan negara Orde Baru sangat kuat. Jangankan Iwan Fals. Protes dari hampir semua organisasi nirlaba di Indonesia, terhadap penggenangan desa-desa calon waduk Kedung Ombo bulan sebelumnya, juga diabaikan rezim Soeharto. Bank Dunia, yang mendanai Kedung Ombo, tak berbuat banyak melihat puluhan ribu petani mengungsi menyelamatkan harta dan nyawa. Iwan melawan. Dia jalan sendirian ke Padang, Jambi, dan lainnya, untuk memberitahu publik dia tak bisa memenuhi janji karena dilarang polisi. Ma’mun pulang ke Jakarta membawa pulang peralatan dengan delapan truk. “Pakaian saya bawa, kopernya saya bawa pulang. Dia cuma bawa pakaian satu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, pelarangan itu juga memprihatinkan musisi lain. Sawung Jabo, musikus dari komunitas Sirkus Barock, menelepon Iwan untuk menyatakan simpati. Iwan pernah ikut pementasan Sirkus Barock pada 1986.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya lupa persisnya. Suatu malam Iwan datang ke rumah saya di Pasar Minggu, yang notabene rumah tempat kami sering ngumpul. Iwan menawarkan untuk membuat album,” kata Jabo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada awalnya Iwan, kalau tidak salah mengusulkan nama Septiktank, tapi saya dan beberapa kawan menolaknya. Lalu kita mengusulkan nama yang kami pilih lewat lotere. Setelah diundi terpilihlah nama Swami, yang kebetulan nama itu usulan saya.” Ini plesetan dari kata “suami” karena mereka semua sudah beristeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata awak Swami pernah terlibat Sirkus Barock. Baik pemain flute Naniel, pemain gitar bass Nanoe, pemain piano Tatas, apalagi drummer Inisisri yang banyak memberi warna musik Sirkus Barock. Hanya Jockie Suryoprayogo dan Totok Tewel agak baru di Sirkus Barock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun bekerja. Lagu paling spektakular berjudul Bento. Iwan sempat mengajak Ma’mun pergi ke studio tempat mixing dan minta komentar tentang Bento. Ma’mun berkomentar, “Wah, ini kayak virus. Ini cepet nyebarnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iki piye Mas? (Ini bagaimana Mas?)” tanya Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apik. Virus kabeh (Bagus. Virus semua).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan dan kawan-kawan senang. Mereka makan nasi bungkus sembari mengobrol hingga pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bento diciptakan Iwan dan Naniel. Liriknya tentang seorang pengusaha serakah dan korup. Bisnisnya “menjagal apa saja” asal dia senang dan persetan orang susah. "Bento" sendiri artinya “goblok” dalam dialek Jawa Timuran. Ketika mengarang Bento, Iwan sempat memperhatikan seorang pengusaha, yang kaya dan kejam, punya rumah real estate. Karakter Bento dibuatnya dari pengusaha ini. “Tapi saya nggak perlu sebut (namanya). Saya nggak kenal pribadi, kenal jarak jauh,” katanya pada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namaku Bento, rumah real estate&lt;br /&gt;mobilku banyak, harta melimpah&lt;br /&gt;orang memanggilku bos eksekutif&lt;br /&gt;tokoh papan atas, atas segalanya, asyik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sawung Jabo membantu aransemen lagu tersebut, “Saya memasukkan unsur tema lead accoustic,” katanya. Ketika beredar ke pasar, Swami memang ibarat virus. Lagu Bongkar juga jadi salah satu hit. Mula-mula media sempat bertanya-tanya apakah TVRI bersedia menyiarkan Swami. TVRI waktu itu satu-satunya stasiun televisi di Indonesia. TVRI sepenuhnya dikuasai rezim Soeharto. Ternyata tanpa ada keistimewaan, Bongkar muncul pada 13 Maret 1990. Ini mengejutkan banyak wartawan musik. Sekali lagi teori “pihak ketiga” tidak laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADA Maret 1990 rombongan Swami datang ke Salatiga: Sawung Jabo, Iwan Fals, Naniel, Nanoe, Inisisri, penyair W.S. Rendra, pengusaha Setiawan Djody, dan sebagainya. Salatiga sebuah kota kecil di tengah Pulau Jawa yang pada 1980-an secara politik cukup dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media banyak memperhatikan kedatangan mereka. Bagaimana tidak? Djody miliuner kapal tanker yang dekat dengan keluarga Soeharto. Rendra seorang penyair, mungkin yang terbaik di Indonesia, yang beberapa kali masuk tahanan Orde Baru. Jabo pemusik yang sering bikin eksperimen bermutu. Iwan sendiri dianggap makin memberontak sejak Palembang. Sebuah kolaborasi unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berperan mendatangkan Swami ke Salatiga adalah Endi Agus Riyono A.S. atau biasa disingkat Endi Aras—seorang mantan aktivis mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana di Salatiga dan wartawan majalah Film di Jakarta. Endi orangnya ramah, rambut bergelombang sebahu, murah senyum, pandai bergaul, suka musik, dan suka ikut kepanduan. Juli lalu ketika saya mewawancarai Endi, penampilannya tak banyak berubah, walau perutnya agak buncit, sudah berkeluarga, serta memiliki perusahaan sendiri Matamata Communications yang bergerak di bidang public relation dan event organizer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endi bertemu Iwan pada 1985 ketika ia diutus rekan-rekannya menghubungi Iwan agar menyanyi dan ceramah di kampus Satya Wacana. “Aku disuruh cari ke Jakarta,” kata Endi. Mulanya Endi cari di Musica tapi tak ada dan ketemunya di Condet. Iwan keberatan datang ke Salatiga, “Aku nggak bisa ngomong,” kata Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan merekomendasikan penyanyi balada lain. Endi penasaran. Endi pengagum Fals dan punya koleksi lengkap album Fals. Endi pun menulis surat kepada Iwan dan dibalas pakai tulisan tangan. “Apa yang diomongin sama yang dipikir, lebih cepat yang dipikirin,” kata Endi, menerangkan keengganan Iwan tampil pada fora akademik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu membuka perkawanan Endi dan Iwan. Pada 1989 Endi bekerja di majalah Film. Sebagai wartawan ia menulis soal Iwan. Ini praktik biasa di kalangan wartawan musik Indonesia—menjalin pertemanan dengan sumber-sumber mereka. Endi dan Iwan sering telepon-teleponan. “Ndi kamu ke sini,” ujar Iwan. Bila Endi dolan ke tempat Iwan, mereka bisa mengobrol dari siang sampai malam. Mereka juga sering naik mobil, mengobrol, mengelilingi jalan tol. “Iwan itu senang kalau ada teman ngobrol,” kata Endi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endi membawakan buku-buku untuk Iwan. Misalnya Catatan Harian Seorang Demonstran tentang Soe Hok Gie, aktivis mahasiswa 1960-an yang ikut mengatur demonstrasi anti-Presiden Soekarno, yang meninggal keracunan gas di Gunung Semeru pada 1969.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endi juga memberikan selebaran-selebaran gelap. Iwan tertarik karena ia simpati pada orang tertindas. Pada 1980-an ketidakpuasan warga Indonesia terhadap rezim Soeharto makin tinggi. Anak-anak Soeharto beranjak dewasa dan terlibat dalam bisnis, dari monopoli cengkeh hingga jalan tol. Militer juga makin kuat mengontrol kehidupan warga walau di sana-sini ada gesekan internal antara militer hijau (muslim) dan militer merah putih (nasionalis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Salatiga Endi sering menginap di kantor Yayasan Geni—sebuah organisasi nirlaba yang banyak terlibat gerakan protes. Satya Wacana 1980-an juga kampus yang memberikan tempat untuk pemikiran kritis, antara lain karena pengaruh dosen-dosen liberal macam Arief Budiman, seorang doktor lulusan Universitas Harvard, kakak kandung Soe Hok Gie, yang getol bicara Marxisme, negara, masyarakat, demokrasi, dan acapkali diwawancarai media. “Iwan ngefans sama Arief Budiman,” kata Endi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budiman dekat dengan mahasiswa, antara lain dengan Stanley, panggilan seorang aktivis mahasiwa yang nama lengkapnya Yosep Adi Prasetyo. Stanley kawan dekat Endi. Budiman sering mengajak Stanley, Endi, dan mahasiswa lain ikut diskusi. Dari Stanley pula Endi menerima selebaran gelap dan buku. Endi menyampaikannya pada Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Swami mengeluarkan album, Endi menawari Swami pergi ke Salatiga. Pucuk dicinta ulam tiba. “Biaya dari Djody semua, panitia hanya ngurus tempat. Kita agendakan ngobrol-ngobrol di rumah Arief Budiman,” kata Endi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka datang lebih awal dan mengadakan dua diskusi. Diskusi agak besaran diadakan di sebuah guest house milik Satya Wacana, sebuah rumah kolonial peninggalan Belanda, yang luas dan megah. Rumah itu dipakai Djody dan peragawati Regina Sandi Harun, istri muda Djody. Diskusi agak kecil diadakan di rumah Budiman sembari makan malam. Rumah ini terletak dekat sungai, dibangun dengan konsep terbuka, menggunakan bambu, dan dijaga beberapa ekor angsa. Budiman mengundang cendekiawan setempat, antara lain pendeta Broto Semedi, Stanley, dan beberapa mahasiswa lain untuk diskusi dengan rombongan Jakarta. Saya kebetulan ikut diundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bicara santai, bersila, duduk dengan tikar. Arief Budiman memancing Iwan Fals untuk masuk ke dunia aktivis. “Seniman harus tahu politik,” katanya. Budiman cerita soal Victor Jara dari Chile, pendukung Presiden Salvador Allende, yang terbunuh ketika Jenderal Augusto Pinochet mengudeta pemerintahan sosialis Allende pada 1973. Budiman mengerti Chile dengan baik karena tesisnya di Universitas Harvard tentang kegagalan Allende memakai sosialisme. Victor Jara seorang pemusik popular mirip Fals. Lagu-lagu Jara penuh kritik sosial. Jara juga main gitar akustik. Jara mati bersama dengan Allende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya kesan Iwan enggan atau malu menanggapi Budiman. Iwan lebih banyak diam. W.S. Rendra, teman lama Budiman, lebih banyak bicara dengan gayanya yang teatrikal. Rendra khusus memperkenalkan kami kepada Djody yang disebutnya sebagai seorang pengusaha-cum-seniman. Rendra mendominasi pembicaraan malam itu dengan sekali-sekali ditanggapi Djody, dan Sawung Jabo. Leila Ch. Budiman, istri Arief, jatuh hati pada Iwan yang disebutnya “anak manis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu isu sampingan yang mereka diskusikan adalah kejengkelan Rendra dan kawan-kawan terhadap industri rokok. Mereka jengkel pada industri ini—yang sering jadi sponsor utama konser-konser musik—karena seenaknya menempelkan pesan sponsor di panggung. Logo rokok dipasang di pusat panggung. Mereka memaki-maki industri rokok karena mengganggu estetika. Mereka mengatakan sulit untuk tak menerima sponsor rokok karena kontribusi mereka besar tapi jangan begitu caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, mereka kurang tertarik mendiskusikan dampak rokok pada anak-anak muda penggemar mereka. Mungkin karena mereka sendiri perokok berat. Iwan juga perokok. Suratkabar-suratkabar setempat memberitakan protes ini. Diam-diam beberapa mahasiswa melihat para tamu Jakarta ini, bukan saja mengisap rokok, tapi juga ganja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak mau menghakimi. Beberapa teman saya juga menggunakan ganja dan biasa-biasa saja. Saya kira isu ganja bukan soal benar atau salah. Ganja mirip dengan rokok. Ia tak mematikan. Ganja berbeda dengan obat-obatan kimiawi macam narkotik, esctasy, atau putauw yang bisa berakibat fatal kalau kelebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan mengakui memakai ganja sejak Palembang. “Habis gimana? Murah, bisa beli di mana-mana, enak?” Jabo tak mau berkomentar soal ganja. Dalam lingkungan Swami, mengisap ganja mendapat semacam legitimasi karena dianggap biasa. Djody dan Rendra juga saya lihat mencoba daun ganja yang dilinting kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tadinya mau kayak (penyanyi reggae) Bob Marley, punya kebun ganja sendiri. Nyanyi, ganja, nyanyi, ganja. Tapi kan dilarang hukum, (dilarang) agama. Dalam hidup ini, orang yang nggak mabuk lebih banyak dari yang mabuk,” kata Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kresnowati, seorang mahasiswa Satya Wacana dan kenalan Endi, ikut jadi panitia. Wati tak melihat ganja tapi terkejut menyaksikan awak Swami, termasuk Iwan, menggoda dan menjahili mahasiswi. “Ya … kok gini?” pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wati menghibur diri dengan berpendapat Iwan laki-laki biasa. “Manusia biasa yang punya talenta luar biasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kawan-kawannya, periode ini cukup liar untuk Iwan Fals. Yos Rosana memutuskan pakai jilbab. “Dia bilang panggilan sebagai seorang muslim. Dia ingin memberikan contoh pada Iwan dan anak-anak untuk lebih ingat agama,” kata Fidiana, istri pemain kibor Iwang Noorsaid, pasangan yang berteman dengan keluarga Iwan. Yos juga agak khawatir pada pengaruh W.S. Rendra, orang yang dianggap guru oleh Iwan, tapi punya reputasi agak longgar dalam urusan perempuan. Rendra menikah tiga kali. Djody juga baru menikahi Sandi Harun. “Iwan kan good looking!” kata Wati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam yang dinanti-nantikan pun datang. Swami main di Lapangan Pancasila Salatiga. Malam itu saya ikut menonton dan ikut bernyanyi, “Bento, bento, bento.” Saya merasakan adanya semangat perlawanan di sana dan bersyukur Indonesia punya musisi macam mereka. Endi mungkin warga Salatiga yang paling bahagia malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAMBUTAN hangat membuat Swami plus Setiawan Djody tertarik maju lagi. Mereka mendirikan kelompok baru dengan nama Kantata Takwa. Perbedaan personalia Swami dan Kantata Takwa terletak pada W.S. Rendra dan Djody.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djody jadi bos sekaligus pemain. Rendra memakai syair-syairnya, termasuk puisi "Kesaksian" yang terkenal itu, untuk dilagukan Kantata Takwa. “Rendra tidak sekadar membuat lirik, tapi lebih dari itu. Kadang dia sebagai alat kontrol pada proses kreatif kami. Rendra pulalah yang memberikan judul ‘Kantata Takwa.’ Rendra ikut memberi warna dan bentuk yang jelas pada Kantata Takwa. Terutama pada saat pementasannya,” kata Sawung Jabo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djody mengeluarkan uang tapi agak tersinggung kalau dianggap keberadaannya semata-mata karena duit. Pada 1990, Djody pernah mempersilakan saya datang ke rumahnya di daerah Kebagusan, Jakarta Timur, melihat latihan Kantata Takwa. Djody cerita masa lalunya di Solo ketika jadi gitaris sebuah kelompok musik rock. Orangnya flamboyan, rambutnya tersisir rapi, kulitnya bersih, pakaiannya bagus. Rumahnya besar sekali. Besar sekali. Ruang keluarga, yang menghadap kolam renang, diubah jadi tempat latihan band. Di sana ada lukisan Djody besar sekali. Saya menduga karya maestro Basuki Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djody cerita bisnisnya dengan Sigit Harjojudanto, putra sulung Soeharto, maupun Eka Widjaja dari kelompok Sinar Mas. Dia juga cerita pergaulannya dengan Jenderal Benny Moerdani, mungkin orang terkuat kedua di Indonesia sesudah Presiden Soeharto waktu itu. Moerdani dinilainya pintar dan tahu seni. Tak ada rasa takut dalam cerita Djody. Dia cerita isu yang agak pribadi tentang Moerdani. Bisnis adalah bisnis. Seni adalah seni. Djody mencintai keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tak semua orang suka dengan kolaborasi ini. Beberapa penggemar Fals dan wartawan musik menilai periode ini keiwanfalsan Iwan menurun. Ada yang menilai Iwan lebih vulgar. Teori “pihak ketiga” lagi-lagi dipakai. Ada yang menyalahkan Sawung Jabo. Dulu lirik Iwan lebih puitis. “Setelah gabung dengan Jabo lebih keras, Jabo kan suka main hantam?” kata fotografer Idon Haryana, menirukan analisis wartawan tabloid Detak A.S. Laksana. Banyak juga yang curiga pada W.S. Rendra. Lebih banyak lagi yang curiga pada Djody.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhamad Ma’mun mengatakan, “Secara eksplisit saya sampaikan, ‘Saya nggak suka sama Mas Djody.’ Saya sampaikan pada Iwan. Sampai beberapa tahun, saya masih ngomong nggak suka. Saya nggak pernah sekali pun ketemu Djody. Diajak ketemu Djody tapi nggak mau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sawung Jabo, kalau Djody diragukan integritasnya, Iwan pun tak mau membela atau menjelaskan, karena dia sendiri “tidak tahu.” “Intinya kami bersama telah berbuat sesuatu, silahkan masyarakat menilainya sendiri. Apakah yang kita kerjakan bersama itu ada gunanya atau tidak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’mun menganggap musik Kantata Takwa, yang memakai koor, synthesizer, dan kecanggihan lain, tak cocok untuk Iwan. “Ini bukan kemajuan. Yang dikenal orang di gang-gang, di pasar-pasar, ya lagu-lagu yang dulu. Karya besar nggak harus yang susah dibawakannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’mun mengacu pada lagu-lagu Koes Plus dan The Beatles. Dia menyebut lagu Imagine karya John Lennon. Aransemennya sederhana tapi nilainya tinggi. Ma’mun berpendapat karya-karya abadi aransemennya sederhana dan mudah dimainkan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekaman album Kantata Takwa jalan lancar. Menurut Jabo, Rendra terlibat mulai dari gagasan awal. “Saya baru terlibat masuk di pertengahan proses pembuatan materi lagu, sebelum dimulainya proses rekaman di Gin Studio.” Lagu andalan mereka berjudul Kantata Takwa yang dibuka dengan dzikir. Albumnya diedarkan awal 1990. Sampulnya bergambar Djody, Rendra, Iwan, Jabo, dan Jockie Suryoprayogo. Ada satu kalimat berbunyi, “Setiawan Djody mempersembahkan Kantata Takwa.” Ini menimbulkan kesan album ini “hanya” persembahan Djody—bukan Rendra, bukan Iwan, bukan Jabo, bukan Suryoprayogo. Saya kira pilihan ini kurang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertunjukan Kantata Takwa di stadiun Senayan pada 23 Juni 1990 termasuk salah satu konser musik terbesar yang pernah diadakan di Indonesia. Media memberi perkiraan yang berbeda-beda. Ada yang memperkirakan penontonnya 100 ribu orang tapi ada juga yang 150 ribu. Sulit untuk tahu mana yang lebih akurat karena metode perhitungannya tak jelas Kapasitas stadiun Senayan sendiri sekitar 90 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi berapa pun jumlahnya, penontonnya memang banyak sekali. Mereka memakai lampu laser, bom asap, sound system raksasa, panggung spektakular. Atmakusumah Astraatmadja, mantan redaktur harian Indonesia Raya dan kini ketua Dewan Pers, termasuk salah satu penonton. Putra sulungnya seorang pemanjat tebing yang ikut dalam tim yang bertugas menyelamatkan pemain Kantata Takwa bila terjadi kerusuhan. Mereka memasang tali-temali dan bisa meluncur ke tengah panggung bila ada keributan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astraatmadja gelisah melihat massa sebanyak itu. Lelaki tua yang mendampingi empat remaja ini masuk ke Senayan dengan bantuan polisi. “Itu sebuah perlawanan kultural, bukan saja oleh Iwan dan kawan-kawan, tapi juga para penonton,” kata Astraatmadja. Dia menilai perlu keberanian luar biasa untuk menyanyikan Bento.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiawan Djody, si pengusaha kapal tanker, tampil main gitar listrik, seraya memekik-mekik. “Saya heran kok berani-beraninya Setiawan Djody itu,” kata Astraatmadja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endi Aras mengatakan Djody membiayai semuanya Rp 1 miliar lebih. Ma’mun menanggapinya dengan lebih hati-hati. Iwan dianggap bergaul dengan orang-orang yang terlalu liberal untuk ukuran keluarganya. Selesai Kantata Takwa, Iwan melanjutkan Swami II yang beredar 1991. Album ini kurang sukses. Sambutan jauh lebih kecil dari Swami. “Saya sudah bilang pada Iwan, ‘Jangan kamu ulangi lagi,’” kata Ma’mun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endi Aras mulai masuk lingkaran kecil Iwan Fals pada 1994 ketika ia diminta jadi manajer Iwan. Tanggung jawab Endi serabutan dan dasarnya pertemanan. Kalau ada permintaan konser, Endi yang berhubungan dengan panitia, mengurus pembayaran, menyewa alat, dan sebagainya. Honor Iwan sekali pertunjukan Rp 6 juta. Endi tak menerima bayaran rutin. Kalau ada pekerjaan dia diberi “uang transport.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endi juga jadi manajer produksi album Hijau. Di sini Iwan memakai dua pemain kibor: Iwang Noorsaid dan Bagoes A.A. Mereka banyak diskusi agar album ini secara artistik bagus. Lagu-lagu tak diberi judul. Hanya Lagu 1, Lagu 2, Lagu 3, Lagu 4. Endi dan pemusik lain kurang setuju tapi semuanya kalah argumentasi dengan Iwan. “Biar agak lain saja,” kata Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endi tambah stres karena produser Handoko dari Harpa Record dan Adi Nugroho dari Prosound bersaing membeli master album Hijau. Mereka tawar-menawar. Endi lapor ke Iwan soal tawar-menawar ini. Iwan malah tersinggung albumnya ditawar-tawar. “Wah Ndi, masternya dibakar saja,” kata Iwan. Gantian Endi yang jengkel karena merasa kurang dihargai. Endi dua hari sekali menemui Iwan, yang sudah pindah ke Cipanas, dua jam naik mobil dari Jakarta. Mereka akhirnya menerima harga Prosound Rp 365 juta termasuk sampul dan video clip. Endi mendapat Rp 10 juta dari anggaran Rp 65 juta untuk biaya produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampul kaset dibikin disainer Dick Doang dominan hijau dengan menggunakan foto beberapa anak kecil bermain lompat-lompatan. Iwan tak mau namanya ditonjolkan. Dia tak mau sampul ada fotonya. Menurut Endi, Iwan berpendapat status mereka sama, delapan orang pemusik. Iwan mau nama Iwang Noorsaid, Bagoes A.A., Cok Rampal, Jalu, Ari Ayunir, Heiri Buchaeri, Jerry Soedianto, dan Iwan Fals dicetak semuanya pada sampul. Dick Doang, juga seorang penggemar Iwan, setuju usul itu. Konsekuensinya, nama-nama musisi dicetak dengan font kecil. Endi kurang setuju dan khawatir kasetnya kurang laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tanya pada Endi, kalau Iwan mau setara, bagaimana pembagian honornya? Endi tersenyum dan bilang Iwan “curang” karena honor musisi Rp 300 juta dibagi dua: 40 persen Iwan dan 60 persen tujuh musisi sisanya. Artinya, Iwan dapat Rp 120 juta sedang lainnya rata-rata dapat Rp 25 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama mengerjakan Hijau, Iwan berhenti mengganja, berhenti merokok, dan mulai salat. Hari-hari di Cipanas dipakai untuk “rehabilitasi.” Iwan tahu membuatnya tak bisa “panjang nyanyiannya.” Tubuhnya bentol-bentol, emosinya labil. Endi mengatakan ini periode “komunitas bersih” karena beberapa pemain, termasuk Noorsaid dan Heiri Buchaeri, rajin salat dan hidupnya sederhana. Kresnowati mengatakan ada juga musisi Hijau yang “pemakai berat ganja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Iwan juga mengubah Karno, asistennya yang setia, yang biasa membantu Iwan untuk urusan pribadi, mulai mengatur instrumen musik hingga menyiapkan lintingan ganja. “Karno lebih seniman dari Iwan. Dia nggak menikah, mungkin karena nggak dapat-dapat, dan penggemar Iwan,” kata Wati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijau diluncurkan 1992. Tak terlalu meledak di pasar. Endi kecewa, merasa kurang dihargai. Endi mundur dari pekerjaannya. “Endi punya kekaguman yang sangat pada Iwan. Tapi juga kekecewaan. Ngatur dia itu ruwet,” kata Kresnowati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIKA Galang lahir pada 1 Januari 1982 si bapak, yang perasaannya campur-aduk karena pertama kali merasakan diri jadi ayah—merasa harus bertanggung jawab, merasa mencintai, heran, bahagia, bangga punya keturunan dan sebagainya—menciptakan lagu berjudul Galang Rambu Anarki. Lagunya cukup terkenal dan masuk album Opini (1982).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galang tumbuh jadi anak cerdas. Endi Aras sering main tembak-tembakan dengan Galang. Muhamad Ma’mun punya karakter rekaan yang sering diceritakannya pada Galang. Namanya “Gringgrong”—seorang jagoan “kayak Tarzan” yang bisa mengalahkan harimau, naik kuda, dan mengalahkan musuh. Tiap kali Ma’mun datang menginap, cerita Gringgong ditagih Galang. Di Condet hanya ada dua kamar, “Kalau saya nginep, Galang tidur sama bapaknya,” kata Ma’mun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika beranjak remaja, Ma’mun melihat Galang badannya bagus, berbentuk. Galang bukan tipe anak hura-hura. Kalau minta uang paling buat bayar taksi pergi ke sekolah. “Untuk beli-beli dia nggak punya uang,” kata Iwan. Galang juga besar tekadnya. Suatu saat Galang, yang belum bisa menyetir mobil dan tak punya surat izin mengemudi, ingin bisa mengendarai mobil. Solusinya? Galang mengendarai mobil sekaligus dari Jakarta ke Pulau Bali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kekerasan Galang suatu hari membuat Iwan angkat tangan. Dia datang ke Ma’mun, “Mas gimana nih, Galang nggak mau sekolah lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terus maunya apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Embuh, main musik atau buka bengkel.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galang memutuskan keluar dari SMP Pembangunan Jaya di Bintaro, yang terletak dekat rumah dan termasuk salah satu sekolah mahal di Jakarta. Iwan sering pindah rumah dan waktu itu tinggal di Bintaro. Hingga Leuwinanggung ia sudah pindah rumah 12 kali. Usia Galang 14 tahun dan sedang memproduksi rekamannya yang pertama bersama kelompok Bunga. Iwan tak bisa berbuat banyak dan membiarkan Galang putus sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galang pernah juga kabur meninggalkan rumah. Dalam pelarian, menurut Iwan, Galang melihat poster dan foto papanya di mana-mana. “Dia merasa diawasi,” kata Iwan. Galang merasa tak bisa lari dan kembali ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat Iwan curiga. Iwan bertanya, “Lang, lu pakai ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau apa tahu Pa?” kata Galang, ditirukan Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan menganggap dirinya sudah insyaf. Kok Galang yang memakai? Iwan merasa Galang meniru papanya. Mula-mula rokok lalu obat. Endi Aras mengatakan Iwan agak teledor kalau menyimpan ganja atau merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galang menerangkan dia hanya mencoba. Rasanya pusing serta teler. “Ya udah, kalau sudah tahu ya udah,” kata Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan Galang punya pacar, seorang cewek gaul bernama Inne Febrianti, yang juga keberatan Galang memakai obat-obatan. Inne mendorong Galang tak memakai obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia bukan pemakai. Dia sangat cinta pada keluarganya. Kontrol diri sangat kuat,” kata Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis malam 24 April 1997 sekitar pukul 11:00 malam Galang pulang ke rumah, setelah latihan main band. Dia makan lalu pamit pada papanya mau tidur. Mamanya lagi tak enak badan. Iwan masih mendengar Galang telepon-teleponan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh sekitar 4:30 Kelly Bayu Saputra, sepupu Galang yang tinggal di sana, mau mengambil sisir di kamar Galang. Kelly memanggil Galang tapi tak bangun. Kelly mendekati Galang dan menggoyang-goyangkan badannya. Lemas. Kelly kaget. Dia mengetuk kamar Yos. Yos bangun dan menemukan Galang badannya dingin. “Saya turun ke bawah, panggil Iwan,” kata Yos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga heboh. Iwan terpukul sekali. Pagi itu saudara-saudaranya datang. Mereka menghubungi semua kerabat dan teman. Leo Listianto, adik Iwan, menelepon Ma’mun di Karawaci. “Saya masih tidur, antara percaya, tidak percaya,” kata Ma’mun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh menit kemudian, Ma’mun ditelepon Dyah Retno Wulan, adiknya Leo, biasa dipanggil Lala, juga memberitahu Galang meninggal. “Saya bengong,” kata Ma’mun. Dia segera menuju Bintaro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fidiana menerima telepon dari Ari Ayunir. Fidiana membangunkan Iwang Noorsaid, suaminya, “Wang, ini ada berita duka … Galang meninggal.” Mereka agak tak percaya karena beberapa hari sebelumnya pasangan ini bertamu ke Bintaro dan melihat Galang mondar-mandir. Mereka mencoba telepon ke Bintaro tapi nada sibuk. Mereka menelepon Herri Buchaeri, Endi Aras, dan beberapa rekan lain sebelum naik mobil ke Bintaro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endi Aras mengatakan, “Pagi-pagi aku dapat kabar. Iwang Noorsaid yang telepon.” Endi sampai di Bintaro sekitar pukul 5:30. “Aku ikut memandikan (jasad Galang),” kata Endi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Iwan memandikan jasad anaknya, dia berujar berkali-kali, “Galang, kamu sudah selesai, papa yang belum ... Lang, kamu sudah selesai, papa yang belum ..…” Kalimat itu diucapkan Iwan berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’mun dirangkul Iwan. “Jagain Mas, jagain anak-anak Mas,” kata Iwan, seakan-akan hendak mengatakan ia sendiri kurang menjaga anaknya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yos histeris, menangis ketika saya peluk. ‘Aduh, anak saya sudah meninggal mendahului saya,’” kata Fidiana. Iwan tak banyak bicara, menunduk, menangis, dan hanya bilang “terima kasih” kepada tamu-tamu. “Kepada kita dia nggak ngomong sama sekali,” kata Fidiana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galang dimakamkan di mana? Ada usul pemakaman Tanah Kusir dekat Bintaro. Iwan emosional, ingin memakamkan Galang di rumahnya. Bagaimana aturannya? Iwan pun memutuskan menelepon kyai Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dari Nahdlatul Ulama. Saat itu Gus Dur belum jadi presiden Indonesia. Iwan menganggap Gus Dur “guru mengaji” yang terbuka, tempat orang bertanya. Gus Dur mengerti hukum Islam maupun hukum pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur dalam telepon menjelaskan dalam aturan Islam diperbolehkan memakamkan jenazah di rumah. Pemakaman bergantung wasiat almarhum atau keinginan keluarga. Tapi di Jakarta tak bisa memakamkan orang di rumah sendiri karena keterbatasan lahan. “Di Jakarta nggak boleh … kalau Bogor boleh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “Bogor” itu mengingatkan Iwan pada Leuwinanggung. Keluarga pun memutuskan Galang dimakamkan di Leuwinanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Harun Zakaria, seorang tetangga Iwan di Leuwinanggung, yang juga menjaga kebun Iwan, dia dihubungi Lies Suudiyah, ibunda Iwan. “Bu Lies datang ke sini. Dia bilang, ‘Cucunda meninggal. Tolong di sini kuburannya,” kata Harun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenazah disemayamkan dulu di masjid Bintaro. Sekitar 2.000 jamaah salat Jumat di masjid itu ikut menyembahyangkan Galang. Banyak seniman, tetangga, kenalan Iwan, dan Yos datang menyampaikan duka. Setiawan Djody, W.S. Rendra, Ayu Ayunir, Jalu, Totok Tewel, Jockie Suryoprayogo, juga tampak di sana. Spekulasi wartawan maupun pengunjung memunculkan gosip bahwa dada Galang kelihatan biru. Galang digosipkan overdosis. Ini merambat ke mana-mana karena tubuh Galang kurus ceking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sebenarnya tak tahu persis penyebab kematian Galang karena tak ada otopsi terhadap jenazahnya. Kawan-kawan Iwan memilih diam. Mereka merasa tak nyaman mengecek spekulasi overdosis kepada orangtua yang berduka. Kresnowati pernah diberitahu Yos bahwa penyebab kematian Galang penyakit asma. Fidiana mengatakan beberapa hari sebelum kematian, Yos mengatakan Galang lagi sakit-sakitan. Iwan mengatakan pada saya, fisik Galang “agak lemah” dan “Galang lemah di pencernaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Iwan dan Ma’mun menyangkal spekulasi overdosis. Galang memang mencoba obat-obatan tapi tak serius. Iwan mengatakan dua bulan sebelum meninggal, Galang “sudah bersih.” Iwan percaya anaknya punya kontrol diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teman-temannya, Yos menilai petualangan Galang merupakan protes terhadap Iwan. Galang butuh perhatian papanya tapi Iwan terlalu sibuk. Yos di mata mereka lebih tabah menghadapi kematian Galang. Iwan lebih terpukul dan menyesal. “Setelah Galang meninggal, dia sudah nggak nggelek-nggelek. Salatnya sudah rajin,” kata Endi Aras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September lalu di keheningan Leuwinanggung, saya tanyakan pada Iwan bagaimana perasaannya sekarang, lima tahun setelah kematian Galang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menggeser posisi duduknya dan mengatakan, “Sampai sekarang masih ngimpi, terutama zaman manis-manisnya ketika Galang masih kecil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan mengatakan kalau bercermin pada masa-masa ketika Galang masih ada, dia melihat kekurangan-kekurangannya sebagai suami maupun ayah. “(Kematian Galang) membuat saya menghargai fungsi bapak, fungsi suami. Kalau saya dulu bisa lebih bersahabat, jadi gurunya, jadi lawannya, mungkin akan lain ceritanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi ini semua nggak bisa dibalik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil hikmahnya, Iwan bercerita bahwa kematian Galang jadi “api” buat dirinya dalam bermusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia pilih musik, bahkan dia keluar sekolah. Dia mau menikah waktu itu. Dia percaya musik bisa menghidupi istrinya. Masakan saya nggak berani … rasanya di sini senep (sesak) … hoooaah … dari sini senep … apalagi kalau kenangan-kenangan itu datang,” kata Iwan. Dia tiba-tiba berteriak, "Hoooooooaaaaah ...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengalihkan pandangan mata saya dari mata Iwan. Dia menelungkupkan kedua tangannya di dada. Kami diam sejenak. Saya minta maaf karena mengingatkannya pada kematian Galang. Iwan bilang tak apa-apa. “Kadang-kadang kalau lagi sedih … senep. Tapi kalau lagi senang ya lupa lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ROLLY Muarif termasuk satu dari sekian orang yang sering menemani Iwan Fals pasca-kematian Galang. Rolly seorang musikus kelahiran Gorontalo, pernah menghibur penumpang kapal Kambuna jurusan Manado-Jakarta. Kalau menganggur, Rolly menjaga toko spare part di Kranggan, dekat Leuwinanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan sering mengundang Rolly ke Leuwinanggung. Iwan suka melukis dan mengobrol dekat makam Galang. “Sering curhat sama saya soal Galang karena cuma ada saya doang,” kata Rolly. Dia juga menemani Iwan main catur dan mengobrol hingga subuh. Suatu saat Iwan bilang, “Kalau untuk anak (kehilangan) ke orang tua, bisa dimaklumi, tapi kalau orang tua ke anak, itu berat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya memahami saja,” kata Rolly pada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan banyak melukis, kadang-kadang di rumah Leuwinanggung lukisannya dipajang, dilihat dari jauh. Rekaman album baru ditunda sejak kematian Galang. “Saya disuruh memandang, kadang dibalik,” kata Harun Zakaria, tetangga Iwan, yang juga sering mengobrol pasca-kematian Galang. Iwan juga memenuhi undangan dari masyarakat Leuwinanggung, acara jaipongan, kematian, pengajian, kenduri, perkawinan, salawatan. “Ke mana-mana ajak saya,” kata Harun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan juga bermain sepak bola dan membayar seorang pelatih untuk melatih anak-anak Leuwinanggung. Harun cerita Iwan menyumbang renovasi mushola dekat rumah mereka, “Karpetnya disumbang Kak Iwan.” Iwan juga melatih karate. Dia membuka dojo dan pesertanya sampai 200 orang. “Saya latih sendiri,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika krisis moneter menghantam ekonomi Indonesia, Iwan Fals sempat mencoba bikin lagu untuk menggugah semangat orang berusaha. Karya ini terhenti ketika demonstrasi-demonstrasi anti-Soeharto makin keras. Pada Mei 1998 Soeharto mundur dari kekuasaannya dan Indonesia memasuki era demokratisasi. Perubahan besar-besaran di ambang pintu. Iwan pun melihat saatnya ia mengambil langkah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan Fals melihat banyak penggemarnya kurang punya dasar ekonomi yang kuat. Iwan ingin “memberdayakan” mereka. Iwan pun mendirikan Yayasan Orang Indonesia dan minta Ma’mun jadi wakil ketua, Endi sekretaris, Yos bendahara, dan dia sendiri ketua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ternyata tak cukup. Iwan ingin melibatkan para penggemarnya langsung. Ide ini dibicarakan dengan Ma’mun, Yos, dan Endi. Hasilnya, mereka sepakat mengundang para penggemar Fals, lewat ke Leuwinanggung selama tiga hari pada pertengahan Agustus 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kresnowati diminta mengorganisasikan pertemuan itu. Lapangan belakang rumah Iwan ditutup pasir, dibangun tenda besar 600 meter persegi untuk tidur, dibelikan nasi bungkus, dan dicarikan sponsor perusahaan air mineral. Iwan minta tukang membangun 20 kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sambutannya besar. Penggemar Iwan dari banyak golongan datang. Ada pencuri, ada bandar narkotik, karyawan biasa, bapak yang sepuh, perempuan tomboy, juga wanita berjilbab. Ada juga yang penampilannya “punk rock abis” dan bikin Wati deg-degan. “Di luar pagar juga banyak yang menunggu mau masuk. Maunya ketemu Iwan, berfoto bersama,” kata Wati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diskusi, kualitas mereka kelihatan beragam. Ada yang berapi-api tapi banyak yang asal omong. Antusiasme ini mengejutkan karena Iwan lama tak muncul ke publik. Album terakhirnya keluar 1993.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wati juga geli melihat tato pada penggemar Fals. Banyak yang punggungnya digambari Iwan. Ada pula tato jidat, daerah antara alis mata, ditato kata “Fals.” Dari Bandung sekelompok penggemar menato kata “Fals” di antara jempol dan jari telunjuk. “Kalau Fals pasti Iwan Fals. Kalau Iwan kan banyak,” kata Ainun Rofiq, manajer restoran cepat saji McDonald yang jadi bendahara Oi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam sebelum pertemuan, Iwan, Yos, Ma’mun, Endi, dan Wati diskusi. Intinya, mereka mau serahkan kepengurusan Oi kepada orang-orang baru itu atau mereka pegang sendiri? Mereka sepakat dipegang sendiri dulu. Kalau sudah jalan diserahkan pada orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya nggak mau kalau ketua. Konsekuensinya berat. Endi juga nggak mau. Sampai pulang nggak jelas. Ma’mun nggak mau juga. Ma’mun ingin Iwan jadi ketua. Endi nggak mau (alasannya) ini khan fans club. Endi keukeuh (harus) Wati,” kata Kresnowati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan hari Kresnowati terpilih sebagai ketua Oi. Menurut Digo Zulkifli, penggemar asal Bandung, pada pertemuan tiga hari itu mereka diskusi: mau jadi fans club atau organisasi massa. “Kalau jadi fans club, idolanya sendiri, si bosnya (Fals) nggak enak.” Mereka memutuskan jadi organisasi massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wati pada tahun pertama lebih meletakkan dasar administrasi. Mereka bikin kartu anggota, membuka cabang, dan membuat arsip. “Nggak mudah mengatur 10.000-an orang di seluruh Indonesia.” Kini Oi diketuai Heri Yunarsa, seorang pegawai negeri dari Serang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hambatan banyak. Wati melihat orientasi penggemar Fals masih kabur antara organisasi massa dan klub. Banyak yang masuk Oi untuk “cium tangan” Iwan. “Kayak ketemu raja … apalagi daerah lho ... kita jadi bingung ngeliatnya,” kata Wati. Masalah dana juga hambatan. Iwan mungkin orang kaya tapi mendanai organisasi butuh uang besar sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang akan terjadi kalau Iwan suatu saat jadi kurang populer atau makin mengendurkan musiknya? Bagaimana bila Iwan meninggal? Sejauh mana Oi bisa bertahan kalau didasarkan ikatan emosional pada lagu-lagu lama Iwan Fals? Bagaimana mengubah loyalitas individu jadi loyalitas organisasi? Bagaimana Oi bisa “memberdayakan” anggotanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat Elvis Presley, bintang musik pop Amerika 1960-an, yang mengatakan, “Music is like religion: when you experience them both, it should move you.” Menurut Sun Record, album Presley terjual lebih dari satu milyar selama masa hidupnya (Love Me Tender, It’s Now Or Never atau Are You Lonesome Tonight).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik Fals juga menggerakkan banyak orang di Indonesia. Fals dianggap mampu merekam semangat perlawanan orang-orang yang dipinggirkan pada masa Orde Baru. Ketika Presley meninggal, lagu-lagunya malah jadi abadi. Makam dan rumahnya ramai dikunjungi orang. Lagu-lagunya terus direkam ulang dan jadi tambang emas untuk ahli warisnya. Akankah Fals mengikuti jejak Presley? Apakah musik Fals sudah mirip pengalaman beragama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan sudah pernah memikirkan ini. “Ada saya atau tak ada saya, saya hadir di Oi,” kata Digo Zulkifli menirukan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oi kini punya perwakilan di berbagai kota Indonesia. Ini organisasi unik tanpa preseden. Kantor-kantor perwakilannya juga unik. Di Cilegon ia nongkrong di kantor pemerintahan kabupaten. Di Tangerang berkantor di tukang jagal. Banyak juga yang berada di gang-gang sempit. Agus Suprapto dari Oi Yogyakarta mengatakan mereka mendapat bantuan dari Sultan Hamengku Buwono X.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gema Fals juga tembus hingga Timor Lorosa’e. Hugo Fernandes, redaktur majalah Talitakum, memberitahu saya bahwa panitia kemerdekaan Timor Lorosa’e mengundang Iwan Fals ke Dili ketika negara itu hendak menyatakan merdeka 20 Mei lalu. “Semua orang Dili tunggu Iwan Fals mau datang. Orang kecewa karena Iwan tidak datang. Di Dili dia itu kayak dewa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya negara kecil yang punya luka tersendiri karena penguasaan Jakarta ini—sering dikatakan sepertiga penduduknya mati karena terbunuh atau kelaparan akibat 22 tahun pendudukan tentara Indonesia—punya banyak orang yang justru merasa ketertindasan mereka diwakili dan disuarakan Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SESUDAH lama tak berkarya, Iwan Fals mengalami hambatan bikin album baru. Effendy Widjaja, salah seorang direktur Musica, membantu Fals mengatasinya. “A Pen yang mendobrak. Saya harus bikin lagu katanya. ‘Jangan loyo dong!’ Dia mrepet (mengomel),” kata Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhirnya saya bangkit, minjam duit. Dia pilih dari 300 lagu, dia tandai. Dia pandai, pilihannya saya lihat masih dalam bingkai saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Pen, nama panggilan Effendy, berunding dengan kakaknya, Sendjaja Widjaja atau A Ciu, presiden direktur Musica, dan Iwan pun diberi pinjaman uang. Mereka tak menyebut berapa pinjamannya. Musica hanya bersedia menjawab pertanyaan saya secara tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memperkirakan pinjaman ini diperlukan Iwan dan Yos, selaku pemimpin Manajemen Iwan Fals, untuk membiayai “jadwal-jadwal” pemakaian studio untuk latihan, rekaman, dan sebagainya. Kalau biaya sewa studio dihitung Rp 500 ribu sekali pakai, Iwan mengatakan pada saya, ia memakai 720 kali jadwal untuk membuat album yang dinamai Suara Hati. Artinya, Iwan membutuhkan sekitar Rp 360 juta untuk membiayai jadwal rekamannya. Manajemen Iwan Fals memakai pinjaman Musica itu untuk membangun sebuah studio. Iwan lantas menyewa studio itu kepada Manajemen Iwan Fals. Agak rumit memang. Iwan berhitung bisnis dengan istrinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana membayar Musica? Iwan menerangkan bahwa royalti sebuah kaset Rp 2.000. Kalau Suara Hati laku, katakanlah 150 ribu, berarti ia mendapat Rp 300 juta. Royalti ini dipakai membayar piutang Musica. “Dari segi ekonomi saya rugi. Saya nggak dapat apa-apa dari Musica. Saya hanya mengharapkan dari royalti ... kaset itu seumur hidup ya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan memanfaatkan teman-teman lama—Inisisri, Nanoe, Iwang Noorsaid, dan Maman Piul (pemain biola)—untuk mengerjakan Suara Hati. Kesulitan terbesar muncul dari komputer. Iwan menggunakan komputer mutakhir Macintosh G4 dalam studio barunya. “Saya nggak pakai operator karena nggak bisa bayar,” kata Iwan. “Saya juga mau belajar komputer.” Iwan tak memahami kerja Macintosh dengan rapi. Dampaknya, ada rekaman-rekaman yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus memilih pemain gitar prosesnya berbeda. Suatu hari Endi Aras mengajak Digo Zulkifli, gitaris asal Bandung yang juga penggemar Fals, berkunjung ke Leuwinanggung. Digo membantu Endi di Matamata Communications sesudah kenal saat pembentukan Oi. Hari itu Digo menemui Iwan di studio. Kebetulan Iwan lagi butuh or&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-5375164571337947588?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/5375164571337947588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/iwan-fals-dewa-dari-leuwinanggung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/5375164571337947588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/5375164571337947588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/iwan-fals-dewa-dari-leuwinanggung.html' title='Iwan Fals: Dewa Dari Leuwinanggung'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SpYdA3W72gI/AAAAAAAAAoE/tgVYMmmzI8g/s72-c/1-256.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-3817250960906243027</id><published>2009-08-26T22:12:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T22:31:36.029-07:00</updated><title type='text'>Konser Kemerdekaan Iwan Fals Jadi Malamnya Oi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SpYaBzeZdhI/AAAAAAAAAn8/U834d70tH-8/s1600-h/305.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 162px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SpYaBzeZdhI/AAAAAAAAAn8/U834d70tH-8/s200/305.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374511823613163026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Andri Oktavia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam yang benar-benar berkesan. Kesan tersebut terutama dirasakan oleh kalangan Oi (organisasi massa fans Iwan Fals -red). Pasalnya usai mengikuti kegiatan padat di Jambore III Oi selama dua hari sejak 15/8, malam puncaknya para peserta gelaran tersebut dihibur oleh konser Iwan Fals &amp; Band, sebuah konser kemerdekaan yang bertajuk, Introspeksi: Hidup Bersama Harus Dijaga.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Massa Oi yang semenjak sore sudah bergabung dengan para fans Iwan Fals yang lainnya, sudah menanti-nanti kedatangan Iwan Fals. Mereka memadati Taman Arsipel, TMII, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan iwanfals.co.id, tak kurang satu SSK petugas Polisi yang disiagakan di lokasi konser relatif tidak bekerja keras mengamankan jalannya konser, Satgas Oi yang tergabung dalam kepanitiaan bekerja cukup baik dan patut diacungi jempol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep pengamanan langsung panitia yang hampir sebagian besar berasal dari kalangan Oi, terbukti ampuh membantu konser berjalan lancar. Saat massa penonton mulai ”panas”, segera panitia yang diantaranya disebar di antara penonton, berupaya menenangkan penonton, hingga picuan rusuh, tak sempat terjadi. Padahal sekitar 10.000 fans Iwan Fals hadir malam itu. Acara konser tersebut, juga disiarkan secara live oleh tvOne, sehingga gaungnya bertambah santer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat penonton benar-benar padat, konser yang ditunggu-tunggu belum juga dimulai. Namun, meski konser belum dimulai padahal para penonton sudah menunggu selepas Maghrib, mereka tetap tertib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mereka merasakan bahwa acara itu, adalah momen milik mereka, sehingga mereka tak memberi kesempatan ”pengacau” merusak acara dari mereka untuk mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali diantara mereka tampak membuat kegiatan sendiri mengisi waktu, menunggu pukul 21.30, jadwal Iwan naik panggung. Yang tampak, mereka bernyanyi bersama, koor “saur..saur..saur...”, menertawai polah rekan-rekannya, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, di panggung acara penunjang, yang berlokasi di samping panggung utama, digelar acara Kabar Sepekan tvOne, dengan penampilan dari Krisyanto, Ipang, Molusca, yang didukung oleh Mini Orchestra Widya Kristianti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar Sepekan juga dimeriahkan dengan diskusi sejarah proklamasi, yang menampilkan Sejarahwan Anhar Gonggong, Murder (fotografer Iphoss), serta Mayjen Purn. Sukotjo. Teaterwan, Cornelia Agatha juga tampak membawakan beberapa puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang ditunggu pun tiba, pukul 21.30 Iwan Fals &amp; Band naik ke panggung, ribuan fansnya tampak bersorak meneriakkan nama Iwan, sesekali juga meneriakkan nama musisi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan Iwan Fals sosok yang tidak sekedar dikagumi, melainkan juga dicintai fansnya, benar-benar terlihat. Beberapa fans yang berada di baris depan tampak berkaca-kaca, melihat dari dekat idolanya, terlebih butuh perjuangan, agar bisa berada di barisan depan penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan Fals &amp; Band membuka penampilan mereka dengan medley sebagian awal lagu Bagimu Negeri disambung dengan lagu Bangunlah Putra-Putri Pertiwi. Berturut-turut lagu lainnya dinyanyikan Iwan, diantaranya, Kupaksa Untuk Melangkah dan Alam Malam. Khusus di lagu Alam Malam, Iwan tampak menyebut-nyebut nama rekannya, Mbah Surip dan WS Rendra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan tapi pasti, penonton memperoleh keriangan yang diharapkan. Keringat diantara mereka juga mulai bercururan, karena bergoyang, mengibarkan bendera-bendera Oi, sembari koor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama kemudian, naik ke panggung Ustad Jefri Al Buchori, mengisi beberapa menit di malam itu, yang sekaligus malam kemerdekaan, dengan siraman rohani, disebutnya Tauziah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti Tauziah, Jefry menyayangkan, meski bangsa Indonesia sudah merdeka, sesungguhnya manusianya masih dijajah oleh setan. Demikian pula pemimpinnya yang bahkan ada diantaranya masih berbuat demi kepentingan diri sendiri dan golongan. Dia berharap Allah membukakan pintu hati semua rakyat Indonesia, untuk menjadi bangsa yang merdeka sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara berlanjut kembali, Iwan naik ke atas panggung. Dibawakannya Lagu Satu, Rubah, dan Negara, penonton perlahan juga mulai menurun emosinya, karena khusus di lagu Rubah, dengan aransemen lagu blues, betul-betul pas dibawa bergoyang pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudahnya, dibawakan tembang Suara Hati dan Untuk Para Pengabdi. Di lagu ini, Iwan tampak berkolaborasi dengan Ketua Oi, Digo. Disusul tembang Berasatulah Oi, yang diiringi oleh koor penonton, serta tembang Lingkaran Aku Cinta Padamu, di dua lagu ini tampak ikut serta personil Band Digo mengiringi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu syahdu, Nyanyian Jiwa lantas mengajak para penonon berdendang. Tidak hanya Iwan dan personil bandnya, tampak menghayati betul lagu ini. Uniknya, sepenjang gelaran musik ini, nyaris tak ada lagu yang tanpa disertai koor penonton, begitupun dengan lagu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Nyanyian Jiwa seperti menjadi contoh dan teladan bagi para fans. Lagu ini sangat bernuansa tuntunan hidup, namun terkadang meledak-ledak, beberapa kelokan-kelokan nada membuat lagu ini jadi salah satu lagu yang paling ditunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketukan drum Deni Kurniawan, jadi penanda sebuah lagu yang akan menyusul usai dendang Nyanyian Jiwa. Irama etnis lantas mulai menyambar, sesekali terasa ada suara gamelan dan kendang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Hio lantas mulai dibawakan, sontak notasi maupun irama mengajak penonton kembali bergoyang. Lagu ini betul-betul ”berbau” musik tradisi, sangat asyik. Apalagi, Totok Tewel, sang punggawa gitar baru di band Iwan, menikmati betul lagu ini. Sesekali Totok sembari memainkan gitar juga tampak memejam mata, menghayati lagu. Betul juga usai lagu ini dibawakan rasanya tak ada kata yang bisa mewakili asyiknya lagu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lagu syahdu, lantas susul-menyusul dibawakan Iwan, menuju penghujung konser. Lagu tersebut, Kebaya Merah dan Kesaksian di luar lagu yang didendangkan untuk menghormati ”anak-anaknya” Oi, karena keesokannya mesti kembali ke daerah masing-masing di seluruh Indonesia. Lagu Kesaksian pun di-medley kembali dengan sebagian akhir lagu Bagimu Negeri sebagai pertanda berakhirnya konser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi catatan konser malam itu, konser berjalan aman, lancar dan sukses. Tak bisa diukur dengan kata, ”keperkasaan” Iwan Fals &amp; Band di atas panggung, serta semangat fans Iwan Fals malam itu. Luar biasa, jadi pas betul dengan tajuknya, Hidup Bersama Harus Dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Totok Tewel, jadi warna yang berbeda. Beberapa aksi panggung Tewel yang jadi ciri khasnya, mampu mengantarkan Iwan Fals sampai pada puncaknya yang maksimal. Meski semua personil band Iwan Fals malam itu tampil sempurna, sebuah pertunjukan musik yang asyik dan sangat berkelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, Iwan Fals begitu prima. Tak tampak sisa kelelahan usai mengikuti berbagai acara terkait HUT Oi, maupun beberapa acara di luar Oi yang intensitasnya jadi meningkat di bulan Agustus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fans Iwan Fals yang ditemui iwanfals.co.id usai acara, rata-rata senada. Semuanya mengaku puas, dengan suguhan konser malam itu. Setidaknya seperti yang dikatakan oleh Wawan, peserta Jambore Oi asal Probolinggo. ”14 jam perjalanan saya menuju Jakarta, plus beberapa hari di Jambore yang cukup melelahkan betul-betul terbayar lunas malam ini,” urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus terkait Oi, dia mengaku agar Oi Crisis Center betul-betul bisa terwujud di semua BPK Oi tiga tahun mendatang, agar bakti Oi bagi masyarakat bisa semakin nyata. Disamping Jambore yang juga bisa lebih sering digelar, supaya bisa tergali potensi anak-anak Oi yang sesungguhnya amat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dia mengaku tidak masalah Iwan tidak menyanyikan dua buah lagu yang paling ditunggu-tunggu oleh kalangan fans malam itu, yaitu Bento dan Bongkar. ”Mungkin Mas Iwan punya pertimbangan lain, agar lagu tersebut tidak dinyanyikan. Lebih ke psikologi massa saja agar semuanya tetap damai hingga akhir,” urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Sigit (27) yang tergabung di Oi Lampung mengaku sangat puas dengan tontonan malam itu, karena semua musisi tampil maksimal juga seperti kembali terkenang sosok Iwan di saat muda dulu, yang selalu tampil ”garang” di atas panggung. ”Malam ini semuanya kembali, Iwan Fals tampil energik dan terlihat seperti masa mudanya,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sigit yang datang dari Lampung bersama 15 orang rekannya menggunakan sepeda motor, merasa terbayar lunas semua kelelahan yang dialaminya di perjalanan. Apalagi, tema lagu-lagu yang dibawakan pas dengan Hari Kemerdekaan, ”Nasionalisme Iwan Fals belum habis, semua lagu yang diangkat malam ini sangat nasionalis. Terus berkarya bang Iwan!” urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Iwan Fals, dia mengaku sangat terkesan dengan penampilan Totok Tewel malam itu. ”Totok memberi karakter berbeda pada musik-musik yang dimainkan para musisi malam ini,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan Lengkoy (35), fans Iwan yang juga anggota Oi Jakarta Timur. Baginya kesan malam konser tersebut sangat sulit diceritakan. Yang lebih menyenangkan lagi, beberapa hari digelarnya Jambore, dia jadi lebih mengenal Iwan Fals yang sangat rendah hati, karena Iwan sempat beberapa kali hadir di Jambore, bahkan berjoget bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga berharap agar Iwan tetap terus eksis di belantika musik, terutama dengan mencipta lagi lagu-lagu bertema kritik sosial. Apalagi baginya, jadi begitu banyak yang perlu ”ditusuk” oleh Iwan Fals saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, dia juga mengaku rada kurang klop rasanya malam itu, karena Iwan Fals hingga akhir gelaran tetap enggan membawakan lagu Bento atau Bongkar. Dua buah lagu yang identik dengan seorang Iwan Fals. Meski rasa puas tetap tidak dipungkirinya malam itu melihat penampilan Iwan Fals &amp; Band. Selamat Ulang Tahun Oi... Sumber:iwanfals.coi.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-3817250960906243027?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/3817250960906243027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/konser-kemerdekaan-iwan-fals-jadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3817250960906243027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/3817250960906243027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/konser-kemerdekaan-iwan-fals-jadi.html' title='Konser Kemerdekaan Iwan Fals Jadi Malamnya Oi'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SpYaBzeZdhI/AAAAAAAAAn8/U834d70tH-8/s72-c/305.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-4800783529036611054</id><published>2009-08-26T20:54:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T20:57:27.858-07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals dan 'Oi'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SpYD8yCWWCI/AAAAAAAAAns/yarAjug7vfk/s1600-h/309.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SpYD8yCWWCI/AAAAAAAAAns/yarAjug7vfk/s200/309.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374487548071925794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Momentum perayaan kemerdekaan negeri ini di bulan Agustus nampaknya menjadi momen spesial juga bagi musisi kawakan Iwan Fals. Legenda hidup tersebut akan menggelar konser kemerdekaan bertajuk Introspeksi: Hidup Bersama Harus Dijaga, yang akan berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah, 15 sampai 16 Agustus mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Konser ini untuk merayakan HUT RI yang ke-64, sekaligus untuk merayakan ulang tahun Oi yang ke-10, sekaligus 1 tahunnya website Iwan Fals www.iwanfals.co.id, akan digelar 15-16 Agustus. Jadi ini satu rangkaian. Tanggal 15 itu Jambore Nasional di TMII, yang kemudian acara puncaknya tanggal 16, yaitu konsernya dari jam 7 malam," ujar Iwan menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemui KapanLagi.com dalam preskon jelang konsernya di Museum Indonesia TMII, Rabu (12/8), pemilik nama Virgiawan Listianto tersebut juga mengutarakan kekagumannya terhadap Oi (Orang Indonesia), organisasi fansnya yang berinisiatif menggelar konser besar jelang hari kemerdekaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini cukup mengejutkan, yang ngadain itu Oi dan saya dibayar secara profesional, tapi saya nggak bisa menyebut angka karena nggak etis. Saya nggak nyangka aja, Oi bisa seperti ini, bisa menyelenggarakan konser sebesar ini," ungkapnya penuh rasa bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini sangat relevan dengan kondisi bangsa ini, karena tanpa introspeksi kita nggak tahu kesalahan kita di mana. Potongan juga dari puisi W.S Rendra yang berjudul Kesaksian, nah judulnya itu juga dijadikan judul lagu di dalam album Kantata Takwa," tambahnya saat ditanya soal tema konser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk rincian acara, musisi yang akan genap berusia 48 tahun 3 September mendatang itu menjelaskan susunan rangkaian konser 2 hari tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk acara tanggal 15 kita mengumpulkan 1200 anggota Oi dari seluruh Indonesia. Nanti di sana banyak kegiatan seperti games, workshop dan banyak lainnya," terangnya.&lt;br /&gt;Sebelum Iwan tampil, dijadwalkan Ketua dari Badan Pengurus Pusat Oi, Digo, akan tampil dalam komposisi bandnya, Digo n Band sebagai band pembuka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-4800783529036611054?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/4800783529036611054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/iwan-fals-dan-oi_26.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4800783529036611054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4800783529036611054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/iwan-fals-dan-oi_26.html' title='Iwan Fals dan &apos;Oi&apos;'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SpYD8yCWWCI/AAAAAAAAAns/yarAjug7vfk/s72-c/309.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-9170626827045297680</id><published>2009-08-26T20:30:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T20:52:01.916-07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals Dibayar Profesional oleh Penggemar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SpYCnL0hVbI/AAAAAAAAAnk/NCZlBmtIb2s/s1600-h/falsw.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SpYCnL0hVbI/AAAAAAAAAnk/NCZlBmtIb2s/s200/falsw.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374486077524497842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Artis musik kawakan Iwan Fals mengaku terharu dan bangga lantaran OI (Orang Indonesia), komunitas penggemarnya, akan menggelar konser dalam rangka menyambut ulang tahun ke-64 Kemerdekaan RI, 17 Agustus nanti. Apalagi, oleh OI, ia dibayar secara profesional, bukan dengan harga "pertemanan" apalagi gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enggak nyangka, ternyata OI bisa menyelenggarakan acara sebesar ini dan saya dibayar profesional. Tapi, saya tidak bisa menyebutkan berapa, karena enggak etis," tutur Iwan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu (12/8).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan tak mengira bahwa OI, yang dibentuknya 10 tahun lalu, menjadi organisasi masyarakat yang cukup besar seperti sekarang ini. "Padahal, OI itu dulu, awal dibentuk, saya hanya menganggap anak sendiri. Tapi, ternyata OI sudah jadi organisasi masyarakat yang cukup besar dan bisa mengadakan acara sebesar ini," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemusik lintas generasi ini juga menerangkan bahwa konser tersebut akan diadakan bekerja sama dengan Tiga Bambu MC Pro pada Minggu, 16 Agustus, juga sekaligus dalam rangka ulang tahun ke-10 OI. "Acara ini untuk peringati HUT ke-64 Kemerdekaan RI dan ultah ke-10 OI. Tajuknya adalah introspeksi, hidup bersama harus dijaga," jelas Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konser di panggung Arsipel, TMII, mulai pukul 19.00 WIB, itu akan dihadiri kira-kira 1.200 anggota OI di seluruh Indonesia. "Mungkin, inilah konser yang paling besar. Saya dan khususnya kita semua harus mendukung agar konser tersebut berjalan dengan lancar dan baik sehingga terhindar dari hal-hal yang kita tidak inginkan," harapnya.&lt;br /&gt;Sebelum konser itu, pada 15-16 Agustus, OI akan pula mengadakan Jambore OI, yang merupakan tradisi perayaan ulang tahun OI. Temanya "Hidup Bersama Harus Dijaga", yang merupakan potongan dari puisi Kesaksian karya (mendiang) WS Rendra.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-9170626827045297680?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/9170626827045297680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/iwan-fals-dibayar-profesional-oleh_26.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/9170626827045297680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/9170626827045297680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/iwan-fals-dibayar-profesional-oleh_26.html' title='Iwan Fals Dibayar Profesional oleh Penggemar'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SpYCnL0hVbI/AAAAAAAAAnk/NCZlBmtIb2s/s72-c/falsw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-7281809114433893994</id><published>2009-08-26T20:25:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T20:26:55.647-07:00</updated><title type='text'>Demokrasi Nasi</title><content type='html'>Ini adalah salah satu lirik lagu Iwan Fals yang menjadi kontroversial. Pada bulan April tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu ini bersama lagu-lagu berlirik keras lainnya pada sebuah konser di Pekanbaru. Menurut pihak keamanan, lagu semacam ini dianggap dapat mengganggu stabilitas. "Aparat keamanan nyuruh aku bikin lagu seperti lagunya Rinto Harahap dan A. Riyanto. Ya jelas dong, nggak bakalan laku!", ujar Iwan Fals sambil menyibak rambutnya. (petikan jawaban Iwan Fals diambil dari sini). Pada masa itu disaat banyak penyanyi lain lebih memilih jalur cinta, Iwan Fals justru sangat berani ‘menantang’ lewat lirik-lirik lagunya yang pedas dan membuat penguasa saat itu berusaha ‘mendidik’ Iwan Fals. Lagu ini selain pernah dibawakan pada konser-konser, juga pernah diputar di sebuah stasiun radio amatir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi Nasi&lt;br /&gt;Iwan Fals (1978)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi sebuah perkara&lt;br /&gt;Tentang nyawa manusia&lt;br /&gt;Kisah ini memang sudah lama&lt;br /&gt;Tapi benar terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak seorang menteri&lt;br /&gt;Membuat onar lagi&lt;br /&gt;Menembak sampai mati&lt;br /&gt;Kok nggak ada sangsi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu bukan sesuai dengan undang-undang&lt;br /&gt;Di negeri ini yang katanya demokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan orang biasa&lt;br /&gt;Bila mereka curiga&lt;br /&gt;Langsung masuk penjara&lt;br /&gt;Tanpa bukti nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-undang tampaknya sakit perut&lt;br /&gt;Tuan tolong panggilkan dokter ahli&lt;br /&gt;Untuk Indonesia yang bisa hidupnya&lt;br /&gt;Mungkin terkena wabah kolera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-undang tampaknya sedang sakit&lt;br /&gt;Tuan tolong panggilkan dokter ahli&lt;br /&gt;Untuk Indonesia&lt;br /&gt;Mungkin terkena wabah selesma&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-7281809114433893994?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/7281809114433893994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/demokrasi-nasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7281809114433893994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7281809114433893994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/demokrasi-nasi.html' title='Demokrasi Nasi'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-6847871619631939663</id><published>2009-08-26T19:40:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T20:24:51.598-07:00</updated><title type='text'>Anak Cendana (Pola Hidup Sederhana)</title><content type='html'>Ini adalah salah satu lirik lagu Iwan Fals yang juga menjadi kontroversial. Pada tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat kepolisian dan sempat ditahan selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu ini bersama lagu-lagu berlirik keras lainnya pada sebuah konser. Pada masa itu disaat banyak penyanyi lain lebih memilih jalur cinta, Iwan Fals justru sangat berani ‘menantang’ lewat lirik-lirik lagunya yang pedas dan membuat penguasa saat itu berusaha ‘mendidik’ Iwan Fals. Lagu ini pada waktu itu sempat dibawakan pada konser-konser dan juga pernah di putar di sebuah stasiun radio amatir. Membaca judulnya saja kita pasti mudah memahami siapa yang dimaksud oleh Iwan Fals.)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Cendana (Pola Hidup Sederhana)&lt;br /&gt;Iwan Fals (1978)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggrek anggrek subur&lt;br /&gt;Dalam taman yang berpagar peluru&lt;br /&gt;Cengkeh kopi dan teh&lt;br /&gt;Serta banyak pabrik di pelosok negeri ini kau punya&lt;br /&gt;Tak kan habis harta tuan tuk tujuh turunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola sederhana itu yang kau minta&lt;br /&gt;Bagi kami hidup berdagang&lt;br /&gt;Bagi kami hidup bertani&lt;br /&gt;Bagi kami pegawai negeri&lt;br /&gt;Bagi kami gelandangan keki&lt;br /&gt;Bagi kami pelacur kelas tinggi&lt;br /&gt;Serta bagi kami yang ABRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola sederhana kan kami lakukan&lt;br /&gt;Asal tuan sudah melakukan&lt;br /&gt;Asal tuan sudah melakukan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-6847871619631939663?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/6847871619631939663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/anak-cendana-pola-hidup-sederhana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/6847871619631939663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/6847871619631939663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/anak-cendana-pola-hidup-sederhana.html' title='Anak Cendana (Pola Hidup Sederhana)'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-756093286205581787</id><published>2009-08-26T18:59:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T19:03:27.744-07:00</updated><title type='text'>HIKMAH PUASA</title><content type='html'>Marhaban ya Ramadhan&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan disyari'atkannya puasa, yang merupakan salah satu dari rukun Islam, sebagaimana firman Allah SWT:&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atasa orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa" [al-Baqarah:183]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa telah dilaksanakan sejak lama sebelum Nabi Muhammad SAW menerima wahyu puasa. Dalam sejarah agama-agama besar, puasa sudah tidak asing lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Universalitas puasa bisa dimengerti karena esensi dari puasa itu sendiri bukannya "mengerjakan" melainkan "menahan diri", yakni menahan diri dari makan dan minum, tidak melakukan seksualitas di siang hari serta menghindari sikap hewani yang merusak. Dianjurkan pula ibadah pada malam harinya untuk beribadah (qiyamullail). Karena sesungguhnya bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, sumber segala rahmat dan kebaikan. Allah memberi keberkahan dan maghfirah. Para Malaikat turun untuk ikut memanjatkan do'a dan pujian agar manusia memperoleh ampunan. Semua pintu kebaikan dibuka lebar-lebar serta semua setan "dibelenggu." Rasulullah mengkhususkan bulan ini sebagai bulan untuk beribadah melampaui bulan-bulan lainnya. Demikian juga para sahabat, mereka saling bergegas dalam amal-amal kebaikan semata-mata mengharap ridha Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain posisi istimewa di sisi Allah SWT yang diperoleh oleh seorang mukmin yang berpuasa, hikmah dari puasa juga teramat besar. Baik hikmah rohani maupun jasmani, baik terhadap diri pribadi maupun kepada masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan juga sebagai syahrul ibadah (bulan ibadah) dimana terdapat nilai ibadah yang tinggi serta semangat beribadah yang tinggi. Selain itu juga sebagai "Syahrul Fath" (bulan kemenangan). Umat Islam memperoleh kemenangan dalam "perang kecil", perang Badar. Bisa dikatakan juga sebagai "Syahrul Huda" (bulan petunjuk) karena pada bulan Ramadhanlah turunnya petunjuk kehidupan yaitu al-Quran pada pertama kalinya. Selain itu bulan Ramadhan juga disebut sebagai "Syahrul Ghufran" (bulan penuh ampunan). Pada bulan ini, dimudahkan pintu pengampunan dan pembebasan dari api neraka. Sebagai "Syahrus Salam" (bulan keselamatan), bulan Ramadhan adalah bulan yang mengandung nilai-nilai edukatif yang dapat menciptakan keselamatan, kesejahteraan dan kedamaian bagi umat manusia. Dan yang terakhir adalah sebagai "Syahrul Jihad" (bulan perjuangan). Pada bulan ini, manusia dihadapkan pada perjuangan yang amat besar. Mereka menahan diri dari perbuatan yang biasa diperbuat, selain menahan diri dari "ritualitas" makan dan minum sebagai kebutuhan primer sejak fajar sampai terbenamnya matahari. Dan kalau sudah berbuka, dianjurkan untuk menahan diri dari makan dan minum yang berlebihan bahkan dianjurkan untuk membatasinya. Upaya ini merupakan cara untuk memelihara kesehatan jasmani. Bukankah masalah perut (makan dan minum) juga pemicu timbulnya penyakit jiwa? Begitulah kira-kira apa yang dikatakan para sufi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau penyakit "rakus dan tamak" menimpa seseorang, akibat dan bahayanya bukan hanya terbatas pada lingkungan kecil tetapi lambat laun akan merambat dalam kehidupan berbangsa sehingga akan menimbulkan semangat kapitalisme yang kemudian bersifat ekspansif, yaitu mengeksploitasi milik orang lain akibat sifat serakahnya tersebut. Sehingga benar apa yang disinyalir Imam Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin-nya bahwa bencana paling besar dalam kehidupan manusia adalah nafsu perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita melaksanakan puasa, kita akan mengadaptasi diri kita dengan mereka yang berekonomi lemah yang sering merasakan haus dan lapar, sehingga akan timbul rasa kasih sayang dan ketajaman rasa sosial yang akan menjadi pengalaman rohani tersendiri. Mungkinkah kasih sayang tidak tumbuh ketika pemandangan itu terjadi di depan mata kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam batas yang paling rendah; setidak-tidaknya kehausan dan kelaparan yang diakibatkan puasa tersebut akan mengingatkan kita pada kaum fakir miskin sehingga termanifestasi dengan sedekah yang banyak sebagai tindakan konkrit dari rasa solidaritas sosial yang nantinya akan menjembatani antara the have dan the have not yang pada titik akhirnya akan tercipta sumber daya manusia yang mempunyai etika dan kepekaan sosial yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak hikmah-hikmah lain yang bisa kita petik intisarinya dari pelaksanaan puasa. Semoga bukan hanya sekedar idealisme belaka, melainkan sebuah realitas sepanjang masa setelah menjalani Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja kita dapat menjadikan Ramadhan sebagai wadah penggemblengan mental sehingga tercipta kontrol diri yang baik yang akan meluas dampaknya ke masyarakat sehingga puasa bukan hanya memperoleh lapar dan haus saja, agar kita tidak tergolong orang-orang yang disinyalir Nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan haus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita berharap dengan puasa disamping hikmah yang dikandungya, yang paling penting adalah semua semata-mata pengabdian kita kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ibadah kita diterima Allah SWT. Amien.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-756093286205581787?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/756093286205581787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/hikmah-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/756093286205581787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/756093286205581787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/hikmah-puasa.html' title='HIKMAH PUASA'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-2209692137611195700</id><published>2009-08-20T23:39:00.000-07:00</published><updated>2009-08-20T23:43:59.872-07:00</updated><title type='text'>JADWAL PUASA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So5Bk-5qTiI/AAAAAAAAAnc/nCE6sAMmbVU/s1600-h/jadwal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 270px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So5Bk-5qTiI/AAAAAAAAAnc/nCE6sAMmbVU/s400/jadwal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372303509115522594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-2209692137611195700?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/2209692137611195700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/jadwal-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2209692137611195700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/2209692137611195700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/jadwal-puasa.html' title='JADWAL PUASA'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So5Bk-5qTiI/AAAAAAAAAnc/nCE6sAMmbVU/s72-c/jadwal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-1725995532344436392</id><published>2009-08-20T18:50:00.001-07:00</published><updated>2009-08-20T19:06:54.081-07:00</updated><title type='text'>MARHABAN YA RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So4A8sLPn2I/AAAAAAAAAnE/FwYGITUvpjc/s1600-h/oi+original+logo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So4A8sLPn2I/AAAAAAAAAnE/FwYGITUvpjc/s320/oi+original+logo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372232448150052706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Keluarga Besar http://bpwoi-sulsel.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;MENGUCAPKAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT MENJALANKAN&lt;br /&gt;IBADAH PUASA DI BULAN SUCI RAMADHAN&lt;br /&gt;SEMOGA KITA SENANTIASA MENDEKATKAN DIRI&lt;br /&gt;PADA MAHA PENCIPTA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-1725995532344436392?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/1725995532344436392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/marhaban-ya-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/1725995532344436392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/1725995532344436392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/marhaban-ya-ramadhan.html' title='MARHABAN YA RAMADHAN'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So4A8sLPn2I/AAAAAAAAAnE/FwYGITUvpjc/s72-c/oi+original+logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-6391485554443492314</id><published>2009-08-20T18:31:00.000-07:00</published><updated>2009-08-20T18:49:00.787-07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals Dibayar Profesional oleh Penggemar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So38-bobmhI/AAAAAAAAAm0/Pa1MEhDjq8A/s1600-h/falsw.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 244px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So38-bobmhI/AAAAAAAAAm0/Pa1MEhDjq8A/s320/falsw.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372228080022297106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Artis musik kawakan Iwan Fals mengaku terharu dan bangga lantaran OI (Orang Indonesia), komunitas penggemarnya, akan menggelar konser dalam rangka menyambut ulang tahun ke-64 Kemerdekaan RI, 17 Agustus nanti. Apalagi, oleh OI, ia dibayar secara profesional, bukan dengan harga "pertemanan" apalagi gratis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Enggak &lt;em&gt;nyangka&lt;/em&gt;, ternyata OI bisa menyelenggarakan acara sebesar ini dan saya dibayar profesional. Tapi, saya tidak bisa menyebutkan berapa, karena enggak etis," tutur Iwan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu (12/8).&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Iwan tak mengira bahwa OI, yang dibentuknya 10 tahun lalu, menjadi organisasi masyarakat yang cukup besar seperti sekarang ini. "Padahal, OI itu dulu, awal dibentuk, saya hanya menganggap anak sendiri. Tapi, ternyata OI sudah jadi organisasi masyarakat yang cukup besar dan bisa mengadakan acara sebesar ini," sambungnya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pemusik lintas generasi ini juga menerangkan bahwa konser tersebut akan diadakan bekerja sama dengan Tiga Bambu MC Pro pada Minggu, 16 Agustus,  juga sekaligus dalam rangka ulang tahun ke-10 OI. "Acara ini untuk peringati HUT ke-64 Kemerdekaan RI dan ultah ke-10 OI. Tajuknya adalah introspeksi, hidup bersama harus dijaga," jelas Iwan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Konser di panggung Arsipel, TMII, mulai pukul 19.00 WIB, itu akan dihadiri kira-kira 1.200 anggota OI di seluruh Indonesia. "Mungkin, inilah konser yang paling besar. Saya dan khususnya kita semua harus mendukung agar konser tersebut berjalan dengan lancar dan baik sehingga terhindar dari hal-hal yang kita tidak inginkan," harapnya.&lt;/p&gt;Sebelum konser itu, pada 15-16 Agustus, OI akan pula mengadakan Jambore OI, yang merupakan tradisi perayaan ulang tahun OI. Temanya "Hidup Bersama Harus Dijaga", yang merupakan potongan dari puisi &lt;em&gt;Kesaksian&lt;/em&gt; karya (mendiang) WS Rendra.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-6391485554443492314?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/6391485554443492314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/iwan-fals-dibayar-profesional-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/6391485554443492314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/6391485554443492314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/iwan-fals-dibayar-profesional-oleh.html' title='Iwan Fals Dibayar Profesional oleh Penggemar'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So38-bobmhI/AAAAAAAAAm0/Pa1MEhDjq8A/s72-c/falsw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-4035542829848690396</id><published>2009-08-20T18:18:00.000-07:00</published><updated>2009-08-20T18:30:22.129-07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals dan 'Oi'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So34aVzRBQI/AAAAAAAAAms/zyoQu5kfLTU/s1600-h/312.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 217px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So34aVzRBQI/AAAAAAAAAms/zyoQu5kfLTU/s320/312.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372223061935326466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Momentum perayaan kemerdekaan negeri ini di bulan Agustus nampaknya menjadi momen spesial juga bagi musisi kawakan &lt;a href="http://selebriti.kapanlagi.com/iwan_fals" title="Lihat Biografi Iwan Fals" class="bluelink"&gt;&lt;b&gt;Iwan Fals&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Legenda hidup tersebut akan menggelar konser kemerdekaan bertajuk Introspeksi: Hidup Bersama Harus Dijaga, yang akan berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah, 15 sampai 16 Agustus mendatang.&lt;p&gt;"Konser ini untuk merayakan HUT RI yang ke-64, sekaligus untuk merayakan ulang tahun Oi yang ke-10, sekaligus 1 tahunnya website &lt;a href="http://selebriti.kapanlagi.com/iwan_fals" title="Lihat Biografi Iwan Fals" class="bluelink"&gt;&lt;b&gt;Iwan Fals&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; www.iwanfals.co.id, akan digelar 15-16 Agustus. Jadi ini satu rangkaian. Tanggal 15 itu Jambore Nasional di TMII, yang kemudian acara puncaknya tanggal 16, yaitu konsernya dari jam 7 malam," ujar &lt;a href="http://selebriti.kapanlagi.com/iwan_fals" title="Lihat Biografi Iwan Fals" class="bluelink"&gt;&lt;b&gt;Iwan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; menjelaskan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;!--wwwonlys--&gt;[Info untuk Anda: "Semua berita &lt;b&gt;KapanLagi.com&lt;/b&gt; bisa dibuka di ponsel.             Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile             internet browser Anda, masukkan alamat: &lt;b&gt;m.kapanlagi.com&lt;/b&gt;"]&lt;!--wwwonlye--&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ditemui &lt;b&gt;KapanLagi.com&lt;/b&gt; dalam preskon jelang konsernya di Museum Indonesia TMII, Rabu (12/8), pemilik nama &lt;b&gt;Virgiawan Listianto&lt;/b&gt; tersebut juga mengutarakan kekagumannya terhadap Oi (Orang Indonesia), organisasi fansnya yang berinisiatif menggelar konser besar jelang hari kemerdekaan itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Ini cukup mengejutkan, yang ngadain itu Oi dan saya dibayar secara profesional, tapi saya nggak bisa menyebut angka karena nggak etis. Saya nggak nyangka aja, Oi bisa seperti ini, bisa menyelenggarakan konser sebesar ini," ungkapnya penuh rasa bangga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Ini sangat relevan dengan kondisi bangsa ini, karena tanpa introspeksi kita nggak tahu kesalahan kita di mana. Potongan juga dari puisi &lt;a href="http://selebriti.kapanlagi.com/w.s_rendra" title="Lihat Biografi W.s Rendra" class="bluelink"&gt;&lt;b&gt;W.S Rendra&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yang berjudul &lt;i&gt;Kesaksian&lt;/i&gt;, nah judulnya itu juga dijadikan judul lagu di dalam album &lt;a href="http://selebriti.kapanlagi.com/kantata_takwa" title="Lihat Biografi Kantata Takwa" class="bluelink"&gt;&lt;b&gt;Kantata Takwa&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;," tambahnya saat ditanya soal tema konser.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara untuk rincian acara, musisi yang akan genap berusia 48 tahun 3 September mendatang itu menjelaskan susunan rangkaian konser 2 hari tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Untuk acara tanggal 15 kita mengumpulkan 1200 anggota Oi dari seluruh Indonesia. Nanti di sana banyak kegiatan seperti games, workshop dan banyak lainnya," terangnya.&lt;/p&gt;Sebelum &lt;a href="http://selebriti.kapanlagi.com/iwan_fals" title="Lihat Biografi Iwan Fals" class="bluelink"&gt;&lt;b&gt;Iwan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; tampil, dijadwalkan Ketua dari Badan Pengurus Pusat Oi, Digo, akan tampil dalam komposisi bandnya, Digo n Band sebagai band pembuka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-4035542829848690396?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/4035542829848690396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/iwan-fals-dan-oi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4035542829848690396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/4035542829848690396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/iwan-fals-dan-oi.html' title='Iwan Fals dan &apos;Oi&apos;'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So34aVzRBQI/AAAAAAAAAms/zyoQu5kfLTU/s72-c/312.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-7218086864084219548</id><published>2009-08-20T18:03:00.000-07:00</published><updated>2009-08-20T18:17:28.338-07:00</updated><title type='text'>PELATIHAN PERCETAKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So31E5a1QzI/AAAAAAAAAmk/JJiL1GngKt4/s1600-h/bendera.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So31E5a1QzI/AAAAAAAAAmk/JJiL1GngKt4/s320/bendera.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372219395004515122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So31EdIvSNI/AAAAAAAAAmc/Tg6UycHPgW0/s1600-h/sablon1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So31EdIvSNI/AAAAAAAAAmc/Tg6UycHPgW0/s320/sablon1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372219387412433106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kegiatan Jambore bagaimana mengupakan teman-teman bisa membuat usaha mandiri dan tata cara mensablon baju dan membuat bendera, pelatihan dapat memberi manfaat yang positif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-7218086864084219548?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/7218086864084219548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/pelatihan-percetakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7218086864084219548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/7218086864084219548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/pelatihan-percetakan.html' title='PELATIHAN PERCETAKAN'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So31E5a1QzI/AAAAAAAAAmk/JJiL1GngKt4/s72-c/bendera.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-774758531562146261</id><published>2009-08-20T17:54:00.000-07:00</published><updated>2009-08-20T18:00:29.635-07:00</updated><title type='text'>FUTSAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So3w9810xLI/AAAAAAAAAmU/Bsppz3GxjYE/s1600-h/futsal.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So3w9810xLI/AAAAAAAAAmU/Bsppz3GxjYE/s320/futsal.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372214877617439922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pertandingan Futsal antara sesama BPK Oi yang sangat meriah dan menambah acara kemeriahan kegiatan Jambore tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-774758531562146261?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/774758531562146261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/futsal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/774758531562146261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599270310183730707/posts/default/774758531562146261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/2009/08/futsal.html' title='FUTSAL'/><author><name>www.bpwoi-sulsel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15440010844472675025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/SVh1-CRcBPI/AAAAAAAAAAM/Uc90hBoCnhc/S220/bpw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So3w9810xLI/AAAAAAAAAmU/Bsppz3GxjYE/s72-c/futsal.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599270310183730707.post-5569094432176671733</id><published>2009-08-20T17:41:00.000-07:00</published><updated>2009-08-20T17:53:06.100-07:00</updated><title type='text'>Kegiatan Jambore 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So3vnbpSzOI/AAAAAAAAAmM/annMN4p5kKM/s1600-h/dedi2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So3vnbpSzOI/AAAAAAAAAmM/annMN4p5kKM/s320/dedi2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372213391237762274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So3vm17t4nI/AAAAAAAAAmE/Yud6dI3ZOXo/s1600-h/dedi.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DzAAg6RuAD0/So3vm17t4nI/AAAAAAAAAmE/Yud6dI3ZOXo/s320/dedi.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372213381114487410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kegiatan Jambore BPW Oi Sulsel di Kabupaten Gowa di pagi hari sedang melaksanakan penanaman bibit di sekitar jalan perkemahan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599270310183730707-5569094432176671733?l=bpwoi-sulsel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bpwoi-sulsel.blogspot.com/feeds/5569094432176671733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bpw
